Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36580 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rohanah; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: R. Sutiawan, Toha Muhaimin, Sri Mulyati, Lila Amaliah
Abstrak:

Preeklampsia berat (PEB) dan eklampsia merupakan salah satu penyebab tertinggi kematian ibu di Indonesia. Di RSU Kabupaten Tangerang PEB dan eklampsia merupakan penyebab kematian tertinggi (45,4%), angka ini lebih tinggi bila di bandingkan dengan beberapa RS daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan eklampsia di RSU Kabupaten Tangerang tahun 2008-2010. Desain yang digunakan kasus kontrol (case control) dengan  jumlah sampel kasus 40 dan kontrol 80. Data didapatkan dari status pasien di rekam medis. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi janin berhubungan dengan kematian ibu akibat PEB dan dan eklampsia dengan p value 0,021 setelah dikontrol variabel usia ibu, gravida, jenis persalinan, riwayat KB dan pengasilan keluarga. Ibu PEB dan eklampsia dan kondisi janin IUFD meningkatkan risiko kematian ibu 6,28 kali (95% CI 1,32-30,02) bila dibandingkan ibu yang kondisi janin tidak IUFD. Maka Perlu upaya menurunkan jumlah kematian ibu akibat PEB dan eklampsia, diharapkan RSU Kabupaten Tangerang meningkatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan adekuat, tepat guna dan tepat waktu dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas. Dinas kesehatan meningkatan pemerataan pelayanan kesehatan di seluruh lapisan masyarakat dan meningkatkan program promotif dan preventif. Peneliti lain diharapkan dapat menambah jumlah sampel dan menggunakan data primer dan bagi masyarakat diharapkan berperan aktif dalam pemeliharaan kesehatan. Kata kunci: Determinan kematian ibu, preeklampsia berat dan eclampsia


 Severe Preeclampsia (PEB) dan Eclampsia is one of the highest cause of maternal death in Indonesia. At RSU Kabupaten Tangerang (public hospital at Tangerang) preeclampsia and eclampsia is the highest cause of death (45,4%), and this rate is much more higher than some hospital in some area aroun Indonesia. This research aimed to determine the factors associated with maternal deaths due to PEB and eclampsia at RSU Tangerang in the year of 2008 – 2010. The desaign used is the case control by using about 40 case samples and 80 controlers. Data obtained from the patient's status in medical records. The results of research showed that the fetal condition releated maternal deaths due PEB and eclampsia it is seen from the p value of 0,021 after controlled with variable maternal age, gravida, type of delivery, a history of family planning and family income. The mother suffered PEB and eclampsia with fetal condition will IUFD risk 6,28 times (95% CI 1,32 to 30,02) of maternal deaths than if the condition of the fetus is not IUFD. There are necessary efforts to reduce the number of maternal deaths due to PEB and eclampsia, which is expected to RSU Tangerang to improve comprehensive and adequate health care, appropriate and on time action, and improving the quality of human resources and facilities. Health agencies should improve equity of health services in all layers of society and enhance the promotion and preventive programs. Another study is expected to increase the number of samples and using primary data and for the community is expected to play an active role in the maintenance of health. Key words: Determinants of maternal death, severe preeclampsia and eclampsia

Read More
T-3361
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anton Wibawa; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Tris Eryando, Dewi Susana, Yasep Setiakarnawijaya, Widya Anggraini
Abstrak:

Makanan merupakan salah satu kebutuhan dasar pada manusia, sehingga makanan harus aman untuk dikonsumsi. Penyakit bawaan makanan adalah suatu penyakit yang ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi oleh mikroorganisme pathogen. Makanan jajanan merupakan salah satu hasil produk dari tempat pengolahan makanan dan banyak dijumpai di lingkungan sekitar sekolah serta umumnya rutin dikonsumsi oleh sebagian besar anak usia sekolah. Selain mempunyai peran yang menguntungkan makanan jajanan mempunyai risiko untuk menimbulkan masalah kesehatan seperti kejadian keracunan makanan di sekolah. Beberapa faktor yang dapat memungkinkan terjadinya penularan penyakit melalui makanan adalah perilaku yang tidak higienis, adanya sumber penyakit menular, adanya media dan resipien. Tujuan Umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi higiene sanitasi makanan jajanan serta faktor yang mempengaruhinya di kabupaten Tangerang tahun 2006. Penelitian ini menggunakan disain potong lintang (Cross Sectional), dengan memanfaatkan data sekunder kegiatan pengawasan makanan dan minuman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang terhadap pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar di Kabupaten Tangerang tahun 2006. Sampel pada penelitian ini adalah makanan jajanan yang diambil dari 159 Sekolah Dasar di kabupaten Tangerang tahun 2006 adapun variabel yang diamati adalah : pengetahuan, perilaku, peralatan sarana air bersih, sarana pembuangan Iimbah, tempat pembuangan sampah dan lokasi usaha, sedangkan yang menjadi variabel terikat adalah kontaminasi bakteri E.CoIi. Hasil penelitian menunjukan sampel makanan yang terkontaminasi sebanyak 37,1%. Untuk pengetahuan Iebih dari separuh (62,9%) tidak baik, Sedangkan untuk perilaku sebagian besar tidak baik (76,7%). Lokasi usaha lebih dari separuh tidak memenuhi syaraf (53,5%). Bggitu pula untuk peralatan yang digunakan lebih dari separuhnya yaitu 57,2% tidak memenuhi syarat. Sedangkan untuk fasilitas sanitasi menunjukan hampir sebagian besar kondisi tempat sampah tidak memenuhi syarat (93,1%), untuk sarana air bersih hampir sebagian besar (75,5%) tidak memenuhi syarat. Begitu pula untuk sarana pembuangan limbah 86,2% tidak memenuhi syarat. Hasil uji bivariat menunjukan hanya empat variabel yang bermakna yaitu : pengetahuan (p = 0,028), perilaku (p = 0,009), peralatan (p = 0,039) dan sarana air bersih (p= (1,037) sehingga variabel ini masuk menjadi kandidat analisis multivariat. Pada analisis multivariat lalu dilakukan seleksi kandidat dengan memasukan variabel dengan nilai p<0,2S. Dari hasil akhir analisis multivariat tersebut diketahui bahwa perilaku merupakan variabel murni yang mempengaruhi terjadinya kontaminasi pada makanan jajanan (p = 0,011) dengan nilai OR 3,2 (95% : CI) dengan persamaan matematisnya adalah sebagai berikut : Logit (kontaminasi makanan) = 0,297 + 1,158*perilaku = 0,81 Saran secara akademik adalah perlunya perbaikan metode dalam penyusunan kuesioner dan kejelasan dalam Iangkah kerja ketika mengambil sampel. Saran secara praktis adalah Dinas Kesehatan hendaknya meningkatkan upaya pembinaan dan pengawasan atau inspeksi sanitasi terhadap pedagang makanan jajanan di Sekolah Dasar secara rutin, adanya kerjasama dengan pihak sekolah dalam upaya pengelolaan kantin sekolah yang sehat serta penyediaan fasilitas sanitasi yang diperlukan. Upaya Iainnya adanya Iomba kantin seknlah sehat yang bisa memotivasi perilaku hidup bersih dan sehat pada pedagang makanan jajanan di sekolah serta membuat sentra makanan jajanan dengan menggabungkan para pedagang dalam satu tempat.


 

It has been known that food is one of the human basic needs. Therefore, food should be safe to be consumed. Food born disease is a disease that originated from food that contaminated by pathogenic microorganism. Street food is a food that produced, processed and mainly found in the area surrounding the school and routinely consume by most of the students in their break time. Although it is found that street food has an advantages side, but it is also has a risk on their health, like food poisoning. Some factors that could be occurring in food born disease are: unhygienic behavior, the source of the contagious disease, the media, and the recipient. The main purpose of the study is to describe the condition of sanitation hygienic of the street food and factors related to the condition, at the district of Tangerang 2006. The study use the cross sectional design with secondary data obtained from the activities of food and drink monitoring that carried out by the Health District Authority of Tangerang towards food street vendors in all Primary School in Tangerang. Samples are food from street food that sells in 159 Primary School at the district of Tangerang. Variables observed are including the knowledge, behavior, eating utensils and clean water, waste disposal appliance, the garbage storage, and the location on where the food is selling. The E. coli contamination is being the dependent variable of the study. The study found that food sampled has have contaminated is around 37.1%. More than half (62.9%) has poor knowledge, and mainly (76.7%) has poor behavior. Mostly (53.5%), the location on where the food is selling has poor condition. Same situation for the condition of eating utensils, 57.2% have unconditional state. Meanwhile, most of sanitary facilities are in poor condition, 93.1% of garbage storages are unconditional, 75.5% of clean water facilities are poor, as well as 86.2% of waste disposal appliances. From the bivariate analysis, there four variables are found have significant relationship, i.e. knowledge (p = 0.028), behavior (p = 0.009), utensils (p = 0.039), and clean water appliances (p = 0.037), which lead to included to multivariate analysis. From the final analysis of multivariate, it has found that behavior is to be the sole variable that influences the occurrence of street food contamination (p = 0.011) with OR 3.2 (95% C.I) with its mathematical formulation is: Logit (food contamination) = 0.297 + 1.158*behavior = 0.81 Suggestion on academic issues is suppose to improve the method of questionnaires arrangement and clarification on the step of activities on sampling. Suggestion in practical issue, for the Health Authority that suppose to increase the capacity building and sanitary monitoring or inspection towards street food vendors surrounding the school in routinely base. There is a need on good collaboration between school management in order to obtain a healthy school canteen, as well as providing the sanitary facilities that urgently needed. Other form of endeavor is to create a healthy canteen competition in order to encourage the clean and healthy lifestyle towards street food vendors, as well as creating the center for street food that merging all street vendors into one selling location.

Read More
T-2719
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Fauzi; Pembimbing: Sabarinah Budi Prasetyo, Sandra Fikawati; Penguji: Luknis Sabri, Lucia Veronica Pardede, Soetanto
Abstrak:

Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN. Penycbab utama kcmatian tcrsebut adalah penyakit infeksi saluran nafas dan diarc yang dapat dicegah antara lain dengan pemberian ASI secara benar, termasuk pemberian ASI secara eksklusiti Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh laporan bulanan ke-3 Dinas Kesehatan Pidie Jaya pada tahun 2008, untnuk Kabupaten Pidie Jaya sebanyak 22,2% ibu membefim ASI eksklusifam inntuk Kwamamn Meumh Dua sebanyak 219%. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui falctor-faktor yang berhubungan dcngan pcmberian ASI cksklusif. Desain pcnelilian ini adalah crossaveclional. dengan besar sampel 172 orang ibu menyusui di Kecamatan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Logistic Mhltinomiai menggunakan data primer yang berasal dari hasil wawancara. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa ibu yang mcmiliki bayi 6-11 bulan hanya 20,3% yang member-ikan ASI eksklusif hanya sampai 4 bulan dan 9,3% yang memberikan ASI eksklusif sampai 6 bulan. Hasil analisis menunjukkan faktor yang dominan dalam perilaku pemberian ASI ekskiusif adalah tempat periksa hamil pada ibu yang menyusui ekslusif 4 bulan menuniukkan OR 7,19 (CI 95% = 1,52 - 33,9S) dan pengetahuan tentang ASI pada ibu yang menyusui eksklusif 6 bulan menunjukkan OR 15,08 (CI 95% =' 1,81 - l25,47). Berdasarkan hasil penclitian ini disarankan, pertama bahwa tenaga kesehatan agar dapat meningkatkan kualitas penyuluhan dan dapat meningkatkan kerjasama dengan tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Meurah Dua. Kedua, agar dinas kcschatan meningkatkan pelatihan tenaga kesehatan dan pengawasan terhadap program ASI eksklusif di masyarakat. Ketiga perlu penelitian Iebih lanjut dengan menggunakan desain kohort dengan vafiditas tinggi.


The number of infant mortality in Indonesia is the highest among ASEAN countries. The major cause for infant and children mortality is infections, especially the upper respiratory tracts infection and diarrhea. The prevention efforts for reducing the infections are a good nutrition management for infant and children such as adequate and and appropriate breastfeeding. Based on the existing data which was published in the third monthly report of the Pidie Jaya Health Office (2008), there was only 22,2% of mothers who practiced exclusive breastfeeding in the District of Pidie Jaya and only 27,9% in Sub-district of Meurah Dua. The research was carried out to find the factors related to behaviour in giving Exclusive Breastfeeding. The design of this study was cross-sectional survey, the data obtained by involving 172 exclusive breasfeeding among mothers in sub district Mcurah Dua. The data analysis uses logistic muitinomial regression analysis. The sample was selected using simple random sampling technique. Primary data was collected by using standardized questionnaire. The result showed that the proportion of mother who practice exclusive breastfeeding among mothers owing 6-ll months old babies was 20,3% for 4 months and 9,3% for 6 months. From the analysis it was indicated that dominant factors related to practice of exclusive breastfeeding for 4 months very much depended on place of physician visits during pregnancy (OR=7,l8, Cl 95% = 1,52 - 33,95) and those of 6 months were mothers knowledge about breastfeeding (OR = l5,08, CI 95% = 1,81 - l25,47). Based onthe result of the study, it was strongly recommended to the Chief Sub- district of Meurah Dua to increase the quality of health education to the community in the Sub-district Meurah Dua in relation to promotion of exclusive breastfeeding. Furthermore, staff of Health office was also encouraged to promote the training for health personnel and supervision and monitoring the exclusive breastfeeding program in the community. Recommendation is also made for further research to using the cohort design and observation for studying with high validity on data.

Read More
T-2915
Depok : FKM-UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aisyah Apriliciciliana Aryani; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Martya Rahmaniati Makful, Hendrawati Setiani, Elis Rohmawati
Abstrak: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan faktor utama dalam peningkatan mortalitas neonatus, bayi, dan anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Metro Tahun 2016, BBLR merupakan penyebab nomor satu kematian bayi di Kota Metro. Selain itu, terjadi peningkatan prevalensi kejadian BBLR di Kota Metro selama tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. BBLR disebabkan oleh beberapa faktor seperti factor sosial demografi, maternal, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian BBLR serta menguji faktor mana yang paling dominan mempengaruhi kejadian BBLR di Kota Metro. Desain penelitian ini adalah kasus-kontrol dimana data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner. Jumlah responden adalah 102 yang terdiri dari 51 kasus dan 51 kontrol. Data dianalisis dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di Kota Metro adalah pertambahan berat badan selama kehamilan, pekerjaan, tingkat pengetahuan, status ekonomi, paparan asap rokok, pantangan makan, dan akses ke pelayanan kesehatan. Faktor yang paling berhubungan dengan kejadian BBLR di Kota Metro adalah pertambahan berat badan selama kehamilan yang berbeda menurut tingkat pengetahuan. Setelah dikontrol usia, aktivitas fisik, jarak kelahiran, dan riwayat melahirkan BBLR, ibu dengan pertambahan berat badan < 10 kilogram dibanding ibu dengan pertambahan berat badan ≥ 10 kilogram, dengan tingkat pengetahuan kurang memiliki risiko 11 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR. Pada ibu dengan tingkat pengetahuan baik memiliki risiko 1,5 kali lebih besar untuk melahirkan bayi BBLR. Kata kunci : BBLR; pertambahan berat badan; tingkat pengetahuan Low Birth Weight (LBW) is a major factor in the increased mortality of neonates, infants, and children. Based on data from the Metro City Health Office 2016, LBW is the number one cause of infant mortality in Metro City. In addition, there is an increasing prevalence of LBW occurrence in Metro City during 2014 until 2016. LBW is caused by several factors such as demography, maternal, and environmental factors. This study aims to determine the factors that affect the occurrence of BBLR and determine which factors are the most dominant influence the occurrence of LBW in Metro City. The design of this study is case-control where data obtained through interview with questionnaire. The number of respondents was 102 consisting of 51 cases and 51 controls. Data were analyzed by multiple logistic regression. The results showed that factors related to LBW incidence in Metro City were weight gain during pregnancy, occupation, level of knowledge, economic status, exposure to cigarette smoke, dietary restrictions, and access to health services. The most significant factor associated with the occurrence of LBW in Metro City is weight gain during pregnancy that is different according to the level of knowledge. After controlled age, physical activity, birth spacing, and history of LBW birth, mothers with weight gain <10 kilograms compared to mothers with weight gain ≥ 10 kilogram, with knowledge level less have 11 times greater risk to deliver LBW baby. In mothers with a good level of knowledge has a risk 1.5 times greater to give birth to LBW babies. Keywords : LBW; weight gain; knowledge level
Read More
T-5128
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia K Riamina G; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: R. Sutiawan, Anita Nuzulia
Abstrak: ABSTRAK
Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan UNICEF membuat suatu perangkat lunak bernama "Kartini" untuk mempermudah pelaksanaan PWS KIA, mempercepat analisis data, meningkatkan akurasi analisis, serta mengurangi human errors (Liesman et. al, 2011). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kinerja perangkat lunak Kartini dalam upaya pemantauan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kabupaten Tangerang tahun 2012. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan melakukan wawancara mendalam dan observasi di Puskesmas Balaraja dan Sindang Jaya. Hasil penelitian diperoleh bahwa penggunaan perangkat lunak Kartini sangat bermanfaat dalam pelaksanaan PWS KIA, namun masih terdapat beberapa kendala dalam pengimplementasiannya.
 

 
Abstract
Ministry of Health in collaboration with UNICEF make a software named "Kartini" to facilitate the implementation of PWS KIA, speed up data analysis, improve the accuracy of analysis, and reduce human errors (Liesman et. al, 2011). This study aims to know the performance of Kartini Software in Monitoring Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) in Tangerang Regency 2012. Design of the study is cross sectional by using indepth interviews and observations in Balaraja and Sindang Jaya health center. The results obtained that Kartini software is very useful in the implementation of PWS KIA, but there are some obstacles in implementation.
Read More
S-7370
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Efrizal; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Tris Eryando, Soewarta Kosen, Bagus Satrya Budi
T-2348
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fatmah Ramadhani; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Popy Yuniar, Lina Widyastuti
S-7502
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Jajuli; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Dian Ayubi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Bagus Satriyo Budi, Ismoyowati
Abstrak:

Tahun 2003, kelangsungan pemberian ASI eksklusif di tiga Kabupaten (Cirebon, Cianjur dan Ciamis) Propinsi Jawa Barat masih rendah, yaitu 0,06%. Rendahnya kelangsungan pemberian ASI eksklusif ini diperkirakan karena belum dilakukan kajian ilmiah mengenai kelangsungan pemberian ASI eksklusif secara komprehensif dengan metode yang memadai secara substansial. Oleh karena itu karena itu dilakukan penelitian dengan metode yang memadai dengan analisis survival untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Desain penelitian ini adalah kohort retrospektif pada 1339 orang ibu menyusui yang terdapat di tiga kabupaten (Cirebon,Cianjur Dan Ciamis) Propinsi Jawa Barat pada tahun 2003. Analisis yang digunakan adalah analisis survival. Penelitan ini mendapatkan hasil bahwa kelangsungan pemberian ASI eksklusif di tiga Kabupaten (Cirebon,Cianjur dan Ciamis) Propinsi Jawa Barat adalah 0,75%. Penelitian ini menemukan faktor yang berpengaruh terhadap kelangsungan pemberian ASI eksklusif adalah faktor kontrasepsi yang digunakan ibu dan faktor kunjungan ke tenaga kesehatan pada saat neonatal. Faktor kontrasepsi yang digunakan ibu merupakan faktor pencetus ketahanan pemberian ASI eksklusif dengan hazard ratio sebesar 11,5 sedangkan faktor kunjungan ke tenaga kesehatan pada Saat neonatal rnerupakan faktor yang bersifat protektif terhadap kelangsungan pemberian ASI eksklusif dengan hazard ratio sebesar 0,11. Berdasarkan hal tersebut di atas perlu dilakukan peningkatan penggunaan kontrasepsi non pil bagi ibu yang menyusui, selain itu juga perlu ketegasan pelaksanaan Kepmen No. 237/MENKES/SK/IV/1997 tentang pemasaran susu pengganti serta pemantauan kelangsungan pemberian ASI eksklusif dengan menggunaan KMS. Perlu juga dilakukan penelitian lebih mendalam yang mencakup variabel Iain seperti sisial budaya dengan pendekatan yang lebih memadai untuk dapat menjelaskan kelangsungan pemberian ASI eksklusif.


In 2003, the continuity of exclusive breastfeeding in the three regions (Cirebon, Cianjur, and Ciamis) of West Java Province, which is 0.75%, is still low. This is possibly because scientific evaluation about the continuity of exclusive breastfeeding has never been conducted comprehensively using a method that is substantially adequate. Therefore a research is done using an adequate method of survival analysis to determine the factors which influence the continuity of exclusive breastfeeding. The study design is retrospective cohort based on 1339 lactating mothers living in the three regions (Cirebon, Cianjur, and Ciamis) of West Java Province in the year of 2003. The analysis used is survival analysis. Results from the study show that the continuity of exclusive breastfeeding in the three regions (Cirebon, Cianjur, and Ciamis) of West Java Province is 0.75%. This research found factors which influence the continuity of exclusive breastfeeding are contraception used by mothers and visits to health personals during neonatal period. The contraception used by mothers is a trigger factor for persistency in exclusive breastfeeding with a hazard ratio of 11.5 whereas, visits to health personals during neonatal period has a protective effect for persistency in exclusive breastfeeding with a hazard ratio of 0.11. Based on the findings stated above, there is a need to increase the use of non-pill contraception for lactating mothers. In addition, there is a need for firm implementation of Kepmen No. 237/MENKES/SK/IV/1997 regarding replacement marketing baby milk as well as monitoring the continuity of exclusive breastfeeding by using KMS. A more profound study, which includes other variables such as social culture, with an adequate approach needs to be conducted in order to provide an explanation for the continuity of exclusive breastfeeding.

Read More
T-2586
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Handayani; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Endang Laksminingih Achadi, Asri C. Adisasmita, Asep Muhammad, Yuminar Usman
T-4199
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Arumdani; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Martya Rahmawati Makful, Zikri Dwi Darmawan
Abstrak: Registrasi vital sebenarnya merupakan sumber informasi terbaik bagi pembangunan dalam bidang kesehatan. Namun, di Indonesia registrasi vital belum berjalan dengan baik. Diperkirakan terjadi underreporting hingga 40% untuk pelaporan kematian yang merupakan kejadian vital. Selain itu pengelolaan data kejadian vital termasuk kematian dilakukan terpisah-pisah oleh beberapa institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi kualitas data kematian, mengetahui alur pencatatan dan pelaporan data kematian dan sebab kematian serta mengetahui integrasi data kematian di Kota Depok. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data kematian di Kelurahan merupakan data yang valid dan lengkap sebagai ukuran data kematian. Puskesmas dapat berkoordinasi dengan Kelurahan untuk memperoleh data kematian tersebut sehingga dapat dilakukan autopsi verbal untuk memperoleh sebab kematian. Apabila hal ini dilakukan maka Dinas Kesehatan akan mendapatkan data kematian dan sebab kematian untuk semua kematian di tingkat Kab/Kota sebagai dasar intervensi program kesehatan. Kata kunci: Alur pencatatan dan pelaporan, integrasi data, kematian, kualitas data, registrasi vital, sebab kematian Vital registration is actually the best source of information for development in health. However, in Indonesia the vital registration has not gone well. It is estimated that underreporting of up to 40% for the reporting of death which is a vital event. In addition, the management of vital events including death data is separated by several institutions. The purpose of this study is to confirm the quality of death data, to know the flow of recording and reporting of death data and cause of death data abad to know the integration of death data in Depok. This research is a qualitative research with case study design. The results showed that the death data in Kelurahan (village office) is a valid and complete data as a measure of death data. Primary Health Care facility can coordinate with Kelurahan to obtain death data so that verbal autopsy can be done to get the cause of death. If this is done then the Health Department will obtain death and death data for all deaths at the district / city level as a basis for health program intervention. Key words: Recording and reporting flow, data integration, data quality, death, vital registration, cause of death
Read More
S-9396
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive