Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41689 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wenny Ipmawan; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Nugroho Wahyuarto, Yuni Kusminanti
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang penilaian risiko yang dilakukan di Stasiun Pengumpul Gas Y PT X.  Metode penilaiaan risikonya menggunakan penggabungan 2 (dua) analisis yaitu analisis risiko proses melalui metode Hazops dan analisis risiko peralatan melalui metode risk based inspection (RBI). Penelitian ini adalah penelitian observational dengan pendekatan analisis risiko semikuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko proses dan peralatan di Stasiun Pengumpul Gas Y, dimana tingkat risiko tertinggi ada pada proses dan peralatan tanki penampung kondensat. Tingkat risiko tersebut diperoleh dari kombinasi kemungkinan kejadian (likelihood) dan konsekuensi/keparahan dampak (severity). Selain itu dihasilkan butir-butir rekomendasi untuk mengendalikan risiko sampai pada risiko yang dapat diterima. Kata kunci : Risiko, likelihood, severity/konsekuensi.


 

The focus of this research is risk assessment carried out at Gas Gathering Station Y in PT X. Risk assessment method applied are combination between process hazard analysis by using Hazops method and equipment risk analysis by using risk based inspection (RBI) method. The research is observational by semiquantitative analysis approach. The research gives description regarding process and equipment risk level at Gas Gathering Station Y, which is the highest risk level is on the process and equipment named condensate storage tank. Risk level is calculated by combining likelihood and severity/consequence value. The research also recommend several risks control to reduce risk to be acceptable risk. Key words : Risk, likelihood, severity/consequence.

Read More
T-3443
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Rini Agustin; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Wenny Ipmawan
Abstrak: Penelitianini tentang health risk assessment pada kegiatan produksi yang dilakukan di area Stasiun Pengumpul A (SP A) dan Stasiun Pengumpul Utama B (SPUB) PT X tahun 2014. Penilaian risiko kesehatan dilakukan dengan dengan menganalisis nilai potensi dari bahaya yang ada (P), Frekuensi pajanan (F), Durasi (D), Risiko Awal (RA), Upaya Perlindungan (UP) dan Risiko Risidual (RR) untuk mengetahui level risiko kesehatan yang ada pada setiap kegiatan kerja. metode penelitian ini adalah semikuantitatif dengan melakukan observasi dan pengumpulan data. Hasil dari penilaian risiko menunjukkan bahwa pada kegiatan di area SP A yaitu pengukuran volume tangki di tangki produksi 7 (benzene, toluene, xylene, hexane, pasta gasoline), di tangki 4 dan 6 (pasta gasoline), pengoprasian pompa transfer, compressor (bising) memiliki risiko kesehatan tinggi. Sedangakn di area SPU B pajanan kebisingan pada pompa transfer memiliki risiko medium. Kata Kunci: Health Risk Assessment(HRA), Stasiun Pengumpul (SP), Potensi bahaya (P), Frekuensi pajanan (F), Durasi (D), Risiko Awal (RA), Upaya Perlindungan (UP) dan Risiko Risidual (RR) This Health Risk Assessment research that was held at Oil Station A (SP A) and Primary Oil Station B (SPU B) PT X Years 2014. Health risk assessment was conducted by analyzing the value potential of hazard (P), Frequency rate of exposure (F), Duration (D), level of risk (RA), Prevention means (UP) and Residual Risk (RR) from every job activity. This study is a semi quantitative method by observation and data collection. The result of this risk assessment indicated that in SP A activity, measuring the volume of tank in tank production 7 (benzene, toluene, xylene, hexane, gasoline pasta), in tank 4 and 6 (gasoline past), in transfer pump and compressor (noisy) has a high risk. While in the area SPU B noise exposure in transfer pump that have a medium risk. Keywords: Health Risk Assessment (HRA), oil station (SP), Potential hazard (P), exposure frequency (F), duration (D), Level of Risk (RA), Safeguard (UP) and Residual Risk (RR)
Read More
S-8665
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eka Runita Lilia Ningrum; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Doni Hikmat Ramadhan, Agung Surya Irawan
Abstrak: Asbes merupakan nama yang diberikan untuk kelompok dari enam serat mineral berbeda yang terjadi secara alami di lingkungan. Dalam dunia industri, terkadang masih ada yang menggunakan Asbestos Containing Materials (ACMs) sebagai insulasi dan gasket. Penelitian ini dilakukan di PT X Tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi, kondisi ACMs, serta nilai risiko ACMs. Penelitian ini dilakukan dengan cara bulk sampling, dan diidentifikasi menggunakan Polarized Light Microscopy (PLM). Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan core-cutter untuk memperoleh sampel dengan berdiameter 2-3 cm. Dari hasil bulk sample sebanyak 42 sampel, diketahui ada 18 sampel signifikan ACMs dan 24 sampel non-ACMs. Oleh karena itu, perlu dilakukan monitoring dan pengelolaan terhadap ACMs tersebut.
 

Asbestos is the name given to a group of six different mineral fibers that occur naturally in the environment. In industrial world, there are some industries that still use Asbestos Containing Materials (ACMs) as insulation and gaskets. This research was conducted in PT X at 2011. The purpose of this study was to determine location, condition of ACMs, and risk value of ACMs. The research was done by bulk sampling, and identificate used Polarized Light Microscopy (PLM). Sample had taken with core-cutter to get samples with diameter of 2-3 cm. From the bulk sample got 42 samples, 18 have significant ACMs and 24 non-ACMs. Therefore, have to monitoring and management for ACMs.
Read More
S-7806
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pius Daviv Sugiarto; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Neneng Churaeroh
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hazard dan analisis risiko pada aktivitas maintenance wahana X. Penelitian ini besifat deskriptif dengan desain semikuantitatif dan menggunakan tahapan manajemen risiko AS//NZS: 4360. Tahapan kerja aktivitas maintenace didapatkan dari SOP dan wawancara mendalam. Analisis tingkat risiko menggunakan kriteria exposure, likelihood, consequence, dan risk level W.T. Fine. Aktivitas maintenance yang di analisis adalah harian dan mingguan (greasing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hazard terbanyak yang dihadapi oleh pekerja pada maintenance harian adalah hazard fisik (ketinggian dan listrik) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan memeriksa neple dan oli hidraulik tentakel. Sementara untuk aktivitas greasing, hazard yang paling banyak adalah fisik (ketinggian) dengan tingkat risiko tertinggi pada tahapan kerja menuju lokasi penggantian grease. Adapun pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan antara lain dengan pembagian shift kerja dan menyediakan kendaraan berupa golf car serta APD berupa; gloves, safety shoes, body harness, helm, dan googles.
Kata kunci: Analisis risiko, maintenance, wahana, T. Fine

This study aims to determine the hazards and risks analysis that exist in the maintenance activities of the ride X. This research was conducted with semi-quantitative design and using AS/NZS: 4360. Work process obtained from SOPs and in-depth interviews. The criteria of level analysis; exposure, possibilities, consequences, and risk level by W.T. Fine. The maintenance activities analyzed are daily and weekly (greasing). The results elucidate that most hazards incurred by workers for daily maintenance were physical hazards (altitude and electrical) at work process of inspection of the neple and tentacle hydraulic oil. Meanwhile, as for greasing activity, physical (altitude) is the most dangerous hazard at the work process to the location of grease replacement. In addition, controls that have been done by the company, among others, by dividing the work shift and providing the vehicle such as golf car and PPE in the form of; gloves, safety shoes, body harness, helmets, and googles.
Key words: Risk analysis, maintenance, ride, T. Fine
Read More
S-9775
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cahyo Hardo Priyoasmoro; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Mufti Wirawan, Achmad Dahlan, Ivan Fadlun Azmy
Abstrak:

Resiko bekerja di perusahaan migas PT X yang berlokasi di offshore Natuna adalah relatif tinggi. Sepanjang tahun 2018 – 2023 terjadi fluktuasi kecelakaan kerja di PT. X. Bahkan setelah dua tahun (tahun 2020 dan 2019) tidak terjadi kecelakaan kerja untuk kategori recordable injury (kasus di atas FAC), di tahun 2021 terjadi lagi 3 kasus (1 RWDC dan 2 MTC) dan di tahun 2022 terjadi 4 kasus (1 LWDC, 1 RWDC, dan 2 MTC). Di tahun 2023 terjadi 1 kasus (1 RWDC). Korban kecelakaan kerja di tahun 2021 didominasi oleh pekerja kontrak dan pekerja tetap sedangkan kecelakaan kerja di tahun 2022 dan 2023 semuanya terjadi pada pekerja kontrak. Sebagian besar kecelakaan yang terjadi penyebab langsungnya adalah unsafe acts. Sampai saat ini belum ada analisis menyeluruh dari data investigasi kecelakaan-kecelakaan yang telah dilakukan PT X untuk mendapatkan faktor-faktor penyebab dasar dari semua kecelakaan tersebut. Dengan demikian, penelitian perlu dilakukan, dan karena berhubungan dengan human factor, maka pada penelitian ini akan dianalisis faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan kerja tersebut dengan metode Human Factor Analysis and Classification System (HFACS). Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecelakaan kerja di PT X antara tahun 2018 – 2023 dengan metode HFACS. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Data sekunder yang digunakan berupa rekaman kejadian kecelakaan dan laporan investigasi atas 41 kecelakaan di PT X. Data sekunder tersebut kemudian diklasifikasikan sesuai dengan empat (4) tahapan kegagalan di metode HFACS, yaitu unsafe acts, precondition of unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influence. Pengklasifikasian ini divalidasi oleh dua ahli keselamatan kerja, di mana hasil validasinya relatif tinggi (96%). Hasil: Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor-faktor HFACS yang mempengaruhi kecelakaan terbesar berturut-turut adalah adverse mental state (51,2%), skill-based error (39%), routine violations (34,1%), dan tools/technological dan resource management (masing-masing 31,7%). Kemudian disusul oleh decision error (29,3%), inadequate supervision (22%), failed to correct problem dan organizational process masing-masing (17,1%), lalu supervisory violation dan organizational climate masing-masing (9,8%). Kesimpulan: Faktor-faktor HFACS yang memengaruhi kecelakaan kerja di PT X dapat digunakan sebagai masukan untuk perbaikan program K3 perusahaan guna menurunkan angka kecelakaan dengan memprioritaskannya pada faktor HFACS yang bersifat latent failure baru kemudian pada faktor active failure-nya, karena latent failure - jika diperbaiki- akan menjadi kunci untuk mencegah berulangnya kecelakaan.


The risks of working for the PT X , an oil and gas company located offshore Natuna are relatively high. Throughout 2018 – 2023 there were fluctuations in work accidents at PT. X. Even after two years (2020 and 2019) there was no work accident for the recordable injury category (cases above FAC), in 2021 there were 3 cases (1 RWDC and 2 MTC) and in 2022 there were 4 cases (1 LWDC, 1 RWDC, and 2 MTC). In 2023 there was 1 case (1 RWDC). Work accident victims in 2021 are dominated by contract workers and permanent workers, while work accidents in 2022 and 2023 all occur in contract workers. Most of the accidents that occur are directly caused by unsafe acts. Until now there has been no comprehensive analysis of accident investigation data that has been carried out by PT X to obtain the basic causal factors of all these accidents. Thus, research needs to be carried out, and because it is related to human factors, this research will analyze the factors that cause work accidents using the Human Factor Analysis and Classification System (HFACS) method. Objective: Analyzing the factors that influence work accidents at PT X between 2018 – 2023 using the HFACS method. Method: This research is descriptive analytical research with a qualitative approach. The secondary data used is in the form of recordings of accidents and investigation reports on 41 accidents at PT X . This classification was validated by two occupational safety experts, where the validation results were relatively high (96%). Results: The research results explain that the HFACS factors that influence the biggest accidents are adverse mental state (51.2%), skill-based errors (39%), routine violations (34.1%), and tools/technological and resources, respectively. management (31.7% each). Then followed by decision errors (29.3%), inadequate supervision (22%), failed to correct problems and organizational processes respectively (17.1%), then supervisory violations and organizational climate respectively (9.8%). Conclusion: The HFACS factors that influence work accidents in PT X can be used as input for improving the company's H&S program to reduce the number of accidents by prioritizing the HFACS factors which are latent failures and then the active failure factors, because latent failures - if corrected - will become key to preventing recurrence of accidents.

Read More
T-6952
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jamaludin; Pembimbing: Susilowati, Indri Hapsari; Juliansyah
M-2448
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
D3 - Laporan Magang   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulia Tirtasiwi Sekti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mila Tejamaya, Maruli Halomoan Manik, Puguh Mahendro Djati
Abstrak: Pendahuluan: Hidrokarbon merupakan bahan yang mudah terbakar yang dapat menyebabkan kecelakaan besar kecelakaan dan ledakan di instalasi anjungan lepas pantai pengolahan hidrokarbon. Kebakaran dan ledakan di anjungan lepas pantai adalah kecelakaan yang relatif jarang terjadi tetapi dapat memiliki konsekuensi tak terduga yang berdampak signifikan terhadap kematian dan kehilangan aset. Metode: Metode deskriptif dengan desain kuantitatif dari data sekunder tahun 2020 (cross sectional) dan studi literatur tanpa melakukan intervensi pada objek penelitian (non-experimental) dianalisis menggunakan perangkat lunak (PHAST) untuk mengevaluasi model konsekuensi kebakaran dan ledakan. Analisis frekuensi dengan metode fault tree dan event tree analysis, untuk menganalisa kemungkinan terjadinya overpressure dan terjadi nya kecelakaan besar pada fasilitas pengolahan hidrokarbon gas dan minyak di anjungan lepas pantai yang merupakan Major Hazard Plant. Hasil: Tingkat risiko tertinggi untuk kematian personel yang bekerja di anjungan lepas pantai tersebut berada pada tingkat ALARP Region dari kontributor skenario terbesar flash fire dengan jumlah fatality sebanyak 10 orang dan nilai frekuensi 3,26E-08/year artinya 1 dari 30.674.847 peluang skenario flash fire dalam 1 tahun dapat terjadi hingga menyebabkan kematian 10 orang, sedangkan risiko terhadap aset berada pada tingkat risiko yang dapat diterima/Acceptable dari kontributor skenario terbesar jet fire dengan nilai kehilangan aset sebesar 40.590.800,00 dan nilai frekuensi tertinggi 6,31E-08/year artinya 1 dari 15.847.861 peluang skenario jet fire dalam 1 tahun dapat terjadi hingga menyebabkan kehilangan aset sebesar $ 40.590.800 dari kebakaran dan ledakan skenario overpressure yang berpotensi terjadi di anjungan baru lepas pantai dengan mempertimbangkan beberapa sistem pengaman yang telah ditentukan dalam desain. Kesimpulan: Tidak diperlukan adanya tambahan mitigasi dikarenakan sistem pengaman yang telah ditentukan dalam desain cukup untuk mencegah kecelakaan besar yang dapat terjadi sehingga anjungan baru lepas pantai dinyatakan aman untuk dioperasikan
Introduction: Hydrocarbons are flammable materials can cause major accidents and explosions at offshore platform hydrocarbon processing. Fires and explosions on offshore platforms are relatively rare accidents but can have unforeseen consequences that can have a significant impact on fatality and loss of assets. Methods: Descriptive method with quantitative design from secondary data in 2020 (cross sectional) and literature study without intervention on the research object (non-experimental) using software (PHAST) to evaluate the consequences of fire and explosion models. Frequency analysis with fault tree and event tree analysis methods, to analyse the possibility of overpressure and major accidents events on offshore platforms hydrocarbon processing facilities which are Major Hazard Plants. Result: The highest risk level for the personnel fatality working on the offshore platform is in the ALARP Region level from the largest contributor to the flash fire scenario with the number of fatalities as many as 10 peoples and the frequency value of 3.26E-08/year means 1 out of 30,674,847 flash fire scenario opportunities in 1 year can occur to cause fatality of 10 people, while the risk to assets is in an acceptable risk level from the largest contributor to the jet fire scenario with loss of assets 40,590,800.00 and the highest frequency value is 6.31E-08/year) means that 1 in 15,847,861 opportunities of a jet fire scenario in 1 year can occur to cause asset loss of $ 40,590,800 from fires and explosions in overpressure scenarios that have the potential to occur on the new offshore platform taking into account some of the safety systems that have been defined in the design. Conclusion: There is no need for additional mitigation because the safety system that has been determined in the design is sufficient to prevent major accidents that can occur so that the new offshore platform is declared safe to operate.
Read More
T-6165
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusbani Kurniawan; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ridwan Zahdi Syaaf, Hernandas Chatib, Irma Lestari
Abstrak: Kehandalan sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar pada HTR10 merupakan salah satu aspek kunci dari operasi reaktor. Sistem tersebut bekerjadengan memanfaatkan gaya gravitasi dan gaya dorong pneumatik untukmengumpan, mensirkulasi dan membuang elemen bahan bakar yang berbentukbola dengan diameter 60 mm secara kontinyu. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi dan menilai risiko yang dapat terjadi pada setiap komponendesain sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar HTR 10 denganmenggunakan metode HAZOP dan dengan menggunakan pedoman kriteria risikoyang tertuang pada Peraturan Kepala BATAN No. 020/KA/I/2012. Data dianalisisdengan metode semi kualitatif dengan mengamati deviasi pada parameter yangtelah ditetapkan pada setiap node sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwadesain sistem penanganan dan penyimpanan bahan bakar pada HTR 10 memilikirisiko awal yang cukup tinggi. Namun dengan desain tindakan pengendalian yangada pada akhirnya akan mengkoreksi nilai risiko awal dengan cukup signifikansehingga risiko sisa yang didapatkan turun hingga batas dapat diterima.Kata Kunci: HTR 10, HAZOP, risiko, tindakan pengendalian
Fuel handling and storage system reability is one of the HTR 10operation key aspects. A spherical form fuel element with a diameter of 60 mmcontinuously feed through to the core driven by gravity, circulated and dischargedby gas pneumatic system. This study aims to identify and assess the risks that canoccur in any component of the HTR 10 fuel handling and storage system designusing the HAZOP and using risk criteria that described in BATAN Regulation No.020/KA/I/2012. Data were analyzed using semi-qualitative method to observedeviations in the parameters that have been set on each node of the system. Theresults showed that the HTR 10 fuel handling and storage system design has aquite high initial risk. However, with the existing control design will ultimatelyadjust the value of the initial risk to the acceptable value.Keywords: HTR 10, HAZOP, risk, control act
Read More
T-4700
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Satrya Alfandi; Pembimbing; Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Estu Prayogi
Abstrak: Hidrogen sulfida merupakan gas beracun yang terkandung pada instalasi produksi associated gas suatu industri eksplorasi minyak dan gas. Skripsi ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan semi kuantitatif menggunakan data sekunder perusahaan dan literature serta observasi lapangan yang kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Areal Location Hazardous Atmosphere (ALOHA). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsekuensi yang terjadi berdasarkan jangkauan dispersi gas, dan populasi berisiko terpajan dari skenario kebocoran instalasi produksi associated gas yang sudah dirancang. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa skenario worst case (ruptur dan tidak terkendali) pada pipa gas berukuran 10 inch memiliki dispers gas paling luas. Dalam satu jam, dispersi gas H2S terjauh dengan AEGL-1 0.51 ppm (60min) mencapai 3.6 km dengan populasi berisiko mencakup penduduk yang tinggaldi sekitar area station produksi PT. X. Selain itu didapatkan gambaran pengetahuan populasi berisiko terpanajan mengenai bahaya kebocoran gas serta gambaran sistem keselamatan kebocoran gas yang tersedia di PT.X. Kata Kunci : Analisis Konsekuensi, dispersi gas beracun, ALOHA, Associatedgas, Hidrogen sulfide (H2S), Populasi berisiko
Hydrogen sulfide is a toxic gas that is contained on the installation of associated gas production of an oil and gas exploration industry. This thesis is adescriptive study with a semi-quantitative approach using secondary data from thecompany, literature and field observations. Then, these data are analyzed using thesoftware Areal Location of Hazardous Atmosphere (ALOHA). The purpose ofthis study was to determine the consequences that occur based on the range of gasdispersion, and population at risk to exposed of leakage scenarios that have beendesigned at the associated gas production installations.The results of this study found that the worst case scenario (uncontrolledrupture) in a 10 inches gas pipeline has the most extensive gas dispersion. Withinan hour, the farthest H2S gas dispersion with AEGL-1 0.51 ppm (60 min) reached3.6 km with a population at risk include people living in the surrounding area ofproduction station. Moreover, other results from this study were the level ofknowledge from population at risk about the dangers from gas leaks and gas leakssafety systems overview that available in PT.X.Keywords : Consequences analysis, Toxic gas dispersion, ALOHA, Associatedgas, Hidrogen Sulfida (H2S), Population at risk
Read More
S-8209
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulastri; Pembimbing: Syahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Ferry Simanjuntak
S-6834
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive