Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 22080 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
faridha ARyati; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Pujiyanto, Budi Hidayat, Boy E.R. Wajong, Estina Naonggolan
Abstrak:

BOR (Bed Occupancy Rate) merupakan salah satu indikator kinerja dari Rumah Sakit (RS), nilai BOR ideal menurut DEPKES yaitu berkisar antara 6085%. RS Umum Kristen Indonesia (RSU UKI) merupakan sebuah lembaga bisnis yang bergerak di bidang jasa pelayanan kesehatan yang sudah 38 tahun memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Instalasi rawat inap merupakan salah satu revenue center bagi RSU UKI yang juga dapat mempengaruhi kelangsungan RSU UKI itu sendiri. Pasien rawat inap di RS dapat berasal dari pasien poliklinik atau pasien Unit Gawat Darurat (UGD), begitu pula di RSU UKI. Dari data yang diperoleh, angka  persentase BOR RSU UKI selama 4 tahun terakhir cukup rendah yaitu berkisar 40-49%. Berdasarkan data tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya faktor-faktor yang mempengaruhi bila direkomendasikan oleh dokter poliklinik RSU UKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Data yang digunakan dalam penelitian ini melalui instrumen penelitian dalam bentuk kuesioner yang disampaikan kepada responden sebanyak 96 orang. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa dari 96 pasien, pasien yang berminat untuk memilih rawat inap di RSU UKI bila direkomendasi untuk dirawat inap oleh dokter rawat jalan adalah sebesar 47,9%, sedangkan yang tidak memiliki minat sebesar 52,1%. Dari hasil analisis bivariat faktor yang terbukti signifikan mempengaruhi minat pasien untuk memilih rawat inap adalah faktor pendidikan, penanggung biaya dan sumber informasi. Dengan demikian pihak RSU UKI perlu memilih dan mengembangkan strategi pemasaran dengna melihat kepada faktor-faktor tersebut sehingga minat pasien poliklinik untuk memilih rawat inap RSU UKI dapat menjadi lebih tinggi. Kata Kunci : BOR, Minat Pasien, Rawat Inap


 

Bed Occupancy Rate is one of the performance indicator of the Hospital, with the normative rate suggested by the Ministry of Health ranging from 6085%. RS.UKI is a general hospital that has run business of delivering health care services almost 38 years,  providing health services to the community. Inpatient care is one of their revenue center, that also support the sustainability of RS UKI. Following the patient flow, there are at least two gate of admission to the inpatient care, there are from outpatient care and from emergency care. From the hospital report it is suggested that the level of BOR in this hospital are  relatively low for the last 4 years, ranging from 40% to 49%.  There are limited information and knowledge on reasons why BOR is remain low. This study aims to examine factors contribute low performance on inpatient care. This study uses a quantitative approach with cross-sectional design. The data used in this study through a research instrument in the form of questionnaires of 96 respondents. The results of this study suggested that of 96 patients, only 47.9% of total respondents claim that they show their preferences to be admitted in this hospital if their doctors recommend for inpatient care. The other 52.1% claim that they are not interested to be hospitalized in RS UKI. From the bi-variiate analysis it is suggested that education, source of information and health insurance will influence the choice to be admitted to this hospital. It is higly recommended that RSU UKI should choose and develop proper marketing strategy using all factors listed above so that the interest of patients from policlinics is finally will choose to be admitted in this hospital. Thus the UKI General Hospital will need to select and develop marketing strategies by looking at those factors so that the interest of the patient to choose the inpatient of UKI General Hospital may be higher. Keyword: BOR, Interests Patients, Inpatient

Read More
B-1320
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldrin Neilwan Pancaputra; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Suprijanto Rijadi, Wachyu Sulistiadi, Sumiatun, Ganda P. Sibabiat
Abstrak:
Seiring dengan perkembangan zaman, terjadi pergeseran konsep rumah sakit dari konsep lama yaitu rumah sakit sebagai institusi social semata bergeser menjadi institusi sosio ekonomi yang berarti pengelolaan rumah sakit harus menggunakan prinsip ekonomi tanpa meninggalkan fungsi sosialnya. Seiring dengan itu pula persaingan dalam pemberian pelayanan kesehatan juga semakin mcningkat serta tuntutan kebutuhan masyarakat akan pclayanan kcsehatan juga Semakin Linggi yang akan bcrdampak pada pelayanan keperawatan sebagai bagian integral dari rumah sakit. Pelayanan kesehatan di rumah sakit menduduki porsi paling besar karena dilaksanakan terus menerus selama 24 Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001 jam, sehingga baik bumknya rumah sakit sering dinilai dari penampilarn kerja tenaga keperawatannya Hal ini sangat berkaitan dcngan kcpuasan kelja pcrawat itu sendiri Secara umum penelitian ini bertujuan unluk memperoleh gambaran kepuasan kerja tenaga perawat di instaiasi rawat inap RSU FK-UKI dan melihat hubungan antara karakteristik individu, faklor penunjang, faktor motivasi serta untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kepuasan kerja Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian mencakup seluruh tenaga perawat di instalasi rawat inap yang berjumlah 13| orang. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioncr Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan kemja tenaga perawat di instalasi rawat inap RSU FK-UKI rendah. Adanya hubungan kepuasan kerja perawat di instalasi rawat inap RSU FK UKI dengan walctu lamanya bekerja derta dengan adanya pemberian penghargaan atasan alas prestasi kerja Saran dari penelitian ini adalah perlu dilakukannya penilaian secara berkesinambungan terhadap kepuasan kelja, menetapkan kebijakkan mmah sakit tentang pemberian insentif dan mempertahankan kebijakan pcmbcrian tunjangan tcrhadap anak serta memelihara dan meningkatkan kegiatan pembelian penghargaan atas prestasi Bahan bacaan : 26 (1977-2000)

Together with the developing petiode, hospital concept shifting has taken place Hom old concept which was as societal institution becomes economic societal institution. Means that, nowadays, hospital management should apply economic principle without living its societal function. Along as well, in creasing competition in giving heath services and public need demand give an impact to the nursing service which also as an integral part of the hospital. Nursing service at the hospital has taken the biggest portion because it is a continuous 24 hour service,therefore the hospital reputation depends on the nursing service perf`ormance.This matter is related to their job satisfactory. Faktor-faktor..., Aldrin Neilwan Pancaputra, PascasrjanaU|, 2001
Read More
B-518
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yullita Evarini Yuzwar; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Sutanti Priyo Hastono, Sitorus, Yuli Prapanca Satar
B-596
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rr. Nurmalia Safitri; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Atik Nurwahyuni, Siti Nur Arafah
S-7545
Depok : FKMUI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inas Susanti; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Yuli Prapancha Satar, Mieke Savitri
B-946
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Sugiharto; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Estina Nainggolan, Wajong, Boy E.E.
B-1346
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Williana Yanti; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Sandra Dewi
B-1106
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Devi Melina; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Anhari Achadi, M. Taufik
S-6587
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mutia Muliawati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Dumilah Ayuningtyas, Eva Minerva, Indri Ansyori
Abstrak:
Kunjungan Pasien di RSU Sriwijaya Palembang belum mencapai target kunjungan. RSU Sriwijaya Palembang adalah RS Swasta Tipe C perkembangan dari RS Khusus Mata dengan nama Sriwijaya Eye Center, dengan branding yang telah dikenal masyarakat sebagai Eye Center, mayoritas pasien yang berkunjung masih didominasi pasien mata, hal ini juga membuat kunjungan di poliklinik spesialis lain sangat kurang, diharapkan dengan penerapan bauran pemasaran atau marketing mix yang tepat dapat meningkatkan angka kunjungan pasien rawat jalan di poliklinik spesialis RSU Sriwijaya. Bauran pemasaran dalam penelitian ini dengan 7 P yaitu: product, price, place, promotion, people, process dan physical evidence. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara bauran pemasaran dengan minat layanan ulang ke poliklinik spesialis RSU Sriwijaya Palembang. Penelitian ini dilakukan di 8 poliklinik spesialis RSU Sriwijaya Palembang dengan menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif, pada penelitian kuantitatif sampel dari pasien poliklinik spesialis berjumlah 341 sampel dan pada penelitian kualitatif sampel adalah informan dari management berjumlah 4 sampel. Instrumen pada penelitian kuantitatif dengan menggunakan kuisioner dan instrumen pada penelitian kualitatif dengan daftar pertanyaan. Hasil penelitian ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran process, place, promotion dan product terhadap minat kunjungan ulang secara berurutan elemen bauran pemasaran yang memiliki hubungan dengan minat kunjungan ulang pasien poliklinik spesialis RSU Sriwijaya adalah process, place, promotion dan product. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Minat Kunjungan Ulang, Rumah Sakit

Patient visits at RSU Sriwijaya Palembang have not reached the visiting target. RSU Sriwijaya Palembang is a Type C Private Hospital. That is the development of the Sriwijaya Eye Center under the name Sriwijaya Eye Center, with a branding that has been known to the public as Eye Center, the majority of patients who visit are still dominated by eye patients, this also makes visits at other specialist polyclinics very lacking. It is hoped that the application of the mix marketing can increase the number of outpatient visits at the specialist polyclinic of RSU Sriwijaya. The mix marketing in this study used the 7 Ps, namely: product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. The purpose of this study was to analyze the relationship between the mix marketing and the interest in repeat services to the specialist polyclinic of RSU Sriwijaya Palembang. This research was conducted in 8 specialist polyclinics of RSU Sriwijaya Palembang and also using a mix of quantitative and qualitative methods, in quantitative research the samples from specialist polyclinic patients totaling 341 samples and in qualitative research, the samples were informants from management totaling 4 samples. Instruments in quantitative research using questionnaires and instruments in qualitative research with a list of questions. The results of this study proved that there was a significant relationship between the mix marketing of process, place, promotion, and product on the interest in repeat visits in sequence. The elements of the mix marketing that have a relationship with the interest of repeat visits to specialist polyclinic patients at Sriwijaya Hospital were process, place, promotion, and product. Key Word: Mix Marketing, The Interest Of Patients Visiting, Hospital
Read More
B-2278
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rosiana Ambarwati; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo
B-479
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive