Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37083 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sulastri; Pembimbing: Syahrul M. Nasri; Penguji: Robiana Modjo, Ferry Simanjuntak
S-6834
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diantika Prameswara; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi, Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Dadan Erwandi, Anton Ojong, Ricko Adlyana Putra
Abstrak: Kegiatan eksplorasi di industri hulu minyak dan gas merupakan kegiatan denganrisiko yang tinggi. Hasil analisis investigasi menyatakan faktor yang palingberkontribusi menyebabkan insiden adalah tidak efektifnya penilaian risiko.Dalam melakukan kegiatan berisiko tinggi diperlukan suatu perencanaan agartetap bekerja dengan aman dan selamat, yaitu manajemen risiko. Metode yangdigunakan untuk manajemen risiko aktifitas keselamatan kerja adalah HIRADC.Oleh karena itu, peneliti mencoba untuk melihat penerapan proses risk assessmentpada HIRADC. Penelitian ini bertujuan mengkaji hazard identification, riskassessment, and determining control (HIRADC) di PT. X. Penelitian inimenggunakan desain penelitian observasional deskriptif dengan metode kualitatif.Hasil penelitian menyarankan bahwa perlu dilakukan sinergi tim HSSE yang adadi lapangan dalam memonitor HIRADC dan PTW sehingga terjadi keterkaitanantara keduanya. Dalam memaksimalkan sinergi tersebut perlu dibuat suatu workinstruction oleh Safety Manager.Kata kunci: HIRADC, penilaian risiko, manajemen risiko
Exploration activities in upstream oil and gas industries are high risk activities.The results of the investigation analysis stated that the most factors that contributeto the incidence is the ineffectiveness of risk assessment. In conducting high-riskactivities, a plan is required in order to keep working safely, ie risk management.The method used for risk management of occupational safety activities isHIRADC. Therefore, the researcher tries to see the implementation of riskassessment process at HIRADC. This study aims to examine the hazardidentification, risk assessment, and determining control (HIRADC) in PT. X. Thisresearch used descriptive observational research design with qualitative method.The results suggested that it is necessary to synergize HSSE team in the field tomonitor HIRADC and PTW so that there is a correlation between the two. Inmaximizing the synergy need to be made a work instruction by Safety Manager.Key words: HIRADC, risk assessment, risk management.
Read More
T-5216
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isrianto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Rocky Sasabone
Abstrak: Tesis ini membahas tentang potensi dan risiko kebakaran pada pekerja yang bekerja di anjungan minyak lepas pantai atau disebut dengan platform yang disebabkan oleh bahaya hidrokarbon dengan cara mengidentifikasi bahaya tersebut. Melakukan kalkulasi bahaya untuk mengetahui lokasi spesifik area yang mempunyai risiko bahaya, kemudian melakukukan penghintungan individual risk per annum (IRPA) dilanjutkan dengan hasil final dari potential loss of live (PLL). Hasil tersebut dibandingkan dengan kriteria atau standar dan menentukan posisi pekerja dalam kondisi ALARP atau tidak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Hasil penelitian menyarankan perusahaan mempertahankan program dan kegiatan yang selalu mencegah terjadinya kebakaran, walaupun anjungan CB masuk kedalam acceptable region. Waspada terhadap bahaya hidrokarbon, peningkatan awarness pekerja dalam bekerja, pengecekan dan monitor bahaya, memperhatikan prosedur kerja

This thesis discussed the potential and risks of fire on workers in the offshore platform oil and gas production caused by hydrocarbons hazard by identifying those hazard. Hazard calculation was conducted in order to find out the specific location which has potential risk, then calculated individual risk per annum (IRPA) surveillance followed by the final results of the Potential Loss of Live (PLL). These results compared to criteria or standards and determine the position of workers was in ALARP condition or not. This research was a quantitative risk assessment with descriptive design. The results of this study gave recommendation to company for maintain programs and activities that always prevent fires even though the CB platform is within the acceptable region. Alert to the hazard of hydrocarbons, increased awareness of workers at workplace, checking and monitor hazards, and always follow working procedure.
Read More
T-5869
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silvia Ezita; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
S-6064
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wenny Ipmawan; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Nugroho Wahyuarto, Yuni Kusminanti
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang penilaian risiko yang dilakukan di Stasiun Pengumpul Gas Y PT X.  Metode penilaiaan risikonya menggunakan penggabungan 2 (dua) analisis yaitu analisis risiko proses melalui metode Hazops dan analisis risiko peralatan melalui metode risk based inspection (RBI). Penelitian ini adalah penelitian observational dengan pendekatan analisis risiko semikuantitatif. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tingkat risiko proses dan peralatan di Stasiun Pengumpul Gas Y, dimana tingkat risiko tertinggi ada pada proses dan peralatan tanki penampung kondensat. Tingkat risiko tersebut diperoleh dari kombinasi kemungkinan kejadian (likelihood) dan konsekuensi/keparahan dampak (severity). Selain itu dihasilkan butir-butir rekomendasi untuk mengendalikan risiko sampai pada risiko yang dapat diterima. Kata kunci : Risiko, likelihood, severity/konsekuensi.


 

The focus of this research is risk assessment carried out at Gas Gathering Station Y in PT X. Risk assessment method applied are combination between process hazard analysis by using Hazops method and equipment risk analysis by using risk based inspection (RBI) method. The research is observational by semiquantitative analysis approach. The research gives description regarding process and equipment risk level at Gas Gathering Station Y, which is the highest risk level is on the process and equipment named condensate storage tank. Risk level is calculated by combining likelihood and severity/consequence value. The research also recommend several risks control to reduce risk to be acceptable risk. Key words : Risk, likelihood, severity/consequence.

Read More
T-3443
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irfan Muhammad; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Ridwan Zahdi Syaaf, Christofel P. Simanjuntak, Angga Hadi Nugraha
Abstrak: Di Indonesia pada tahun 2020 terjadi 177.000 kasus kecelakaan kerja dimana pada sektor transportasi menyumbang sebesar 9,3%. Kecelakaan kerja dapat terjadi karena lingkungan kerja yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman yang bersumber dari manusia. Salah satu cara pendekatan keselamatan yang dapat digunakan dan berfokus kepada faktor manusia yaitu dengan melalui iklim keselamatan. Terkait dengan iklim keselamatan kerja di PT.XYZ belum pernah dilakukan pengukuran iklim keselamatan kerja. Dan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di PT.XYZ. Pengukuran iklim keselamatan kerja pada penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode NOSACQ-50. Dimana instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner NOSACQ-50. Dan setalah dilakukan pengolahan data diperoleh hasil tingkat iklim keselamatan kerja di PT.XYZ adalah dengan skor 3,03 yang berarti masuk kedalam katagori baik
In Indonesia in 2020 there were 177,000 cases of work accidents where the transportation sector contributed 9.3%. Work accidents can occur because of an unsafe work environment and unsafe behavior that comes from humans. One way to approach safety that can be used and focuses on the human factor is through a safety climate. Regarding the work safety climate at PT. XYZ, there has never been a work safety climate measurement. And this study aims to analyze the work safety climate at PT.XYZ. The measurement of the work safety climate in this study was carried out using the NOSACQ-50 method approach. Where the instrument in this study using the NOSACQ-50 questionnaire. And after processing the data, the results of the work safety climate level at PT. XYZ are with a score of 3.03, which means it is in the good category
Read More
T-6264
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leo Saputro; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Afriman Djafri
S-6384
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Isa; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, Nia Dwi Handayani
Abstrak:
Manajemen risiko merupakan serangkaian kegiatan terkoordinasi untuk mengarahkan dan mengendalikan risiko di suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran implementasi manajemen risiko pada pekerja line outer tube casting (OTC). Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dan pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi langsung pada line OTC. Idealnya penetapan konteks manajemen risiko dilakukan berdasarkan lima konteks, yaitu konteks strategis, konteks organisasi, konteks kegiatan, kriteria manajemen risiko, dan struktur kebijakan. PT X baru menetapkan konteks organisasi pada pelaksanaannya karena manajemen risiko yang dijalankan oleh PT X berdasarkan klausul enam (perencanaan) dan delapan (operasi) pada Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dari ISO 45001:2018. Secara teknis pelaksanaan manajemen risiko perlu dilakukan berdasarkan standar yang berlaku untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal salah satu standar yang dapat digunakan ialah ISO 31000:2018 yang memuat terkait manajemen risiko secara komprehensif dan terintegrasi.

Risk management is a series of coordinated activities to direct and control risk in an organization. This study aims to see an overview of the implementation of risk management for line workersouter tube casting (OTC). This study used a descriptive analytic study and data collection was carried out through interviews and direct observation on lineOTC. Ideally, risk management context is determined based on five contexts, namely strategic context, organizational context, activity context, risk management criteria, and policy structure. PT X has just set an organizational context for its implementation because the risk management carried out by PT X is based on clauses six (planning) and eight (operations) of the Occupational Health and Safety Management System (SMK3) from ISO 45001:2018. Technically the implementation of risk management needs to be carried out based on applicable standards to obtain more optimal results. One of the standards that can be used is ISO 31000:2018 which contains risk management in a comprehensive and integrated manner.
Read More
S-11369
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Awalia Afif; Pembimbing: Hendra; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Edy Saptono
S-6236
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wulan Kusuma Ningsih; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja di departemen produksi line bubut PT. XY tahun 2021. Identifikasi bahaya dan risiko menggunakan metode Job Hazard Analysis (JHA). Analisis risiko dilakukan secara semi kuantitatif yang mengacu kepada AS/NZS 4360:2004 tentang Risk Management dan perhitungan tingkat risiko dihitung sesuai dengan formula menurut William T. Fine (1971). Pengambilan data dilakukan dengan komunikasi secara online untuk mendapat data awal dan sepanjangan identifikasi serta penilaian risiko di line bubut, wawancara online kepada operator produksi line bubut, dan studi literatur. Hasil penelitian didapatkan 3 tahapan kegiatan, 14 tugas, serta 54 bahaya dan risiko yang terdapat di departemen line bubut PT. XY. Hasil penilaian risiko, didapatkan risiko yang paling banyak ditemukan di line bubut berkaitan dengan bahaya fisik. Hasil tingkat existing risk di line bubut terdapat empat bahaya dan risiko tertinggi diantaranya, korsleting listrik, jari tangan terjepit chuck mesin bubut, terhirup asap bubut, dan kebisingan dengan kategori Very High.
Read More
S-10815
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive