Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39321 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Soraya Mayriza Putri; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Agus Supriyanto
S-6954
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Timothy Sebastian Lekatompessy; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Abdul Kadir, Endi Djuardi
Abstrak:
Proses produksi di industri farmasi melibatkan aktivitas fisik yang bersifat repetitif, statis, dan terkadang membutuhkan manual handling yang berisiko tinggi menimbulkan gangguan otot rangka akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran keluhan gangguan otot rangka akibat kerja serta menganalisis faktor risiko yang berhubungan pada pekerja area produksi di PT X. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 92 pekerja industri farmasi di area produksi yang dipilih menggunakan teknik stratified sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan penilaian ergonomi langsung di lapangan, lalu dianalisis secara deskriptif (univariat) dan inferensial (bivariat) dengan menggunakan uji chi-square serta perhitungan crude Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukan sebanyak 68,5% responden mengalami keluhan gotrak dalam 7 hari terakhir dan 73,9% responden dalam 12 bulan terakhir. Prevalensi tertinggi pada gotrak 7 hari yaitu punggung bawah (66,67%), leher (36,51%) dan punggung atas (34,92%), sedangkan pada gotrak 12 bulan terakhir, prevalensi tertinggi didapatkan pada punggung bawah (73,53%), leher (50,0%) dan bahu (48,53%). Faktor risiko yang memiliki hubungan signifikan dengan gotrak 7 hari meliputi postur kerja (p<0,001; OR=6,66), gerakan berulang (p<0,001; OR=11,25), pelatihan ergonomi (p<0,001, OR=8,4) dan sama untuk gotrak 12 bulan yang meliputi postur kerja (p<0,001; OR=8,07), gerakan berulang (p<0,001; OR=11,6), pelatihan ergonomi (p<0,001, OR=6,26). Disarankan intervensi berupa program pelatihan dan sosialisasi ergonomi, serta perbaikan atau pembaharuan workstation sesuai tingkat risiko ergonomi.

The production process in the pharmaceutical industry involves physical activities that are repetitive, static, and sometimes require manual handling, which carries a high risk of causing work-related musculoskeletal disorders (WMSDs). This study aims to describe the overview of work-related musculoskeletal disorder complaints and analyze the associated risk factors among production area workers at PT X. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. The study sample consisted of 92 pharmaceutical industry workers in the production area, selected using a stratified sampling technique. Data collection was conducted using questionnaires and direct ergonomic assessments in the field, followed by univariate and bivariate analyses using the chi-square test and crude Odds Ratio (OR) calculations. The results showed that 68.5% of respondents experienced WMSD complaints in the last 7 days, and 73.9% of respondents in the last 12 months. The highest prevalence of WMSDs in the last 7 days was in the lower back (66.67%), neck (36.51%), and upper back (34.92%). Meanwhile, for WMSDs in the last 12 months, the highest prevalence was found in the lower back (73.53%), neck (50.0%), and shoulders (48.53%). Risk factors significantly associated with WMSDs in the last 7 days included working posture (p<0.001; OR=6.66), repetitive motion (p<0.001; OR=11.25), and ergonomic training (p<0.001; OR=8.4). Similar results were found for WMSDs in the last 12 months, which included working posture (p<0.001; OR=8.07), repetitive motion (p<0.001; OR=11.6), and ergonomic training (p<0.001; OR=6.26). It is recommended that interventions take form in ergonomic training and socialization programs, as well as the improvement or renewal of workstations according to the level of ergonomic risk.
Read More
S-12458
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Romadoni; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono; Penguji: Hendra, Ahmad Munir
S-4719
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Neni Yuniyati; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Yulianto S. Nugroho
S-6158
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewanna Azhar; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Sepriyanto
Abstrak:
Industri garmen merupakan salah satu industri dengan serapan tenaga kerja paling banyak di Indonesia. Faktor lingkungan dan inovasi sistem produksi-bisnis sangat berpengaruh pada keberhasilan produksi pakaian jadi. Keterlibatan pekerja dan mesin yang lebih besar dan cepat, meningkatkan risiko keselamatan kerja. Penelitian ini dilaksanakan untuk menjelaskan dan memahami bagaimana proses produksi, bahaya dan risiko yang ditemukan, dan rekomendasi pada proses produksi pakaian jadi industri garmen. Penelitian ini dilakukan di PT. Busana Remaja Agracipta yang bergerak pada sektor industri garmen yang berfokus pada pakaian dalam wanita. Identifikasi bahaya dilakukan dengan menggunakan Job Hazard Analysis. Kemudian, analisis risiko dilakukan dengan metode semi-kuantitatif mengacu pada AS/NZS 4360:2004 dan menggunakan rumus yang dikembangkan oleh William T. Fine (1971). Berdasarkan hasil penelitian ini, ditemukan 48 bahaya dan risiko yang tersebar pada 11 proses kerja. Pengendalian yang telah diimplementasikan Perusahaan berhasil menurunkan level of risk setidaknya pada 22 risiko yang ditemukan menjadi acceptable.

The garment industry is one of the industries with the highest labor absorption in Indonesia. Environmental factors and innovations in the production-business system greatly influence the success of ready-made clothing production. Increased involvement of workers and faster and larger machinery escalates the risk of occupational safety. This research was conducted to explain and understand the production process, the hazards and risks identified, and recommendations for the ready-made garment production process in the garment industry. This research was carried out at PT. Busana Remaja Agracipta, which operates in the garment industry sector with a focus on women's underwear. Hazard identification was conducted using Job Hazard Analysis. Subsequently, a risk analysis was performed using a semi-quantitative method referring to AS/NZS 4360:2004 and utilizing formulas developed by William T. Fine (1971). Based on the results of this research, 48 hazards and risks were identified across 11 work processes. The controls implemented by the company have successfully reduced the level of risk for at least 22 identified risks to an acceptable level.
Read More
S-11501
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resty Wulandary; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Adrianus Pangaribuan
S-8193
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmad Arief Nugroho; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari Susilowati
S-4129
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farah; Pembimbing: L.Meily Widjaya
S-3658
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Annisa Ayu Tantia; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Ajeng Pramayu
Abstrak:
Berkembangnya konsep resilience di era global dan industri 4.0 menuntut perusahaan di berbagai sektor untuk mengikuti era teknologi, digitalisasi pekerjaan, pengaturan lingkungan kerja, dan perkembangan bisnis. Konsep resilien menunjukkan peningkatan kinerja dalam 4 aspek potensial yaitu kemampuan untuk merespon, mengantisipasi, memantau hal yang terjadi di internal maupun eksternal, serta proses belajar dari hal yang berjalan dengan benar dan salah. Tujuan penelitian yaitu menganalisis implementasi konsep safety resilience di industri maritim khususnya perusahaan perkapalan, baik itu milik negara maupun swasta. Manfaat penelitian yaitu memberikan perspektif implementasi safety resilience untuk menghadapi kejadian yang dapat diperkirakan atau tidak terduga, khususnya tabrakan kapal. Desain studi deskriptif menggunakan metode semi kuantitatif, dan panduan wawancara berdasarkan Resilience Assessment Grid. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil analisis, tingkat implementasi safety resilience di PT J sebesar 75,1% dan PT K sebesar 70,2%. Faktor pendukung di PT J dan PT K terkait implementasi Safety Resilience yaitu kemampuan respon (80%), kemampuan belajar (74,62%) dan kemampuan monitor (70,77%). Faktor penghambat yaitu kemampuan antisipasi (66,92%). Sehingga, kedua perusahaan perkapalan ini menuju ke tingkat proactive. Secara keseluruhan, safety resilience diharapkan dapat meningkatkan performa dan sistem manajemen keselamatan yang dibentuk untuk melampaui tuntutan penaatan regulasi internasional maupun nasional.

Development of resilience concept in the global era and industry 4.0 requires companies in various sectors to follow technology, digitization of work, setting the work environment, and business development. Resilience concept showed performance improvement in four potential aspect, the ability to respond, anticipate, monitor, and learning process both of what is going right and wrong. This study aim to analyze implementation of safety resilience concept in the maritime industry, especially at shipping companies both public company (PT J) and private company (PT K). The benefit of this research was to provide a perspective on the implementation of safety resilience to anticipate major events, especially vessel collision. This research is a descriptive study using semi-quantitative methods. Interview guideline based on the Resilience Assessment Grid. The sampling technique was purposive sampling. This study analysis showed the level of implementation of safety resilience at PT J was 75.1% while PT K had a percentage of 70.2%. Supporting factors at PT J and PT K related to the implementation of Safety Resilience were ability to respond (80%), ability to learn (74.62%), and ability to monitor (70.77%). While the inhibiting factor at PT J and PT K was the ability to anticipate (66.92%). Both company was categorized at proactive level. Overall, safety resilience was expected to improve the performance and safety management system established to beyond international and national requirements.

Read More
T-5901
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atikah Fauziyyah; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Mila Tejamaya, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Proses kerja di workshop bagianPressure Control Equipment (PCE) berisiko terjadinya MSDs pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gambaran tingkat risiko ergonomi yang berpotensi menimbulkan musculoskeletal disorders pada pekerja PT. X . Desain studi pada penelitian ini adalah cross sectional, menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai tingkat risiko ergonomi di tiap tahapan kerja dan Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui letak keluhan terkait MSDs pada pekerja. Hasil penelitian berdasarkan NBM menunjukkan adanya keluhan pada pekerja di bagian punggung, panggul, lengan atas (kanan dan kiri), bahu (kanan dan kiri), lengan bawah (kanan atau kiri), pergelangan tangan (kanan dan kiri) leher bawah, dan kaki (kanan dan kiri). Hasil penilaian berdasarkan metode REBA, terdapat level tindakan 5 pada proses loading, level tindakan 3 pada proses testing tools, level tindakan 5 pada proses perakitan tools, level tindakan 5 pada proses chipping, level tindakan 4 pada proses painting. Memperbaiki desain kerja yang sesuai dengan antropometri pekerja, menyediakan alat bantu angkat untuk aktivitas manual handling, melakukan kegiatan housekeeping, sosialisasi, inpeksi rutin, dan pemberian informasi mengenai bahaya ergonomi di tempat kerja merupakan rekomendasi yang dapat dilakukan untuk mencegah tingginya tingkat risiko ergonomi pada pekerja. Kata kunci : REBA, NBM, musculoskeletal disorders, pekerja workshop, Pressure Control Equipment (PCE),tingkat risiko ergonomi
Read More
S-8652
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive