Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34709 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bagus Satrio Utomo; Pembimbing: Anwar Hassan, Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Zarfiel Tafal, Yulidar Nur Adinda, Anis Abdul Muis
Abstrak:

ABSTRAK

Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu bentuk perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi usia 0-6 bulan, tidak diberi makanan atau minuman tambahan apapun sejak lahir sampai usia 6 bulan. Capaian ASI eksklusif di Propinsi DKI Jakarta tahun 2009 mencapai 58,7%. Sedangkan capaian cakupan perilaku pemberian ASI eksklusif pada bayi di Kepulauan Seribu pada tahun 2009 sebesar 46%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku pemberian ASI eksklusif dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif di Kelurahan Pulau Untung Jawa tahun 2011. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan respondennya seluruh populasi ibu-ibu yang memiliki bayi umur 6-18 bulan sebanyak 35 responden.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisa menggunakan chi-square dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada variabel yang dominan dan berhubungan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan. Adanya faktor lain yang mempengaruhi ibu khususnya peran aktif dari kader-kader PKK dan seluruh jajaran Pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Seribu serta tingginya kepedulian masyarakatnya. Dengan penelitian ini maka disarankan bagi Kementerian Kesehatan untuk membuat kebijakan serta pelatihan pemberdayaan masyarakat terus menerus khususnya bagi kader-kader kesehatan dan petugas kesehatan agar perilaku pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan semakin meningkat.

Abstract

The exclusive breastfeeding is the one of the clean living and healthy behaviors (PHBS). It is defined as to give breastfeeding only to the babies, without giving any additional foods or beverages from birth until age 6 months. The achievement of the exclusive breastfeeding in the DKI Jakarta and Kepulauan Seribu had reached 58.7% and 46% in 2009. The objective of this study is to determine the behavior of exclusive breastfeeding and factors associated with exclusive breastfeeding behavior in the Kepulauan Untung Jawa Village in 2011. The methods of this study is used a quantitative data research by using questionnaires. It collects 35 respondents which are the entire population of mothers who had babies aged 6-18 months. Then the data will be analysed by chi-square and multivariate analysis (multiple logistic regression). The findings showed that there is no significant variable related with exclusive breastfeeding behaviors of 0-6 month?s babies. But there are other factors that related to breastfeeding in particular such as the active role of PKK cadres, the community, and all levels of government in The Kepulauan Seribu Districts. The suggestion from this study is that the Ministry of Health should develop policies and training for community empowerment, especially to strengthen the health cadres and health workers to improve the number of exclusive breastfeeding.

Read More
T-3479
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
RR Ajeng Arumsari Yayi Pramesti; Pembimbing: Caroline Endah Wuruaningsih; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Evi Martha, Rahmat Kurniadi, Indrati Wahyuni
T-4693
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deni Agnes Darmawati; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Zamhi Setiawan, Wikandono
Abstrak: Geografis merupakan salah satu faktor risiko hipertensi, Daerah kepulauan lebihberisiko terkena hipertensi dibandingkan daerah pegunungan. Kepulauan Seribumerupakan daerah Kabupaten Administrasi dari Provinsi DKI Jakarta Indonesia,yang seluruh daerahnya berupa pulau-pulau kecil. Karakteristik penyakit diKepulauan Seribu mulai mengalami pergeseran dengan didominasi denganpenyakit-penyakit degeneratif. Di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribupenderita hipertensi mengalami peningkatan pada tahun 2012 dengan persentase8.03% menjadi 15,6% pada tahun 2013. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengankejadian hipertensi setelah dikontrol dengan variabel confounding (stres, aktivitasfisik, merokok, konsumsi alkohol, umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan,dan riwayat keluarga) di Pulau Panggang dan Pulau Pramuka KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di PulauPanggang dan Pulau Pramuka Kecamatan Kepulauan Seribu Utara pada Februari2016. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengumpulan datadilakukan dengan simpel random sampling melalui wawancara dengan kuesionerpada 176 responden yang berumur ≥40 Tahun. Hasil penelitian ini menemukansebanyak 55.1% responden di Kepulauan Panggang dan Pramuka KecamatanKepulauan Seribu Utara pada tahun 2016 menderita hipertensi, pada respondenyang normotensi, 66,7% nya memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggi garamtidak setiap hari dan sebesar 35,2% memiliki kebiasaan konsumsi makanan tinggigaram setiap hari. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antarakebiasaan konsumsi makanan tinggi garam dengan kejadian hipertensi setelahdikontrol dengan variabel stres dan aktivitas fisik ( p value =.05, CI= 2,02-10,04).Kebiasaan Konsumsi makanan tinggi garam setiap hari merupakan faktor risikoterjadinya hipertensi, risiko ini meningkat jika tidak melakukan aktifitas fisik danmengalami stres.Kata Kunci : Hipertensi, Gaya Hidup, Kepulauan, Kepulauan Seribu, KebiasaanKonsumsi Makanan Tinggi Garam
Geographical is one risk factor of hypertension , islands regions exposed to morerisky hypertension compared mountainous regions . Kepulauan Seribuconstituting the district administration of jakarta province of indonesia , whoseentire region in the form of small islands .Characteristic of a disease in KepulauanSeribu began experiencing shift with dominated with degenerative diseases .Inadministrative districts Kepulauan Seribu sufferers of hypertension increased in2012 with the percentage 8.03 % become 15.6 % in 2013 .The purpose of researchis to know the relationship habits of consumption of foods high in salt withhypertension after scene controlled with confounding variables (stress , physicalactivity , smoking , the consumption of alcohol , age , sexes , education , work ,and family history) on the Pulau Panggang and Pulau Pramukan KabupatenAdministrasi Kepulauan Seribu on 2016. The study is done on the PulauPanggang and Pulau Pramuka Kepulauan Seribu Utara in february 2016. Theresearch uses design cross sectional study, data collection is done with simplerandom sampling through interviews with on 176 the respondents from ≥40 years.The results of this study found some 55.1 % respondents in the Pulau Panggangand Pulau Pramuka in 2016 suffers from hypertension, on respondentsnormotensi, 66,7 % him have a habit of food consumption high salt not every dayof 35,2 % have a habit of food consumption high salt every day. The logisticsregression show the relation between a meaningful food consumption in the highsalt hypertension after controlled variable stress and physical activity ( p value =.05, CI 95% = 2,02-10,04). Habit of food consumption high salt every day is a riskof hypertension, this risk increase if not doing activities physical and stress.Key word: Hypertension, lifestyle, islands, Kepulauan Seribu, habit of foodconsumption high salt
Read More
T-4689
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Handayani; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: Helda; Devi Maryori
S-6719
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mohammad Ihsan; Pembimbing: Haryoto Kusno Putranto; Penguji: Al Asyary, Widya Utami
Abstrak:
Higiene dan sanitasi dasar yang tidak memadai dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit menular lingkungan seperti diare. Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditemui di daerah pesisir seperti di Kelurahan Pulau Harapan. Selain higiene dan sanitasi, lantai yang merupakan bagian dari bangunan rumah, dapat menjadi faktor risiko lain dari penularan penyakit diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi higiene dan sanitasi dasar serta kondisi lantai rumah dengan kejadian diare di Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta Desain studi yang digunakan adalah pada penelitian ini adalah cross-sectional, dengan metode pengambilan data berupa wawancara menggunakan instrumen kuesioner dan observasi langsung pada kondisi higiene dan sanitasi dasar serta kondisi lantai rumah rumah tangga penduduk. Dari total 96 responden pada penelitian ini, ditemukan kasus kejadian diare dalam sebulan terakhir, sebanyak 25 orang dan yang tidak mengalami kasus kejadian diare sebanyak 71 orang. Dengan kelompok anak-anak (dibawah 17 tahun) menjadi yang terbanyak yaitu berjumlah 13 kasus. Hasil analisis uji chi square menyatakan bahwa, terdapat hubungan yang signifikan pada variabel: jamban sehat (p-value 0,005), kualitas air (fisik) (p-value 0,005), dan fasilitas tempat sampah (p-value 0,019). Penentuan variabel yang paling dominan terhadap kejadian diare menggunakan uji regresi logistik didasarkan dari nilai Exp (B) atau Odds Ratio pada pemodelan multivariat akhir, yang terbesar adalah 6,389 pada variabel kondisi jamban (p-value 0,002), sehingga variabel kondisi jamban memiliki kecenderungan paling dominan yang berhubungan dengan penyakit diare. Dari penelitian ini, diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat berkolaborasi untuk saling memperhatikan kebersihan lingkungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kemudian, untuk penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam terkait variabel lain yang mungkin berhubungan dengan kejadian diare di pulau lainnya dalam wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Inadequate basic hygiene and sanitation can be a risk factor for environmental infectious diseases such as diarrhea. Diarrhea is one of the diseases most commonly found in coastal areas such as Pulau Harapan Village. Apart from hygiene and sanitation, the floor which is part of the house building, can be another risk factor for transmitting diarrheal diseases. This study aims to determine the relationship between basic hygiene and sanitation conditions and the condition of house floors with the incidence of diarrhea in Harapan Island Village, North Seribu Islands District, Seribu Islands Administrative Regency, DKI Jakarta Province. The study design used in this research is cross-sectional, with data collection methods in the form of interviews using questionnaire instruments and direct observation of basic hygiene and sanitation conditions as well as the condition of the floors of residents' households. The number of total respondent in this research (96), 25 people found cases of diarrhea in the last month and 71 people did not experience cases of diarrhea. Children (under 17 years) are the most group by age (13 cases) found cases of diarrhea. The research analysis with chi square test stated that there was a significant relationship with the variables: healthy latrines (p-value 0.005), water quality (physical) (p-value 0.005), and waste bin facilities (p-value 0.019). Determining the most dominant variable in the incidence of diarrhea using the logistic regression test was based on the Exp (B) or Odds Ratio score in the final multivariate modeling, the biggest score was 6.389 in the latrine condition variable (p-value 0.002), that conclude the latrine condition variable is the most dominant to the relationship of diarrhea case. From this research, hopefully the government and the people can collaborate to pay attention to environmental cleanliness to improve the level of public health in Kelurahan Pulau Harapan. Then, for further research, hopefully other researcher can dig deeper into other variables that may be related to the incidence of diarrhea on other islands in North Seribu Islands District.
Read More
S-11580
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shally Barina; Pembimbing: Puput Oktaminanti; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Taufik
Abstrak:

Berdasarkan data Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I tahun 2010 diketahui pemberian ASI ekslusif pada bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Gading Timur I adalah 57%, sedangkan di puskesmas lainya yang masih berada dalam satu kecamatan dengan Puskesmas tersebut adalah 70.1%. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI ekslusif. Desain penelitian adalah potong lintang dengan besar sampel 95 orang ibu yang memiliki bayi berusia 6-24 bulan dan bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Kelapa Gading Timur I. Hasil penelitian menunjukan faktor – faktor yang berhubungan dengan perilaku pemberian ASI ekslusif adalah pengetahuan, pendidikan, dukungan keluarga, dukungan petugas tempat ibu memeriksakan persalinan,sikap. Pengetahuan ibu merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku pemberian ASI ekslusif di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I. Bedasarkan hasil penelitian disarankan peningkatan pengetahuan ibu hamil dan bersalin, peningkatkan kualitas penyuluhan dan promosi pemberian ASI, peningkatan dukungan petugas, peningkatan pengetahuan petugas, pendidikan mengenai pemberian ASI ekslusif di sekolah, meningkatkan promosi melalui media cetak maupun elektronik, meningkatkan pelatihan petugas kesehatan, pemberdayaan kader, peningkatan pelayanan yang berkualitas, pengawasan terhadap pemasaran produk susu formula di masyarakat, promosi pemberian ASI ekslusif pada ibu bekerja, memberikan kesempatan ibu bekerja untuk tetap memberikan ASI ekslusif pada bayinya dan juga menggalakan kembali peran Rumah Sakit untuk mempromosikan pemberian ASI ekslusif pada ibu hamil dan bersalin. Kata kunci : ASI Ekslusif, perilaku, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan, Puskesmas Kelapa Gading.


 Based on data from the Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I in 2010, there is only 57% of mother gave exclusive breastfeeding in the working area of  Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I, whereas in another health centers located in the same sub district the figure only 70,1%. The study was conducted to determine factors related to the behavior of exclusive breastfeeding. The study design was cross-sectional with a large sample of 95 mothers with babies aged 6-24 months and residing in the working area of Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I. The results showed factors related to the behavior of exclusive breastfeeding are the knowledge of mother, education, job of mother, support from the family, support from health staff in ANC clinic and attitude of mother in giving breastfeeding. The knowledge of mother is the most dominant factor associated with the behavior of exclusive breastfeeding. This study suggested to increase the knowledge of mothers, increase the quality of education and promotion of breastfeeding, increase staff support, increase staff knowledge, education on breastfeeding exclusively at school, improve promotion through printed and electronic media, improve training of health workers, the empower cadres, improve of service quality, supervisory on the marketing of infant formula products in the community, promote about exclusive breastfeeding to working mothers, working mothers to give exclusive breastfeeding to their  baby and also encourage the Hospital role in promoting exclusive breastfeeding during pregnancy and deliveries. Key words: Exclusive breastfeeding, behavior, knowledge, increase staff support, Puskesmas Kelurahan Kelapa Gading Timur I.

Read More
T-3328
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hidayat, Wahyu; Pembimbing: Syahrul Meizar Nasri; Penguji: Meily Kurniawidjaja, Wiratmi
S-5926
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zulfa Maharani Rahmawati; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hasan, Fransiska E Mardiananingsih
Abstrak: Sebagai salah satu upaya ibu bekerja dalam memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, ibu bekerja menggunakan jasa kurir ASI sebagai fasilitas penunjang terlaksanakannya program ASI eksklusif oleh ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perilaku pengguna jasa kurir ASI dalam upaya memberikan ASI eksklusif di Jakarta. Penelitian kualitatif dilakukan pada bulan April hingga Juli 2014 melalui metode wawancara mendalam kepada ibu bekerja, dan salah satu anggota keluarga yang aktif membantu ibu merawat anak. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh faktor predisposisi yaitu umur serta tingkat pendidikan ibu, pengetahuan, sikap dan keterpaparan informasi berpengaruh dalam penggunaan kurir ASI. Adapun faktor pemungkin yang berpengaruh adalah ketersediaan peralatan memerah berpengaruh pada penyedian ASIP oleh ibu sehingga ibu menggunakan kurir ASI untuk mengirim ASIP kepada bayi. Selain itu faktor penguat yang berpengaruh adalah dukungan dari teman maupun dari keluarga mengakibatkan ibu bebas dalam menggunakan fasilitas yang pemberian ASI eksklusif. Disarankan agar perusahan kurir ASI bekerja sama dengan AIMI untuk mengadakan kelas edukasi, sehingga memacu ibu untuk memberikan ASI pada bayi ketika kembali bekerja.
As one of the efforts in working mothers exclusively breastfed their babies, mothers work using a courier service facilities to support breastfeeding exclusively. This study aims to analyze behavior of courier breastfeeding user in effort breastfeed exclusively in Jakarta. Qualitative research conducted in April through July 2014 through in-depth interviews to working mothers, and one of the family members who actively help the mother care for the child. The results indicate that there are significant predisposing factors are age and maternal education level, knowledge, attitudes and information exposure effect in the use of breast milk couriers. The enabling factors that influence the availability of equipment reddening effect on the provision of ASIP by the mother so that the mother use a courier to send ASIP breast milk to the baby. Besides reinforcing factors that influence the support of friends and family resulting from maternal smoking in using the facilities of exclusive breastfeeding. It is recommended that breast milk courier company working with the AIMI to hold educational classes, thus spurring the mother to breast feed the baby when returning to work.
Read More
S-8311
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridhaninggar Rindu Nainda; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Toha Muhaimin, Solihatingsih
S-6632
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Azhar Zuhir Syah Faris; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Gangsar Lukmanjaya
Abstrak:

Latar Belakang: Konsep gizi seimbang adalah setiap orang harus memperhatikan sendiri kebutuhan nutrisi berdasarkan aktivitas dan kebutuhan harian sesuai usianya. Pedoman Gizi Seimbang diantaranya ada berbagai variasi makanan. Pesan gizi seimbang diantaranya adalah konsumsi banyak sayur dan cukup buah, membiasakan mengonsumsi lauk pauk tinggi protein. Membiasakan makan berbagai ragam makanan pokok, matasi makan makanan manis, asin, dan berlemak. Biasakan sarapan pagi, membiasakan minum air putih yang cukup dan aman serta memiasakan membaca label kemasan makanan.

Metode: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Perilaku Gizi Seimbang Pada Pegawai PT XY Di DKI Jakarta Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional menggunakan data primer. Sampel penelitian ini berjumlah 280 sampel.

Kesimpulan: Sebagian besar responden tidak berperilaku gizi seimbang sebanyak (53,6%), Terdapat hubungan faktor predisposisi (pengetahuan) p value=0,004 OR 2, faktor predisposisi (sikap) p value=0,012 OR 1,8, faktor pemungkin (paparan media edukasi gizi) p value=0,003 OR 2,1 dan faktor penguat (peran keluarga) dengan perilaku gizi seimbang pegawai PT XY di Jakarta dengan p value=0,042 OR 2,1. Saran yang peneliti berikan hendaknya pengelola Promosi kesehatan melakukan advokasi kepada perusahaan untuk melakukan gerakan Pegawai sadar gizi, penyediaan kantin sehat, Bantuan perhitungan kebutukan kalori dan zat gizi pada Pegawai sesuai keadaan, menu makanan yang dianjuran serta aktivitas fisik yang perlu dilakukan. Memberikan pendampingan ahli gizi dalam upaya Pegawai melaksanakan program gizi seimbang secara efektif dan dukungan berkelanjutan. Melakukan publikasi di media sosial dengan tagar khusus peduli gizi seimbang


Background:. The concept of balanced nutrition is that everyone must pay attention to their own nutritional needs based on their activities and daily needs according to their age. Balanced Nutrition Guidelines include various food variations. Balanced nutrition messages include consuming lots of vegetables and enough fruit, getting used to consuming high-protein side dishes. Getting used to eating a variety of staple foods, avoiding sweet, salty, and fatty foods. Getting used to having breakfast, getting used to drinking enough and safe water and getting used to reading food packaging labels.   Method: The purpose of this study was to determine the faktor s related to Balanced Nutrition Behavior in PT XY Employees in DKI Jakarta in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design using primary data. The sample of this study amounted to 280 samples.   Conclusion: Most respondents did not a balanced nutrition as much as (53.6%), There wass a relationship between predisposing faktor s (knowledge) p value = 0.004 OR 2, predisposing faktor s (attitude) p value = 0.012 OR 1.8, enabling faktor s (exposure to nutrition education media) p value = 0.003 OR 2.1 and reinforcing faktor s (family role) with balanced nutrition behavior of PT XY employees in Jakarta with p value = 0.042 OR 2.1. The suggestion to health promotion managers should carry out advocacy to companies to carry out a movement for employees to be aware of nutrition, provide healthy canteens, Assistance in calculating calorie and nutrient needs for employees according to their circumstances, recommended food menus and physical activities that need to be done. Provide assistance from nutrition experts in efforts for employees to implement balanced nutrition programs effectively and ongoing support. Conduct publications on sosial media with a special hashtag caring for balanced nutrition 

Read More
S-11805
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive