Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34821 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Michael Nathanael Mahama; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Kurnia Sari, Mita Juliawati, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK

Dalam rangka meningktakan mutu pelayanan kesehatan, kualitas dari masingmasingsumber daya manusia menjadi fokus perhatian departemen SDM RumahSakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Trisakti. Salah satu strategi untukmeningkatkan kualitas SDM adalah melalui mekanisme penilaian kinerjakaryawan yang efektif.Penelitian ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran sistem penilaian kinerja diRSGM Universitas Trisakti saat ini dan membuat usulan sistem penilaian kinerjayang baru berdasarkan hasil yang diperoleh. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif yang terbagi menjadi dua tahap penelitian. Tahap pertama bertujuanuntuk melihat efektifitas sistem penilaian kinerja lama yang menggunakan DP3.Data diperoleh dari wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah denganinforman berjunlah 10 orang yang terdiri dari 3 orang pimpinan dan 7 orang staf.Selanjutnya tahap kedua bertujuan untuk mengembangkan suatu rancangan sistempenilaian kinerja yang baru. Hasilnya kemudian didiskusikan bersama denganpimpinan RSGM dalam diskusi kelompok terarah.Hasil penelitian yang didapat pada tahap pertama melalui wawancara mendalamdan diskusi kelompok terarah, terlihat bahwa informan dari lini karyawan secaraumum tidak mengetahui dengan jelas mengenai pelaksanaan sistem penilaiankinerja yang dilaksanakan di RSGM. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwasistem penilaian kinerja saat ini belum memiliki relevansi, sensitifitas, tingkatpenerimaan, keandalan dan kepraktisan yang cukup dalam menggambarkankinerja karyawan. Selanjutnya pada tahap kedua, dikembangkan suatu usulansistem penilaian kinerja yang baru berdasarkan konsep efektifitas Cascio denganmamadukan hasil yang didapat dari penelitian tahap pertama, aspek penilaianpada instrumen DP3, kondisi lingkungan pekerjaan di RSGM serta konseppenelitian terdahulu yang sejenis. Setelah hasil diskusi kelompok terarah bersamapimpinan dirangkum, maka didapatkan suatu rancangan pengembangan sistempenilaian kinerja yang baru bagi RSGM Universitas Trisakti. Rancanganpengembangan ini meliputi penilai, instrumen penilaian, prosedur penilaian,kriteria penilaian, waktu pelaksanaan dan manfaat penilaian yang sudahdisesuaikan dengan kondisi lingkunagn RSGM. Dengan diterapkannya rancangansistem penilaian kinerja yang baru ini, diharapkan dapat memotivasi karyawanuntuk bekerja lebih baik dan membantu dalam pengambilan keputusan manajerial.

ABSTRACT

In increasing the quality of health care, quality from individual human resourcesbecome the focus of attention of human resources department of TrisaktiUniversity Oral and Dental Hospital (RSGM). One strategy to increase the humanresources quality is through the effective mechanism of performance appraisalsystem of the employment.The goal of this study is to get the current image of performance appraisal systemin Trisakti University's RSGM and make proposal for new performance appraisalsystem based on the result. First stage is to see the efficacy of previousperformance appraisal system that using DP3. Data is collected from in depthinterview and focus group discussion with a total of 10 informants that consist of3 leaders and 7 staff. The next stage is to develop new framework for performanceappraisal system. The result then discussed with the RSGM's leaders in focusgroup discussion.The result from first stage is collected from in depth interview and focus groupdiscussion, it seems that the informant from employer group in general was notclearly know about the performance appraisal system that been carried out by theRSGM. Therefore, their opinions are the performance appraisal system until nowdoesn't have relevance, sensitivity, the level of acceptance, reliability, andpracticality that deep enough to describe the employer's work. Next on the secondstage, a proposal of new performance appraisal system is developed base onCascio's efficacy concept in concert with the first stage's result, assessment aspectin DP3 instrument, work condition in RSGM as well as previous study, thus anew framework for development of new performance appraisal system TrisaktiUniversity RSGM is made. Development of this framework consist of person whoassess the system, assessment criteria, time of assessment, and the benefit ofassessment that has been adjusted with the condition in RSGM. By applying thisnewly proposed performance appraisal system, hopefully it can motivated theemployer to work better and helps in managerial decision making.

Read More
B-1384
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Nyoman Guswan; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Wahyu Sulistiadi, Mita Juliawati
B-1212
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Winfield; Pembimbing: Yulianty Vetty Permanasari; Penguji: Puput Oktamianti, Wachyu Sulistiadi, Marta Juslily, Mita Juliawati
B-1322
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Masyitoh; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Purnawan Junadi, Wachyu Sulistiadi, Meliana Zailani
Abstrak:

Turn over pegawai Rumah Sakit Juwita Bekasi yang tinggi memberikan gambaran bahwa terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan sumber daya manusia. Kendala – kendala yang di hadapi rumah sakit dalam pengelolaan sumber daya manusia salah satunya dapat didiagnosa menggunakan sistem penilaian kinerja yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sistem penilaian kinerja yang lama dan menemukan faktor – faktor yang mempengaruhinya sehingga dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sistem penilaian kinerja karyawan yang baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang terbagi menjadi dua tahap penelitian. Tahap pertama untuk mendapatkan gambaran penilaian kinerja yang lama dan tahap yang kedua untuk mengembangkan sistem penilaian kinerja yang baru. Data diperoleh dari wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah dan telaah data sekunder. Kerangka pikir dikembangkan dari teori Cascio ( 2010 ) dan Bernadine ( 2003 ). Hasil penelitian tahap pertama didapatkan gambaran bahwa relevansi, sensitifitas, kehandalan, tingkat penerimaan dan kepraktisan sistem penilaian kinerja karyawan menurut informan masih kurang. Hasil penelitian tahap kedua mengembangkan sistem penilaian kinerja yang baru yang berdasarkan atas relevansi, sensitifitas, kehandalan, tingkat penerimaan dan kepraktisan. Menurut informan sistem penilaian kinerja RS Juwita yang selama ini digunakan belum cukup efektif dalam pelaksanaannya. Untuk itu sistem penilaian kinerja yang baru dikembangkan berdasarkan komponen efektifitas menurut Cascio ( 2010 ). Kata Kunci : Sistem penilaian kinerja, karyawan, efektifitas


 Significant alteration on employee at Juwita Hospital Bekasi illustrates that there are some constraints in human resources management. The constraints are faced by hospitals in the management of human resources. One of the constraints which can be diagnosed is through utilizing an effective performance appraisal system. This study is intended to get a portrait of the traditional performance of appraisal system and discover the factor that influences it with the intention that it will be employed as the resource in the development of employee performance appraisal system. This study applies qualitative method which is divided into two phases of research. The first phase is to acquire a portrait of the performance appraisal of the traditional and the second phase is to develop a new performance of appraisal system. Data is obtained from in-depth interviews, focus group discussions and review of secondary data. The conceptual framework is developed from the theory of Cascio (2010) and Bernadine (2003). According to the informant the results of stage one is obtaining the idea that relevance, sensitivity, reliability, level of acceptance and practicability of appraisal system on employee performance according to the informant still inadequate. The second phase of research results is to develop a new performance of assessment system based on relevance, sensitivity, reliability, level of acceptance and practicality. In addition to, the traditional appraisal system of employee performance at Juwita hospital has not been sufficiently effective on its execution. Furthermore new performance of appraisal system is developed based on the effectiveness of the components, according to Cascio (2010). Key words: Performance Appraisal System, employee, effectiveness

Read More
B-1271
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinta Putri Widyani; Pembimbing: Puput Oktamianti Penguji: Pujyanto, Ignatia Wurangian, Henny Krishnawati
Abstrak:

Rekam medis merupakan suatu hal yang mutlak ada pada setiap pelayanan kesehatan. Sesuai dengan perkembangan jaman, sistem rekam medis yang ada di rumah sakit sudah mengalami perubahan dari sistem pengelolaan manual berubah menjadi komputerisasi. RSGM FKG UPDM (B) masih melakukan pengelolaan berkas rekam medis secara manual sehingga pelayanan penyediaan berkas rekam medis menjadi lama dan keberadaan berkas rekam medis sulit ditelusuri karena sering terselip bahkan hilang. Untuk dapat memberikan jasa pelayanan yang memuaskan, maka perlu dibuat sistem informasi yang baik. Perlu digunakan sistem informasi berbasis komputer yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan data dan untuk mencari data dengan cepat, mudah dan aman sehingga kualitas pelayanan dapat ditingkatkan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah petugas pengelola rekam medis di loket dan tiap laboratorium, direktur utama dan wakil direktur bidang pelayanan medik sebagai pihak manajemen. Penelitian ini menghasilkan desain sistem informasi rekam medis untuk Rumah Sakit Gigi dan Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. DR. Moestopo (Beragama). Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit rekam medis masih memerlukan banyak perbaikan. Jumlah petugas di bagian loket masih kurang dan pendidikannya tidak sesuai dengan Standar Profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan. Pengelolaan rekam medis yang masih menggunakan sistem manual, belum adanya Standar Operasional Prosedur tentang pengelolaan rekam medis dan analisis pekerjaan untuk petugas pengelola rekam medis menjadi penyebab lamanya dan belum teraturnya pelayanan rekam medis. Desain sistem informasi rekam medis yang sesuai untuk RSGM FKG UPDM (B) adalah sistem informasi yang online baik di loket maupun di tiap laboratorium. Desain sistem informasi rekam medis yang dibuat masih dalam bentuk prototipe, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut sebelum diimplementasikan. Kepustakaan 26 (1992- 2010), Gambar 21, Tabel 3, Lampiran 9 Kata Kunci: Rekam medis, Sistem Informasi


 

Medical records is a must in every healthcare service. Nowadays, medical records systems in hospitals are change from conventional systems to electronic based. Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University still manages medical record  manually, so the service provision of medical record file takes times and difficult to searched even it is often tucked and disappear. To be able to provide satisfactory services, they have to design a good medical record information system. They need to use computer-based information system that can serves a good storage system which can find data quickly, easily and securely so the service quality can be improved. This research is descriptive with qualitative approached. Informants are the officer of the medical record unit at counter and each laboratory, and CEO (Chief Executive Officer) of Medic Division as a representative of the management. This research produces the design of medical record information system in Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University. The results showed that the medical records unit still requires a lot of improvement. The number of officers at the counter is still lacking and under education and are not in accordance to Professional Standards Medical Recorder and Health Information. Management of medical records still using manual systems, they have no Standard Operating Procedure and no job description for medical records staff cause a long and unregulated of medical records services. Medical record information system design that is suitable for Dental Hospital of The Dental Faculty of Prof. DR. Moestopo (Beragama) University is an online information system both at the counter and in each laboratory. Design of medical record information system that created in this research still in the prototype form, so need to be developed further before being implemented. Literatur 26 (1992- 2010), Picture 21, Table 3, Attachment 9 Key Word: Medical Record, Information System

Read More
B-1331
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helmi; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Jaslis Ilyas, Mardiati Nadjib, Endang Titik Surjandari, Hilman Riady
Abstrak: ABSTRAK
Merasa diakui dan kemungkinan mengembangkan karir merupakan kebutuhan insani. Maka sistem yang dapat menjamin kebutuhan tersebut akan memotivasi seseorang untuk berkinerja lebih baik. Hal lain yang penting adalah rasa keadilan, bahwa setiap karyawan ditempatkan pada jabatannya berdasarkan kriteria-kriteria yang objektif. Untuk tujuan itu, di RS Khusus THT-Bedah Perhati telah dilakukan pendekatan penentuan jabatan, golongan dan sub-golongan kepangkatan secara kuantitatif berdasarkan sistim nilai.
Maka telah dibuat uraian jabatan dan spesifikasi jabatan. Dari situ diidentifikasi faktor-faktor jabatan. Faktor-faktor jabatan yang dapat diidentifikasi dan dipakai adalah Pendidikan yang dibutuhkan untuk setiap jabatan, kelebihan pendidikan, usaha fisik, usaha mental, tanggung jawab, keamanan kerja, dan keterampilan khusus. Faktor-faktor jabatan inilah yang kemudian diberi nilai dan bobot untuk setiap jenis pekerjaan.
Faktor-faktor jabatan inilah yang kemudian diberi nilai dan bobot untuk setiap jenis pekerjaan. Perkalian antara bobot dan nilai setiap faktor pekerjaan dari setiap karyawan kemudian dijumlahkan. Dari hasil penjumlahan tersebut didapat akumulasi angka kredit yang dipakai untuk golongan kepangkatan awal.Yang harus dikembangkan juga adalah sistim penilaian kinerja, bahwa dalam masa kerjanya setiap karyawan mendapat supervisi dan diukur kinerjanya dengan memberi nilai pada faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja. Pada penelitian ini, faktor-faktor yang dipakai untuk mengukur kinerja tersebut adalah, kehadiran, kedisiplinan, mutu hasil kerjanya, kuantitas hasil kerjanya, kerja-sama, loyalitasnya dan pelayanan kepada konsumen. Masing-masing faktor kinerja tersebut mempunyai nilai kredit.
Penilaian kinerja dengan angka kredit ini dilakukan tiap bulan. Setiap 6 bulan (misalnya tiap Juni) dilakukan analisa awal kinerja setiap karyawan. Analisa enam bulanan ini dipakai untuk memberi umpan balik (feed back) bagi karyawan yang bersangkutan. Setiap tahun (misalnya tiap Desember) dilakukan analisis kinerja tahunan, Angka kredit dan penilaian kinerja ini dimasukkan ke dalam angka kredit kumulasi seluruh masa kerja karyawan yang bersangkutan yang akan dipakai untuk penetapan kenaikan golongan atau sub-golongan kepangkatan serta perhitungan gaji.
  
Aktifitas tersebut telah didiskusikan dan disepakati dalam diskusi kelompok (peer review) pimpinan rumah sakit.
  
Diharapkan sistim kepangkatan dan penggajian yang lebih objektif tersebut dapat memotivasi karyawan untuk berkinerja lebih baik demi perbaikan nasibnya.
 

 
ABSTRACT
  
The Development of Determination of Job Rank by Measuring Credit Value of Job Factors and Performance Appraisal in Perhati Hospital, JakartaRecognition and advancement are some of the basic human aspirations. A proper system, which provides for these aspirations, motivates as person to provide better output. On the other hand, the absence of such system leads to frustration, disappointment, and lethargy, which result in the deterioration of performance. The basic of human resource management is to help the company provides efficiency by objectivity and fairness, equal pay for equal work, rewards good performance, controls labor cost.
  
For that reason, a quantitative based approach is designed in Perhati Hospital to determine job rank. Job description and job specification have been described, job factors have been identified. The job factors, which are general skill, physical effort, mental effort, responsibility, working condition and specific skill, are then weighted and valued as cridit value. Then every employee with his or her specific job has specific credit value for each job factor. The multiplication of specific weight of job factors with specific job credit value of specific employee is then accumulated. The accumulation is called basic point value of a specific employee. The basic point value is used to determine the basic job rank. Basic salary can be determined by multiplication this basic point value with a point factor, which is taken from awage survey.
  
For career development, a performance appraisal has to be developed. During the job period the employee is supervised by means of measuring some factors of performance. The factors are attendance, discipline, and quality of work, quantity of work, cooperation, loyalty, and service to consumer.
  
Each of the factors is measure every month by applying credit point value appraisal. Every six month, performance credit point value of every employee is accumulated and analyzed, to be used as a feed back to the employee. Each year, annual accumulation of the performance credit point value is added to the basic credit point value. This new accumulated credit point value is used for determining new job rank and new basic salary.
  
The job factor and performance criteria are discussed and selected in a peer review of the hospital executives.
  
All those activities activities have been discussed and reviewed in a group discussion of the executives of the Perhati hospital.
With this measurement, job classification can be assigned more objectively. By apprising performance for career development, the employee is motivated for better output.
Read More
B-292
Depok : FKM-UI, 1998
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mega Denada Aldila; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Jaslis Ilyas, Inneke Cahyani, Novalino
Abstrak:
Rumah sakit pendidikan menghadapi tantangan dalam membangun niat kunjungan ulang pasien yang berkelanjutan, mengingat karakteristik layanan yang melibatkan proses pendidikan klinik serta tingginya ekspektasi pasien terhadap mutu dan keamanan pelayanan. Di tengah berkembangnya pemanfaatan komunikasi digital sebagai bagian dari manajemen pengalaman pasien, efektivitas digital storytelling dalam membentuk persepsi dan perilaku pasien masih menunjukkan hasil yang belum konsisten secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan digital storytelling, kualitas pelayanan, brand image, dan kepuasan pasien terhadap niat kunjungan ulang pada pasien rawat jalan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross- sectional terhadap 115 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh signifikan dan dominan terhadap brand image, kepuasan pasien, serta niat kunjungan ulang. Brand image dan kepuasan pasien juga berpengaruh positif signifikan terhadap niat kunjungan ulang dan berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kualitas pelayanan dan niat berkunjung kembali. Sebaliknya, digital storytelling belum menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan terhadap brand image, kepuasan pasien, maupun niat kunjungan ulang dalam konteks penelitian ini. Meskipun demikian, pola respons responden mengindikasikan penerimaan yang relatif positif terhadap elemen naratif digital, sehingga menunjukkan potensi strategis apabila digital storytelling dikembangkan secara lebih konsisten, relevan secara klinis, dan terintegrasi dengan proses pelayanan.Temuan ini menegaskan bahwa kualitas pelayanan merupakan faktor utama dalam pembentukan niat kunjungan ulang pada rumah sakit gigi dan mulut pendidikan, sementara digital storytelling memerlukan penguatan desain dan implementasi agar dapat berkontribusi secara bermakna terhadap pembentukan persepsi dan keputusan pasien. Kata kunci : Strategi kualitas pelayanan, mediasi brand image, niat kunjungan ulang bertahap, potensi digital storytelling, rumah sakit pendidikan.

Teaching hospitals face challenges in fostering sustainable patient revisit intention due to the dual nature of services that integrate clinical education processes with high patient expectations regarding service quality and safety. Amid the growing use of digital communication as part of patient experience management, the effectiveness of digital storytelling in shaping patient perceptions and behaviors remains empirically inconsistent. This study aims to analyze the relationships among digital storytelling, service quality, brand image, and patient satisfaction in influencing revisit intention among outpatients at the Dental and Oral Teaching Hospital of Universitas Jenderal Soedirman. This research employed a quantitative cross-sectional design involving 115 respondents. Data were analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that service quality has a significant and dominant effect on brand image, patient satisfaction, and revisit intention. Brand image and patient satisfaction also demonstrate significant positive effects on revisit intention and function as mediators in the relationship between service quality and revisit intention. In contrast, digital storytelling does not show a significant direct effect on brand image, patient satisfaction, or revisit intention within the context of this study. Nevertheless, respondents’ response patterns suggest a relatively positive reception toward digital narrative elements, indicating strategic potential if digital storytelling is developed with greater consistency, clinical relevance, and integration into service delivery processes. These findings emphasize that service quality serves as the primary driver of revisit intention in dental teaching hospitals, while digital storytelling requires strengthened design and implementation to meaningfully contribute to the formation of patient perceptions and decision-making. This study provides empirical evidence to support the development of service quality improvement strategies and patient-oriented digital communication in teaching hospital settings.
Read More
B-2566
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisma Abdurahman Bawazier; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Budi Hartono, Ede Surya Darmawan, Yanu Aryani, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Latar belakang : Pengelolaan lingkungan rumah sakit (RS) menjadi sangat penting dalam rangka meminimalisasi konstribusi negatif terhadap pemanasan global. Namun belum terdapat instrumen penilaian yang dapat mengukur penerapan green hospital. Tujuan penelitian : Tujuan penelitian ini adalah menyusun dimensi penerapan green hospital di Indonesia dan menganalisis status penerapan green hospital. Metodologi penelitian: Penelitian ini menggunakan dua pendekatan yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis data yang dikumpulkan merupakan jenis data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data terdiri atas studi pustaka, survei, wawancara mendalam, dan pendapat pakar. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian: Berdasarkan uji statistik, ditemukan pengaruh signifikan lingkungan fisik terhadap peningkatan persepsi kualitas layanan pada pasien rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih. Ini artinya lingkungan fisik yang disediakan Rumah Sakit Umum Daerah Prabumulih mendapat kesan yang baik di mata pasien dan sesuai harapan pasien. Kesimpulan : Hasil pengujian instrumen indeks penerapan green hospital seluruh indikator pengukuran valid dan reliabel. Penerapan green hospital di RSUI dalam kategori cukup penerapan (50,01-75,00) dengan skor 59.02%. Angka tersebut dimaknai sebagai usaha dan/ atau kegiatan yang telah sesuai dengan yang dipersyaratkan melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien dan upaya tanggung jawab sosial dengan baik dan cukup penerapan.

Background: Hospital environmental management is very important in order to minimize negative contributions to global warming. However, there is no assessment instrument that can measure the implementation of green hospitals. Research objectives: The aim of this research is to develop the dimensions of green hospital implementation in Indonesia and analyze the status of green hospital implementation. Research methodology: This research uses two approaches, namely qualitative and quantitative approaches. The types of data collected are primary data and secondary data. Data collection methods consist of literature studies, surveys, in-depth interviews, and expert opinions. The data analysis method used is descriptive and inferential analysis. Research results: Based on statistical tests, it was found that the physical environment had a significant influence on increasing the perception of service quality for inpatients at the Prabumulih Regional General Hospital. This means that the physical environment provided by the Prabumulih Regional General Hospital makes a good impression in the eyes of patients and meets patient expectations. Conclusion: The results of testing the green hospital implementation index instrument, all measurement indicators are valid and reliable. The implementation of green hospitals at RSUI is in the moderate implementation category (50.01-75.00) with a score of 59.02%. This figure is interpreted as businesses and/or activities that are in accordance with the requirements through the implementation of an environmental management system, efficient use of resources and social responsibility efforts that are good and sufficiently implemented.
 
Read More
B-2454
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mia Mariani; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Sonya Priyadharsini, M. Nicky Nurfajri
Abstrak: Kemampuan untuk merawat segmen pasien dengan rasa takut dan cemas terhadap perawatan gigi juga dengan pasien dengan kompromi medis telah menjadi komponen penting dari praktik kedokteran gigi. Oleh karena itu, terdapat kebutuhan untuk perawatan gigi tanpa rasa sakit. Painless Dental Care adalah program layanan kesehatan untuk dikembangkan oleh RSGM YARSI. Layanan kesehatan gigi ini masih belum umum digunakan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah tidak adanya strategi pemasaran khusus untuk program Painless Dental Care. Di era digital ini, strategi pemasaran juga berkembang di mana teori 4P Marketing Mix telah mengalami pergeseran ke 4C dalam pemasaran 4.0. Ini adalah latar belakang dan tujuan dari penelitian ini yaitu menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk program Painless Dental Care berdasarkan Teori 4C. Penelitian ini merupakan penelitian operasional dengan menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan pada bulan Oktober - November 2019. Metode kuantitatif dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner kepada pasien Painless Dental Care dengan tujuan mengetahui perspektif konsumen pada 4C. Responden penelitian adalah 30 pasien yang menjawab kuesioner tentang pendapat mereka mengenai 4C Painless Dental Care di RSGM YARSI. Sedangkan metode kualitatif dilakukan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan Consensus Decision Making Group (CDMG) dengan tujuan mengetahui faktor internal dan eksternal rumah sakit dan membahas strategi yang tepat untuk program Painless Dental Care. Informan penelitian ini adalah Direktur, Manajer Operasional, dan Tim Pemasaran Rumah Sakit Gigi YARSI
Read More
B-2128
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diani Prisinda; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Purnawan Junadi, Sri Susilawati
B-1230
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive