Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31528 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khairina; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Amal C. Sjaaf, Dumilah Ayuningtyas, WFP Kaunang, Ichsan Hanafi
Abstrak: This thesis concern about information how advocacy program by a midwife is well done in RS Hermina Depok. The information consist of how the obstetrician services by midwife, how provocation by a midwife to the characteristics of pregnant women, how service in the other units, how the relationship between midwife advocacy and the decision of a patients to give birth in RS Hermina Depok. The research of this thesis has done in better way and quantitative approach. An advocacy program has a tendency to decide on childbirth. An advocacy program of a midwife only asked about condition of pregnancy and a midwife rarely to explain the hospital facility to the pregnant mothers. The description of service image by obstetrician of the respondents (a mother who is advocated) by a midwife, the characteristics consist of the average of age of patient is 30 years, education level is university graduate, working, payment by out of pocket (herself), the give birth more than 1 times, family income average Rp.7.960.000, independent social influence, ease accessibility. In this case difference decesion of patient to give birth is good service and poor service of the hospital. Advocacy of midwives have a tendency to decide of childbirth in RS Hermina Depok o 3.4 times compared than the assumption of low advocacy by midwife. 
Tesis ini membahas bagaimana program advokasi bidan di jalankan di RS Hermina Depok, bagaimana layanan dokter kebidanan oleh bidan, bagaimana karakteristik ibu hamil yang di advokasi oleh bidan, bagaimana pelayanan di unit lain, bagaimana hubungan advokasi bidan dengan keputusan pasien untuk melahirkan di RS Hermina Depok. Penelitian ini dilakukan secara krosceksional dan pendekatan kuantitatif. Program Advokasi bidan memiliki kecenderungan untuk memutuskan persalinan. Program Advokasi Bidan yang sering dijalankan adalah menanyakan usia kehamilan dan yang jarang dilakukan adalah menjelaskan fasilitas RS kepada Ibu Hamil. Gambaran persepsi layanan Dokter Kebidanan pada responden (ibu yang diadvokasi) oleh Bidan adalah Baik dengan Karakteristik umur rata-rata 30 tahun, Tingkat pendidikan diatas D3, bekerja, dengan Biaya sendiri, bersalinan Lebih dari 1 kali, penghasilan Rp 7.960.000, tidak mendapatkan pengaruh sosial, Aksesibiliti mudah. Terdapat perbedaan keputusan persalinan yang menganggap pelayanan RS Baik dan kurang baik. Advokasi bidan memiliki kecenderungan untuk memutuskan persalinan di RS Hermina Depok sebesar 3,4 kali dibanding yang mengganggap advokasi bidan rendah.
Read More
B-1391
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rohsaelendrayana; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Iman Santoso, Purnawan Junadi
Abstrak:
Latar Belakang: RS Hermina Bekasi merupakan rumah sakit swasta dengan layanan unggulan dan potensi pengembangan pasien non-Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, proporsi pasien JKN masih lebih tinggi dibandingkan pasien non-JKN, sehingga diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menyusun strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien non-JKN di RS Hermina Bekasi melalui analisis kondisi pemasaran, faktor internal dan eksternal, rumusan strategi, serta indikator keberhasilan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode marketing research berkarakteristik deskriptif dan eksploratif. Informan dipilih secara purposive purposif berdasarkan prinsip kesesuaian dan kecukupan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan studi literatur. Analisis menggunakan sintesis The Strategy-Formulation Analytical Framework dan The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Hasil: RS Hermina Bekasi memiliki kekuatan pada layanan unggulan, dokter spesialis dan subspesialis, teknologi medis, reputasi Hermina, SDM garis depan pelayanan seperti petugas front office, perawat, Staf Fungsional Eksekutif, case manager, farmasi, dan kasir, serta nursing marketing, dan dukungan Hermina Group. Kelemahan meliputi persepsi sebagai rumah sakit BPJS dan ibu-anak, fungsi marketing belum optimal, keterbatasan data pemasaran, digital marketing, proses pelayanan, dan bukti fisik layanan. Peluang berasal dari potensi pasar Bekasi, pasien out of pocket, kerja sama perusahaan dan asuransi, komunitas, kebutuhan layanan spesialistik, serta digital marketing. Ancaman meliputi persaingan rumah sakit swasta, ekspektasi pasien non-JKN, sensitivitas harga, Coordination of Benefit, dan review online. Skor EFE 3,12 dan IFE 3,05 menempatkan RS Hermina Bekasi pada posisi grow and build yang mendukung untuk melakukan strategi pertumbuhan secara intensif dan integratif. Strategi definitif meliputi penguatan layanan unggulan, segmentasi pasar, positioning, kemitraan, pemasaran berbasis data, digital marketing, customer journey, program priority, dan bukti fisik layanan. Kesimpulan:  Strategi pemasaran pasien non-JKN perlu diarahkan pada strategi pertumbuhan terintegrasi antara pemasaran dan pelayanan. Peningkatan pasien non-JKN tidak cukup melalui promosi, tetapi perlu didukung penguatan layanan unggulan, positioning, data pemasaran, digital marketing, nursing marketing, program priority, customer journey, dan evaluasi berbasis indikator.

Background: RS Hermina Bekasi is a private hospital with center of excellence services and potential for developing non-National Health Insurance (non-JKN) patients. However, the proportion of JKN patients remains higher than that of non-JKN patients, indicating the need for a marketing strategy to increase non-JKN patient visits. Objectives: This study aimed to develop a marketing strategy to increase non-JKN patient visits at RS Hermina Bekasi by analyzing current marketing conditions, internal and external factors, strategy formulation, and success indicators. Method: This study used a qualitative approach with a descriptive and exploratory marketing research method. Informants were selected purposively based on the principles of appropriateness and adequacy. Data were collected through in-depth interviews, observation, document review, and literature study. The analysis used a synthesis of The Strategy-Formulation Analytical Framework and The Stages of Building a Marketing Plan Framework. Results: RS Hermina Bekasi has strengths in center of excellence services, specialist and subspecialist doctors, medical technology, Hermina’s reputation, frontline service personnel including front office staff, nurses, Executive Functional Staff, case managers, pharmacy staff, and cashiers, as well as nursing marketing and support from Hermina Group. Weaknesses include the perception as a BPJS and mother-child hospital, suboptimal marketing functions, limited marketing data, digital marketing, service processes, and physical evidence of services. Opportunities arise from the Bekasi market potential, out-of-pocket patients, partnerships with companies and insurance providers, communities, the need for specialist services, and digital marketing. Threats include competition among private hospitals, high expectations of non-JKN patients, price sensitivity, Coordination of Benefit, and online reviews. The EFE score of 3.12 and IFE score of 3.05 placed RS Hermina Bekasi in the grow and build position, supporting intensive and integrative growth strategies. The definitive strategies include strengthening center of excellence services, market segmentation, positioning, partnerships, data-based marketing, digital marketing, customer journey, Program Priority, and physical evidence of services. Conclusion: The marketing strategy for non-JKN patients should be directed toward an integrated growth strategy between marketing and service delivery. Increasing non-JKN patients cannot rely solely on promotion, but must be supported by strengthening center of excellence services, positioning, marketing data, digital marketing, nursing marketing, Program Priority, customer journey, and indicator-based evaluation.
Read More
B-2598
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Nugraha; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kaunang, Emmy Salman, Dumilah Ayuningtyas
B-1667
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renatha Tiur Etty; Pembimbing: Yuli Prapanca Satar; Penguji: Amila Megraini, Rini Rachmawati, Iing Ichsan haanafi,
Abstrak:

Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Bekasi memberikan pelayanan rawat inap khusus untuk wanita, ibu dan anak. Saat ini pemanfaatan rawat inap ibu sangat jauh berbeda dengan pemanfaatan rawat inap anak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melakukan penelitian terhadap produk pelayanan atau analisis produk untuk mengetahui kesenjangan antara keinginan konsumen dan calon konsumen dengan pelayanan saat ini demi meningkatkan pemasaran pelayanan rawat inap ibu.Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan informasi dan menganalisis tentang karakteristik pelanggan, karakteristik calon konsumen, karakteristik produk, kebijakan manajemen rumah sakit, keinginan konsumen serta calon konsumen terhadap layanan rawat inap. Metode yang digunakan adalah dengan cara survey dan wawancara mendalarn.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen dan calon konsumen mempunyai keinginan-keinginan terhadap aspek-aspek dalam pelayanari rawat inap yang perlu mendapat perhatian rumah sakit untuk peningkatan pemasaran rawat inap ibu RSIA Hermina Bekasi serta adanya pasar sasaran yang dapat diraih.RSIA Herrnina Bekasi harus mengoptimalkan kualitas pelayanannya yang disesuaikan dengan keinginan konsumen dan calon konsumen serta meningkatkan upaya pemasaran dengan usaha promosi yang spesifik.


 

Product Analysis on Inpatient Mother Care Services for Marketing Measures at Hermina Bekasi Hospital, 2002 Hermina Bekasi Hospital carried out inpatient mother care services especially for woman, mother and child. In this recent, bed occupancy for mother so far differently with bed occupancy for child. One of these efforts can be done is the research on product service or product analysis to know the differentiation between customer wishes and customer candidate wishes, to increase promotion for inpatient mother care services.This research is a case study to figure out the information and analysis on customer characteristics, customer candidate characteristics, product characteristics, hospital management policy, customer and candidate customer wishes to inpatient mother care services. The method used by survey and in depth interview.The result figure out that customer and customer candidate have wishes the aspects of inpatient mother care services which necessarily hospital intention for increasing the market and target market can be achieved.Hermina Bekasi Hospital obliged to optimize the service quality inline with customer and customer candidate wishes, and increasing the efforts marketing with specific promotion matters.

Read More
B-622
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sanwia Sumaheny; Pembimbing: Wachyu Sulistiad; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Puput Oktamianti, Ichsan Hanafi, Kaunang
Abstrak: Budaya keselamatan pasien (BKP) adalah penerapan sistem asuhan pasien dalamorganisasi yang tercermin dalam sikap, perilaku, keterampilan, komunikasi,kepemimpinan, pengetahuan, tanggung jawab, dan nilai yang ada dalam diripetugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku organisasiberdasarkan karakteristik individu, kelompok dan organisasi terhadap budayakeselamatan pasien oleh perawat rawat inap di RS Hermina Daan MogotRSHDM). Desain penelitian ini menggunakan metode cross sectional denganresponden seluruh (111) perawat pelaksana pada unit rawat inap RSHDM. Datakuesioner dianalisis menggunakan metode univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik individu, karakteristik kelompok dankarakteristik organisasi terhadap BKP di RSHDM adalah baik. Hasil BKPperawat pelaksana rawat inap RSHDM menunjukkan nilai baik. Tanggung jawabmenjadi satu-satunya variabel yang tidak ada hubungan dengan BKP sedangkankepemimpinan paling berhubungan dengan BKP.Kata kunci: Budaya keselamatan pasien (BKP), keselamatan pasien, perilakuorganisasi, karakteristik, individu, kelompok, organisasi,perawat.
Patient safety culture (PSC) is the application of patient care systems in theorganization which are reflected in the attitudes, behaviors, skills,communication, leadership, knowledge, responsibility, and values that exist inhealth care workers. This study aims to determine the organizational behaviorbased on the characteristics of individuals, groups and organizations on patientsafety culture by nurses on inpatient units in Hermina Hospital Daan Mogot(HHDM). The design of this study using cross-sectional method with respondentsfrom all (111) nurses on inpatient units in HHDM. Questionnaire data wereanalyzed using univariate, bivariate and multivariate analyzes. The resultsshowed the characteristics of an individual, group characteristics andorganizational characteristics of the PSC in HHDM is good. Results PSCinpatient nurses HHDM shows good value. Responsibility to be the only variablethat did not match while the leadership were most associated with PSC.Keywords: patient safety culture, patient safety, organizational behavior,individual characteristics, group characteristics, organizationalcharacteristics, nurse.
Read More
B-1621
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aditya Toga Sumondang Saragih; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Puput Oktamianti, Dumilah Ayunigtyas, M Ihsan Ramdani
Abstrak: Tesis ini membahas hubungan budaya keselamatan pasien terhadap kepatuhanpenerapan kewaspadaan universal/kewaspadaan standar oleh perawat dan bidan dirawat inap RS Budhi Asih Jakarta Tahun 2015. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif analitis untuk melihat hubungan antara budaya keterbukaan, budayakeadilan, budaya pelaporan, budaya belajar dan budaya informasi dengankepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal/standar menggunakan desainpotong lintang dengan self administered questionnaire. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kepatuhan akan penerapan kewaspadaan universal olehperawat dan bidan di rawat inap RS Budhi Asih sudah baik. Ditemukan adanyahubungan antara budaya keterbukaan dan budaya pelaporan dengan kepatuhanakan penerapan kewaspadaan universal/standar. Manajemen rumah sakit harusmengintegrasikan unsur keselamatan petugas dan pasien dalam setiap kebijakandan menciptakan iklim yang mendukung keterbukaan dan pelaporan insiden yangterjadi sebagai masukan bagi kemajuan rumah sakit di masa mendatang.
This thesis describes relationship between Patient Safety Culture and compliance inimplementation of Universal Precautions/Standard Precautions by Nurses and Midwivesat inpatient unit in Budhi Asih Hospital Jakarta 2015. The study was a descriptiveanalytical research on the relationship between open culture, just culture, reportingculture, learning culture and information culture with the compliance in implementationof universal precaution /standards precautions using cross sectional study design withself administered questionnaires. The results showed that compliance to theimplementation of universal precautions by nurses and midwives in Budhi Asih Hospitalinpatient is good. Found an association between open culture and reporting culture withcompliance in the implementation of universal precautions or standards precautions.Hospital management must integrate patient and officers safety aspects in every policyand create a favorable climate of openness and reporting incidents that occurred as inputfor the improvement of the hospital safety culture in the future.
Read More
B-1710
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kisdaryeti; Pembimbing: Hafizurrachman
B-670
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Puspito Sari; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Achadi, Puput Oktamianti, Eva Mundyastuti, Budi Hartono
Abstrak:

Salah satu indikator untuk menunjukkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah data atau informasi dari rekam medis yang baik dan lengkap. Rekam medis yang lengkap dapat memberikan gambaran secara keseluruhan tentang pasien yang akan digunakan untuk berobat kembali. Rekam medis adalah bukti otentik jika terjadi tuntuntan di pengadilan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dokter dalam kelengkapan pengisian rekam medis dan faktor-faktor ekstrinsik yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah metode observasional. Data diambil secara potong lintang sebanyak 50 rekam medis selama bulan September-November 2011 yang diisi oleh 10 dokter spesialis, serta dilakukan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis menunjukkan variabel beban kerja (Pvalue=0,001), prosedur kerja (Pvalue 0,001), dan supervisi teknis (Pvalue=0,036) mempengaruhi langsung kelengkapan pengisian rekam medis. Variabel yang paling dominan mempengaruhi kelengkapan rekam medis adalah variable dengan nilai coeff. B paling besar yaitu status prosedur kerja dengan coeff B=13,7. Saran yang diberikan kepada RS. Hermina Depok ialah melakukan sosialisasi dan pelatihan pengisian rekam medis secara rutin. Selainitu, melakukan pemeriksaan dan pengawasan dalam hal pengisian rekam medis secara tepat dan sesuai dengan periode yang ditetapkan. Kata kunci: Karakteristik Individu, Motivasi Ekstrinsik, Kinerja, Rekam Medis


 One of the indicators of the health service quality in the hospital is the comprehensive information from patients’ medical records. A comprehensive medical record could display the whole patient’s condition which can be used for their next treatment. A medical record, in addition, is also important legal evidence used in the court, provided there is any lawsuit. This research is carried out to illustrate the link between Doctors’ individual characteristics with the completion of patients’ medical records together with other external related factors. Observational study is the method used in the research, with cross sectional data from 50 patients’ medical records in September-November 2011, filled out by 10 specialist doctors; as well as data collection from interview with the use of questionnaires. The Results indicate: workload variable (Pvalue=0,001), work procedures (Pvalue 0.001), and supervisory techniques (Pvalue=0,036) affecting the completion of the medical records directly. The most dominant variable affecting the completion of health records is the one with the highest Coeff B value work procedures with Coeff B value=13.7. Suggestion given to RS HerminaDepok is to perform regular training and socialization, as well as to carry out checks and supervision in regard to the correct completion of patients’ medical records based on the indicated period. Key words: Individual characteristics, External motivation, Work performance, Medical Record

Read More
B-1359
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Kumala Wahyu Utami; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Amila Megraeni, Syaifuddin Zuhri
Abstrak: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator dalam mengukur mutu pelayanan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan di instalasi rawat jalan RSTI, mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan di instalasi rawat jalan RSTI, serta mengetahui faktor karakteristik yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan di instalasi rawat jalan RSTI. Jenis penelitian adalah campuran antara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi kepuasan pasien di RSTI adalah 52.5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien di instalasi rawat jalan RSTI sudah cukup baik, namun diharapkan pihak manajemen RSTI untuk lebih meningkatkan mutu pelayanan, dengan mengetahui harapan apa saja yang diinginkan oleh pasien dan berusaha untuk memenuhinya.

Patient's satisfaction is the one of the indicators which could be used to measure the hospital?s service quality. The study was performed to describe customer satisfaction of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital, to find out the relation between customer characteristics with satisfaction level of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital, and to find out dominant factor related to the patient's satisfaction of the Ambulatory Department of Tugu Ibu Hospital. This study was combination between quantitative and qualitative approaches with cross sectional design for quantitative. The results of the study showed that The proportion of the customers who were satisfied with the service was 52.5%. This study concluded that the customer satisfaction of the ambulatory department of Tugu Ibu Hospital was good enough. But, the management had to more improve the hospital's service quality, one of the choice was to know about the expectations from the patients, and tried to fulfil it.
Read More
B-873
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Husin Usman Pembimbing: Wahyu Sulistiadi
B-434
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive