Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31400 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Inani Puspitasari; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Hendra; Dian Mardhiyah
Abstrak:

Tesis ini membahas tentang desain ergonomi bagi penyandang cacat lumpuh ekstremitas bawah di ruang pemeriksaan Puskesmas X, Y, Z Kota Tangerang Selatan Tahun 2011 dengan tujuan untuk menganalisis desain ergonomi pada penyandang cacat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif. Kajian dan analisis desain ergonomi bagi penyandang cacat lumpuh ekstremitas bawah dilakukan dengan triangulasi untuk membanding hasil data observasi, wawancara mendalam dan ceklist serta pengukuran dengan mengacu standar Undang-Undang Kecacatan Amerika Serikat, yaitu Disability of Discimination with Act Tahun 1990 (ADA, 1990). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa variabel bentuk, dimensi, layout, aktivitas, postur dapat menyebabkan postur janggal dan ketidaknyaman karena adanya desain ruang pemeriksaan di Tiga Puskesmas yang dibawah standar Undang-Undang ADA Tahun 1990. Kata Kunci: Penyandang Cacat, Ergonomi, Antropometri, Ruang Pemeriksaan, Puskesmas


The focus of this study is the design ergonomics for lower extrimitas disabled people in the examination room Health Center X, Y and Z South Tangerang City in 2011. The aim is analyze the ergonomic design of the disabled. This study is descriptive research using qualitative methods. Assessment and analysis of ergonomic design done by triangulation to compare the results of observational data, in-depth interviews and checklist as well as measurements with standard reference Disability Act United States, namely of Discimination with Disability Act of 1990 (ADA, 1990). The results revealed that the variable shape, dimensions, layout, activity, posture and awkward postures could cause discomfort because of the design of the examination room in the three health centers under the standard ADA Act of 1990. Key words: Disabled Person, Triangulation, Ergonomic, Anthropometry, Health Care

Read More
T-3511
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edric Sugito; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Bagus Tjahjono
T-5208
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Helga Rosianna S; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Vera Marietha
Abstrak: Sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa dan program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana tersebut merupakan bagian dari sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang harus terdapat pada gedung bertingkat khususnya gedung yang merupakan sarana pelayanan kesehatan.
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang ada di gedung puskesmas kecamatan Y dan Z terhadap standar. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang dilakukan adalah analisis perbandingan dengan standar Keputusn Menteri Pekerjaan Umum Nomor 10 tahun 2000, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor 26 tahun 2008 dan NFPA 10, 13,14, 25,72 dan 101.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 elemen sistem proteksi aktif, 8 elemen sarana penyelamatan jiwa dan 7 elemen program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana pencegahan dan penangggulangan kebakaran di puskesmas kecamatan Y tidak sesuai dengan standar. 13 elemen sistem proteksi aktif, 11 elemen sarana penyelamatan jiwa dan 7 elemen program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana pencegahan dan penangggulangan kebakaran di puskesmas kecamatan Z juga tidak sesuai dengan standar.
 

Fire protection system, means of ecsape and inspection and maintenance program of that means is part of means of prevention and control of fire in building especially in health center building.
 
The purpose of this research is to know the compliance of prevention and control of fire at Puskesmas Kecamatan Y and Z building in 2013 to Indonesian and International standard. Design of this research is observational with cross sectional approach and doing comparison analysis with. Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Permen Pu No.28/RTP/2008 and NFPA 10,13,14,25,72 and 101 standard.
 
The result of this research showed that 19 element of fire protection system, 8 element of means of rescue and 37 element of inspection and maintanance program in Puskesmas Kecamatan Y does not according to the standard. 13 element of fire protection system, 11element of means of rescue and 7 element of inspection and maintanance program in Puskesmas Kecamatan Z does not according to the standard too.
Read More
S-7815
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mindalena; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Fatma Lestari, Hendra, Inne Nutfiliana, Harumiti Ramli
Abstrak: Penelitian dilakukan berdasarkan semakin meningkatnya jumlah pekerjainformal yang bekerja di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),akan tetapi minimnya kegiatan penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerjayang dilakukan di sektor tersebut padahal pekerja infomal jarang yangdiikutsertakan progam asuransi kesehatan/kecelakaan kerja.Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko keselamatan dankesehatan kerja pada proses produksi pembuatan alas kaki di UMKM X, UMKMY, UMKM Z dan menentukan risiko tertingginya serta memberikan rekomendasitindakan pengendalian terhadap risiko yang teridentifikasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ialah semi kuantitatif dandeskriptif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan menggunakan metodeJob Safety Analysis untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko dan metode Fineuntuk mengukur tingkat risiko dengan mengalikan antara kemungkinan, paparandan konsekuensi dari setiap risiko yang ada. Studi deskriptif dilakukan untukmenjelaskan tindakan pengendalian yang sudah dilakukan oleh masing-masingUMKM. Pengambilan sampel penelitian dilakukan berdasarkan metode PurposiveSampling, yakni semua pekerja yang berada di proses produksi pembuatan alaskaki di UMKM X, UMKM Y, UMKM Z.Hasil penelitian didapatkan bahwa pada tahap proses produksi di UMKMX, UMKM Y, UMKM Z terdapat risiko yang termasuk ke dalam semua kategorimetode Fine, yaitu: Very High, Priority 1, Substansial, Priority 3, Acceptable.Risiko tertinggi (Very High) didapatkan dari penggunaan bahan kimia dan kabellistik yang tidak sesuai standar.
Kata kunci: UMKM, JSA, Metode Fine, kemungkinan, paparan, konsekuensi,risiko, AS/NZS 4360:2004
Research carried out because the increment number of informal workerswho work in the sector of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs), butthere is lack of activity for health and safety risk assessment done in that sectorand workers rarely covered by health or accident insurance program.The research aims to determine the level of occupational safety and health risks inthe production process of making footwear in SMEs X, SMEs Y, SMEs Z anddetermine the highest risk and provide recommendations control measures againstthe identified risks.The method used in this research is semi-quantitative and descriptive basedon the standard AS/NZS 4360:2004 using the Job Safety Analysis method toidentify hazards and risks and Fine method for measuring the level of risk bymultiplying the probability, exposure and consequences of any risks. Descriptivestudy was conducted to elucidate the control measures already carried out by eachSME. Sample was conducted by purposive sampling method, ie all workers whoare in the process of production of the footwear in SMEs X, Y SMEs, SMEs Z.The results showed that at this stage of the production process in SMEs X, YSMEs, SME Z risks are included in all categories at Fine methods, namely: VeryHigh, Priority 1, Substantial, Priority 3, Acceptable. The highest risk (Very High)obtained from the use of chemicals and electric cables that do not meet standards.
Keywords: SMEs, JSA, Fine Method, probability, exposure, consequences, risk,AS/NZS 4360:2004.
Read More
T-4631
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartika Ayuna Kuncoroputri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Syahrul Meizar Nasri, Yuni Kusminanti
Abstrak: Hingga saat ini, masih sering dijumpai kasus keracunan makanan ataupun penyakit yang timbul akibat mengonsumsi makanan yang mutu keamanan dan kesehatannya rendah. Usaha jasa boga informal termasuk catering merupakan salah satu potensi permasalahan dalam penerapan food safety. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan food safety pada usaha jasa boga informal di Catering X, Y, dan Z Purworejo, Jawa Tengah, tahun 2012.
 
Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni 2012 menggunakan disain studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Peneliti menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, dan pengisian checklist dalam melakukan pengambilan data. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa pembinaan dan pengawasan terhadap usaha jasaboga informal masih sangat kurang sehingga ditemukan berbagai ketidaksesuaian penerapan food safety dengan yang seharusnya.
 

 
Up till now, there are still encountered food poisoning cases or foodborne illnesses that caused by eating foods which have low-quality of safety and health. Catering services become one of potential problem in food safety implementation. The purpose of this study is to understand food safety implementation in Catering Services at X, Y, and Z Catering, Purworejo, Central Java, 2012.
 
This research was conducted in May and June 2012 using observational descriptive study design with qualitative approach. Researcher used in-depth interview method, observation, and checklist when used to perform data retrieval. Result of the study shows that lack of supervision and guidance for informal catering services affects various mismatches in food safety implementation.
Read More
S-7307
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Examinar; pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Atik Nurwahyuni, Yuniar Sri Hajaraeni
Abstrak: Pada Permenkes Nomor 69 Tahun 2013 telah ditetapkan besaran kapitasi Rp.8.000-Rp.10.000 pada klinik pratama. Besaran kapitasi tersebut akan disesuaikan berdasarkan kesepakatan sehingga terdapat perbedaan pada setiap klinik. Besarankapitasi yang telah ditetapkan tersebut tidak disesuaikan berdasarkan faktor risiko kesehatan pada setiap individu. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian kecukupan besaran kapitasi yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 69 Tahun 2013 pada Klinik X, Y, dan Z. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Analitik Observasional dan desain studicross sectional. Hasil pada penelitian ini adalah besaran kapitasi pada klinik XRp.3,697.62, Klinik Y Rp.3,744.38, dan Klinik Z Rp.9,732.06, serta terdapat perbedaan besaran kapitasi berdasarkan faktor usia dan jenis kelamin individu. Berdasarkan hasil penghitungan besaran kapitasi tersebut dapat diketahui bahwa secara umum besaran kapitasi berdasarkan ketetapan Permenkes No 69 tahun 2013 telah sesuai. Akan tetapi, besaran kapitasi berdasarkan ketetapan tersebut perludisesuaikan berdasarkan faktor risiko kesehatan karena terdapat perbedaan besarankapitasi berdasarkan usia dan jenis kelamin.Kata Kunci: Kapitasi, Klinik, Faktor Risiko, Permenkes Nomor 69 Tahun 2013
Read More
S-8476
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Arinanda Utomo; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Djunaidi, Zulkifli; Kusminanti, Yuni
S-6894
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nungki Agusti; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Hendra, Doni Hikmat Ramdhan, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak:

ABSTRAK Batik Indonesia secara resmi diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2009 dan masuk dalam daftar representatif sebagai Budaya Tak Benda Warisan Manusia. Faktanya, industri kerajinan batik di Indonesia telah tumbuh dan berkembang sejak berabad-abad yang lalu. Saat ini, pembinaan pada Pengrajin Batik merupakan salah satu program kerja Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Provinsi DIY Seksi UKM dan termasuk dalam kategori kegiatan informal. Namun ironisnya hingga saat ini belum semua usaha-usaha ekonomi informal terjangkau oleh program-program pembinaan dan perlindungan yang berkesinambungan. Pengrajin Batik Tulis X merupakan salah satu UKM yang berada dibawah binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi D.I Yogyakarta. Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan pada Pengrajin Batik Tulis X, di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada bulan Oktober 2011, Peneliti mendapati kondisi pembatik tulis melakukan pekerjaan membatik dalam posisi duduk dalam durasi kerja yang panjang, ± 6-8 jam per hari. Namun ironisnya, ruang dan peralatan kerja (kursi, gawangan dan posisi kompor) yang dipergunakan belum ergonomis yaitu belum adanya kesesuaian dengan antropometri tubuh orang Indonesia yang akhirnya mengharuskan pembatik bekerja dalam postur janggal. Dalam kurun waktu yang panjang hal ini dapat berakibat munculnya penyakit akibat kerja seperti cedera otot. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan ulang terhadap ruang dan peralatan kerja bagi pembatik tulis sehingga dapat meminimalisir kemungkinan risiko-risiko kesehatan yang mungkin muncul pada kemudian hari dengan berpedoman pada penerapan dimensi-dimensi tubuh antropometri orang Indonesia.


  Abstract United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) officially recognized Batik Indonesia in 2009, and registered under culture themes of Intangible Cultural Heritage of Humanity. Nevertheless, batik craft industry have grown and evolved since hundred years ago. Furthermore, one of work program of Cooperation Trade Industry and Small Medium Business Unit in Provincial Jogjakarta under Small Medium Business Section is to coach small and medium business of batik crafter, thus, it is categorized as informal activity. Unluckily, this informal activity which related to economic empowerment has not been covered by sustainable coaching and protecting program from local government. Hand-drawn Batik Craft Industry X is one of small medium business activiy under supervision of Cooperation Trade Industry and Small Medium Business Unit Provincial Jogjakarta. Based on preliminary observation Hand-drawn Batik Crafter Industry X in District of Bantul under Provincial Jogjakarta in October 2011, researcher captured the hand-drawn batik crafter while they worked, seating for long period 6-8 hours a day. In addition, work space and work tools used (work chair, gawangan and stove) are not in ergonomic condition, means that the work station and work tools are not suitable for body anthropometry of Indonesian people; consequently the hand-drawn batik crafter works in awkward posture. As a result of current working condition, it might significantly effect to hand-drawn batik crafter such as muscle injury. This research is aim to redesign of work station and tools by using ergonomic approach for hand-drawn batik crafter, so that the health effect could be minimized in the long term period; at once, work station and work tools should be adjusted with dimension of body anthropometry of Indonesian people.

Read More
T-3655
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahmah Hidayatullah Lubis; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Hanny Harjulianti, Iqbal Hasyim
T-3422
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Dwi Chrismastuty; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ira Siti Sarah
S-7180
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive