Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 23732 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ali Khan (Nakahai) Saha; Advisor: Hasbullah Thabrany; Examiner:Mardiati Nadjib, Surya, Ede Darmawan, Arum Atmawikarta
T-3521
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syed Matiullah Wahidi; Advisor: Purnawan Junadi; Examiner: Heru Susetyo, Anhari Achadi, Ede Surya Darmawan, KalsumKomaryani
T-3508
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunung Isdiyanto; Pembimbing: Mary A. Wangsaraharja; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Fitriani
S-4386
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sayed Abed Asharfi; Advisor: Amal C. Sjaaf; Examiner: Sandi Iljanto, Rita Damayanti, Adib A. Yahya, Budi Hartono
T-3506
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Idzni Amelia Mandzilina; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto, Febryza Ekaputri
S-9314
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mirriani Yunita; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Iwan Ariawan, Prastuti Soewondo, Pujiyanto
Abstrak: Salah sam tujuan Sistem Kesehatan menurut laporan tahunan WHO talmn 2000 adalah Keselaman dalam Kontribusi Pelayanan Kesehatan (Fairness in Financing Health Care), baik pada penduduk kaya dan miskin sebelun dan sesudah adanya krlsis ekonomi yang melanda Indonesia akhir tahun 1997. Kerangka konsep dalam penelitian ini didasarkan pada Laporan Tahunan WHO tahun 2000, dimana Sistem Kesehatan di setiap negara diharapkan menuju terjadinya kesetaraan dan Kontribusi Pelayanan kesehatan (fairness in financing health care).
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan tujuan memperoleh informasi mengenai susbsidi JPS-BK dan kesetaraan dalam kontribusi pembiayaan kesehatan (fairness in financing health care) per kapita di Propinsi D.I Jogakarta Sesuai dengan kriteria tipe daerah dan sosio-ekonomi.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa subsidi ke fasilitas kesehatan pemerintah banyak diminati oleh penduduk kaya yang memiliki kartu sehat dibandingkan subsidi untuk penduduk miskin yang memiliki kartu sehat. Selain itu ternyata bahwa distribusi kartu sehat belum tepat sasaran pada penduduk miskin, yaitu 20% penduduk dengan pendapatan terendah.
Read More
T-1213
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aurora; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Ede Surya Darmawan, Yuliana Firmansyah, Ondrio Nas
Abstrak:

Tesis ini membahas hubungan karakteristik perusahaan peserta PT. Asuransi Jiwa InHealth Indonesia dengan pemanfaatan benefit persalinan sectio caesaria produk managed care dengan menggunakan data sekunder yaitu perusahaan yang mengambil benefit persalinan sebanyak 1.441 perusahaan. Disain penelitian ini adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara karakteristik group yaitu proporsi wanita usia subur, proporsi perempuan menikah, rerata jumlah anak, jenis badan usaha dan besar kelompok dengan pemanfaatan benefit persalinan sectio caesaria, ditemukan variabel dominan yang berhubungan dengan pemanfaatan benefit persalinan sectio caesaria diantaranya kelompok besar, kelompok sedang dan proporsi wanita usia subur. Kata kunci : Sectio Caesaria, Managed Care


This thesis discusses the relationship characteristics of participating companies PT. Asuransi Jiwa InHealth Indonesia benefit to the utilization of sectio caesaria maternity, managed care product. Using secondary data,  the companies that take the benefit of maternity by the number of 1441 companies. This study design was cross sectional. The result showed relationship between the characteristics of the group: the proportion of women of childbearing age, the proportion of married women, the average number of children, types of bussiness and type of groups to the utilization of benefits sectio caesaria and found that the dominant variabel are a large group, average group, and the proportion of women are childbearing age. Key words : Sectio Caesaria, Managed Care

Read More
T-3628
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wisda Trisnawati; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Jaslis Ilyas, Basrin Harsono Sigalingging
Abstrak:
Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Namun, kualitas SDMK masih menjadi masalah di Indonesia padahal kualitas tersebut dapat ditingkatkan melalui pelatihan. Sepanjang 2015-2016 hanya 30,1% penyedia pelayanan kesehatan dan staf pendukung yang mendapatkan pelatihan. Kendala yang terjadi adalah masih banyaknya program pelatihan yang tidak memiliki proses manajemen pelatihan yang baik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis manajemen pelatihan tenaga kesehatan pada Medical Service Training Program (Medstrap) yang diselenggarakan oleh Perusahaan X sebagai provider layanan kesehatan. Analisis manajemen pelatihan yang digunakan pada penelitian ini adalah ADDIE (analyze, design, develop, implement, evaluate) Model. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi sedangkan data sekunder melalui telaah dokumen. Penelitian ini menunjukkan hasil, antara lain: (1) Analyze – Analisis kebutuhan pelatihan didasarkan atas komplain dari klien dan identifikasi tujuan pelatihan belum memenuhi aspek SMART; (2) Design – Identifikasi tujuan pembelajaran, pengembangan kerangka materi, metode, dan instrumen penilaian pelatihan sudah dilakukan tetapi belum didokumentasikan sebagai blueprint; (3) Develop – Pengembangan materi dan media pelatihan dilakukan berdasarkan kebutuhan peserta dan pemateri tanpa proses validasi; (4) Implement – Proses pelaksanaan pelatihan didukung dengan penguasaan materi oleh pemateri tetapi belum didukung dengan penyampaian materi dan manajemen waktu yang baik; (5) Evaluate – Evaluasi proses belum dilakukan secara menyeluruh dan evaluasi efektivitas baru mencapai tingkat 1 (reaction). Peneliti menyimpulkan bahwa manajemen pelatihan yang baik dapat mendukung pelatihan yang efektif dan efisien. Perusahaan X perlu melakukan upaya perbaikan pada beberapa proses dan mempertahankan proses yang sudah baik.

Human resources for health (HRH) is the main key to achieving health development goals. However, the quality of HRH is still a problem in Indonesia even though this quality can be improved through training. During 2015-2016 only 30.1% of health service providers and support staff received training. The obstacle that occurs is that there are many training programs that do not have a good training management process. This research was conducted to analyze the management of training for health workers in the Medical Service Training Program (Medstrap) organized by Company X as a health service provider. The training management analysis used in this study is the ADDIE (analyze, design, develop, implement, evaluate) model. This study uses a cross-sectional design with a qualitative approach with primary data obtained through in-depth interviews and observation and secondary data through document review. This research shows the results, including: (1) Analyze – Analysis of training needs based on complaints from clients and identification of training objectives that do not meet the SMART aspect; (2) Design - Identification of learning objectives, development of material frameworks, methods and training assessment instruments have been carried out but have not been documented as blueprints; (3) Develop - The development of training materials and media is carried out based on the needs of the participants and presenters without a validation process; (4) Implement - The process of implementing the training is supported by mastery of the material by the presenters but not yet supported by good delivery of material and time management; (5) Evaluate - Process evaluation has not been carried out thoroughly and evaluation of effectiveness has only reached level 1 (reaction). The researcher concludes that good training management can support effective and efficient training. Company X needs to make efforts to improve several processes and maintain good processes.
Read More
S-11392
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firna Rania Rizkiani Fouady; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Jaslis Ilyas, Dwiana Maya A.
Abstrak:
Transformasi layanan kesehatan dari tradisional ke layanan yang berpusat kepada pasien membuat arah pelayanan menjadi lebih holistik. Dengan implementasi layanan tersebut, SDM kesehatan dituntut untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya sehingga dapat memberikan layanan yang terbaik kepada pasien. Kinerja pada SDM kesehatan dapat ditingkatkan melalui implementasi desain pekerjaan yang memenuhi kelima dimensi pekerjaan, yaitu variasi keterampilan, identitas tugas, signifikansi tugas, otonomi, dan umpan balik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pekerjaan beserta lima dimensinya dan kinerja SDM kesehatan di RS Grha Permata Ibu dengan metode penelitian kuantitatif. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara daring dengan metode self-administered questionnaire. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara karakteristik pekerjaan, identitas tugas, signifikansi tugas, dan umpan balik dengan kinerja SDM kesehatan di RS Grha Permata Ibu. Sementara itu, terdapat hubungan yang lemah dan signifikan antara variasi keterampilan dan otonomi dengan kinerja SDM kesehatan. Rekomendasi yang diberikan dari hasil penelitian ini adalah mengidentifikasi kesesuaian antara variasi keterampilan yang dibutuhkan dengan yang dimiliki individu sebagai bahan pengembangan SDM, mendorong SDM kesehatan untuk terlibat penuh dalam seluruh proses kerjanya melalui impelementasi rotasi kerja, meninjau kembali kebijakan yang mengatur terkait otonomi kerja, mempromosikan budaya kerja yang mendorong inisiatif SDM kesehatan, serta mengevaluasi efektivitas sistem pemberian umpan balik.

The transformation of healthcare services from traditional models to patient-centered care has led to a more holistic approach to patient care. This shift has placed increased demands on healthcare professionals to continuously improve their performance in order to deliver the best possible care to patients. One approach to enhancing healthcare workforce performance is to implement job design principles that fulfill the five dimensions of work: skill variety, task identity, task significance, autonomy, and feedback. This research aimed to investigate the relationship between job characteristics and their five dimensions, and the performance of healthcare professionals at Grha Permata Ibu Hospital. A quantitative research methodology was conducted, utilizing self-administered online questionnaires for data collection. The findings revealed a positive and significant relationship between job characteristics, task identity, task significance, and feedback with the performance of healthcare professionals at Grha Permata Ibu Hospital. However, a weak yet significant relationship was observed between skill variety and autonomy with healthcare worker performance. The research suggests several strategies to improve the performance of healthcare professionals at Grha Permata Ibu Hospital by identify the alignment between required and individual skill sets as a basis for workforce development initiatives, encourage active involvement of healthcare professionals in the entire work process by implementing job rotation strategies, review internal policies regarding work autonomy to enhance empowerment and decision-making capabilities, promote a work culture that encourages initiative, and evaluate the effectiveness of the feedback system.
Read More
S-11594
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gabriela Bianca; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Prastuti Soewondo, Purnawan Junadi
Abstrak: Penggunaan aplikasi pelacakan kontak merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi pandemi global COVID-19 dengan angka kasus yang terus meningkat. Aplikasi pelacakan kontak yang digunakan di Indonesia adalah PeduliLindungi yang menjadi salah satu syarat untuk mengakses area publik, dimana pada awalnya diberlakukan pada wilayah Jawa-Bali. Namun, dalam penggunaannya masih ditemukan tantangan yang memengaruhi mutu layanan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap mutu layanan aplikasi PeduliLindungi berdasarkan dimensi E-Servqual. Metode yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan persepsi pengguna terhadap mutu aplikasi PeduliLindungi sudah baik dengan penilaian yang positif pada dimensi-dimensi mutu layanan aplikasi PeduliLindungi. Dimensi yang memiliki hubungan signifikan terhadap persepsi pengguna terhadap mutu aplikasi PeduliLindungi (ESQ) adalah dimensi pengalaman pengguna (EXP) dan kepercayaan pengguna (TRU). Sedangkan dimensi reliabilitas (REL), ketanggapan (RES), kemudahan penggunaan (EOU), privasi (PRI), ketersediaan sistem (SA), desain aplikasi (WD), serta kualitas informasi (IQ) tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap persepsi pengguna terhadap mutu aplikasi PeduliLindungi (ESQ). Saran yang dapat diberikan adalah dengan meningkatkan dan memperbaiki fungsi sistem dan teknis serta meningkatkan keamanan terhadap data pengguna.
The use of contact tracing application is one of the efforts made to overcome the global COVID-19 pandemic with the continued rapid increase in the number of cases. PeduliLindungi is contact tracing application that used in Indonesia which is one of the conditions for accessing public areas, which was initially applied to the Java-Bali area. However, in its use there are still challenges that effect the quality of PeduliLindungi electronic services. This study aims to analyze user perceptions of the service quality of the PeduliLindungi based on the E-Servqual dimensions. Observational with a quantitative approach using a cross sectional design is used as method in this study. The result showed that the user?s overall perception of the quality of PeduliLindungi was good with positive assessment of the service quality dimensions of the PeduliLindungi application. The dimensions that have significant relationship to user perceptions of the PeduliLindungi quality (ESQ) are user experience (EXP) and user trust (TRU). While the dimensions of reliability (REL), responsiveness (RES), ease of use (EOU), privacy (PRI), system availability (SA), application design (WD), and information quality (IQ) did not have significant relationship to user perceptions on the the quality of PeduliLindungi (ESQ). Recommendation that can be given are to improve the system and technical functions and increase the security of user data.
Read More
S-11057
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive