Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 36007 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Qurratul Aini, Sito Meiyanto, Andreas Meliala
JMPK Vol.07, No.04
Yogyakarta : UGM, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Melati SDW; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Anhari Achadi, Mieke Savitri, Rosmida S.
Abstrak:

Rendahnya motivasi karyawan menunjukan adanya masalah kepemimpinan dan kepuasan kerja. Tingginya turnover pegawai di RS Yadika Pondok Bambu mengindikasi permasalahan kepuasan kerja dan komitmen. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan dan hubungan kepuasan kerja dengan komitmen organisasi di RS Yadika Pondok Bambu. Besar sampel 193 orang. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner.Gaya kepemimpinan transformasional dialami 58% karyawan dan transaksional 42%. Karyawan yang puas 50.28%, yang tidak puas 49.7%. Komitmen afektif&normatif didapatkan pada 67% karyawan dan kontinu 33%. Terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kepuasan kerja karyawan. Terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan komitmen organisasi.


Low motivation of employees indicates the issue of leadership and job satisfaction. The high turnover of employees in RS Yadika Pondok Bambu indicates job satisfaction and commitment issues. The purpose of this study was to determine the association between leadership style and job satisfaction and association between employee job satisfaction and organizational commitment in RS Yadika Pondok Bambu. Sample size was 193 people. Research carried out by spreading questionnaire. Transformational leadership style was experienced by 58% of employees and transactional style was 42%. 50.28% of employees were satisfied, 49.7% dissatisfied. Affective and normative commitment was found in 67% of employees and 33% continuous commitment. There is an association between leadership style and job satisfaction of employees. There is an association between job satisfaction and organizational commitment.

Read More
B-1532
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Moh. Abdurrokhman; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Ede Surya Darmawan, Achmad Shochibul Birri, Joko Murdiyanto
Abstrak:
Latar Belakang: Budaya keselamatan merupakan budaya yang harus dibangun oleh rumah sakit untuk menciptakan pelayanan yang bermutu. Budaya keselamatan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal sebagian masih membudaya lemah. Salah satu unsur pembentuk budaya adalah kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepemimpinan spiritual dengan budaya keselamatan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif dan disain penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari kuesioner kepemimpinan spiritual menurut Fry dan kuesioner Survey On patient safety versi 2.0 dari AHRQ. Hasil dan Pembahasan: Analisis data dari 330 responden dengan menggunakan uji korelasi pearson product moment menunjukan visi, harapan/keyakinan, cinta altruistik, makna/panggilan jiwa dan keanggotaan berhubungan dengan budaya keselamatan rumah sakit (p<0,05). Analisis regresi linear ganda menunjukan cinta altruistik, harapan dan keyakinan, serta keanggotaan berkontribusi terhadap budaya keselamatan rumah sakit. Kesimpulan: Kepemimpinan spiritual berhubungan dengan budaya keselamatan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Penerapan kepemimpinan spiritual diharapkan dapat meningkatkan budaya keselamatan di RSI PKU Muhammadiyah Tegal.

Background: Safety culture is a culture that must be built by hospitals to create quality services. Some of safety culture dimension at RSI PKU Muhammadiyah Tegal are still weak. One of the building blocks of culture is leadership. This study aims to analyze the relationship between spiritual leadership and hospital safety culture at RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Method: This research is a descriptive analytic study with a quantitative approach and cross-sectional research design. The study used a questionnaire adapted from the spiritual leadership theory questionnaire according to Fry and the Survey On patient safety culture questionnaire version 2.0 from AHRQ. Results and Discussion: Data analysis of 330 respondents using the Pearson product moment correlation test showed that vision, hope/faith, altruistic love, meaning/calling and membership were related to hospital safety culture (p <0.05). Multiple linear regression analysis shows altruistic love, hope/faith, and membership contribute to safety culture in hospital. Conclusion: There is correlation between spiritual leadership and safety culture at RSI PKU Muhammadiyah Tegal. Implementing spiritual leadership can improve safety culture in RSI PKU Muhammadiyah Tegal
Read More
B-2229
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kristiana Suryaningrum; Pembimbing: M. Hafizurrachman; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Pujiyanto, Boy E.R. Wajong, Estina Nainggolan
B-1324
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Feronika Hardanti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Amal C. Sjaaf, Eka Putra, Hilmi
Abstrak: Abstrak
Latar Belakang. Rumah Sakit merupakan salah satu pelayanan jasa yang dalam melakukan aktivitasnya, tidak boleh lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tingkat persaingan yang semakin ketat dikalangan usaha Rumah Sakit mempersyaratkan adanya daya saing bagi Rumah Sakit agar dapat memenangkan persaingan yang ada. Salah satu bentuk daya saing yang harus diciptakan oleh usaha Rumah Sakit adalah kualitas layanan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas layanan Rumah Sakit perlu terus menerus dilakukan. Kepemimpinan sebagai salah satu indikator kualitas sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu organisasi termasuk rumah sakit. Dengan kepemimpinan yang baik, maka diharapkan dapat mempengaruhi komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan yang dampak akhirnya adalah peningkatan mutu pelayanan. Penelititan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional (potong lintang). Analisis digunakan adalah analisis korelasi dengan menganalisis hubungan antara variable dependen dengan variable independen. Data diperoleh dari kuesioner yang dibagikan dan responden dipilih secara acak. Hasilnya adalah gaya kepemimpinan yang paling dominan adalah gaya kepemimpinan Demokratik/Partisipatif dimana tingkat komitmen, loyalitas dan kinerja karyawan serta ,mutu pelayanan sudah sukup baik hanya belum mencapai harapan. Variable yang paling mempengaruhi mutu pelayanan diketahui dari penelitian adalah variable loyalitas.
 

Background. The hospital is one of the services that in conducting its activities should not be separated from the development of science and technology. The level of competition among enterprises increasingly requires Hospital to compete in order to win the competition. One form of competitiveness must be created by the efforts of the hospital’s quality of service. Therefore, the improvement of the quality of hospital service needs to be continuously carried out. Leadership as one of the indicators of the quality of human resources are the factor that determine the success of an organization including hospital. With good leadership, it is expected to affect the commitment, loyalty and work performance and ultimately impact the quality of service. This study is an analytical descriptive study with a quantitative approach. The research design used was cross sectional. Analysis of the correlation was used to analyze the relationship between the dependent variable and the independent variable. Data obtained from questionnaires distributed and respondents chosen randomly. The result is the dominant leadership style is the Democratic style, while the level of commitment, loyalty and work performance of the employee as well as the service quality is good but below the expectations. The variable that affects the service quality the most is the loyalty variable.
Read More
B-1527
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Nur Djannah, Ika Sukma Arianti
BPSK Vol.13, No.4
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Francis Johanes; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Mieke Savitri, Cecep Sutisna, Wawang Kuswarso
B-1348
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Kristiana Suryaningrum; Pemb. Sandi Iljanto; Penguji: Mieke Savitri, Estina Nainggolan
S-5392
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sulaiman; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Dian Ayubi
Abstrak:
Menghadapi pasar global dimana persaingan menjadi sangat terbuka, maka rumah sakit harus mampu merubah paradigmanya sehingga berorientasi kepada pelanggan dan mutu pelayanan. Diketahui mutu pelayanan adalah bersifat abstrak, banyak penelitian sudah memberi definisi mutu pelayanan rumah sakit termasuk asuhan keperawatan. Mutu asuhan keperawatan erat kaitannya dengan nilai-nilai yang dianut oleh perawat sebagai pemberi jasa yang, disediakan rumah sakit dan pasien pasien sebagai penerima jasa pelayanan. Desain penelitian adalah cross sectional dan merupakan penelitian survey dengan penyebaran kuesioner terhadap 140 perawat yang bekerja pada Rumah Sakit Cut Mutia Lhokseumawe. Ada lima faktor yang dipakai untuk mengukur kepuasan kerja perawat, yaitu berdasarkan kepuasan penghasilan, peluang promosi, kondisi kerja, pengawasan, dan kerja tim. Dimensi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy digunakan untuk mengukur persepsi mutu asuhan keperawatan. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa ada hubungan yang berarti antara kepuasan kerja perawat dengan persepsi mutu asuhan keperawatan, dimana makin tidak puas seorang perawat dalam tugasnya menunjukkan makin tidak sesuai persepsi mutu asuhan keperawatan yang diberikan (p-value = 0,001). Hal ini juga erat kaitannya dengan karakteristik perawat itu sendiri. Keseluruhan faktor kepuasan 78.6% responden tidak puas dalam kerjanya dan 51.4% responden mempunyai persepsi mutu asuhan keperawatan yang diberikan tidak sesuai dengan keseluruhan dimensi mutu pelayanannya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh manajemen rumah sakit sebagai salah satu acuan untuk menyusun strategi perbaikan mutu pelayanan rumah sakit dan kepuasan kerja pegawainya.

Facing the global market, which open competition, the hospital need to change their paradigm to be quality service-centered and patient oriented. Since quality is a relative term, many health service researchers have defined quality of hospital services including nursing health care. Nursing health care realized that quality is to a large extent is determine by the conditions and values of Nurses as the service provider of hospital as well as the patients as the recipient of the health care services. The research design was cross sectional on a survey of 140 nurses at Lhokseumawe General Hospital. The questionnaire contains five dimension, which are tangible, reliability, responsiveness, assurance, and empathy that describe perception of nurses on quality of nursing health care who's provide the services in hospital. There are also contains five factor of nurses job satisfaction that are salary, promotion, work condition, control, and teamwork satisfaction. Both quality of nursing health care and nurses job satisfaction have scale that qualify or unqualified of nursing health care perception and satisfy or unsatisfied of nurses job on his/her work. The investigation show that have had the significant association between nurses job satisfaction and quality of nursing health care perception where if a nurse was unsatisfied on his/her work job, then perception of nursing health care was also unqualified for nurse itself (p-value = 0.001). The overall satisfaction there are 78.6% of respondent were unsatisfied on his/her job work and 51.4% of respondent were unqualified on perception of nursing health care itself. The results of this research is expected to provide the Lhokseumawe General Hospital with data and information in developing the hospital service quality improvement and job satisfaction in term of sustainable development.
Read More
T-1667
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive