Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19536 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dewi Permaesih
Seri Gizi 14
Bogor : P3G, 1991
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uken S. Soetrisno
Seri Gizi 14
Bogor : P3G, 1991
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryana Purawisastra
Seri Gizi 20
Bogor : P3G, 1997
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryana Purawisastra
Seri Gizi 14
Bogor : P3G, 1991
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Trimartani; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Anhari Achadi, Ratna Dwi Restuti, Achmad Soebagio
Abstrak: Latar Belakang: Pusat implan koklea (IK) merupakan salah satu pelayanan unggulan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Pelayanan implan koklea ini dapat dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap preoperasi, tahap operasi, dan tahap postoperasi (habilitasi). Sebagai pusat IK, pelayanan tersebut belum berjalan secara maksimal serta belum memiliki tahap postoperasi yang lengkap berupa audio verbal therapy (AVT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kegagalan yang ada sehingga mengganggu mutu pelayanan implan koklea di RSCM dan memberikan rekomendasi terbaik agar pelayanan implantasi koklea di RSCM dapat menjadi yang terbaik dan paripurna.

Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui rekam medis, observasi, dan wawancara mendalam serta focus group discussion. Penelusuran rekam medis dari pasien yang pernah menjalani implan koklea di RSCM dalam periode 3 tahun pada 2015-2017 memberikan gambaran mengenai karakteristik pasien, diagnosis, hasil pemeriksaan preoperasi, dan data operasi pasien. Selain itu, dilakukan pula observasi nonpartisipatif untuk melihat proses layanan implantasi koklea selama 3 bulan. Wawancara mendalam dan focus group discussion dilakukan untuk mencari dan mengkonfirmasi faktor kegagalan beserta masukan untuk mengatasinya. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang diintegrasikan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) dapat memberikan corrective action terbaik bagi pelayanan IK di RSCM.

Hasil Penelitian: Dari penelitian ini, didapatkan bahwa sebagian besar pasien IK di RSCM berusia 1-3 tahun dan mayoritas berasal dari luar Jabodetabek. Durasi pemeriksaan konsultasi praoperasi terlama ditemukan di bagian ilmu kesehatan Anak RSCM. Focus group discussion menggunakan FMEA menemukan beberapa masalah dalam proses pelayanan IK dan merumuskan corrective action berupa pengadaan pelayanan AVT, pembuatan buku komunikasi untuk pasien, dan pengadaan case manager. Dari corrective action yang ada, telah dihitung preference score menggunakan koefisien korelasi dengan SWOT, dan didapatkan corrective action dengan nilai tertinggi adalah mengadakan pelayanan AVT di RSCM.

Kesimpulan: Alternatif corrective action yang terpilih untuk meningkatkan mutu pelayanan IK di RSCM agar menjadi paripurna adalah menyediakan pelayanan AVT di RSCM.

Kata kunci: Failure Mode and Effect Analysis, FMEA, SWOT, pelayanan implan koklea, AVT

Background: As a national referral hospital, Cipto Mangunkusumo National Center General Hospital (RSCM) provides several excellent services, one of which is cochlear implantation center. The cochlear implant service in RSCM is a complete implant cochlear service that performs integrated cochlear implant services in one hospital. The cochlear implant services were divided into three stages, pre-operative stage, operative stage, and post-operative stage (habilitation). However, this program had not run optimally due to the absence of habilitation process such as audio verbal therapy (AVT). This study aimed to analyze the failure mode that might affect the quality of the cochlear implant services in RSCM and to give the best recommendation to create the best and holistic cochlear implant services.

Methods: This research was a qualitative study using data from the medical records, observation, and in-depth interview as well as focus group discussion. Medical records searching was done in 3 consecutive years from 2015 until 2017 to provide data regarding the characteristic of patients, diagnosis, the pre-surgical examination results, and the surgery. Additionally, non-participative observation was performed to discern the process of cochlear implantation services. Indepth interview and focus group discussion was done to identify and confirm the failure mode also inputs to overcome the situation. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) integrated with Strength, Weakness, Opportunity and Threat (SWOT) proposed the best corrective actions to improve the quality of cochlear implant services in RSCM.

Results: This study showed that most patients underwent cochlear implant surgery in RSCM were aged 1-3 years old and the large proportion of patients were from out of Jakarta and its surrounding area. The longest duration of pre-surgical examination was in the Department of Pediatric Health RSCM. Focus group discussion using FMEA had identified some problems during the process of cochlear implant services and had determined three corrective actions, which were to establish AVT in RSCM, to create a liaison book, and to provide a case manager. From these corrective actions, we counted the preference score using correlation coefficient and SWOT and we found that the corrective action with the highest score were to establish AVT in RSCM.

Conclusion: The chosen corrective action for quality improvement in Cochlear Implant Center RSCM was to conduct AVT in RSCM.

Keywords: Failure mode and effect analysis, FMEA, SWOT, cochlear implant center
Read More
B-2032
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
P. 641.1 SIM k
[s.l.] : Bogor: Puslitbang Gizi, 1990, s.a.]
Prosiding   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ukuen SS Soetrisno, Rossi RS Apriyantono
Seri Gizi, Vol.28, No.1, Jun. 2005
Bogor : P3GM, 2005
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti H. Soetedjo
LP 362.8 LAP l
Jakarta : PHLM dan Pengembangan Gizi, 1991
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Setia Nugraha; Pembimbing: Endang L. Achadi; Penguji: Asih Setiarini, Tiara Lutfie
Abstrak: Pendidikan gizi sangat penting diajarkan pada anak sejak usia dini. Dengan pengetahuan gizi yang rendah maka akan mempengaruhi pola makan anak dan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit degeneratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan gizi pada siswa di 2 sekolah dasar.Intervensi dilakukan dengan menggunakan media komik Gizi Seimbang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian praeksperimental dengan desain one-group pre-test post-test. Penelitian dilakukan terhadap 83 siswa SDN 01 Pondok Cina dan 67 siswa MI Nurul Iman Depok pada Mei 2014. Penelitian menggunakan kuesioner sebelum, sesudah dan 2 minggu sesudah dilakukan intervensi. Analisis statistik data menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen. Hasil uji t berpasangan menunjukkan adanya rata-rata skor pengetahuan yang lebih tinggi saat post-test dan post-test 2 dibandingkan dengan pre-test pada kedua kelompok. Hasil uji t independen menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kenaikan skor pada kelompok SDN 01 Pondok Cina dan MI NurulIman. Selain itu berdasarkan hasil uji t independen didapat bahwa ada perbedaan yang signifikan pada karakteristik responden pekerjaan ayah terhadap peningkatan skor pengetahuan gizi. Sedangkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara karakteristik keterpaparan sumber informasi, pekerjaan ibu, pendidikan ayah,pendidikan ibu dan pendapatan keluarga terhadap peningkatan skor pengetahuan gizi. Oleh karena itu, komik merupakan media yang efektif dalam menyampaikan pesan mengenai Pedoman Gizi Seimbang pada anak usia sekolah.
Kata Kunci: Pengetahuan Gizi; Komik Pendidikan; Siswa Sekolah Dasar; Karakteristik Orang Tua, Kenaikan Skor Pengetahuan
Nutrition education is very important to be taught at an early age. Lowknowledge about nutrition will affect eating behavior in children and will increasethe risk of degenerative diseases. The purpose of this study is to find out the changesin nutrition knowledge in students of two elementary schools. Intervention wasperformed using the Gizi Seimbang (Balanced Nutrition) comic media. This studywas used pre-experimental design research with one-group pre-test-post-test design.Study was conducted on 83 students of SDN 01 Pondok Cina and 67 students of MINurul Iman Depok in May 2014. This study used questionnaire before, after, and 2weeks after the intervention performed. Statistical analysis of the data uses paired-T-test and independent-T-test.Results of the paired-T-test showed that the average of knowledge score ishigher if post- and post-test 2 had given, compared to pre-test, in both groups. Resultof the independent-T-test showed no significant differences in score between SDN01 Pondok Cina and MI Nurul Iman. However, based on results of the latter T-testfound that there is significant difference on respondents with characteristics onfather‟s occupation to the improvement of nutrition education. While there was nosignificant difference between the characteristics of the exposure of information,mother‟s occupation, father‟s education, mother‟s education, and family income toimprovement of nutrition education. Therefore, comic is an effective medium toconveying message about Pedoman Umum Gizi Seimbang (General Guidelines onBalanced Nutrition) for school-age children.
Key words: Nutrition education; Educational comic; Elementary school students;Parent characteristical; Improvement of nutrition education
Read More
S-8322
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhotimah; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Amrita Devi, Yoseph Yody
Abstrak: Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang. Layanan rehabilitasi merupakan bagian dari layanan kesehatan dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup seseorang dengan mengatasi permasalahan akibat penggunaannya narkobanya. Terbatasnya kualitas dan kuantitas lembaga rehabilitasi dalam memberikan layanan menimbulkan dampak terhadap penerima layanan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk didapatkannya strategi peningkatan dan penjaminan mutu layanan rehabilitasi sebagai arah dan kebijakan ke depan dalam meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi. Metode yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan melibatkan penentu kebijakan dan sasaran kebijakan dan melakukan CDMG (Consensus Decision Meeting Group). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dari analisis faktor lingkungan eksternal kebijakan dan standar rehabilitasi menjadi sebuah peluang, sementara anggaran, koordinasi dan sinergitas K/L serta peran serta masyarakat menjadi sebuah ancaman. Analisis faktor lingkungan internal yang menjadi kekuatan adalah visi dan misi, organisasi, kepuasan penerima layanan dan prevalensi sementara yang menjadi kelemahan adalah aksesibilitas, SDM, sarana dan prasarana, sistem informasi dan penelitian serta pengembangan. Saat ini posisi Deputi Bidang Rehabilitasi berada pada posisi tumbuh dan membangun serta berada di quadran ke depan. Berdasarkan hasil analisis faktor lingkungan tersebut strategi yang dibutuhkan dalam peningkatan dan penjaminan mutu layanan rehabilitasi adalah mengoptimalkan sebuah kekuatan dan peluang dan mengurangi atau menekan kelemahan dan ancaman melalui strategi penerapan standar rehabilitasi, peningkatan kepuasan penerima layanan dan pengembangan rehabilitasi di lingkungan Deputi Bidang Rehabilitasi
Quality health service is one of the basic needs that everyone needs. Rehabilitation services are part of health services with the aim of improving the health and quality of life of a person by overcoming problems due to the use of drugs. The limited quality and quantity of rehabilitation institutions in providing services has an impact on the recipients of rehabilitation services. This study aims to find a strategy to improve and guarantee the quality of rehabilitation services as a future direction and policy in improving the quality of rehabilitation services. The method used is qualitative research by involving policy makers and policy targets and conducting a CDMG (Consensus Decision Meeting Group). Based on the research results, it was obtained from the analysis of external environmental factors, the policies and rehabilitation standards were an opportunity, while the budget, coordination and synergy of Ministries / Agencies and community participation became a threat. Analysis of internal environmental factors that become strengths are vision and mission, organization, service recipient satisfaction and prevalence while weaknesses are accessibility, human resources, facilities and infrastructure, information systems and research and development. Currently the position of Deputy for Rehabilitation is in a position to grow and develop and is in the future. Based on the results of the analysis of environmental factors, the strategy needed to improve and guarantee the quality of rehabilitation services is to optimize a strength and opportunity and reduce or suppress weaknesses and threats through the strategy of implementing rehabilitation standards, increasing service recipient satisfaction and developing rehabilitation within the Deputy for Rehabilitation
Read More
T-6033
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive