Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30145 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.34, No.5/ 158, 2007, hal: 239-241
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ketut Suwiyoga, AA Raka Budayasa
CDK-Vol.34/No.5
Jakarta : Kalbe Farma, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
AAG Raka Budayasa, I Ketut Suwiyoga, Soetjiningsih
CDK No.151 (2006)
Jakarta : Kalbe Farma, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.5, Febr. 2009, hal. 351-356, ( Cat. ada di bendel 2008 - 2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Dokter Keluarga, Vol.5, No.2, Jan. 1986 : hal. 62-65
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berkala Ilmu Kedokteran (BIK), Vol.34, No.3, 2002, hal. 173-179. ( ket. ada di bendel 2001- 2002 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laurentius Aswin
MJKI No.10
Jakarta : Medika Media Mandiri, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bella Fitri Ayu; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Helda, Hermina M. Basrie
Abstrak: Asfiksia Neonatorum adalah salah satu penyebab utama mortalitas neonatal di Indonesia dengan persentase sebesar 27%. KPD menyebabkan terjadinya oligohidramnion yang menyebabkan menngkatnya tekanan pada tali pusat sehingga mengalami penyempitan dan mengahambat aliran darah yang membawa oksigen ke janin dan menimbulkan hipoksia yang berkelanjutan hingga menyebabkan bayi menjadi asfiksia saat dilahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asosiasi KPD dengan asfiksia neonatorum. Desain studi yang digunakan adalah kohort retrospektif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD HAMBA Batang Hari, Jambi dengan sampel adalah ibu bersalin di RSUD HAMBA Batan Hari, Jambi pada tahun 2020 yang dipilih dengan metode sampel acak sederhana. Besar sampel pada penelitian ini adalah 70 sampel yang terdiri dari 35 orang terpapar dan 35 orang kontrol. Uji statistik yang digunakan adalah uji regresi cox berganda model faktor risiko. Ada hubungan KPD dengan asfiksia neonatorum gestasi, preeklampsia, dan berat badan lahir. Ibu hamil direkomendasikan untuk konsumsi vitamin C, melakukan pemeriksaan antenatal care rutin, menjaga tekanan darah dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi, mengendalikan stres, dan berkonsultasi kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan
Neonatal Asphyxia is one the main causes of neonatal mortality in Indonesia with a percentage of 27%. Premature rupture of membranes (PROM) is one of the factors that cause of nenonatal asphyxia. PROM causes oligohydramnios which causes pressure on the umbilical cord so that it inhibits blood flow that carries oxygen to the fetus and causes continuous hypoxia, causing asphyxia. The purpose of this study was to determine the association between PROM and neonatal asphyxia. The study design used was a retrospective cohort. The population in this study were all mothers who gave birth at the HAMBA Batang Hari Hospital, Jambi with the sample being mothers who gave birth at the HAMBA Batan Hari Hospital, Jambi in 2020 which were selected using a simple random sample method. The samples size in this study was 70 samples consisting of 35 people exposed and 35 controls. The statistical test used was the multiple cox regression test with the risk factor model. There is association between PROM and neonatal asphyxia after controlled b history of abortion, gestational age, preeclampsia, and birth weight. Pregnant women are recomended to consume vitamin C, do antenatal care regularly, maintain blood pressure by paying attention to the food consumed, control stress, and consult a doctor before planning a pregnancy
Read More
T-6281
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ita Marlita Sari; Pembimbing : Asri C Adisasmita; Penguji: Sabarinah, Dwirani Amelinah, Ratih Purnamasari
Abstrak: Pendahuluan. Prevalensi persalinan preterm di dunia terjadi sekitar 11,1% kelahiran hidup. Namun, persalinan preterm menyumbang angka kesakitan dan kematian neonatus sebesar 75-80%. Morbiditas bayi preterm dapat berlanjut sampai tahap perkembangan berikutnya sehingga menjadi beban secara fisik, psikologis dan ekonomi. Faktor yang diduga berperan dalam terjadinya persalinan preterm adalah ketuban pecah dini (KPD). Penelitian sebelumnya memperlihatkan adanya hubungan ketuban pecah dini terhadap persalinan preterm, namun perlu dilakukan penelitian pada populasi berbeda seperti di RSUD kota Cilegon. Tujuan Penelitian. Mengetahui besar pengaruh ketuban pecah dini terhadap kejadian persalinan preterm di RSUD Cilegon periode Juli 2014-Desember 2015. Metode Penelitian. Desain adalah kasus kontrol menggunakan data sekunder rekam medik. Populasi kasus yaitu semua ibu hamil yang melahirkan dengan usia kehamilan < 37 minggu lengkap di RSUD Cilegon dan populasi kontrol adalah semua ibu hamil yang melahirkan dengan usia kehamilan > 37 minggu di RSUD Cilegon. Sampel diambil dalam periode Januari 2014-Desember 2015. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil Penelitian. Pada analisis bivariat hubungan ketuban pecah dini dengan persalinan preterm diperoleh OR 2,97 (95% CI: 1,92-4,59) sebelum dikontrol dengan variabel kovariat. Setelah dilakukan analisis multivariat diperoleh model akhir hubungan ketuban pecah dini dengan persalinan preterm dengan mengendalikan faktor pendidikan, riwayat persalinan preterm dan anemia didapatkan OR 2,58 (95% CI: 1,68-3,98). Kesimpulan. Ibu hamil dengan ketuban pecah dini berisiko 2,58 kali untuk mengalami persalinan preterm dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami ketuban pecah dini setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, riwayat persalinan preterm, dan anemia. Kata kunci: persalinan, preterm, KPD
Read More
T-4815
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chintya Elittasari; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Kemal N. Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Nida Rohmawati, Ning Sulistyowati
Abstrak: Ketuban pecah dini (KPD) merupakan komplikasipersalinantertinggi (5,6%) menurut Riskesdas 2018 dan menjadi komplikasi persalinan urutan ketiga (16,1%) berdasarkan data SDKI 2017. Provinsi KalimantanBarat, Banten, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara merupakan 2 provinsi di masing-masing regional dengan prevalensi KPD tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh infeksi saluran reproduksi terhadap ketuban pecah dini di Provinsi Kalimantan Barat, Banten, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Maluku dan Maluku Utara dengan menggunakan data SDKI tahun 2017. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectionaldengan jumlah sampel 1816 yang diambil berdasarakan total sampel dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan 22,7 responden mengalami KPD, dan 13,2 % responden mengalami infeksi saluran reproduksi. Hasil analisis multivariat pengaruh infeksi saluran reproduksi terhadap ketuban pecah dini memiliki p-value 0,0005 dengan OR 5,685, CI 95% (3,734-8,565). Kesimpulan penelitian ini adalah ibu dengan infeksi saluran reproduksi 5,6 kali berisiko mengalami ketuban pecah dini.
Premature rupture of membranes (PRoM) is the biggest delivery complication (5,6%) based on Riskesdas Data 2018 and be the third biggest complication during labour (16,1%) based on IDHS data 2017. West Kalimantan, Banten, South Kalimantan, Gorontalo, Maluku and Maluku Utara are two provinces with the highest ProM prevalence in each region. The purpose of this study is to understand how the effect of Reproductive Tract Infection on Premature Rupture of Membranes in West Kalimantan, Banten, South Kalimantan, Gorontalo, Maluku and Maluku Utara Provinces by using IDHS data 2017. This study design is cross-sectional with 1816 sample which is appropriate with inclusion and exclusion criteria. The results is 22,7% respondent are experiencing (PRoM) and 13,2% of respondents are experiencing reproductive tract infection. Based on the multivariate analysis found that the effect of reproductive tract infection on ProM have p-value 0,0005 and OR 5,685, CI 95% (3,734-8,565). The conclusion of this study is women with reproductive tract infection 5,6 times more likely risk of PRoM experiencing.
Read More
T-5973
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive