Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33134 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Amel Yanis ... [et al.]
CDK Vol.35, No.3 (2008)
Jakarta : Kalbe Farma, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Iqbal Mikhafasa; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Yuni Kusminanti
S-5779
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Makara, No.4, Mei 2000, hal. 29-38. ( ket. ada di bendel 2000 - 2009 ); ( dan ada di bendel 2000 - 2001 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Safitri; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Diah Mulyawati Utari, Tria Astika Endah Permatasari, Suyatno
Abstrak:
Gagal tumbuh selama ini menggunakan pengukuran antropometri menurut indeks konvensional yang diukur terpisah, sementara kekurangan gizi tidak dapat berdiri sendiri. Pengukuran gagal tumbuh menggunakan CIAF diperlukan untuk melengkapi kegagalan antropometri yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gagal tumbuh dengan perkembangan anak usia 24-59 bulan di desa lokus stunting wilayah kerja Puskesmas Sungai Limau. Menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik simple random sampling, analisis chisquare dan regresi logistik model faktor risiko dengan sampel 105 anak usia 24-59 bulan. Anak mengalami perkembangan meragukan sebanyak 31,4%, perkembangan sesuai 68,6%, gagal tumbuh sebanyak 29,5% dan normal 70,5%. Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara gagal tumbuh dengan perkembangan anak(p= 0,028), gagal tumbuh berhubungan dengan perkembangan motorik kasar (p=0,002) dan kemampuan bicara bahasa (p=0,050).Variabel lain yang berhubungan dengan perkembangan anak yaitu pendidikan ibu (p= 0,002), pekerjaan ibu (p= 0,003),pendapatan(p= 0,003), ASI ekslusif (p= 0,0034), dan stimulasi (p= 0,0005). Analisis multivariat menunjukkan gagal tumbuh tetap konsisten berhubungan dengan perkembangan anak (p= 0,002). Gagal tumbuh berhubungan dengan perkembangan meragukan setelah dikontrol beberapa variabel kovariat. Pelaksanaan program deteksi dini tumbuh kembang anak memerlukan kerjasama dan komitmen lintas sektor kesehatan dan pendidikan yaitu mengintegrasikan kegiatan posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini.
Failure to thrive so far using anthropometric measurements according to conventional indices measured separately, while malnutrition cannot stand alone. Measurement of failure to thrive using CIAF is needed to complement more comprehensive anthropometric failures. This study aims to determine the relationship between failure to thrive and the development of children aged 24-59 months in the stunting locus village of the Sungai Limau Health Center work area. Using a cross-sectional study design with simple random sampling techniques, chisquare analysis and logistic regression risk factor models with a sample of 105 children aged 24-59 months. Children experienced dubious development as much as 31.4%, corresponding development 68.6%, failure to grow as much as 29.5% and normal 70.5%. Bivariate results showed an association between failure to thrive with child development (p = 0.028), failure to thrive was associated with gross motor development (p = 0.002) and speech skills (p = 0.050). Other variables related to child development were maternal education (p = 0.002), maternal employment (p = 0.003), income (p = 0.003), exclusive breastfeeding (p = 0.0034), and stimulation (p = 0.0005). Multivariate analysis showed failure to thrive remained consistently associated with child development (p = 0.002). Failure to thrive was associated with dubious development after controlling for several covariate variables. The implementation of early detection programs for child growth and development requires cooperation and commitment across the health and education sectors, namely integrating posyandu and Early Childhood Education activities.
Read More
T-6593
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), No.62, 1990, hal. 41-45, ( cat. ada di bendel 89/90 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Pujiyanti; Pemgimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Asih Setiarini, Ratu Ayu Dewi Sartika, Sahruna, Nurmala Meilasari
Abstrak:
Kekurangan gizi pada anak merupakan masalah yang sangat penting di Indonesia, misalnya seperti berat badan rendah, anak sangat kurus, dan stunting (UNICEF, 2020b). Masalah stunting adalah akumulasi dari masalah gizi lainnya dan harus segera ditangani. Prevalensi stunting di Indonesia paling banyak terjadi pada masyarakat miskin, yang memengaruhi sekitar 50 juta orang (Susenas BPS, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Variabel independen pada penelitian ini adalah pendidikan ayah dan ibu, pengetahuan gizi ibu, pekerjaan ayah dan ibu, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, biaya konsumsi makanan anak per hari, biaya konsumsi protein hewani per hari, dan biaya konsumsi susu per hari. Analisis data menggunakan chi-square, man-whitney, dan regresi logistik biner. Hasil penelitian ini menunjukkan, kejadian stunting tidak berhubungan signifikan dengan pendidikan ayah dan ibu, pengetahuan gizi ibu, pekerjaan ayah dan ibu, jumlah anggota keluarga, dan biaya konsumsi susu per hari. Sedangkan, variabel pendapatan keluarga, biaya konsumsi makanan anak per hari, dan biaya konsumsi protein hewani per hari berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Variabel yang paling berhubungan terhadap kejadian stunting pada penelitian ini adalah variabel biaya konsumsi makanan anak.


Malnutrition in children is a critical issue in Indonesia, manifesting as low birth weight, severely underweight children, and stunting (UNICEF, 2020b). Stunting is a cumulative result of other nutritional problems and requires immediate attention. The highest prevalence of stunting in Indonesia occurs among the poor, affecting approximately 50 million people (Susenas BPS, 2023). This study aimed to determine the relationship between socioeconomic factors and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Tanjung Priok District, North Jakarta. This was a quantitative study employing a cross-sectional design. The independent variables in this study included paternal and maternal education, maternal nutrition knowledge, paternal and maternal occupation, family income, number of family members, daily child food consumption costs, daily animal protein consumption costs, and daily milk consumption costs. Data analysis utilized chi-square tests, Mann-Whitney U tests, and binary logistic regression method. This study found that the incidence of stunting was not significantly associated with paternal and maternal education, maternal nutrition knowledge, paternal and maternal occupation, the number of family members, or daily milk consumption costs. In contrast, family income, daily child food consumption costs, and daily animal protein consumption costs were significantly associated with the incidence of stunting. Among these variables, daily child food consumption costs was the most strongly associated with the incidence of stunting.
Read More
T-7417
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indo. (MKI), Vol.45, No.3, Mar. 1995, hal: 191-195
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bambang Sukana, Haryoto K., Kusnindar
BPK Vol.21, No.1
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Mardiana; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Penguji: Sandi Iljanto, Theresia Sedyanti
S-4869
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive