Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18334 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Hidayati
MJKI No.11
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2008
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Dokter Keluarga, Vol.5, No.5, Apr. 1986 : hal. 259-260
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
media indonesia; 2015
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.3, April 2011, Hal. 225. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
IMIRPK Ed.3
Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.38, No.1, Jan. - Febr. 2011, Hal. 43. ( ket. ada di bendel 2011-2012)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara
MJKI No.12, XXXII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irnawati; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Tri Krianto, Evi Martha, Wira Hartiti, Fathiyan Rizki
Abstrak: Di berbagai negara, proporsi penduduk mencapai lanjut usia (lansia) meningkat dan menjadi perhatian seluruh dunia. Tahun 2010-2035 diproyeksikan Indonesia memasuki periode lanjut usia (ageing population). Sehingga upaya perbaikan dan peningkatan kualitas hidup pada lansia memerlukan perhatian khusus. Populasi lansia yang potensial di Kota Cirebon adalah di Kecamatan Kejaksan, tahun 2013- 2015 mencapai 3.785 sampai 3.831 orang. Diketahui jumlah kasus pada urutan pertama untuk ganguan status mental emosional ada di wilayah Kecamatan Kejaksan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada lanjut usia setelah dikontrol dengan variabel konfounding jenis kelamin, tingkat pendidikan, status perkawinan, pekerjaan, merokok dan status gizi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon bulan Mei 2017. Penelitian menggunakan desain studi cross sectional, pengambilan sampel stratified random sampling, pengumpulan data dilakukan dengan melalui wawancara dengan kuesioner pada 110 responden. Hasil penelitian ini menemukan pada responden dengan kualitas hidup baik, 93,4% memiliki aktivitas fisik yang cukup. Hasil regresi logistik menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup setelah dikontrol dengan variabel status pernikahan (p value = 0,0005, CI= 3,512 - 38,709). Aktivitas fisik yang cukup merupakan faktor meningkatnya kualitas hidup, peningkatan kualitas hidup ini meningkat pada lansia yang memiliki pasangan hidup atau dengan status menikah. Kata Kunci : Kualitas hidup, Lansia, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Aktivitas Fisik In many countries, the proportion of the population reaches the elderly (elderly) increases and is a worldwide concern. In 2010-2035, Indonesia is projected to enter a period of aging (ageing population). So that efforts to improve and improve the quality of life in the elderly require special attention. The potential elderly population in Cirebon City is in the District of Kejaksan, 2013-2015 years reaching 3,785 to 3,831 people. It is known that the number of cases in the first sequence for emotional mental status disorder is in the Kejaksan sub-District. This study aims to determine physical activity related to quality of life among elderly after controlled by variables confounding sex, education level, marital status, occupation, smoking and nutritional status. This research was conducted in Kejaksan sub-District, Cirebon in May 2017. The study used cross sectional study design, stratified random sampling, data collection was done through interview with questioner on 110 respondents. The results of this study found in respondents with good quality of life, 93.4% have adequate physical activity. Logistic regression results showed significant relationship between physical activity and quality of life after controlled with marital status variables (p value = 0,0005, CI = 3,512 - 38,709). Sufficient physical activity is a factor of increasing quality of life, improved quality of life is increased in elderly people who have a spouse or married status. Keywords: Quality of life, Elderly, Cirebon, Physical Activity
Read More
T-5010
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nada Aliyatunnisa; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Prima Alhazimi, Bhayu Hanggadhi Nugroho
Abstrak:
Penyakit Gagal Jantung di Rumah Sakit Universitas Indonesia Tahun 2026 Gagal jantung merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan angka morbiditas dan mortalitas tinggi yang berdampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup pasien. Aktivitas fisik diidentifikasi sebagai salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada pasien penyakit gagal jantung di Poli Jantung dan Kardiovaskular Rumah Sakit Universitas Indonesia Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ LF dan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner SF 36. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis stratifikasi menggunakan uji Mantel-Haenszel. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik cukup (70,4%) dan kualitas hidup buruk (56,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien gagal jantung (p value = 0,003; OR = 4,432; 95% CI: 1,606–12,236). Pasien dengan aktivitas fisik cukup berpeluang 4,432 lebih besar memiliki kualitas hidup baik dibandingkan pasien dengan aktivitas fisik kurang. Peningkatan program rehabilitasi jantung dan edukasi aktivitas fisik di fasilitas kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien gagal jantung.

Heart failure is one of the non communicable diseases with high morbidity and mortality rates that significantly impacts patients quality of life. Physical activity has been identified as an important factor that can influence the quality of life of heart failure patients. This study aimed to determine the relationship between physical activity level and quality of life in heart failure patients at the Cardiology and Cardiovascular Polyclinic of Universitas Indonesia Hospital in 2026. This study used an analytic observational design with a cross sectional approach. The sample consisted of 98 respondents selected using simple random sampling. Physical activity level was measured using the IPAQ LF questionnaire and quality of life was measured using the SF-36 questionnaire. Data analysis was performed bivariately using the Chi Square test and stratification analysis using the Mantel-Haenszel test. The results showed that the majority of respondents had sufficient physical activity (70.4%) and poor quality of life (56.1%). There was a significant relationship between physical activity level and quality of life of heart failure patients (p value = 0.003; OR = 4.432; 95% CI: 1.606–12.236). The Mantel-Haenszel stratification analysis showed that age and gender acted as effect modifiers, with the relationship between physical activity and quality of life being stronger in the age group
Read More
S-12346
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive