Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35529 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Bul.Pen. Sistem Kes. (Bulitsiskes), Vol.14, No.1, Jan. 2011, hal: 84-89
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erry
MPPK Vol.22, No.1
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Renia Ekawati; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo
S-3820
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Secha Alatas
304.8 ALA m
Jakarta : Kantor Menteri Negara Kependudukan RI, 1995
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aris Priya Handoko; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Bersal, Siti Yasmina Zubaedah, Rudy Kurniawan
Abstrak:

ABSTRAK Undang – Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang – Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika telah mewajibkan setiap sarana kesehatan untuk membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan pengeluaran narkotika psikotropika yang berada dalam penguasaannya. Kementerian Kesehatan RI telah membuat sebuah sistem pelaporan yang bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai pengelolaan narkotika dan psikotropika secara nasional di bawah koordinasi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Namun dalam kenyataannya, informasi yang disediakan oleh Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika yang ada saat ini belum mampu dijadikan data dasar dalam pelaporan tahunan ke International Narcotic Control Board (INCB) dan belum mampu menghasilkan informasi mengenai estimasi kebutuhan narkotika dan psikotropika secara Nasional pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki sistem pelaporan yang ada sehingga mampu menghasilkan informasi mengenai kebutuhan narkotika dan psikotropika tahunan, penggunaan per-daerah dan pernasional. Pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan pendekatan terstruktur mengikuti tahapan siklus hidup pengembangan sistem. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi sistem di Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Sistem yang dikembangkan berbentuk sebuah prototype yang menggunakan arsitektur three-tiered Client-Server serta usulan terkait kebijakan, prosedur dan sumber daya manusia.


 ABSTRACT Regulations no 35/2009 on Narcotics and no 5/1997 on Psychotropics have required health facilities to arrange, deliver and document periodic reports on the flow of narcotics and psychotropics. Ministry of Health of Republic of Indonesia has developed a reporting system to provide information on national narcotics and psychotropics management under Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. Today, information by recent Narcotics and Psychotropics reporting system has not been a basic data for yearly report to International Narcotic Control Board (INCB) and providing national estimation of narcotics and psychotropics needs for the next year. This study aims to develop and upgrade recent reporting system to provide information of yearly needs and local usage. System development uses structured approach according to phases of system development life cycle. Data collection is implemented through interview and system observation in Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. This developed system is a prototype using three-tiered Client-Server architecture and proposal related to policy, procedure and human resources.

 

Read More
T-3671
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gregorius Yuka Anindeo; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Prima Almazini, Bhayu Hanggadhi Nugroho
Abstrak: Latar Belakang: Penyakit katup jantung merupakan beban katastropik kardiovaskular yang memerlukan manajemen efisiensi di faskes tersier. Lama rawat inap (Length of Stay/LOS) menjadi indikator krusial dalam menilai utilisasi tempat tidur dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan mendapatkan distribusi dan variasi lama rawat inap berdasarkan karakteristik pasien penyakit katup jantung di Rumah Sakit Universitas Indonesia. Metode: Studi kuantitatif potong-lintang (cross-sectional) dengan pendekatan sensus (total sampling) menggunakan data sekunder rekam medis periode Januari 2021–Desember 2024 di RSUI sebanyak 227 pasien.Variabel independen meliputi karakteristik klinis (jumlah katup terdampak, tingkat keparahan, LVEF, TAPSE, status gagal jantung) dan komorbiditas (hipertensi, PJK, jumlah komorbiditas lain). Analisis pola dilakukan secara deskriptif-komparatif melalui distribusi dan variasi pada populasi keseluruhan kemudian distratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan usia. Hasil: Karakteristik pasien didominasi usia ≥50 tahun (79,7%), laki-laki (53,3%), dan gagal jantung (74,4%). Sebagian besar mengalami penurunan LVEF ≤50% (60,8%), disfungsi ventrikel kanan (TAPSE ≤16 mm; 27,8%), serta komorbiditas seperti penyakit ginjal kronis (36,1%) dan diabetes melitus (26,9%). Median lama rawat inap (LOS) adalah 5 hari (IQR 2 hari; rentang 2–18 hari). Hasil menunjukkan distribusi LOS relatif homogen pada populasi. Namun, analisis stratifikasi menemukan bahwa PJK memperpendek LOS pada laki-laki, sedangkan pada kelompok usia 60–69 tahun, tingkat keparahan katup berat, disfungsi ventrikel kanan, dan gagal jantung memperpanjang LOS. Kelompok usia >69 tahun memiliki LOS lebih singkat, mencerminkan pendekatan terapi yang lebih konservatif. Kesimpulan: Lama rawat inap pasien VHD di RSUI relatif homogen dengan median 5 hari, menunjukkan efektivitas standardisasi clinical pathway dalam mengurangi variasi pelayanan. RSUI disarankan menerapkan stratifikasi risiko sejak admisi dengan memperhatikan fungsi ventrikel kanan (TAPSE) dan komorbiditas utama, terutama pada pasien pralansia dan lansia awal.
Background: Valvular heart disease (VHD) represents a major cardiovascular burden that requires efficient management in tertiary healthcare facilities. Length of stay (LOS) is a key indicator for assessing bed utilization and operational efficiency. This study aimed to describe the distribution and variation in LOS according to the characteristics of patients with valvular heart disease at the University of Indonesia Hospital (RSUI). Methods: This quantitative cross-sectional study employed a census (total sampling) approach using secondary medical record data from 227 patients treated at the University of Indonesia Hospital (RSUI) between January 2021 and December 2024. The independent variables included clinical characteristics (number of affected valves, disease severity, LVEF, TAPSE, and heart failure status) and comorbidities (hypertension, coronary artery disease, and the number of other comorbidities). Pattern analysis was conducted using descriptive-comparative methods by examining the distribution and variation of length of stay in the overall study population, followed by stratification according to sex and age. Results: The majority of patients were aged ≥50 years (79.7%), male (53.3%), and had heart failure (74.4%). Most patients had reduced left ventricular ejection fraction (LVEF ≤50%; 60.8%), right ventricular dysfunction (TAPSE ≤16 mm; 27.8%), and comorbidities such as chronic kidney disease (36.1%) and diabetes mellitus (26.9%). The median length of stay (LOS) was 5 days (IQR: 2 days; range: 2–18 days). Overall, LOS was relatively homogeneous across the study population. However, stratified analysis showed that coronary artery disease (CAD) was associated with a shorter LOS among male patients, whereas in the 60–69-year age group, severe valvular disease, right ventricular dysfunction, and heart failure were associated with a longer LOS. Patients aged >69 years had a shorter LOS, reflecting a more conservative therapeutic approach. Conclusion: The LOS of patients with VHD at RSUI was relatively homogeneous, with a median of 5 days, suggesting that standardized clinical pathways effectively reduced variations in healthcare delivery. RSUI is recommended to implement risk stratification upon admission by considering right ventricular function (TAPSE) and major comorbidities, particularly among pre-elderly and early elderly patients.
Read More
S-12447
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaslis Ilyas
JMPK Vol.09, No.03
Yogyakarta : FK UGM, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bunawas, Zubaidah Alatas, Asep Warsona
MKP Vol.VIII, No.2
Jakarta : Unika Atma Jaya, 2001
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kes. Perkotaan (MKP), Th.Viii, No.2, 2001, hal: 59-66, (Cat. ada di bendel 2000-2003)
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shinta, Putu Marjana
Bulitkes Vol.43, No.4
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2015
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive