Ditemukan 36595 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem untuk membuat asuhan pasien lebih aman. Mengingat pentingnya pelaksanaan patient safety di rumah sakit dilakukan penelitian tentang hubungan karakteristik, pengetahuan dan motivasi terhadap perilaku patient safety pada perawat Rumah Sakit X Kota Y. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel 99 orang perawat yang dilaksanakan di bulan Februari 2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel yang berhubungan dengan sikap patient safety adalah pendidikan, pengetahuan dan motivasi. Variabel pengetahuan memiliki pengaruh yang paling besar dalam hubungannya dengan sikap patient safety pada perawat. Rekomendasi yang dapat diajukan untuk mengatasi kurangnya pengetahuan perawat tentang patient safety antara lain melakukan seleksi lebih ketat dengan memberikan ujian mengenai patient safety untuk penerimaan perawat baru sehingga rumah sakit memiliki perawat yang dapat dihandalkan dan dapat dengan tepat menempatkan perawat tersebut. Selain itu, rumah sakit juga dapat memberikan banyak pelatihan terkait patient safety secara berkala sehingga seluruh perawat dapat memahami tentang patient safety. Untuk tim patient safety, perlu melakukan penilaian khusus bagi karyawan yang memberikan laporan patient safety, sehingga meningkatkan motivasi perawat untuk melapor bila melakukan kesalahan Kata kunci : Patient Safety, Perilaku Perawat Daftar bacaan : 35 ( 1989 – 2011 ).
Hospital patient safety is a system to maintain the patient nursing safer. In view of the importance of patient safety implementation in hospital, the study was conducted to assess the relation of characteristics, knowledge, and motivation toward patient safety behavior of nurses at X Hospital in Y City. Cross sectional design was employed in this study with a sample of 99 nurses in February 2012. The study showed that education, knowledge, and motivation related to the patient safety behavior. The knowledge variable had the most influence factor in relation to the patient safety behavior of nurses. It is recommended that to overcome the lack of knowledge of nurses about patient safety is to conduct more selective in recruiting the nurse by providing a patient safety test. So, the hospital will have reliable nurses and will place them in the right position. Besides, the hospital can provide more regularly trainings related to patient safety. For patient safety team, it is needed to implement a special assessment for staffs that submit the patient safety report in order to increase the motivation of nurses to convey whenever they make mistakes. Keywords : patient safety, nurse‘s behavior References : 35 (1989—2011)
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penerapan WHO PSCG padaRumah Sakit Bali Royal dan menilai kaitan penerapan tersebut pada kejadiansalah identifikasi dan perubahan kompetensi perawat yang dinilai melalui metodeOSCE.
Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre-test and post-testdesign. Akan dinilai berupa efek pemberian pedoman WHO PSGC melalui suatuwork shop dan hands on pada perawat di RS Bali Royal. Evaluasi akan dilakukanterhadap perubahan kompetensi perawat melalui metode OSCE dengan kasuspemasanan infus yang berorientasi pada kaidah patient safety yang dinilaisebelum dan sesudah intervensi oleh penguji idependen. Kemudian dilakukanevaluasi terhadap penurunan kejadian salah identifikasi di RS Bali Royal. Analisisstatistik menggunakan uji normalitas, dan paired sample t-test untukmembandingkan adanya perubahan nilai OSCE dan kejadian salah identifikasisaat sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Karakteristik subjek penelitian menunjukkan rerata usia adalah 28 tahun,perempuan lebih banyak dari pada laki-laki (72,3%), perawat dari unit kerja rawatinap merupakan unit kerja yang terbanyak (34%), pendidikan sampel lebih banyapada tingkatan sarjana keprawatan (57,4%), pelatihan keselamatn pasien palingbanyak pernah diikuti sebanyak satu kali (59,6%), rerata lama kerja sampel adalahdua tahun. Penelitian ini menemukan bahwa pemberian intervensi berbasis WHOPSCG mampu meningkatkan kompetensi perawat dalam melakukan identifikasi(skor OSCE pre: 57,29 ± 13,81; skor OSCE post: 84,58 ± 7,37; p = 0,000) sertamampu menurunkan kejadian salah identifikasi yang diukur dalam periode satubulan sebelum dan sesudah intervensi (insiden pre: 12,50 ± 2,38; insiden post:7,25 ± 0,95; p=0,006).
Simpulan: Penerapan intervensi berbasis WHO PSCG mampu meningkatkankompetensi perawat dalam melakuka identifikasi yang dinilai melalui metodeOSCE dan mampu menurunkan kejadian salah identifikasi di RS Bali Royal.Kata
kunci: WHO PSCG, salah identifikasi, kompetensi perawat.
