Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32870 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Citra Yuliana; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Chandra Satrya, Mayarni
S-7106
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Oktaviani Adri Dwi Rizky; Pembimbing: Hendra; Penguji: Fatma Lestari, Devie Fitri
S-8988
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Akhmad Hidayat; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Baiduri, Zaenal Arifien,
S-4912
Depok : FKM-UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imas Latifah; Pembimbing: Izhar M Fihir; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Dadan Erwandi, Atna Permana, Syarifah Miftahul
Abstrak:

ABSTRAK Penularan penyakit infeksi HIV/AIDS, hepatitis B dan hepatitis C, dari pasien ke petugas kesehatan dapat terjadi melalui kecelakaan kerja. Perilaku petugas laboratoriun sebagai bagian dari petugas kesehatan dalam menerapkan kewaspadaan universal merupakan salah satu faktor penting terjadinya penularan infeksi. Petugas laboratorium yang tidak menerapkan kewaspadaan universal berisiko lebih tinggi terpajan penyakit infeksi tersebut di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perilaku kepatuhan petugas laboratorium dalam penerapan kewaspadaan universal dan menjelaskan faktor-faktor yang berkaitan dengan kepatuhan petugas laboratorium klinik dalam menerapkannya. Perilaku kepatuhan ini dapat dipengaruhi oleh faktor intrinsik dan faktor eksrinsik (Social Cognitive Theory). Penelitiani nimerupakan studi kasus yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi sebagai metoda pengumpulan data yang dilakukan sejak bulan Mei-Juni 2013 di rumah sakit “XY”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kepatuhan penerapan kewaspadaan universal pada petugas laboratorium di Rumah Sakit “XY” sebagian besar masih kurang. Faktor yang berkaitan dengan kurangnya kepatuhan petugas laboratorium terhadap kewaspadaan universal dari faktor intrinsik adalah pengetahuan, sedangkan dari faktor ekstrinsik adalah pelatihan dan dukungan atasan (pengawasan, penghargaan dan sanksi).


 ABSTRACT The transmission of infectious diseases HIV/AIDS, hepatitis B and hepatitis C from patient to health care workers can occur through accidents. Behavior of laboratory workers as part of health workers in implementing universal precautions as one of important factors is the infection transmission. Laboratory workers who are not at high risk of implementing universal precautions are more exposed to suffer infectious disease in their workplace. This study aims to explain the compliance behavior of laboratory workers in the application of universal precautions as well as factors associated with compliance in the clinical laboratory workers apply. Compliance behavior can be influenced by internal factors and eksternal factors (Social Cognitive Theory). This research is a case study using a qualitative approachment by conducting interviews and observations as data collection method since May-June 2013 at “XY” Hospital. The results indicate that the application of universal precautions compliance in laboratory workers at “XY” Hospital are still largely lacking. The factors associated with lack of this compliance on universal precautions of laboratory workers is knowledge (internal factor) whereas training and supervisor support (supevision, rewards and funishment) are related to the external factors.

Read More
T-3763
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Audra Humaira; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Alta Syamitra
Abstrak: Sistem proteksi kebakaran, sarana penyelamatan jiwa, manajemen penanggulangan kebakaran dan program pemeriksaan dan pemeliharaan sarana tersebut merupakan bagian dari sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang harus terdapat pada gedung bertingkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemenuhan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Gedung Mina Bahari III Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2012terhadap standar.
 
Desain penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang dilakukan adalah analisis perbandingan dengan standar yaitu Permen PU No.20 tahun 2009, Permen PU No.26 tahun 2008, Kepmen PU No.10 tahun 2000, SNI 03-3985-2000, NFPA 10,13,14,25,72, dan 101.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 elemen sistem proteksi kebakaran, 7 elemen sarana penyelamatan jiwa, 16 elemen manajemen penanggulangan kebakaran dan 3 elemen program pemeliharan dan pemeriksaan sarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran tidak sesuai dengan standar.
 

Fire protection system, means of rescue, fire fighting management, and inspection and maintanance program of that means is part of means of prevention and control of fire. The purpose of this research is to know the compliance of of prevention and control of fire at Mina Bahari III Building Minstry of Marine Affairs and Fisheries in 2012 to standard.
 
Design of this research is observational with cross sectional approach. Analysis conducted is comparison analysis with standard Permen PU No.20 tahun 2009, Permen PU No.26 tahun 2008, Kepmen PU No.10 tahun 2000, SNI 03-3985-2000, NFPA 10,13,14,25,72, and 101.
 
The result of this research showed that 19 element of fire protection system, 7 element of means of rescue, 16 element of fire fighting managementand 3 element of inspection and maintanance programdoes not according to the standard
Read More
S-7558
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedy Poernama; Pembimbing: Tata Soemitra; Penguji: Hendra, R. Kintoko Rochadi
T-2190
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yangga Yolanda; Pembimbing: Hendra; Penguji: Syahrul M Nasri, Ratna Muntiowati
Abstrak: Tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia jika dibandingkan negara-negara di Eropa. Di mana 171 pekerja di Inggris mengalami Fatal Injury, sedangkan di Indonesia tercatat 4.380 cacat fungsi, 42 cacat total, dan 2. 144 meninggal dunia. Tahun 1996 OSHA merilis 5 elemen inti program K3 diantaranya adalah evaluation of program effectiveness. Dalam PP no. 50 tahun 2012 juga mengharuskan melakukan evaluasi SMK3. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi program K3.
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi program-program K3 yang dimiliki oleh PT. XYZ berdasarkan standar OSHA PEP pada periode tahun 2012. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan peninjauan dokumen. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa nilai profil program K3 PT. XYZ berada pada tingkatan ke 3 (basic) berdasarkan Standar OSHA PEP.
 

Indonesia has higher work related accident than European Country. They were 171 workers fatally injured in England, meanwhile, they were 4.380 workers function disabilities, 42 has physical defect, and 2.144 died. At 1996, OSHA releases 5 core elements, one of them is evaluation of program effectiveness. PP no. 50, 2012 says occupational safety and health have to evaluated. Therefore, this research have done to evaluated OSH programs.
 
This research have done to evaluating OSH programs which belong to PT. XYZ based on OSHA PEP standard in the period of 2012. The design of this research is qualitative. The collecting of data is conduct with interview, observation, and document review. The result of this research is known that PT. XYZ Occupational Safety and Health programs be in basic level based on OSHA PEP standard.
Read More
S-7723
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paramith Prameswari Poetri; Pemimbing: Robiana Modjo; Penguji: Syahrul Meizar Nasri, Bambang Subekti
S-6735
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hayati; Pembimbing: Suharnyoto Martomulyono
S-3728
Depok : FKM-UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riyanto; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Dumasari Harahap
Abstrak: Stress kerja pada perawat merupakan hal yang sering kali terjadi. Terutama pada perawat di IGD, ICU, dan rawat inap. Dalam melayani pasien seringkali muncul stress kerja, dalam hal ini pada rumah sakit yang tidak memungut biaya apapun pada pasien yang berkunjung untuk berobat. Setiap kegiatan pekerjaan di ruangan dapat menjadi stressor bagi perawat karena mereka selalu dalam ruangan rawat yang merupakan jumlah terbesar dalam sebuah rumah sakit. Tujuan penelitian mengetahui hubungan tipe karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan dengan Stres Kerja di Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Republika. Rancangan survey ini bersifat survey analitik yang memberikan gambaran terhadap stress kerja dan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara katakteristik individu dan karakteristik pekerjaan dengan stress kerja. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 36 orang dan sampel adalah keseluruhan dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38,9% perawat mengalami stress dan 61,1% perawat tidak mengalami stress. Hasil uji Chi Square dengan taraf keyakinan ? = 0,05 menunjukkan: terdapat hubungan yang signifikan jenis kelamin (Pvalue 0,020), peran dalam organisasi (Pvalue 0,042 ), dan gaji (Pvalue 0,020) dengan stress kerja. Belum terdapat hubungan yang signifikan antara usia, pendidikan, status perkawinan, masa kerja, beban kerja, bahaya kerja, shif kerja, rutinitas kerja, promosi, iklim dan struktur organisasi dengan stress kerja.Diperlukan pengendalian stres kerja dari pihak rumah sakit dan juga dari perawat itu sendiri. Sebagai upaya pengendalian dan pencegahan terhadap terjadinya penyakit akibat kerja.
 

Job stress is often happen in the nurses. Especially among nurses in ER, ICU, and hospitalization. Each activity work in the room can be a stressor for nurses because they are always in a hospital room that is the largest number in a hospital. Each activity to handle in room sometimes potential to become stressor for nurses. The objective of this study is to know the relationship of individual and job characteristics around nurses to their job stress in Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa Hospital. The design of this survey is an analytical survey that provides an overview of the stress of work and to determine whether there is a significant relationship between the individual and job characteristics with job stress. Population to this research summed 36 respondents and the sample is all total of population. Collecting data conducted by observation to the working condition and by questionnaire about the individual and job characteristics. The results showed that 38.9% of nurses experienced stress and 61.1% of nurses do not experience stress. The result of Chi Square test with confidence level of ? = 0.05 showed: existing a significant relationship sex (p value 0.020), role in the organization (p value 0.042), and salary (p value 0.020) with the job stress. There is no found a significant relationship between age, education, marital status, years of service, workload, occupational hazards, shift work, work routines, promotion, climate and organizational structure with job stress. It is required institutional control over working stress by the management and also to those nurses, this way is aimed to control and preserve it over resulting any illness on working.
Read More
S-7624
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive