Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30876 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.46, No.12, Des. 1996, hal. 661-664
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.4, Des. 2008, hal. 250-254, ( Cat. ada di bendel 2008 - 2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.37, No.6, Agt. 2010, hal: 431-433
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Ayu Paramita ... [et al.]
CDK Vol.37, No.6 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathul Jannah; Promotor: L Endang Achadi; Kopromotor: Faisal Yunus, Elvina Karyadi; Penguji: Kusharisupeni, Anhari Achadi, Besral, Hartono Gunardi, Adi Hidayat, Sri Wuryanti
Abstrak: ABSTRAK
 
 
Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) di Indonesia masih menempati urutan ke-3 di dunia.
 
Anak dengan tuberkulosis umumnya mengalami defisiensi zinc dan vitamin A. Defisiensi
 
zinc dapat menyebabkan gangguan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu sintesis
 
retinol binding protein sehingga dapat menghambat proses penyembuhan TB.
 
Penambahan zinc dan vitamin A dapat membantu meningkatkan respon kekebalan tubuh
 
pada penderita TB.
 
Tujuan: Membuktikan pengaruh suplementasi zinc dan vitamin A dalam meningkatkan
 
status gizi dan perbaikan gejala klinis pada anak usia 5-10 tahun dengan tuberkulosis
 
paru.
 
Disain: Penelitian adalah kuasi eksperimen dengan pre post design dengan kontrol.
 
Sebanyak 84 anak yang telah diseleksi dan terdiagnosis TB Paru yang berada di empat
 
wilayah Puskesmas Kecamatan di Jakarta Pusat diambil menjadi subyek penelitian.
 
Kelompok perlakuan dibagi secara acak menjadi dua kelompok yakni kelompok I yang
 
mendapatkan Obat anti Tuberkulosis Standar DOTS dan suplemen (berisi 20 mg zinc
 
elemental dan vitamin A asetat 1500 IU) dan kelompok II yang hanya mendapatkan OAT
 
saja. Obat dan suplemen diminum setiap hari selama pengobatan TB. Respon
 
kesembuhan dapat diukur dari membaiknya gejala klinis dan status gizi dibandingkan
 
pada saat awal sebelum pengobatan. Analisis untuk melihat perbedaan dua kelompok
 
menggunakan uji T-Test. Gejala klinis diukur dengan chi-square.
 
Hasil: 84 Subyek terdiri atas kelompok intervensi (n=38) dan kelompok kontrol (n=46).
 
Pada fase inisial (bulan ke dua) perubahan nilai zinc, retinol dan IMT-U pada kelompok
 
intervensi lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol, grup I dengan nilai p=0,087;
 
p=0,002; p=0,449 berturut-turut. Perubahan kadar albumin dan hemoglobin kelompok
 
kontrol lebih tinggi dibanding kelompok intervensi denan nilai p=0,000; p=0,142. Pada
 
bulan ke enam terjadi kenaikan pada retinol, hemoglobin, IMT-U, kelompok intervensi
 
lebih tinggi dari kelompok kontrol dengan p=0,879; p=0,142; p= 0,216. Perubahan kadar
 
albumin lebih tinggi pada kelompok kontrol p=0,005. Kadar zinc mengalami penurunan
 
pada kedua kelompok p=0,153. Perbaikan gejala klinis lebih cepat terjadi pada kelompok
 
intervensi dan bermakna secara klinis namun tidak bermakna secara statisik.
 
Simpulan: Pemberian suplemen disarankan pada anak TB yang mendapat OAT hingga
 
bulan ke dua, karena dapat meningkatkan status gizi dan perbaikan gejala klinis.
 

ABSTRACT
 
 
Background: Indonesia is the 3rd in the world on Tuberculosis (TB). Most children with
 
tuberculosis commonly have zinc and vitamin A deficiency. Zinc deficiency caused
 
immune system disorders and disturb the synthesis of retinol binding protein, it inhibited
 
the healing process of TB. Supplementation of zinc and vitamin A helped to improve the
 
immune response in TB patients.
 
Objective: To prove the effect of zinc and vitamin A supplementation in improving the
 
clinical symptoms and nutritional status in children 5-10 years of tuberculosis.
 
Design: This study was quasi experimental, was conducted in a pre post design. A total
 
of 84 children who were selected and diagnosed with pulmonary TB in the four districts
 
of the Public Health Center in Central Jakarta were invited as research subjects. Subjects
 
were divided into two groups. Group I received the standard DOTS ATT and supplement
 
(containing 20 mg zinc element, as a zinc sulfate and acetate vitamin A 1500 IU), while
 
group II only received ATT. These drugs and supplements are taken daily during TB
 
treatment. The recovery response can be measured by observing the improvement in
 
clinical symptoms and nutritional status compared to the time before treatment. The
 
analysis used to see the differences between the two groups is the T-Test. Clinical
 
symptoms are measured by chi-square.
 
Results: There are 84 subjects taken in the intervention group (n = 38) and the control
 
group (n = 46). In intensive phase, delta of zinc, retinol, BMI/A on intervention group
 
was higher than control ( p=0,087; =0,002; =0,449, respectively). Delta albumin and Hb
 
were higher ol control than intervention (p=0,000; =0,142). On the 6th mo, delta of
 
retinol, Hb increased higher than control (p=0,879; =0,142; =0,216, respectively). But
 
zinc level decreased on both groups (p=0,153). Clinical symptoms provide good results
 
and are clinically meaningful but not significant.
 
Conclusion: Supplementation was valueable with ATT treatment up to two months due
 
to it could improve nutritional status and clinical symptoms.
Read More
D-397
Depok : FKM-UI, 2019
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Darmawan B. Setyanto ... [et.al.]
MMI-Vol.40/No.3
Semarang : FK Undip & IDI Jateng, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumaryadi Martono; Pembimbing: Yayuk Hartriyanti
S-1471
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ani Yuliani; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-2704
Depok : FKM UI, 2002
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Tantira Mutiara; Pembimbing: Trini Sudiarti, Anies Irawati; Penguji: Yvonne M Idrawani, Effendi Rustan, Fatmah Yusron
Abstrak:

Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi beban di negara-negara berkembang, seperti di Indonesia adalah masalah gizi buruk dan gizi kurang pada anak balita. Hal ini berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia yang rendah dengan timbulnya berbagai masalah kesehatan. Bila hal itu dibiarkan di masa yang akan datang, akan semakin banyak anak yang tidak dapat menyelesaikan program wajib belajar sebab IQ nya rendah. Anak balita gizi buruk memiliki IQ 13 poin lebih rendah dibandingkan anak normal. Hasil penimbangan balita di kota Bogor pada tahun 2004, menunjukkan bahwa balita gizi buruk sebesar 0,4% dan gizi kurang 8,9%. Pengalaman di Laboratorium Pusat Penelitian Pengembangan Gizi dan Makanan (Lab P3GM) menunjukkan bahwa untuk perbaikan status gizi balita gizi buruk dengan tanda klinis (DTK) lebih lama dibanding tanpa tanda Minis (TTK). Status gizi buruk DTK adalah apabila gizi buruk tipe marasmus, kwashiorkor, dan marasmik kwashiorkor. Sedangkan status gizi buruk TTK adalah bila secara antropometri BBILI - 3 SD atau BB/TB - 2 SD, maka dikategorikan gizi buruk. Selama ini belum diketahui faktor yang mempengaruhi status gizi buruk balita DTK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian makanan dan ASI serta faktor lain terhadap status gizi buruk balita DTK yang datang le Lab P3GM tersebut. Juga diketahuinya faktor dominan yang berpengaruh pada status gizi buruk anak balita DTK. Penelitian ini menggunakan data sekunder, dengan disain penelitian Cross Sectional. Data yang digunakan berasal dari data anak balita gizi buruk yang mengikuti rawat jalan di Lab P3GM. Seluruh balita yang berkunjung pada tahun 2004-2005 yang datanya lengkap untuk analisis ink dan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dijadikan sampel dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 74 anak. Analisis data yang dilakukan meliptiti analisis kai kuadrat dan analisis multivariat dengan nienggimakan analisis Regresi Logistik Ganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa persentase jumlah gizi buruk balita DTK lebih besar (67,6%) dibanding balita GB= TTK (32,4%). Di antara anal( balita gizi buruk DTK, ternyata lebih banyak anak gizi buruk dengan tipe marasmus (56,S%), disusul marasrnik kwashiorkor. (8,1%) don kwashiorkor (2,7%). Pembezian ASI berhubungan bermakna dengan status gizi buruk anak balita DTK. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pemberian ASI merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian status gizi buruk anak balita ILK setelah dikontrol oleh faktor umur balita dan status anemia. Anak balita yang tEdak mendapat ASI mempunyai peluang untuk menderita gizi buruk DTK 7,616 kali (OR= 7,616; 95% CI: 1,578-36,750) dibandingkan balita yang masih mendapat ASI setelah dikontrol variabel umur balita. Promosi pemberian ASI secara benar pada ibu-ibu dari balita gizi buruk perlu diprioritaskan Promosi. ASI tersebut di antaranya, menyusui eksklusif selama 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI hingga usia 2 tahun.


 

One of the health problem which is still being a burden in developing countries, including Indonesia, is malnutrition in underfive children. It related to the low quality of human resources with the occurrence of many health problems and if it is occurred, in the future will be many children not being able to graduate from their compulsory education program caused of their low IQ. Severe malnutrition children are 13 pains lower than normal children in IQ level. Children weighing result in Bogor 2004, showed that underfive children with severe malnutrition were 0,4% and moderate malnutrition were 8,9%. The experience in Food and Nutrition Development Research Center Laboratory (Lab P3GM) result is to improve the nutrition status of severe malnutrition in under five children with clinical sign (WCS) is longer than without clinical sign (WoCS). The WCS severe malnutrition are severe malnutritions with marasmus, kwashiorkor and marasmic kwashiorkor types. Whereas the severe malnutrition WoCS is if in antropomically WIA - 3 SD or WIH - 2 SD, therefore categorized as severe malnutrition. Until now, the factors that influence the WCS children with severe malnutrition are still undetectable. Research that aims to find the relationship between food and breast feeding gift along with other factors of WCS chidren with severe malnutrion status that came to the Lab P3GM. Also known the dominant factor which influenced the WCS children with severe malnutrition. This research uses secondary data of cross sectional research design. The children's data which suffered severe malnutrition and took the away treatment at Lab P3GIvL The amount of all underfive years chidren visited in 2004-2005 and had the complete data for this analysis and also suitable with the inclusive and exclusive criteria that made as examples in this research were 74 children. The data analysis that done, the chi square analysis and multivariate analysis. Analysis result describes the some of WCS children with severe malnutrition are bigger (67,6%) than severe malnutrition WoCS (32,4%). Between severe malnutrition WCS children, apparently, there were more severe malnutrition children in marasmus type (56,8%), followed by marasmik kwashiorkor (8,3%) and kwashiorkor (2,7%). Breast feeding gift is related to the WCS children status of severe malnutrition. The result of multivariate analysis described that breast feeding gift to children was the most dominant factor related to the WCS children status case of severe malnutrition after having been controlled by the children age and anaemic status factors. Underfive children that do not get breast feeding gift, having risk of suffering WCS severe malnutrition 7,616 times (OR = 7,616; 95% Cl : 1,578 -- 36,750) compared with children that still having the breast feeding after controlled according to children's age variables. Promotion of breast feeding gift correctly, to all mothers of underfive children with severe malnutrition, needs to be given priority. The promotion is an exclusive breast feeding for 6 months and until 2 years old.

Read More
T-2347
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sari Pediatri, Vol.10, No.5, Febr. 2009, hal. 325-330, ( Cat. ada di bendel 2008 - 2009 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive