Ditemukan 38088 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ardya Garini; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Ririn Arminsih, Didik Supriyono
S-7161
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Intan Nurhadyana; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Evi Martha, Ahmad Yani
S-7266
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diah Lestari; Pembimbing: Laila Fitria, Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Dewi Susanna, Prabowo, Maman Sudirman
T-2504
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Lilis Nurul Husna; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Zakianis, Nur Fajarudin
S-9925
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andri Syahputra; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Budi Hartono, Noor Aliyah
Abstrak:
Pada akhir tahun 2018 terjadi peningkatan kejadian penyakit DBD yang berada di Kota Depok. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku dari siswa kelas 5 Sekolah Dasar terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) guna meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) di sekolah setelah dilaksanakannya kedua metode intervensi yang berbeda yakni metode presentasi dan video edukasi. Penelitian ini menggunakan metode desain quasi experimental dengan teknik rancangan pre test dan post test design.Hasilnya diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil skor pada pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah diberikan intervensi. Penelitian ini diharapkan dapat menurunkan kejadian penyakit DBD di wilayah Kecamatan Sukmajaya dan meningkatkan pengetahuan siswa sehingga memicu terbentuknya sikap positif dan perilaku yang baik dalam melakukan suatu upaya pencegahan penyakit DBD melalui kegiatan PSN.
Read More
S-10055
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Erin Firliana; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Agustin Kusumayati, Ika Widianingrum
Abstrak:
Permasalahan timbulan sampah yang terus meningkat disebabkan karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R. Penyuluhan merupakan kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarluaskan informasi dan menanamkan kayakinan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney.
Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga bekonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok
Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R, Pengetahuan, Penyuluhan individual, Penyuluhan Kelompok, Perilaku, Sikap
The problem of increasing amount of waste is due to the lack of understanding and public awareness about household waste management using the 3R concept. Counseling is a health education activity carried out by disseminating information and instilling confidence to improve the knowledge, attitude, and behavior concerning household waste management using the 3R concept.
The goal of this study is to find out which of the following counseling methods between individual counseling or group counseling is more effective at improving the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept in Kelurahan Abadijaya, Depok. This research is quasi-experimental. The subjects consisted of 50 households in each group. The statistical tests used in this study are the chi-square, pair t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.
Results showed that individual and group counseling significantly improves the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept before and after counseling. However, there was no correlation between the values of average knowledge, attitude, and behaviors towards household waste management using the 3R concept between individual and group counseling.
Key words: Household waste management using the 3R concept, Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Counseling, Group Counseling
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyuluhan yang lebih efektif antara penyuluhan individual dan kelompok terhadap peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R di Kelurahan Abadijaya, Depok. Jenis penelitian ini adalah Quasi experiment. Subjek penelitian terdiri dari 50 rumah tangga pada masing-masing kelompok. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi-square, pair t-test, Wilcoxon,dan mann whitney.
Hasil menunjukkan bahwa penyuluhan individual dan kelompok secara signifikan dapat meningkatkan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga bekonsep 3R saat sebelum dan setelah penyuluhan. Akan tetapi, tidak ada perbedaan nilai rata-rata pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R pada penyuluhan individual dan kelompok
Kata kunci : Pengelolaan sampah rumah tangga berkonsep 3R, Pengetahuan, Penyuluhan individual, Penyuluhan Kelompok, Perilaku, Sikap
The problem of increasing amount of waste is due to the lack of understanding and public awareness about household waste management using the 3R concept. Counseling is a health education activity carried out by disseminating information and instilling confidence to improve the knowledge, attitude, and behavior concerning household waste management using the 3R concept.
The goal of this study is to find out which of the following counseling methods between individual counseling or group counseling is more effective at improving the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept in Kelurahan Abadijaya, Depok. This research is quasi-experimental. The subjects consisted of 50 households in each group. The statistical tests used in this study are the chi-square, pair t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.
Results showed that individual and group counseling significantly improves the value of average knowledge, attitude, and behavior towards household waste management using the 3R concept before and after counseling. However, there was no correlation between the values of average knowledge, attitude, and behaviors towards household waste management using the 3R concept between individual and group counseling.
Key words: Household waste management using the 3R concept, Knowledge, Attitude, Behavior, Individual Counseling, Group Counseling
S-10119
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Faradhila Aushafiana Manaf; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Laila Fitria, Yulia Fitria Ningrum
Abstrak:
Latar belakang. Keberadaan pasar tradisional yang merupakan tempat penjualan bahan pangan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan masyarakat. Keadaan pasar tradisional yang tidak memenuhi kaidah kesehatan dapat menjadi tempat penularan wabah penyakit diantaranya melalui makanan, air tercemar yang digunakan untuk mencuci makanan, praktik penyembelihan atau pemotongan hewan yang tidak semestinya, serta penyimpanan dan transportasi makanan yang buruk ke pasar. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh subjek yang melakukan aktivitas di lingkungan pasar tradisional Bantar Gebang. Sampel diambil dengan teknik quota sampling sehingga didapatkan besar sampel 150 orang dengan rincian: pedagang 70 orang, pengunjung 40 orang, dan petugas pasar 40 orang. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah, infrastruktur pasar, sanitasi pasar, Higiene dan sanitasi personal, suhu, dan kelembaban udara, pencahayan, kualitas air bersih, kepadatan lalat, frekuensi populasi berisiko berada di pasar, lama populasi berisiko berada di pasar dan keluhan atau gangguan kesehatan pada populasi berisiko. Pengumpulan data dengan pengisian kuesioner, observasi menggunakan checklist, dan pengukuran komponen lingkungan. Hasil. Penelitian menunjukan bahwa infrastruktur bangunan pasar Bantar Gebang masih kurang; sanitasi pasar Bantar Gebang masih kurang; higiene dan sanitasi personal di pasar Bantar Gebang masih kurang; serta suhu, kelembaban udara, dan suhu tidak memenuhi syarat. Untuk sumber air bersih didapatkan bahwa keempat jenis sumber air bersih tidak memenuhi standar jumlah coliform air bersih dan memenuhi standar parameter fisik seperti TDS, bau, dan rasa. Namun hanya 1 sumber yang memenuhi standar parameter kimia yaitu pH >6,5. Untuk kepadatan lalat didapatkan bahwa jumlah lalat banyak pada titik pedagang ayam, TPS, pedagang ikan, dan pedagang unggas hidup. Jumlah lalat yang cenderung sedikit berada pada titik pedagang daging, dan pedagang bahan pangan lain. Untuk karakteristik populasi berisiko didapatkan bahwa frekuensi tersering individu berada di pasar adalah setiap hari dengan rata-rata lama per harinya adalah 8,5 jam per hari. Rata-rata frekuensi dan lama pasar tersebut didominasi oleh kelompok pedagang dan petugas pasar. Untuk gangguan atau keluhan kesehatan yang paling banyak dialami oleh individu berisiko di pasar Bantar Gebang adalah flu, batuk, demam, dan gatal pada tangan. Kesimpulan. Keadaan pasar Bantar Gebang masih kurang dalam hal kesehatan terutama dalam hal bangunan pasar dan sanitasi pasar. Dengan demikian hal tersebut dapat menjadi faktor risiko penyakit di pasar.
Read More
S-9759
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dyah Prabaningrum; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Budi Hartono, Sri Tjahyani Budi Utami, Sofwan, Heri Nugroho
Abstrak:
Pesatnya perkembangan transportasi dan pembangunan prasarananya membuat masyarakat mudah mengakses sarana transportasi dan mempermudah mobilitas. Namun, perkembangan ini menimbulkan dampak negatif, salah satunya kebisingan. Pajanan terhadap bising dapat mengakibatkan dampak kesehatan terutama pada anak-anak, antara lain gangguan fungsi kognitif seperti konsentrasi. Usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan dan mengakibatkan terganggunya fungsi kognitif yang lain. Beberapa sekolah dasar di Jakarta terletak di pinggir perlintasan kereta api yag sibuk, dimana siswanya berisiko terpajan kebisingan selama berada di sekolah. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa di sekolah dasar negeri di pinggir perlintasan kereta api di Kecamatan Tebet. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional dengan 68 responden yaitu siswa kelas 4 dan 5. Penelitian ini mengukur kebisingan di kelas, tes konsentrasi dengan digit span, dan variabel lainnya yang mempengaruhi konsentrasi anak. Hasil pengukuran menunjukkan kebisingan ekuivalen adalah 66,84 dBA, melebihi baku mutu KepMen LH No.48/1996 yaitu 55 dBA untuk wilayah sekolah. Hasil analisis bivariat dan multivariat menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kebisingan dengan konsentrasi siswa (p-value=0,78 dan p-value=0,716), namun didapatkan OR 3,285. Meskipun kebisingan dengan konsentrasi siswa tidak berhubungan signifikan, namun pajanan kebisingan >55 dBA dialami siswa setiap hari di sekolah, dimana mereka menjadi kelompok rentan mengalami gangguan konsentrasi akibat kebisingan. Rekomendasi untuk mengurangi dampak kebisingan di sekolah adalah dengan rekayasa lingkungan dan untuk studi selanjutnya agar mengukur kebisingan di wilayah tempat tinggal siswa serta mengontrol variabel gangguan psikiatri dan IQ.
Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi, siswa sekolah
Nowdays, transportation and its infrastructure has developed rapidly in order to make people easy to access and to mobilize. However, these developments have a negative impact, such as noise. Exposure to noise might result in health effects, especially in children, including cognitive function disorders such as lowering the concentration. Primary school age is a susceptible group for concentration disorder which may result disruption of other cognitive functions. Several primary schools in Jakarta are located near the busiest railway crossing, where students are exposed to noise during school time. This study analyzes the association between noise and concentration of students in public elementary schools which located near the edge of the railway crossing in Tebet. This study is a cross-sectional study with 68 respondents from 4th and 5th graders. This study measured noise in the classroom, assessing concentration with digit span instrument, and other variables which affect the concentration. Measurement result shows equivalent noise is 66.84 dBA, exceeding the standard of KepMen LH No.48 / 1996 which is 55 dBA for school. Results of bivariate and multivariate analysis showed no significant correlation between noise with student concentration (p-value = 0,78 and p-value = 0,716), however it showed odds ratio 3,285. Although noise and concentration was not significantly correlated, students were experiencing noise exposure> 55 dBA at school, which may lead the students to became susceptible to disturbance due to noise exposure. Recommendations for reducing noise impacts in schools are by doing environmental engineering and for further studies it is recommended to measure noise in the student's residence area and control the variables of psychiatric disturbances and IQ.
Keywords: Noise, Concentration, Students
Read More
Kata Kunci : kebisingan, konsentrasi, siswa sekolah
Nowdays, transportation and its infrastructure has developed rapidly in order to make people easy to access and to mobilize. However, these developments have a negative impact, such as noise. Exposure to noise might result in health effects, especially in children, including cognitive function disorders such as lowering the concentration. Primary school age is a susceptible group for concentration disorder which may result disruption of other cognitive functions. Several primary schools in Jakarta are located near the busiest railway crossing, where students are exposed to noise during school time. This study analyzes the association between noise and concentration of students in public elementary schools which located near the edge of the railway crossing in Tebet. This study is a cross-sectional study with 68 respondents from 4th and 5th graders. This study measured noise in the classroom, assessing concentration with digit span instrument, and other variables which affect the concentration. Measurement result shows equivalent noise is 66.84 dBA, exceeding the standard of KepMen LH No.48 / 1996 which is 55 dBA for school. Results of bivariate and multivariate analysis showed no significant correlation between noise with student concentration (p-value = 0,78 and p-value = 0,716), however it showed odds ratio 3,285. Although noise and concentration was not significantly correlated, students were experiencing noise exposure> 55 dBA at school, which may lead the students to became susceptible to disturbance due to noise exposure. Recommendations for reducing noise impacts in schools are by doing environmental engineering and for further studies it is recommended to measure noise in the student's residence area and control the variables of psychiatric disturbances and IQ.
Keywords: Noise, Concentration, Students
T-5051
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Putri Dianing Wijayant; Pembimbing: Rachmadi Purwana; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Arihni Supriati
S-5858
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yasni Rufaidah; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Ririn Arminsih Wulandari
T-2023
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
