Ditemukan 33850 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Pratiwi Ayuningtyas; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Nurfi Afriansyah
S-7261
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mira Hapsari Heriyanto; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Engkus Kusndinar Achmad, Nurfi Afriansyah
S-7312
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Diana Galman; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Asih Setiarini, Reviana Christijani
S-7298
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Eko Cipako Sinamo; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Fatmah Yusron, Iskandar
S-7109
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Khonza Hanifa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Dyah Santi Puspitasari
Abstrak:
Perkembangan industri makanan dan minuman ringan di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat beberapa tahun terakhir. Tingkat konsumsi minuman ringan berpemanis terutama meningkat pesat pada kelompok usia muda. Konsumsi minuman ringan berpemanis yang berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif seperti masalah hiperaktivitas pada anak-anak, alergi, dan peningkatan berat badan yang dapat mengarah ke obesitas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan frekuensi konsumsi minuman ringan berpemanis pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner mandiri. Responden terdiri dari 146 orang mahasiswa yang berstatus mahasiswa aktif serta tidak memiliki diet khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26,7% responden termasuk ke dalam konsumen minuman ringan berpemanis kategori tinggi. Uji chi square yang dilakukan menunjukkan terdapat hubungan antara pengaruh teman (p-value 0,007; OR=3,129 (1413-6,926),; dengan konsumsi minuman ringan berpemanis pada responden.
Kesimpulannya, daya beli dan lingkungan sosial memiliki peran untuk membentuk kebiasaan konsumsi pada usia dewasa muda. Promosi gizi yang menargetkan kelompok sosial dapat dilakukan untuk meningkatkan pola konsumsi minuman yang lebih sehat.
Kata kunci: dewasa muda, minuman ringan berpemanis
Read More
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu dan faktor lingkungan dengan frekuensi konsumsi minuman ringan berpemanis pada mahasiswa S1 Reguler FKM UI tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan disain studi cross sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner mandiri. Responden terdiri dari 146 orang mahasiswa yang berstatus mahasiswa aktif serta tidak memiliki diet khusus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 26,7% responden termasuk ke dalam konsumen minuman ringan berpemanis kategori tinggi. Uji chi square yang dilakukan menunjukkan terdapat hubungan antara pengaruh teman (p-value 0,007; OR=3,129 (1413-6,926),; dengan konsumsi minuman ringan berpemanis pada responden.
Kesimpulannya, daya beli dan lingkungan sosial memiliki peran untuk membentuk kebiasaan konsumsi pada usia dewasa muda. Promosi gizi yang menargetkan kelompok sosial dapat dilakukan untuk meningkatkan pola konsumsi minuman yang lebih sehat.
Kata kunci: dewasa muda, minuman ringan berpemanis
S-9906
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nabila Qotrun Nada; PembimnbingL: Asih Setiarini; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Imas Arumsari
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Night Eating Syndrome (NES) adalah gangguan makan dengan peningkatan asupan makanan malam hari dan gangguan tidur, sering dikaitkan dengan stres, kualitas tidur buruk, serta disfungsi ritme sirkadian. Mahasiswa kesehatan memiliki risiko tinggi akibat tekanan akademik dan gaya hidup tidak teratur. Tujuan: Mengetahui prevalensi NES serta hubungannya dengan jenis kelamin, status gizi, kualitas dan durasi tidur, ritme sirkadian, depresi, stres, kecemasan, dan tempat tinggal pada mahasiswa S1 Rumpun Ilmu Kesehatan Universitas Indonesia angkatan 2024. Metode: Penelitian potong lintang dengan 148 responden. Data dikumpulkan menggunakan NEQ, DASS-21, PSQI, dan MEQ; dianalisis univariat dan bivariat (uji chi-square). Hasil: Prevalensi NES sebesar 37,8%. Status gizi gemuk memiliki hubungan signifikan dan bersifat protektif (p=0,019). Selain itu, NES berhubungan signifikan dengan depresi sedang (p=0,025) dan berat (p=0,001), kecemasan berat (p=0,001), stres berat (p=0,002), kualitas tidur buruk (p=0,042), ritme sirkadian tipe malam (p=0,001) dan netral (p=0,011), serta tempat tinggal tidak bersama keluarga (p<0,001). Jenis kelamin (p=0,770), status gizi kurus (p=0,209), dan durasi tidur (p=0,334) tidak signifikan. Kesimpulan: NES cukup tinggi ditemukan pada mahasiswa kesehatan dan berhubungan terutama dengan faktor psikologis, ritme sirkadian, kualitas tidur, serta tempat tinggal. Diperlukan upaya promotif dan preventif kampus, seperti edukasi manajemen stres, sleep hygiene, dan pemantauan kesehatan mental.
Background: Night Eating Syndrome (NES) is an eating disorder characterized by increased food intake at night and sleep disturbances. NES is often linked to psychological stress, poor sleep quality, and circadian rhythm disruption. Health science students are at higher risk due to academic pressure and irregular lifestyles. Objective: To determine NES prevalence and its association with gender, nutritional status, sleep quality and duration, circadian rhythm, depression, stress, anxiety, and living arrangements among undergraduate students in the Health Sciences Cluster, Universitas Indonesia, class of 2024. Methods: Cross-sectional study with 148 respondents using NEQ, DASS-21, PSQI, and MEQ questionnaires. Data were analyzed with univariate and bivariate (chi-square) methods. Results: NES prevalence was 37.8%. Overweight status was significantly associated and found to be protective (p=0.019). NES was also significantly associated with moderate depression (p=0.025), severe depression (p=0.001), severe anxiety (p=0.001), severe stress (p=0.002), poor sleep quality (p=0.042), evening-type circadian rhythm (p=0.001), neutral type (p=0.011), and living apart from family (p<0.001). No significant association was found with gender (p=0.770), underweight status (p=0.209), or sleep duration (p=0.334). Conclusion: NES was relatively common among health science students and significantly associated with psychological factors, circadian rhythm, sleep quality, and living arrangements. Preventive and promotive interventions are necessary to reduce the risk of NES and improve student well-being. Preventive and promotive interventions are necessary to reduce the risk of NES and improve student well-being.
Background: Night Eating Syndrome (NES) is an eating disorder characterized by increased food intake at night and sleep disturbances. NES is often linked to psychological stress, poor sleep quality, and circadian rhythm disruption. Health science students are at higher risk due to academic pressure and irregular lifestyles. Objective: To determine NES prevalence and its association with gender, nutritional status, sleep quality and duration, circadian rhythm, depression, stress, anxiety, and living arrangements among undergraduate students in the Health Sciences Cluster, Universitas Indonesia, class of 2024. Methods: Cross-sectional study with 148 respondents using NEQ, DASS-21, PSQI, and MEQ questionnaires. Data were analyzed with univariate and bivariate (chi-square) methods. Results: NES prevalence was 37.8%. Overweight status was significantly associated and found to be protective (p=0.019). NES was also significantly associated with moderate depression (p=0.025), severe depression (p=0.001), severe anxiety (p=0.001), severe stress (p=0.002), poor sleep quality (p=0.042), evening-type circadian rhythm (p=0.001), neutral type (p=0.011), and living apart from family (p<0.001). No significant association was found with gender (p=0.770), underweight status (p=0.209), or sleep duration (p=0.334). Conclusion: NES was relatively common among health science students and significantly associated with psychological factors, circadian rhythm, sleep quality, and living arrangements. Preventive and promotive interventions are necessary to reduce the risk of NES and improve student well-being. Preventive and promotive interventions are necessary to reduce the risk of NES and improve student well-being.
S-12040
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ranti Susilo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Iih Supiasih
S-7213
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nurulia Rachmat; pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Achmad Syafiq, Eko Handayani
S-7330
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dianita Ratnasari; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Ahmad Syafiq, Judhiastuty Februhartanty
S-7148
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Setiawati Rahayu; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Trini Sudiarti, Ai Nurhayati, Kresnawan
T-4281
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
