Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35999 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rizka Nur Farida; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Asih Setiarini, Mira Dewi
S-7263
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Nofita Sari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Susilarini, Ni Ketut
S-7282
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tika Dwi Tama; Pembimbing: Syahrizal Syarif; Penguji: Yovsyah, Ani Isnawati
S-7006
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiara Verdinawati; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Evi Martha, Bayu Aji
S-7888
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Rosa; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 307 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penghasilan (p=0,001), riwayat penyakit selain COVID-19 (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,000), stress (p=0,000), dan dukungan sosial (p=0,000) dengan kualitas hidup mahasiswa S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia selama pandemi COVID-19.
Read More
S-10751
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dadang Herdiansyah; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Besral, Eni Gustina, Nur Aini Djunet
T-3697
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Inez Miriam Nurul Hikmah; Pembimbing: Lhuri Dwianti Rahmartani; Penguji: Trisari Anggondowati, Syafirah Hardani
Abstrak:

Latar belakang: Sunat perempuan masih berlangsung di Indonesia meskipun prevalensinya menurun dari 55% pada tahun 2021 menjadi 46,3% pada tahun 2024. Praktik ini dipertahankan sebagai tradisi dan bagian dari keyakinan agama meskipun memiliki risiko kesehatan dan implikasi hak asasi. Sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat dan agen perubahan di masa depan, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia perlu menjadi fokus penelitian karena sampai saat ini belum tersedia gambaran mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku mereka mengenai praktik sunat perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik, pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia terhadap praktik sunat perempuan yang juga digambarkan berdasarkan stratifikasi karakteristik responden. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner daring pada bulan Oktober s.d. November 2025 terhadap 311 mahasiswa sarjana FKM UI. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil: Dari 311 mahasiswa yang didominasi perempuan (81,4%), beragama Islam (84,6%), berasal dari program studi kesehatan masyarakat (54,3%) dan berasal dari Jawa (87,5%), sebagian besar mengetahui praktik sunat perempuan (85,5%). Mayoritas responden juga menunjukkan sikap yang kuat untuk mendukung penghapusan praktik sunat perempuan dan regulasi yang mengaturnya, dengan proporsi persetujuan berkisar antara 73,6% hingga 94,5% pada berbagai indikator sikap. Pada aspek perilaku, hanya 15,4% responden perempuan yang memiliki riwayat disunat dan 11,9% keluarga yang masih mempertahankan praktik tersebut, sementara 90,4% responden menyatakan tidak berniat menyunat anak perempuan di masa depan. Kesimpulan: Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menunjukkan pengetahuan yang baik, sikap yang sangat mendukung penghapusan praktik sunat perempuan serta intensi yang rendah untuk melanjutkan praktik tersebut di masa depan. Pola ini mencerminkan perbedaan apabila dibandingkan dengan gambaran populasi nasional, serta mengindikasikan adanya potensi terputusnya keberlanjutan praktik sunat perempuan antar generasi pada kelompok mahasiswa kesehatan.


Background: Although the prevalence of female circumcision in Indonesia decreased from 55% in 2021 to 46.3% in 2024, the practice remains a tradition and is considered a religious obligation by some communities. The continued existence of this practice demonstrates that cultural, religious, and health-related factors still strongly influence the community.  Objective: This study aims to describe the characteristics, knowledge, attitudes, and behavior of students at the Faculty of Public Health, University of Indonesia, regarding the practice of female circumcission, also based on stratification of respondent characteristics.  Methods: This study used a cross-sectional study design with primary data collected through an online questionnaire from October to November 2025 on 311 students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia. Data analysis was conducted descriptively.  Results: From 311 students, predominantly female (81.4%), Muslim (84.6%), public health majors (54.3%), and Javanese (87.5%), the majority were aware of the practice (85.5%). The majority of respondents also expressed strong support for the abolition of female circumcision and its regulations, with approval ranging from 73.6% to 94.5% across various attitude indicators. In terms of behavior, only 15.4% of female respondents had a history of circumcision and 11.9% of families still maintained the practice, while 90.4% of respondents stated they had no intention of circumcising their daughters in the future.  Conclusion: Students from the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, demonstrated good knowledge, strongly supportive attitudes toward the abolition of female genital mutilation, and low intentions to continue the practice in the future. This pattern reflects a difference compared to the national population and indicates a potential disruption in the continuity of female genital mutilation practices across generations among health students.

Read More
S-12179
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fiolia Natazia Senduk; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Dwi Gayatri, Elisa Taurisia
Abstrak:
Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan gejala akibat penggunaan layar perangkat digital secara berlebihan dan berdampak negative pada produktivitas dan kualitas hidup. salah satu upaya menangani CVS dengan modifikasi konsumsi makanan. Namun, penelitian mengenai asosiasi antara asupan Vitamin dan Omega-3 terhadap CVS masih terbatas, terutama pada kelompok mahasiswa. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain cross-sectional. Populasi studi adalah seluruh mahasiswa jenjang S1, S2,dan S3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Peneliti mengirimkan kuesioner melalui surat elektronik kepada 960 calon responden dan sebanyak 265 mahasiswa yang bersedia menjadi responden (tingkat partisipasi=27,6%). Analisis multivariat menggunakan teknik Cox Regression. Mayoritas responden mengalami gejala CVS (78,1%) dan memiliki asupan vitamin A dan Omega-3 yang kurang (93,6% untuk vitamin A dan 96,2% untuk Omega-3). Tidak ditemukan adanya asosiasi vitamin A dengan CVS, namun terdapat perbedaan risiko CVS berdasarkan tingkat konsumsi Omega-3 walaupun tidak bermakna secara statistik. Mahasiswa yang kurang asupan Omega-3 memiliki risiko 1,2 kali untuk mengalami CVS dibandingkan yang cukup asupan Omega-3, setelah dikontrol oleh kovariat. Efek gabungan antara vitamin A dan Omega-3 tidak ditemukan dalam penelitian ini. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi pembelajaran baik untuk mahasiswa mengenai pentingnya pola asupan gizi yang baik seperti vitamin A dan Omega-3.

Computer Vision Syndrome (CVS) is a group of symptoms due to excessive use of digital device screens and has a negative impact on productivity and quality of life. One effort to deal with CVS is by modifying food consumption. However, research on the association between Vitamin and Omega-3 intake and CVS is still limited, especially in student groups. This study is a quantitative study using a cross-sectional design. The study population was all undergraduate, postgraduate, and doctoral students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia (FKM UI). Researchers sent questionnaires via electronic mail to 960 prospective respondents and 265 students who were willing to be respondents (participation rate = 27.6%). Multivariate analysis used the Cox Regression technique. The majority of respondents experienced CVS symptoms (78.1%) and had low intake of vitamin A and Omega-3 (93.6% for vitamin A and 96.2% for Omega-3). No association of vitamin A with CVS was found, but there was a difference in the risk of CVS based on the level of Omega-3 consumption although it was not statistically significant. Students with insufficient Omega-3 intake had a 1.2 times greater risk of experiencing CVS compared to those with sufficient Omega-3 intake, after being controlled for covariates. The combined effect of vitamin A and Omega-3 was not found in this study. It is hoped that the results of this study can be a good lesson for students regarding the importance of good nutritional intake patterns such as vitamin A and Omega-3. Computer Vision Syndrome (CVS) is a collection of symptoms due to excessive use of digital device screens and has a negative impact on productivity and quality of life. 
 
Read More
T-7451
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Maula Putri; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono; Inggariwati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara smartphone addiction dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat pada tahun 2021. Studi ini masuk kedalam studi kuantitatif yang menggunakan desain cross-sectional. Terdapat 192 mahasiswa yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini.
Read More
S-10851
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diego Sergio Giasia Lumbantobing; Pembimbing: Trisari Anggondowati; Penguji: Putri Bungsu, Rakhmat Ari Wibowo
Abstrak:
Pendahuluan: Penggunaan smartphone yang tinggi di kalangan mahasiswa berpotensi memengaruhi ritme sirkadian melalui paparan cahaya biru dan perubahan perilaku tidur. Gangguan ritme sirkadian dapat tercermin pada perubahan chronotype, yaitu preferensi biologis terhadap waktu tidur dan aktivitas. Penelitian mengenai hubungan durasi screen time dan chronotype di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain cross-sectional pada mahasiswa aktif jenjang S1 FKM UI tahun 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner elektronik menggunakan Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) untuk mengukur durasi screen time dan Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) untuk menentukan chronotype. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan regresi logistik multinomial dengan pengendalian variabel perancu. Hasil: Sebagian besar mahasiswa memiliki durasi screen time smartphone yang tinggi (>4 jam per hari). Chronotype tipe menengah merupakan jenis yang paling banyak ditemukan, diikuti tipe malam dan tipe pagi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa mahasiswa dengan durasi screen time smartphone tinggi memiliki kecenderungan lebih besar untuk memiliki chronotype tipe pagi setelah dikontrol oleh variabel perancu. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi screen time smartphone dengan chronotype pada mahasiswa FKM UI. Durasi screen time yang tinggi berhubungan dengan kecenderungan chronotype tipe pagi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program promosi kesehatan terkait manajemen screen time dan kesehatan tidur di lingkungan perguruan tinggi.

Introduction: High smartphone use among university students may affect circadian rhythms through blue light exposure and changes in sleep-related behaviors. Disruption of circadian rhythms can be reflected in alterations of chronotype, defined as an individual’s biological preference for sleep and activity timing. Research examining the relationship between screen time duration and chronotype in Indonesia remains limited. This study aimed to analyze the association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025.  Methods: This study employed a cross-sectional design involving active undergraduate students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, in 2025. Data were collected through an electronic questionnaire using the Self-Reported Smartphone Usage Questionnaire (SSUQ) to measure screen time duration and the Reduced Morningness–Eveningness Questionnaire (rMEQ) to determine chronotype. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Multinomial logistic regression was applied to assess the association between smartphone screen time duration and chronotype while controlling for potential confounding variables. Result: Most students reported high smartphone screen time (>4 hours per day). The intermediate chronotype was the most prevalent, followed by evening and morning types. Multivariate analysis showed that students with high smartphone screen time had a greater tendency to exhibit a morning-type chronotype after adjusting for confounding variables.  Conclusion: There was an association between smartphone screen time duration and chronotype among students of the Faculty of Public Health, Universitas Indonesia. High smartphone screen time was associated with a greater likelihood of morning-type chronotype. These findings may inform the development of health promotion programs focusing on screen time management and sleep health in university settings.
Read More
T-7487
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive