Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32240 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nur Purwoko Widodo; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Syahrizal Syarif, Sholah Imari
Abstrak:

Kota Mataram adalah salah satu daerah endemis penyakit DBD di Indonesia, karena sejak Tahun 2003 hingga Tahun 2012, selalu ditemukan kasus penyakit DBD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik, perilaku dan lingkungan rumah penduduk dengan kejadian DBD. Penelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk Kota Mataram, sedangkan sampel penelitian adalah sebagian penduduk Kota Mataram yang berasal dari semua kecamatan yang ada di Kota Mataram. Kasus adalah penduduk Kota Mataram yang pernah dirawat di rumah sakit pada periode Januari?Maret 2012 dan didiagnosis menderita suspek DBD/DD/DBD. Kontrol adalah tetangga kasus yang tidak pernah diagnosis menderita suspek DBD/DD/DBD pada periode yang sama. Penelitian ini menemukan, variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kota Mataram pada Tahun 2012 adalah variabel pekerjaan (OR bekerja=2,04 ; 95%CI=1,032-4,015 ; OR bersekolah=3,80 ; 95%CI=1,281-11,302) dan penggunaan kassa nyamuk (OR=0,42 ; 95%CI=0,218-0,810). Bagi masyarakat, perlu peningkatan upaya perlindungan diri terhadap penularan penyakit DBD, terutama saat beraktifitas di luar rumah (saat bekerja/bersekolah), diantaranya dengan menggunakan pakaian yang dapat mencegah gigitan nyamuk dan penggunaan obat nyamuk oles (repellent). Bagi Dinas Kesehatan Kota Mataram, perlu intensifikasi pemeriksaan jentik dan PSN DBD di tempat-tempat umum, khususnya di sekolah-sekolah dan perkantoran bekerja sama dengan lintas program dan lintas sektor terkait.


  Mataram city is one of the endemic areas of dengue fever in Indonesia, because since the Year 2003 to 2012, is always found dengue fever cases. This study aims to determine the relationship between the characteristics, behavior and home environment of the population with the incidence of dengue. This study is an analytical study with case-control design. The population in this study were residents of the city of Mataram, while the study sample was part of the population Mataram from all districts in the city of Mataram. Case is a resident of the city of Mataram who had been treated in hospital in the period from January to March 2012 and was diagnosed with suspected DHF / DD / DHF. Control is a neighbor of cases that never diagnosed with suspected DHF / DD / DHF in the same period. This study found that variables related to the incidence of dengue in the city of Mataram in the year 2012 is the variable of work (OR worker=2,04 ; 95%CI=1,032-4,015 ; OR student=3,80 ; 95%CI=1,281-11,302) and the use of mosquito net (OR=0,42 ; 95%CI=0,218-0,810). For society, need to increase efforts to protect themselves against dengue disease transmission, especially when activities outside the home (at work / school), such as by using clothing to prevent mosquito bites and use mosquito repellent ointment. For Mataram City Health Department, need to the intensification of larvae and eradication of DHF mosquito breeding places examination in public places, especially in schools and offices, to work with cross sector / program linked.

Read More
T-3593
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marwanty; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Budi Haryanto, Putri Bungsu, Abdurrahman, Rohman Simanjutak
T-4898
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bekti Aribawanti Rini; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Tiffany Tiara Pakasi, Hanung Wikantono
Abstrak: Kabupaten Purbalingga adalah salah satu daerah endemis penyakit DBD di Indonesia. Peningkatan kasus hamper 3 kali lipat pada bulan Januari-Juni 2019 dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor karakteristik individu, faktor perilaku, faktor lingkungan rumah, dan faktor program DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dan observasi. Total sampel sebanyak 408 responden dari dua kecamatan dengan kasus tertinggi. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat (chi square), dan analisis multivariat (Regresi Logistik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Kejadian DBD di Kabupaten Purbalingga adalah umur: 6-18 tahun (OR: 3,75; 95% CI: 1,91-7,36), ≤ 5 tahun (OR: 2,55; 95% CI: 0,94-6,89), 19-45 tahun (OR: 2,23; 95% CI: 1,27-3,94), kebiasaan menguras TPA (OR: 2,13; 95% CI: 1,34-3,39), kebiasaan menggantung pakaian (OR: 1,87; 95% CI: 1,06-3,31), keberadaan tanaman hias (OR: 9,22; 95% CI: 2,54-33,50), keberadaan barang bekas (OR: 1,63; 95% CI: 1,03-2,58), penggunaan kassa nyamuk pada ventilasi (OR: 12,35; 95% CI: 3,34-45,74), dan pencahayaan (OR: 1,75; 95% CI: 1,07-2,87). Bagi Dinas Kesehatan diharapkan dapat mengintensifkan penyuluhan tentang DBD dan meningkatkan kerjasama lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan 3M Plus sehingga dapat dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat. Bagi Masyarakat diharapkan dapat melaksanakan PSN 3M Plus secara mandiri salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Purbalingga Regency is one of the endemic area of DHF in Indonesia. The increase of DHF cases in Purbalingga Regency in January-June 2019 almost tripled compared to the number of cases in 2018. This study is necessary to conduct research on individual characteristics, behaviours, household  environmentals, and DHF programs associated with the incidence of DHF. It used a case control study. The data were collected using questionnaires through interviews and observations. Sample of 408 respondents was taken from two subdistricts with the highest cases. Logistic Regression were employed in this study. The results of the study indicate that the factors associated with the incidence of DHF in Purbalingga Regency in 2019 were the age: 6-18 year (OR: 3,75; 95% CI: 1,91-7,36), ≤5 year (OR: 2,55; 95% CI: 0,94-6,89), 19-45 year (OR: 2,23; 95% CI: 1,27-3,94), habit of drain the water supply containers (OR: 2,13; 95% CI: 1,34-3,39), habit of hanging clothes (OR: 1,87; 95% CI: 1,06- 3,31), the availability of ornamental plants (OR: 9,22; 95% CI: 2,54-33,50), the presence of discarded trash (OR: 1,63; 95% CI: 1,03-2,58), the availability of mosquito gauze (OR: 12,35; 95% CI: 3,34-45,74), and the lighting (OR: 1,75; 95% CI: 1,07-2,87). The Health Office is expected to intensify promoting about DHF and to increase the inter-related sectors in supporting the implementation of PSN 3M Plus. The community is expected to be able to implement PSN 3M Plus independently, one of which is through the implementation of the “Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J)”.
Read More
T-5860
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
John Silwanus Kaku; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Yovsyah; I Nyoman Kandun, Bai Kusnadi
Abstrak: Pemerintah perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara rutin oleh petugas kesehatan dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk ikut menyampaikan pesan kesehatan. Melakukan kegiatan bakti sosial membersihkan lingkungan dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Read More
T-5673
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Triyuni Rizkya Mika; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Renti Mahkota, Riri Komala Sari
Abstrak:

Perkembangan kasus DBD di kota Depok mengalami peningkatan baik dari segi jumlah kasus maupun dari sebaran distribusi wilayah terjangkit. Pada tahun 2023 kasus demam berdarah di kota Depok terdeteksi sebanyak 1.032 kasus sehingga diperoleh angka kesakitan/incidence rate DBD sebesar 53,53 per 100.000 penduduk dan angka kematian sebanyak 5 orang sehingga diperoleh angka kematian/case fatality rate DBD sebesar 0,48%. Kasus DBD tertinggi terjadi di kecamatan pancoran mas sebanyak 174 kasus DBD. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di puskesmas pancoran mas depok tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan menggunakan data primer. Hasil analisis bivariate dengan uji chi-square didapatkan bahwa variabel yang berhubungan secara signifikan dengan kejadian DBD yaitu kebiasaan menggantung baju (nilai p = 0,011; POR = 3,25; 95% CI = 1,31-8,08) dan pengelolaan barang bekas (p = 0,012; POR = 0,33; 95% CI = 0,14-0,78). Sedangkan variabel yang tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian DBD yaitu usia (p = 0,368), jenis kelamin (p = 0,129), penggunaan obat/anti nyamuk (p = 0,521), sarana pembuangan sampah (p = 0,080). Masyarakat diharapkan untuk bekerja sama dalam program pemberantasan sarang nyamuk yang dilaksanakan oleh Puskesmas dan pemerintah setempat.


 

The development of dengue fever cases in Depok city has increased both in terms of the number of cases and the distribution of infected areas. In 2023, 1,032 cases of dengue fever were detected in Depok city, resulting in a dengue morbidity/incidence rate of 53.53 per 100,000 population and a mortality rate of 5 people, resulting in a dengue fatality rate of 0.48%. The highest DHF cases occurred in Pancoran Mas sub-district as many as 174 DHF cases. This study aims to determine the factors associated with the incidence of dengue hemorrhagic fever at the pancoran mas health center in depok in 2024. This study is a quantitative study with a cross-sectional design and uses primary data. The results of bivariate analysis with the chi-square test showed that the variables significantly associated with the incidence of DHF were the habit of hanging clothes (p value = 0.011; POR = 3.25; 95% CI = 1.31-8.08) and the management of used goods (p = 0.012; POR = 0.33; 95% CI = 0.14-0.78). The variables that were not significantly associated with DHF incidence were age (p = 0.368), gender (p = 0.129), use of mosquito repellent (p = 0.521), waste disposal facilities (p = 0.080). The community is expected to cooperate in the mosquito nest eradication program implemented by the Puskesmas and local government.

Read More
S-11853
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Difa Mega Magrifah; Pembimbing: Budi Hartono; Penguji: Zakianis, Budi Setiawan
Abstrak:
Latar Belakang: Pada tahun 2023, Provinsi DKI Jakarta dengan incidence rate sebesar 36,27 per 100.000 penduduk dengan prevalence rate penyakit DBD di Provinsi DKI Jakarta sebesar 1,81%, nilai tertinggi kedua setelah Provinsi Papua Tengah. Pada tahun 2024, terjadi peningkatan incidence rate yang mencapai 122,53 per 100.000 penduduk. Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor iklim, kepadatan penduduk, Angka Bebas Jentik (ABJ), kejadian banjir, pengelolaan sampah, terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Provinsi DKI Jakarta Pada Tahun 2022–2024. Metode: Desain studi ekologi menggunakan data sekunder dengan analisis korelasi, spasial, dan regresi linear berganda pada 44 kecamatan di Provinsi DKI Jakarta sebagai unit analisis. Hasil: Hasil korelasi yang signifikan (p=0,042) antara ABJ dengan kejadian penyakit DBD di Provinsi DKI Jakarta yang memiliki kekuatan sedang dengan arah negatif yang menunjukkan semakin rendah persentase ABJ akan menyebabkan semakin tinggi proporsi DBD. Kesimpulan: Berdasarkan data global dan Asia menunjukkan proporsi yang berisiko terkait penyakit dengue sebesar 28,5% dan 26,5%, maka dari itu, proporsi DBD di Provinsi DKI Jakarta belum menunjukkan proporsi yang berisiko. Saran: Kolaborasi lintas sektor dalam pemetaan lokasi yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes dengan meningkatkan frekuensi kegiatan Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mempublikasi peringatan wabah DBD kepada masyarakat.

Background: In 2023, DKI Jakarta Province reported an incidence rate of 36.27 per  100,000 population and prevalence rate of 1.81%, the second highest after Central Papua  Province. In 2024, the incidence rate increased to 122.53 per 100,000 population.  Objective: To analyze the relationship between climatic factors, population density,  Larvae-Free Index (LFI), flood occurrence, and waste management with the occurrence  of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in DKI Jakarta Province from 2022 to 2024.  Methods: An ecological study design using secondary data, analyzed through correlation,  spatial analysis, and multiple linear regression across 44 districts in DKI Jakarta Province  as the unit of analysis. Results: A significant correlation (p = 0.042) was found between  LFI and DHF occurrence, with a moderate negative correlation, indicating that lower LFI  percentages are associated with higher DHF proportions. Conclusion: Based on global  and Asian risk proportions for dengue of 28.5% and 26.5%, the proportion of dengue  hemorrhagic fever in DKI Jakarta Province has not yet reached a level considered to be  at risk. Recommendation: Strengthen cross-sector collaboration to map potential Aedes  breeding sites by increasing the frequency of the Mosquito Nest Eradication Program and  issuing public health alerts related to dengue outbreaks.
Read More
S-12186
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Izatun Nidaa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Iwan Ariawan, Irma Ardiana
Abstrak: Salah satu isu terkait kontrasepsi adalah ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi karena merupakan determinan yang mempengaruhi Contraception Prevalence Rate. Ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi dapat menyebabkan dampak masalah kesehatan masyarakat yaitu kehamilan tidak diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran faktor-faktor ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi suntik, implan dan IUD di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur dan Sumbawa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan data sekunder dari Survei Pemantauan dan Evaluasi Penggunaan Kontrasepsi di Jawa Timur dan NTB. Sampel penelitian adalah ibu yang berstatus menikah dan berusia 15-49 tahun. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 5023 responden. Hasil penelitian proporsi ketidak langsungan penggunaan kontrasepsi suntik, implan dan IUD di total tiga kabupaten sebesar 29,2%. Faktor predisposisiyang berhubungan adalah umur dan jumlah anak hidup. Faktor pemungkin, jenisalat kontrasepsi tidak berhubungan di tiga kabupaten. Faktor penguat, KIE KBdan diskusi KB dengan suami berhubungan secara total di tiga Kabupaten.Sehingga disarankan untuk Pemerintah Provinsi dan NTB untuk melakukan penyuluhan intensif tentang perlunya melanjutkan penggunaan alat kontrasepsiterutama pada ibu-ibu berusia diatas 35 tahun atau yang memiliki anak lebih dari3, menggencarkan pemberian informasi KB oleh kunjungan petugas kesehatanatau tokoh masyarakat dan meningkatkan peran suami.Kata Kunci: ketidaklangsungan kontrasepsi, kontrasepsi suntik, implan, IUD
One of the issues related to the use of contraception is contraceptivediscontinuation as a determinant affecting Contraception Prevalence Rate.Contraceptive discontinuation can cause public health problem such as unwantedpregnancy. This study aims to describe of the factors associated with injectioncontraceptive, implant and IUD discontinuation in West Lombok Barat, EastLombok and Sumbawa. This study used a cross-sectional design and secondarydata from the Monitoring and Evaluation Survey Use of Contraception in EastJava and West Nusa Tenggara Province. The samples were mothers who aremarried and aged 15-49 years. The number of samples analyzed is 5023respondents. The results of the study the proportion of injection contraceptive,implant and IUD discontinuation in a total of three districts is 29.2 %.Predisposing factors that statistically correlated are age and number of livingchildren. Enabling factors, types of contraceptives is not statistically correlated inthree districts. Reinforcing factors, IEC KB and discussion about KB withhusband is statistically correlated in total of three districts. So it is recommendedto the Provincial Government of NTB to conduct intensive counseling about theneed to continue the use of contraceptives, especially in women older than 35years or who have children over 3, to intensify the provision of family planninginformation by visiting health workers or community leaders and enhance the roleof the husband.Keywords: contraceptive, discontinuation, injection contraceptive, implant, IUD
Read More
S-8098
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riza Farina Fitri; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Agus Handito, Inggariwati
Abstrak:
Angka kesakitan demam berdarah dengue terus meningkat setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran epidemiologi kejadian demam berdarah dan faktor – faktor yang mempengaruhi nya. Variabel yang diukur adalah kepadatan penduduk, curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, penyelidikan epidemiologi dan fogging focus. Studi ini merupakan studi ekologi/ studi korelasi, menggunakan data sekunder, yang unit analisisnya populasi. Analisis multivariat menggunakan multiple regresi linear, Faktor yang dominan berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue antara lain variabel curah hujan dengan p-value=0,000, variabel kepadatan penduduk dengan p-value=0,024, variabel kelembaban udaran dengan p-value= 0.004 dan variabel kecepatan angin dengan p value = 0.000.

The morbidity rate of dengue hemorrhagic fever continues to increase every year. The purpose of this research is to find out the epidemiological description of the incidence of dengue fever and the factors that influence it. The variables measured were population density, rainfall, air temperature, air humidity, epidemiological investigations and fogging focus. This study is an ecological study/correlation study, using secondary data, whose unit of analysis is population. Multivariate analysis using multiple linear regression. The dominant factors related to the incidence of dengue hemorrhagic fever include rainfall variable with p-value = 0.000, population density variable with p-value = 0.024, air humidity variable with p-value = 0.004 and speed variable. wind with p value = 0.000.
Read More
T-6634
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Syahputra Yamin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Lalu Simbawara
Abstrak: Latar Belakang: Demam berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue yang merupakan masalah kesehatan di Indonesia termasuk di Kota Mataram. Kasus DBD di Kota Mataram sejak tahun 2016 sampai tahun 2019 cenderung fluktuatif dimana sebagian besar pasien DBD dirawat di RSUD Kota Mataram. Kematian akibat infeksi DBD Sebagian besar terjadi pada DSS dan kematian akibat DSS dilaporkan 50 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pasien DBD tanpa DSS. Diagnostik yang cepat dan pengobatan yang tepat merupakan salah satu penentu penting untuk pencegahan dan pengendalian dengue, sehingga dengan mengetahui faktor risiko ini dapat mencegah/mengurangi kematian. Metode: Penelitian ini bersifat observasional dengan desain kasus control. Kasus adalah pasien DBD yang didagnosis Dengue Shock Syndrome oleh dokter yang merawat, sedangkan untuk kontrol adalah pasien DBD yang didiagnosis bukan Dengue Shock Syndrome oleh dokter yang merawat. Data penelitian diperoleh dari data rekam medis dan formular KD-RS yang dirawat di RSUD Kota Mataram dari bulan Januari 2016 sampai Desember 2020. Rancangan analisis ditujukan untuk memperoleh nilai odds ratio dilanjutkan dengan analisis multivariat untuk mengetahui faktor risiko yang dapat mendeteksi DSS lebih awal. Hasil Penelitian: Variabel yang signifikan secara statistic pada prediksi model akhir adalah variable peningkatan nilai hematokrit > baseline dengan OR= 17,1 (95% CI: 4,033-72,600), penurunan nilai trombosit < 100.000/µL dengan OR= 6 (95% CI: 2,30615,699), dan penurunan nilai leukosit < baseline dengan OR= 5,1 (95% CI: 2,20911,838). Sedangkan variabel yang paling dominan adalah variabel peningkatan nilai hematokrit > baseline dengan nilai OR= 17,1 (95% CI: 4,033-72,600) dan nilai p= 0,000.
Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the Dengue virus which is a health problem in Indonesia, including in the city of Mataram. DHF cases in Mataram City from 2016 to 2019 tend to fluctuate where most of the DHF patients are treated at the RSUD Kota Mataram. Death due to DHF infection occurred mostly in DSS and mortality from DSS was reported to be 50 times higher than in DHF patients without DSS. Prompt diagnosis and appropriate treatment are important determinants for dengue prevention and control, so knowing these risk factors can prevent/reduce mortality. Methods: This study is an observational study with a case-control design. Cases are DHF patients diagnosed with Dengue Shock Syndrome by the treating doctor, while the controls are DHF patients diagnosed not with Dengue Shock Syndrome by the treating doctor. The research data were obtained from medical records and KD-RS formular data treated at the RSUD Kota Mataram from January 2016 to December 2020. The design of the analysis was aimed at obtaining the odds ratio value followed by multivariate analysis to determine the risk factors that could detect DSS early. Results: The variables that were statistically significant in the prediction of the final model were the increase in hematocrit value > baseline with OR= 17.1 (95% CI: 4.03372.600), decreased platelet value < 100.000/µL with OR= 6 (95% CI : 2,306-15,699), and decreased leukocyte value < baseline with OR= 5.1 (95% CI: 2,209-11,838). While the most dominant variable is the increase in hematocrit value > baseline with OR = 17.1 (95% CI: 4.033-72.600) and p value = 0.000
Read More
T-6191
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Chairunnisa Niken Lestari; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Aan Ariyanti
Abstrak: ABSTRAK DKI Jakarta merupakan daerah endemis DBD, di mana Jakarta Timur selalu menjadi kota dengan jumlah kasus tertinggi setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran insidens DBD berdasarkan orang, tempat, waktu, dankorelasi antara faktor lingkungan seperti karakteristik lingkungan fisik, lingkungan sosial, dan praktik pengendalian vektor dengan Insidens DBD di Jakarta Timur tahun 2012-2016. Data yang digunakan adalah data sekunder, total populasi penelitian dengan unit analisis tingkat kecamatan (agregat). Desain penelitian studi kuantitatif observational ekologi. Rata-rata Insidens DBD tahun 2012-2016 tersebar lebih tinggi pada laki-laki, tertinggi di Kecamatan Pulogadung, memuncak pada bulan Maret-April setiap tahunnya, dan terjadi KLB pada tahun 2016. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan Insidens DBD adalah kelembaban udara, jumlah hari hujan, dan cakupan Jumantik melapor. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan penyusunan program pengendalian DBD untuk mencegah potensi wabah, dan menjadi studi pembuka untuk analisis tingkat individu. Kata kunci:Endemisitas DBD, Jakarta Timur, Faktor Lingkungan DKI Jakarta is a DHF endemic area, where East Jakarta has always been the city with the highest number of cases each year. This study aims to identify the DHF Incidence distribution by person, place, time, and correlation between environmental factors such as physical environment, social environment, and vector control practices with DHF incidence in East Jakarta 2012-2016. The data used are secondary data, total study population with district analysis unit (aggregate). The study design is quantitative observational study of ecology. The mean of DHF prevalence in 2012-2016 is higher in males, the highest in Pulogadung district, peaking in April-March in every year, and outbreak was occurred in 2016. The variables which have a significant association with DHF prevalence are air humidity, number of rainy days, and coverage of Jumantik who reports. This study is expected to become a reference for the preparation of DHF control programs to prevent potential outbreaks, and to be an opening study for individual level analysis. Key words:DHF Endemicity, East Jakarta, Environmental Factors
Read More
S-9664
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive