Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40013 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ratih Ratnaningrum Ambarwati; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Rahmawati
S-7314
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Paramitha Anisa; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Rahmawati
S-7224
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitriatul Isnaini; Pembimbing: Yvonne M Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Rahmawati
Abstrak: ABSTRACT
  
Stunting atau kependekan (PB/U <-2 SD) merupakan bentuk kegagalan pertumbuhan
 
linier yang banyak muncul di wilayah negara berkembang termasuk Indonesia.
 
Stunting mengancam kesehatan, mengurangi kesempatan pencapaian pendidikan dan
 
pendapatan tinggi. Potensi genetik stunting yang menurun memperpanjang risiko
 
stunting antargenerasi. Stunting dapat jelas teramati ketika anak-anak. Intervensi dini
 
diperlukan untuk menurunkan prevalensi stunting dan dampak. Penelitian ini
 
melibatkan 133 pasang ibu dan bayi di enam posyandu. Penelitian menggunakan
 
desain potong lintang untuk mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting
 
pada anak usia 12-23 bulan. Penelitian dimulai pada 10 April sampai 5 Mei 2014. Uji
 
chi-square mendapati tinggi badan ibu, panjang lahir anak, berat lahir anak, asupan
 
zink, dan riwayat infeksi adalah faktor-faktor yang berhubungan bermakna terhadap
 
stunting. Hasil analisa multivariat menunjuk asupan zink sebagai faktor dominan
 
terhadap stunting pada anak usia 12-23 bulan. Peneliti menyarankan pemerintah
 
untuk mempertimbangkan suatu program suplementasi bagi ibu yang melanjutkan
 
menyusui hingga anak berusia dua tahun.
 

 
ABSTRACT
 
 
Stunting or short stature (HAZ<-2 SD) is a linear growth failure that largely occur in
 
developing countries included Indonesia. Stunting is a main malnutrition problem
 
that threatening health, reducing high-education level attainament and income level.
 
Stunting has a phenotype potential that genetically given from parents that causing a
 
long-bad short stature cycle, called intergenerational cycle. Stunting can clearly
 
observe in children. Early intervation is needed for cutting down stunting prevalence
 
and reducing effects. This study aim for finding factor that most contribute to stunting
 
aged 12-23 months by using a cross sectional design. It started on April 10th until
 
May 5th 2014. There was 133 pairs mother-child who completely involved in this
 
study. This study reported that 21,8% toddler are stunting. Chi-square anlysis found
 
maternal height, child birth-length, child birth-weight, zinc intake, and infection
 
frequent are factors related to stunting. Furthermore, multivariate anlysis result
 
showed that zinc intake as dominant factor related to stunting aged 12-23 months. It
 
suggest for stakeholder to consider a supplementation program for mother who
 
countinous suckling until her toddler aged two years old.
Read More
S-8493
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nida Nur Maulida Salsabila; Pembimbimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Siti Arifah Pujonarti, Kencana Sari
Abstrak:
Wasting merupakan kondisi malnutrisi akut yang dapat menyebabkan morbiditas dan mortalitas pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik anak dan keluarga dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan di Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini yaitu kejadian wasting. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi karakteristik anak, karakteristik keluarga, pola asuh, konsumsi protein, dan riwayat diare. Data kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 6,8% anak usia 6-24 bulan mengalami wasting. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi telur dengan kejadian wasting pada anak usia 6-24 bulan [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].

Wasting is an acute malnutrition condition that can lead to morbidity and mortality in children. The aim of this study was to determine the relationship between children and family characteristics with the incidence of wasting in children aged 6-24 months in Pasir Putih Village, Sawangan District, Depok City in 2020. This study used secondary data with a cross-sectional study design. The dependent variable in this study was the incidence of wasting. The independent variables in this study included children characteristics, family characteristics, feeding practices, protein consumption, and history of diarrhea. The data were then analyzed using univariate and bivariate analysis. The results of the study showed that 6,8% of children aged 6-24 months experienced wasting. The bivariate analysis results indicated a significant relationship between egg consumption and the occurrence of wasting in children aged 6-24 months [p-value = 0,022; OR = 5,903, 95%CI = (1,315 – 26,490)].
Read More
S-11426
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bobok S. Simanjuntak; Pembimbing: Endang L. Achadi, Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Dodik Briawan, Salimar
T-3453
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resky Syam; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Triani Posma Rohana
S-10259
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iis Fatimah; Pembimbing: Kusharisupeni; Penguji: Trini Sudiarti, Siti Arifah Pujonarti, Helwiah Umniyati, Yuliati Chasbullah
Abstrak:

ABSTRAK

Stunting atau perawakan pendek pada anak merupakan suatu ?tragedi yang tersembunyi? dan dampaknya menyebabkan gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan anak yang irreversibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan kejadian stunting pada balita usia 24 ? 59 bulan di Kelurahan Harapan Mulya Kota Bekasi tahun 2013. Disain penelitian adalah cross sectional dan melibatkan 143 sampel yang diambil dengan sampel acak sederhana. Status stunting dinilai berdasarkan Z-score TB/U menurut klasifikasi WHO. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoice, berat badan menggunakan timbangan digital, asupan makanan (energi, protein, vitamin A, zink) menggunakan FFQ semikuantitatif. ASI, berat lahir, penyakit infeksi, pendidikan ayah dan ibu, status ekonomi didapatkan melalui wawancara.

Hasil analisis menunjukkan sebanyak 32,9% balita usia 24-59 bulan tergolong stunting. Uji chi-square menunjukkan berat lahir, asupan energi dan protein, asupan zink, pendidikan ayah dan status ekonomi berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Analisis regresi logistik menghasilkan berat lahir sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian stunting setelah dikontrol pendidikan ayah dan asupan energi (p=0,003;OR=6,663;CI=1,87? 23,5). Untuk mencegah kejadian stunting pada balita, disarankan pemeriksaan kehamilan yang teratur, memberikan makanan bergizi seimbang untuk balita sesuai AKG yang dianjurkan, mempersiapkan status kesehatan dan gizi yang baik untuk remaja perempuan sebelum kehamilan.


ABSTRACT

Stunting or short stature is a ?hidden tragedy? and its impact causes disorder to a irreversible child?s development. The aim of this study were to determine the dominant factor of stunting among children aged 24-59 months at Harapan Mulya sub-district in Bekasi city 2013. Design was a cross sectional study on 143 children whom chosen by simple random sampling. Status of stunting were expressed by height for age z-score (HAZ) according to the WHO classification. Children?s height were measured using microtoise, body weight was measured with digital scales, nutrients intake (energy, protein, vitamin A and zink) were collected throught semiquantitative FFQ. Breastfeeding, birthweight, infection disease, education of father and mother and economic status were collected through interview.

The analysis result showed 32,9% children aged 24-59 months were stunting. Chi-square test showed birthweight , energy and protein intake, zinc intake, father education and economic status were significant correlate with stunting. Logistic regression analysis showed birthweight variable as a dominant factor which related to stunting after being controlled by father education and energy input (p=0,003;OR=6,663;CI=1,8723,5). Suggestion for deterrence of stunting is the regular pregnancy inspection, giving nutritious wellbalanced under five years food input as according to AKG suggested, preparing good nutrient and health status for woman adolescent before pregnancy.

Read More
T-3936
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Early Vici Azmia; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Trini Sudiarti, Salimar
Abstrak:
Prevalensi balita wasting di Indonesia tahun 2022 sebesar 7,7%, menurut WHO masalah wasting ini sudah termasuk masalah kesehatan masyarakat yang buruk. Wasting adalah masalah gizi pada balita yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 6–59 bulan di Kelurahan Cimpaeun Kota Depok Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan pada bulan April–Juni 2023, menggunakan desain cross-sectional, metode proportionate stratified random sampling dengan sampel penelitian 136 balita usia 6–59 bulan. Data dianalisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan 9,6% balita usia 6–59 bulan di Kelurahan Cimpaeun Kota Depok Tahun 2023 menderita wasting, dan termasuk pada masalah kesehatan masyarakat yang buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan energi, asupan protein, pengetahuan gizi ibu, dan pendapatan keluarga berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 6–59 bulan. Risiko wasting lebih tinggi pada balita dengan asupan energi dan protein yang kurang, pengetahuan gizi ibu yang kurang, serta pendapatan keluarga yang rendah.

The prevalence of wasting under five in Indonesia in 2022 is 7.7%, according to WHO this wasting problem is a bad public health problem. Wasting is a nutritional problem in toddlers that has an impact on morbidity and mortality. The research objective was to determine the factors associated with wasting in toddlers aged 6–59 months in Cimpaeun Village in 2023. This research was conducted in April–June 2023, using a cross-sectional design, proportionate stratified random sampling method with a research sample of 136 toddlers aged 6–59 months. Data were analyzed univariately and bivariately using chi-square. The results showed that 9.6% of toddlers aged 6–59 months in the Cimpaeun Village in 2023 were suffering from wasting, and this is a bad public health problem. The results showed that energy intake, protein intake, mother's nutritional knowledge, and family income were associated with wasting in toddlers aged 6–59 months. The risk of wasting is higher for toddlers with less energy and protein intake, less knowledge of mother's nutrition, and low family income.
Read More
S-11394
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kelvin Halim; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Dewi Damayanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan melihat hubungan keragaman konsumsi pangan dan faktor lainnya dengan kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah sampel 149 anak usia 6-35 bulan di Kecamatan Babakan Madang selama bulan April-Juni 2019. Skor keragaman konsumsi pangan diambil dari 1x24hr food recall berdasarkan 7 kelompok pangan dan dikategorikan berdasarkan beragam (<4 kelompok pangan) dan tidak beragam (≥4 kelompok). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting pada anak sebesar 32.2%. Selain itu, 31.5% anak mengonsumsi pangan tidak beragam, dan 79,5% anak belum mencapai minimum acceptable diet. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara keragaman konsumsi pangan (p=0.033), minimum acceptable diet (p=0.013), dan konsumsi sayur dan buah sumber vitamin A (p=0.015). Namun, belum ditemukan adanya hubungan bermakna antara frekuensi pemberian makan dengan kejadian stunting (p=0.995). Maka dari itu, upaya intervensi perlu dilakukan dengan meningkatkan keragaman pangan dan kualitas makan bayi dan anak dalam menurunkan risiko kejadian stunting di tingkat keluarga dan masyarakat.
Read More
S-9980
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titin Haerunnisa; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Dwiretno Yuliarti
S-9138
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive