Ditemukan 42211 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Iwan Setiawan; Pemimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Ili Rianti
S-7336
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Andri Fayrina Ramadhani; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Setyo Nugroho
S-7083
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Setyanti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Ryan Hendra
Abstrak:
Aktivitas administrasi di dalam ruang kantor seperti menulis, membaca, mengetik dan menggunakan komputer merupakan pekerjaan yang dilakukan terus menerus dan membutuhkan tingkat pencahayaan yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pencahayaan dan keluhan subjektif kelelahan mata pada pekerja di ruang kantor PT. XYZ tahun 2017. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tingkat pencahayaan, usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata, durasi kerja, kekontrasan, dan tampilan layar monitor. Sedangkan variabel dependen adalah keluhan subjektif kelelahan mata. Penelitian ini dilakukan kepada 45 orang pekerja dengan desain studi cross sectional. Hasil pengukuran tingkat pencahayaan menggunakan lux meter diketahui bahwa 80% area kerja tidak memenuhi standar Permenkes No. 48 Tahun 2016, dimana terdapat 82,2% pekerja mengalami keluhan subjektif kelelahan mata. Hasil penelitian ini tidak menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara karakteristik individu (usia, lama kerja, kelainan refraksi, perilaku berisiko terhadap kesehatan mata), faktor pekerjaan (durasi kerja, kekontrasan,tampilan layar monitor), dan tingkat pencahayaan dengan keluhan subjektif kelelahan mata.
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata
Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
Read More
Kata kunci : tingkat pencahayaan, keluhan subjektif, kelelahan mata
Administrative activities in office such as writing, reading, typing and using computers are work that are done repetitively and require adequate lighting levels. This study aims to analyze the lighting level and subjective complaints of eye fatigue in workers in the office of PT. XYZ in 2017. The independent variables in this study are the lighting level, age, duration of employment, refractive abnormalities, risky behavior, duration of work, contrast, and monitor screen display. While the dependent variable is subjective complaints of eye fatigue. This research was conducted to 45 workers with cross sectional study design. From the measurement of ligthing level using lux meter, 80% work area is known to not meet the standard of Permenkes. 48 of 2016, where 82.2% of workers are experiencing eyestrain due to insufficient level of lighting. The results of this study did not show any significant relationship between individual characteristics (age, duration of work, refractive abnormalities, risky behavior to eye health), occupational factors (duration of work, contrast, monitor screen display) and lighting level with subjective complaints of eyestrain on workers.
Keywords: lighting level, subjective complaints, eyestrain
S-9598
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sekar Tina Amiaty Naro Putri; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanty
S-5897
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Tri Eko Prasetyo; Pembimbing: Hendra; Penguji: Baiduri, Yuni Kusminanti
S-4734
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Istiningsih; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Doni Hikmat Rmadhan, Muhammad Soffiudin
S-7201
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diva Mahardikawati; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Abdul Kadir, Fatma Lestari, Tubagus Dwika Yuantoko, Bima Haryadi
Abstrak:
Read More
Pekerja konstruksi memiliki risiko tinggi mengalami kelelahan kerja karena karakteristik pekerjaannya yang melibatkan aktivitas fisik berat, durasi kerja panjang, serta paparan lingkungan kerja seperti panas dan kebisingan. Kelelahan kerja dapat berdampak pada penurunan konsentrasi, ketelitian, kecepatan respons, dan human performance pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kelelahan kerja dan dampak kelelahan kerja terhadap human performance pada pekerja konstruksi di PT X tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 113 pekerja konstruksi. Variabel yang diteliti meliputi faktor individu, faktor terkait pekerjaan, dan human performance. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, pengukuran beban kerja fisik melalui denyut nadi, serta pengukuran lingkungan kerja kebisingan dan suhu. Instrumen yang digunakan meliputi Fatigue Assessment Scale for Construction Workers (FASCW), NASA-TLX, dan Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial (analisis bivariat dan multivariat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja adalah waktu perjalanan, kuantitas tidur, dan beban kerja fisik dengan nilai p-value masing-masing 0,000. Berdasarkan hasil analisis multivariat, diketahui bahwa terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kelelahan kerja, yaitu waktu perjalanan, kuantitas tidur, dan beban kerja fisik. Variabel waktu perjalanan merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kelelahan kerja dengan nilai OR = 17,057. Kelelahan kerja juga berhubungan signifikan dengan human performance dengan nilai p-value 0,023 dengan nilai OR 2,457. Hal ini menunjukkan bahwa pekerja yang tidak mengalami kelelahan kerja memiliki peluang 2,457 kali lebih besar untuk memiliki human performance tinggi dibandingkan pekerja yang mengalami kelelahan kerja.
Construction workers are at high risk of experiencing occupational fatigue due to the characteristics of their work, which involve heavy physical activity, long working hours, and exposure to work environment factors such as heat and noise. Occupational fatigue may lead to decreased concentration, accuracy, response speed, and workers’ human performance. This study aimed to analyze the risk factors associated with occupational fatigue and the relationship between occupational fatigue and human performance among construction workers at PT X in 2026. This study used a cross-sectional design involving 113 construction workers as respondents. The variables examined included individual factors, work-related factors, occupational fatigue, and human performance. Data were collected using questionnaires, physical workload measurement through pulse rate assessment, and work environment measurements, including noise and temperature. The instruments used in this study included the Fatigue Assessment Scale for Construction Workers (FASCW), NASA-TLX, and the Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ). Data were analyzed using descriptive and inferential analyses, including bivariate and multivariate analyses. The results showed that factors associated with occupational fatigue were commuting time, sleep quantity, and physical workload, with p-values of <0.001 for each variable. Based on the multivariate analysis, these three variables had a significant relationship with occupational fatigue. Commuting time was identified as the most dominant factor associated with occupational fatigue, with an OR value of 17.057. Occupational fatigue was also significantly associated with human performance, with a p-value of 0.023 and an OR value of 2.457. This indicates that workers who did not experience occupational fatigue were 2.457 times more likely to have high human performance compared to workers who experienced occupational fatigue.
T-7713
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aqua Da Mongga; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Chandra Satrya, Aprian Een Saputra
Abstrak:
Kebanyakan dari pekerjaan-pekerjaan yang melakukan aktivitas dalam keadaan duduk dapat terpapar pada tingkat waktu menetap yang tinggi, salah satunya adalah pada pekerja di kantor pengguna komputer atau laptop. Penggunaan dan pemakaian komputer tau laptop dalam kurun waktu cukup lama dapat meningkatkan risiko keluhan gangguan pada muskuloskeletal, terkhusus pada bagian punggung bawah dan leher. Untuk melihat faktor-faktor yang memengaruhi keluhan low back pain dan neck pain pada pekerja kantoran pengguna komputer dilakukan penelitian studi cross-sectional dengan menggunakan data primer tahun 2020. Penelitian melibatkan 55 pekerja PT X di daerah Jakarta Timur. Ditemukan pekerja yang memiliki keluhan gangguan low back pain sebesar 41.8% dan pekerja yang memiliki keluhan pada gangguan neck pain sebesar 50.9%. Pada analisis hubungan faktor risiko pekerjaan dengan keluhan gangguan low back pain yang menggunakan chi-square didapatkan bahwa antara faktor risiko pekerjaan dan psikososial memiliki hubungan signifikan dengan keluhan gangguan low back pain yaitu kerja otot statis (p-value=0.03), tuntutan kerja (p-value=0.00), dukungan sosial (pvalue=0.00), dan stres kerja (p-value=0.00). Kemudian pada analisis hubungan faktor risiko pekerjaan dengan keluhan gangguan neck pain yang menggunakan chi-square didapatkan bahwa antara faktor risiko pekerjaan dan psikososial memiliki hubungan signifikan dengan keluhan gangguan low back pain yaitu durasi penggunaan komputer.laptop (p-value=0.01), kerja otot statis (p-value=0.01), tuntutan kerja (p-value=0.02), dukungan sosial (p-value=0.04), dan stres kerja (pvalue=0.01).
Kata kunci: low back pain; neck pain; pengguna komputer; pekerja kantor
Most of the tasks with prolonged sitting can be exposed to high levels of sedentary behavior, one of which is computer or laptop user workers in the office. A long period time of computer or laptop use can increase the risk of musculoskeletal disorders complaints, especially in the lower back and neck. To look at the factors that influence complaints of low back pain and neck pain in office workers, a crosssectional study using 2020 primary data. The study involved 55 PT X workers in East Jakarta. There were 41.8% workers who had low back pain complaints and 50.9% workers who had neck pain complaints. The result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with low back pain complaints, those are static muscle work (p-value = 0.03), work demands ( p-value = 0.00), social support (p-value = 0.00), and work stress (p-value = 0.00). Then, the result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with neck pain complaints, those are duration of computer use (p-value = 0.01), work static muscle (p-value = 0.01), work demands (p-value = 0.02), social support (pvalue = 0.04), and work stress (p-value = 0.01).
Keywords: low back pain; neck pain; computer user; office worker
Read More
Kata kunci: low back pain; neck pain; pengguna komputer; pekerja kantor
Most of the tasks with prolonged sitting can be exposed to high levels of sedentary behavior, one of which is computer or laptop user workers in the office. A long period time of computer or laptop use can increase the risk of musculoskeletal disorders complaints, especially in the lower back and neck. To look at the factors that influence complaints of low back pain and neck pain in office workers, a crosssectional study using 2020 primary data. The study involved 55 PT X workers in East Jakarta. There were 41.8% workers who had low back pain complaints and 50.9% workers who had neck pain complaints. The result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with low back pain complaints, those are static muscle work (p-value = 0.03), work demands ( p-value = 0.00), social support (p-value = 0.00), and work stress (p-value = 0.00). Then, the result of chi-square analysis indicated that there were significant relationship between physical and psychosocial risk factors with neck pain complaints, those are duration of computer use (p-value = 0.01), work static muscle (p-value = 0.01), work demands (p-value = 0.02), social support (pvalue = 0.04), and work stress (p-value = 0.01).
Keywords: low back pain; neck pain; computer user; office worker
S-10289
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadya Syafira; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Yusuf
Abstrak:
Kurangnya pencahayaan di tempat kerja berdampak pada kesehatan mata.Penelitian ini membahas tentang gambaran tingkat pencahayaan terhadap keluhansubjektif kelelahan mata pekerja di ruang security and safety PT. XYZ tahun 2016.Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan desain studi cross sectional. Datadidapat dari penyebaran kuesioner dan melakukan pengukuran tingkat pencahayaandi ruang kerja yang kemudian dibandingkan dengan tingkat pencahayaan yang adapada KepMenKes No.1405/MENKES/SK/XI/2002. Hasil penelitian menunjukkantingkat cahaya 81,3% tidak memenuhi NAB dan mengalami keluhan mata sebesar87,5%. Faktor tampilan layar monitor dan kelainan refraksi memiliki hubunganyang signifikan terhadap kelelahan mata.Kata kunci : keluhan subjektif, kelelahan mata, tingkat pencahayaan.
Read More
S-9214
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Studi Identifikasi dan Analisis Resiko Ergonomi pada Pekerja Pengguna Komputer di PT. NTP Tahun 2014
Aldila Faza Zulfah; Pembimbing: Ridwan Zadi Sjaaf; Penguji: Chandra Satrya, Adhi Prasetyo
Abstrak:
Kemajuan perkembangan di seluruh dunia meningkatkan daya saing dari setiap industri yang menjadikan adanya tuntutan performa yang baik dari pekerja. Akan tetapi, guna mencapai performa yang baik, perlu adanya kesesuaian antara pekerja dengan sistem kerja yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesesuaian serta risiko yang ditimbulkan antara pekerja pengguna komputer dengan aspek lainnya dalam suatu sistem kerja di empat departemen PT. NTP. Desain studi yang digunakan adalah desktiptif analitik dengan pendekatan observasional yang mengacu pada standar AS/NZS 4360:2004 untuk proses identifikasi dan analisis risiko. Penelitian ini juga dilengkapi dengan pengukuran peralatan kerja, pencahayaan, penilaian level risiko pekerjaan terhadap Musculoskeletal Disorder (MSDs), serta survey keluhan pada anggota tubuh pekerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar task yang dilakukan pekerja pengguna komputer beresiko sangat tinggi, serta didukung dengan sebagian besar peralatan kerja dan lingkungan yang tidak sesuai standar. Untuk itu diperlukan upaya pengendalian secara ergonomi yang sebaiknya dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan maupun oleh pihak pekerja itu sendiri. Kata Kunci: Pekerja Pengguna Komputer, Ergonomi, Identifikasi dan Analisis Risiko, Peralatan Kerja, Pencahayaan, Level Risiko Pekerjaan, Survey Keluhan Progress in the development of the worldwide increase the competitiveness of each industry that makes a good performance demands of the workers. However, in order to achieve good performance, the need for conformity between the workers and the working system is concerned. This study aims to identify and analyze the suitability and also the risks posed between computer users working with other aspects of a system work in four departments of Nusantara Turbin Propulsi Company. The study design used is analytic descriptive with observational approach which refers to the standard AS / NZS 4360: 2004 for the risk identification and analysis. This study is also equipped with a measurement of work tools, lighting, risk level of tasks related to Musculoskeletal Disorder (MSDs), as well as a survey of complaints of the worker's body. The results of this study indicate that the majority of computer users tasks are very high risk, and is supported by unstandardized work tools and lighting. Ergonomic control efforts should be made by the management company or by the workers themselves. Keywords: Computer Users, Ergonomics, Risk Identification and Risk Analysis, Work Tools, Lighting, Risk Level of Tasks, Survey of Complaints
Read More
S-8584
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
