Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 30764 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
A. Yvonne Natasha; Pembimbing: Ridwan Zahadi Syaaf, Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Farida Tusafariah
T-3617
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samsu Riza Wibowo; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Dadan Erwandi, Indri Hapsari, Asep Saefulloh Hermawan, Ramzy Siddiq Amier
Abstrak: Pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia telah berkembang dengan pesat. Salah satu pemanfaatan tenaga nuklir adalah penggunaan radiasi untuk mengiradiasi suatu bahan dengan tujuan sterilisasi, pengawetan atau polimerisasi dalam fasilitas iradiator. Peraturan BAPETEN terkait fasilitas iradiator telah diperbarui dari yang sebelumnya No. 11/Ka-BAPETEN/VI-99 menjadi No. 3 Tahun 2020. Dalam peraturan tersebut Budaya Keselamatan menjadi poin baru dalam Persyaratan Manajemen yang wajib diwujudkan oleh pemegang izin. Dari hasil analisis dengan pendekatan AHP didapatkan hasil penilaian tingkat kematangan budaya keselamatan yang over estimate dari responden. Berdasarkan datadata penelitian, fakta lapangan dan membandingkan dengan penelitian serupa sebelumnya pada fasilitas instalasi nuklir serta penilaian dari inspektur keselamatan nuklir sebagai perspektif eksternal, peneliti menetapkan tingkat kematangan budaya keselamatan PT X masuk dalam kategori Tahap 2 yaitu Kinerja keselamatan yang baik menjadi tujuan organisasi. Dari hasil analisis dengan pendekatan skala likert diketahui bahwa Akuntabilitas Keselamatan menjadi karakteristik yang paling kuat dan karakteristik yang perlu untuk ditingkatkan diantaranya Kepemimpinan dalam keselamatan, Keselamatan terintegrasi pada seluruh kegiatan dan Keselamatan didorong pembelajaran. Peneliti merekomendasikan PT X untuk mulai mengubah mindset keselamatan dalam konteks yang lebih luas, adanya sharing session untuk menyamakan persepsi tentang keselamatan, menyelenggarakan pelatihan soft skill terkait leadership dan menginisiasi pembentukan departemen K3.
Read More
T-6422
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Galih Respati Pradana Mukti; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Yuni Kusminanti
Abstrak: Skripsi ini membahas bagaimana gambaran sistem manajemen keselamatan dankesehatan kerja (SMK3) di PT X, sebuah perusahaan kontraktor pertambangan batubara dilihat dari tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang adadi PT X. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studicross-sectional pada pekerja level pelaksana dan middle management bulan Oktober2012. Variabel-variabel kematangan budaya K3 nantinya akan dikelompokkan ke dalam siklus PDCA OHSAS 18001 dan dilihat mana yang masih perlu diperbaiki, mana yangperlu ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan siklus Perencanaan, Implementasi,Pemeriksaan, dan Tindakan perbaikan masih perlu diperbaiki di beberapa poin untukmencapai continuous improvement.
Kata Kunci: Safety Culture Maturity, PDCA, SMK3
The focus of this study is how occupational health and safety management system canbe seen by safety culture maturity model in PT X, a mining contractor. This research issemi-quantitative descriptive interpretative with cross-sectional study design in frontline workers and middle management in October 2012. The variables of safety culturematurity is grouped in PDCA cycle of OHSAS 18001 and we can see which one is needto be maintenance and which one is need to be improved. The result of this research isthere is something in whether Plan, Do, Check, and Action cycle that need to beimproved to reach the continuous improvement state.
Key words: Safety Culture Maturity, PDCA, OHSMS
Read More
S-7725
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Wayan Ayu Vivi Mahardevi; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Abdul Farid Syam
Abstrak: This study describes the picture of the strength of the safety culture in the project area Y and company. X. Its scope is limited to artifact factors, espoused values and basic assumptions. The study design used was descriptive with qualitative data analysis technique. The results of the research with interviewees on 5 informants, field observation and document review show that safety culture in PT X is at a moderate level or can be interpreted as safety, cost and production are considered to overlap / reduce each other. The possible causes of this cultural weakness stem from supervisory of payment by result basis, workers' responses to management efforts are lacking, safety is not yet integrated into all parts of the company, inconsistencies of value being exposed and employee behavior and workers selection are not yet applicable. The researcher's recommendation is to maintain consistency and evaluate the supervisory for payment by result basis system.
Read More
S-9645
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Made Pasek Dwi Pertama; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Ridwan Zahdi Sjaaf, Dadan Erwandi, Soehatman Ramli, Mufthi G. Sukardi
T-4310
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meddy Harjanto; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Dadan Erwandi, Kevin Gerhana Angga, Nur Hudha
Abstrak: Seiring dengan perkembangan jaman sebagaimana kegiatan di industry Minyak dan Gas (Migas) yang memiliki risiko tinggi sehingga diperlukan pengelolaan operasi yang sangat baik, tertata dan terencana dengan matang. Hal ini berkaitan dengan kecelakaan yang diakibatkan oleh prilaku tidak aman (un-safe act) sebagai penyebab dominan. Oleh karena itu, dilakukan penelitian tentang analisis budaya keselamatan dengan mengukur Safety Climate Level (SCL) dan Safety Culture Maturity Level (SCML), sebagai upaya peningkatan buadaya keselamatan untuk mengurangi kecelakaan. Populasi pada penelitian ini berjumlah 2.568 pekerja, kemudian pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode penyebaran keusioner dan Focus Group Discussion (FGD) untuk di Site A dengan jumlah 245 pekerja. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui skor SCL 7,82 (>7,5 ref. Norma SCL) dimana safety climate sudah tercermin dengan baik pada individu dan kelompok. Sedangkan safety culture sudah berada pada level 4 (proactive) dengan skor SCML 4,17 dari total skor 5. Hal ini menunjukkan peran pekerja dalam program K3 telah meningkat dimana pendekatan bottom-up perlu ditingkatkan dengan menyerap dan menindaklanjuti spirasi dan masukkan dari pekerja.
Read More
T-5655
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tizi Dzul Khair; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Ike Pujiriani
S-7276
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Stevianingrum; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Chandra Satrya, Astrid Wina Lestari, Siti Rahmatia Pratiwi
Abstrak: Tesis ini membahas terkait gambaran tingkat kematangan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Safety Culture Maturity Level) serta kinerja keselamatan di PT. X, sebuah perusahaan jasa pertambangan batubara. Penelitian dilakukan dengan pendekatan semi-kuantitatif dengan desain studi cross-sectional pada pekerja di jobsite A,B,C,D pada bulan April - Juni 2022. Variabel kematangan budaya K3 nantinya dilihat keterkaitannya terhadap kinerja keselamatan di PT.X. Hasil penelitian menunjukkan hasil tingkat kematangan budaya keselamatan di PT X pada level Proaktif dengan kinerja keselamatan berdasarkan tingkat kejadian kecelakaan yang dinilai baik, sehingga disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kematangan budaya keselamatan dengan kinerja keselamatan di PT.X
Read More
T-6395
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anugrah Budi Utama; Pembimbing: Baiduri Widanarko; Penguji: Robiana Modjo, Indri Hapsari Susilowati, Dwi Dian Oktaviani, Lorencius Kukuh Prabowo
Abstrak: Tahun 2020 angka kecelakaan kerja di Indonesia mencapai 221.740 kasus. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecelakaan adalah iklim keselamatan kerja. Iklim keselamatan dapat dipengaruhi oleh faktor demografi (umur, jenis kelamin, jabatan, tingkat pendidikan, dan masa kerja). Terkait dengan iklim keselamatan kerja, di PT X belum pernah dilakukan pada proyek pengelolaan alat. Proyek Y adalah pilot project pengelolaan alat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y. Penelitian cross sectional ini menggunakan kuesioner NOSACQ-50 untuk mengukur iklim keselamatan dan wawancara untuk triangulasi dan validasi data. Total pekerja di Proyek Y adalah 114 pekerja. Semua pekerja menjadi responden kuesioner NOSACQ-50, sedangkan informan kunci terdiri dari lima orang. Tingkat iklim keselamatan kerja di konstruksi PT X proyek Y adalah 3,03 yang termasuk kategori baik. Ada perbedaan signifikan pada iklim keselamatan berdasarkan jabatan dan tingkat Pendidikan pekerja. Iklim kerja tidak berhubungan signifikan dengan umur pekerja, meskipun berhubungan signifikan dengan masa kerja
Read More
T-6426
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Dwi Handayani; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Soehatman Ramli
Abstrak:
Kecelakaan kerja di sektor konstruksi masih tinggi probabilitasnya sedangkan tantangan kedepan semakin besar. Sektor konstruksi merupakan salah satu faktor dominan dalam strategi pembangunan nasional maupun dalam menghadapi pasar global. Komitmen organisasi dalam menjalankan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat menekan jumlah kecelakaan kerja dan menciptakan lingkungan yang aman untuk bekerja. Penelitian ini mengkaji tingkat komitmen dan mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi yaitu PT X. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan analisis mendalam berdasarkan in depth interview. Variabel utama penelitian merupakan hasil pertimbangan dari elemen komitmen pada peraturan SMK3 Republik Indonesia yaitu struktur organisasi dan kebijakan. Komitmen yang ditetapkan oleh perusahaan dibandingkan dengan konsistensi pelaksanaannya pada tiga tahapan pekerjaan di proyek yaitu persiapan, pelaksanaan dan pasca konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen perusahaan tinggi secara administratif namun secara konsistensi masih sedang karena penerapan yang belum optimal di lapangan. Pada evaluasi ditemukan beberapa gap yaitu client enforcement, role model, monitoring dan pola komunikasi yang harus diperbaiki.

The probability of work accidents in the construction sector are still high while the challenges ahead are even greater. Construction industri is one of the dominant factors in the national development strategy and facing global markets. Organizational commitment in implementing occupational safety and health management system can reduce the number of workplace accidents and create a safe environment for work. This study examines the level of commitment and evaluates the application of occupational safety and health in construction company, namely PT X. This study was a descriptive analytic research with in-depth analysis based on in depth interviews. The main variables of this research are considered to obligation of Republic of Indonesia OHSMS regulation, those are organizational structure and policy. The commitment set by the company is compared with the consistency of its implementation at three stages of work on the project those are preparation, execution and post construction. This research obtained that the company’s commitment is administratively high however the consistency is still medium because the application was not optimal in the field. In the evaluation found several gaps, those are client enforcement, role models, monitoring and communication scheme that must be improved.

Read More
T-5894
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive