Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41100 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Kusuma Wardani; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Suyud Warno Utomo, Dian Novianti
Abstrak: Banyak kota-kota didunia dilanda oleh permasalahan lingkungan, paling tidak adalah semakin memburuknya kualitas udara yang terpapar oleh polusi udara saat ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kota-kota seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan 5 kota besar di Indonesia dalam hasil pemantauan polusi udara 1.082 kota di 91 negara. Jakarta menempati peringkat ke-238 dengan kadar PM10 sebesar 43 mikrogram/m3. Penelitian ini bertujuan menganalisis besar risiko kesehatan pajanan PM10, SO2 dan NO2 pada hari kerja, hari libur dan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) pada populasi tukang ojek, PKL, petugas parkir, petugas satuan pengamanan dan polisi lalu lintas yang berjumlah 59 orang di wilayah Bundaran HI Jl. MH Thamrin Jakarta. Desain studi penelitian ini menggunakan metode analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL). Hasil penelitian didapatkan nilai RQ untuk risk agent PM10 beresiko terhadap kesehatan populasi sampel baik perhitungan real time maupun life span.
 

Many cities in the world beset by environmental problems, at least the worsening of air quality that are exposed by the current of air pollution is an integral part of the life of cities around the world. World Health Organization (WHO) includes 5 major cities in Indonesia in 1082 the results of monitoring of air pollution in 91 countries. Jakarta is ranked 238 with PM10 levels by 43 mikrogram/m3. The aim of this study is to analyze the big risk of PM10, SO2 and NO2 health exposure in weekdays, weekend, and free day car with 59 of motorcycle taxi drivers, cadgers, parkers, guards, and traffic polices in Bundaran HI Jl. MH Thamrin Jakarta area as the population. The design of study uses environmental health risk analysis method. The result of the study shows that in real time or life span calculation RQ value for risk agent PM10 is risky for the population health.
Read More
S-7381
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ayu Anastasia; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: A. Rahman, Riki M. Mulia
Abstrak: Kota Bekasi merupakan salah satu kota berkembang di Jawa Barat, perkembangansektor industrinya memberikan kontribusi besar bagi pendapatan daerah danmasyarakat setempat. Hal ini berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhanakan kendaraan bermotor meningkat dan perkembangan tersebut turutmenyumbang pencemaran udara. Metodologi penelitian ini menggunakan studiAnalisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan mengambil sampel udaraambient di sepanjang jalan Chairil Anwar hingga perempatan Bulak Kapal Bekasipada 3 titik sampling yaitu di perempatan Chairil Anwar, Terminal Bekasi, dan perempatan Bulak Kapal yang dilakukan BPLH Kota Bekasi selama tahun 2012,sedangkan data responden yang diambil sebanyak 64 responden di lokasisampling. Hasil dari penelitian, nilai intake realtime terbesar pada risk agent TSPdengan nilai rata-rata pada semua titik yaitu 0.0110 mg/kg/hari dibandingkanintake 0.0018 mg/kg/hari untuk SO2 dan 0.0017 mg/kg/hari untuk NO2. RQrealtime yang didapat 4.14 untuk TSP, 0.0951 untuk SO2, dan 0.1196 untuk NO2.Nilai RQ pada SO2 dan NO2 masih memiliki nilai kurang dari 1 (RQ<1), berbeda dengan RQ pada TSP yang sudah melebihi 1 (RQ>1), sehingga perlu melakukan manajemen risiko dengan mengurangi konsentrasi TSP dan mengurang waktukontak. Selain intake, nilai dosis-respons pun menentukan besar atau kecilnya RQ. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan RfC 0.0026 yang merupakan hasilkonversi RfC PM10 yang sebesar 0.0018.Kata Kunci : Bekasi, Kendaraan Bermotor, ARKL, TSP, SO2, NO2, dosis-respons,Intake, Karakteristik Risiko.
Bekasi is a growing city in West Java, the development of industrial sector amajor contribution to local revenue and local communities. It is directlyproportional to the increase in demand for motor vehicles is increasing andcontributing to the development of air pollution. Methodology This study uses thestudy of Environmental Health Risk Analysis (ARKL) by sampling ambient airalong the road until the intersection Bulak Anwar Bekasi Ships in 3 samplingpoints are at the intersection Anwar, Bekasi Terminal and Ship Bulak quarterBPLH Bekasi conducted during in 2012, while respondent data captured as manyas 64 respondents in the sampling location. The results of the study, the value ofrealtime intake TSP agent greatest risk to the average value at all points of the0.0110 mg / kg / day intake compared to 0.0018 mg / kg / day for SO2 and 0.0017mg / kg / day for NO2. RQ 4:14 realtime obtained for TSP, 0.0951 for SO2, and0.1196 for NO2. RQ values in SO2 and NO2 still has a value less than 1 (RQ <1),in contrast to the TSP RQ exceeds 1 (RQ> 1), so it needs to perform riskmanagement by reducing the concentration of TSP and subtraction contact time.Besides intake, dose-response values were determine RQ big or small. In thisstudy, researchers used the RFC 0.0026 which is the result of the conversion ofRFC PM10 at 0.0018.Keywords: Bekasi, Kendaraan Bermotor, ARKL, TSP, SO2, NO2, dose-response,Intake, Risk Quetient.
Read More
S-7583
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ruri Widowati; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Didik Supriyono
S-8312
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sukadi; Pembimbing: Abdur Rahman; Penguji: Budi Hartono, Abdur Rochman
Abstrak: Indek standar pencemaran udara DKI Jakarta, parameter kritis terbanyak diKelapa Gading. Untuk mengestimasi risiko kesehatan dilakukan analisis risikokesehatan PM10 dan SO2 di Kelapa Gading. Konsentrasi risk agent diperolehstasiun pemantau udara BPLHD DKI Jakarta selama 365 hari. Berat badan, waktupajanan diukur dari 80 responden. Estimasi risiko kesehatan dinyatakan dalamRQ, dihitung dari intake risk agent dan dosis referensinya. Risiko kesehatandianggap berisiko bila RQ>1. Hasil penelitian menunjukkan RQ PM10 dan SO2pajanan realtime tidak berisiko. Pajanan lifespan konsentrasi maksimum PM10berisiko terhadap kesehatan populasi. Konsentrasi PM10 diturunkan hingga 118µg/m3,merupakan batas aman untuk semua pupolasi. Kata Kunci : Kelapa Gading, analisis risiko, PM10, SO2
Air pollution standard index of Jakarta, the most critical parameters in KelapaGading. To estimate the health risk health risk analysis of PM10 and SO2 inKelapa Gading. Concentration risk agent obtained air monitoring station BPLHDfor 365 days. Weight, measured exposure time of 80 respondents. Health riskestimates are expressed in RQ, calculated from intake and risk agent referencedose. The health risks are considered at risk if RQ>1. The results showed RQPM10 and SO2 exposure risk is not realtime. Lifespan exposure to the maximumconcentration of PM10 risk for population health. Concentration of 118 μg/m3 ofPM10 is reduced to, a safe limit for all pupolasi.Keywords: Kelapa Gading, risk analysis, PM10, SO2
Read More
S-8163
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maritza Adelia Syawal; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Muhammad Nur Ihsan Ayyasy
Abstrak:
Permasalahan pencemaran udara memiliki urgensi yang tinggi karena telah menjadi penyebab dari sebagian besar beban kesehatan di seluruh dunia yang diketahui menjadi penyebab dari sekitar 7.000.000 kematian dini per tahun akibat berbagai airborne diseases dan penyakit degeneratif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tren dan dampak kesehatan dari kualitas udara ambien di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019—2023. Desain studi ekologi time series digunakan untuk mengetahui tren dan hubungan antarvariabel dari tahun ke tahun menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan adanya tren fluktuatif dengan adanya konsentrasi SO2 dan PM10 yang melebihi baku mutu dan terjadinya penurunan jumlah kasus pneumonia, TB paru BTA (+), dan hipertensi pada awal pandemi COVID-19. Korelasi positif antara PM10 dengan TB paru BTA (+) didapatkan pada tahun 2019. Di sisi lain, SO2 dengan TB paru BTA (+) dan hipertensi serta PM10 dengan pneumonia menghasilkan adanya variasi arah korelasi dalam hubungan antara kedua variabel dari tahun ke tahun. Dampak kesehatan terhadap kualitas udara ambien memiliki hasil korelasi berbeda yang bergantung terhadap jenis dampak kesehatan yang dipengaruhi oleh dosis paparan serta interaksi dengan faktor-faktor risiko lain seperti variabilitas epidemiologis. Dengan ini, diperlukan upaya pengendalian pencemaran udara, optimalisasi surveilans penyakit, serta variabel epidemiologis yang berkemungkinan berperan dalam mempengaruhi hubungan antarvariabel.

Air pollution issues has become cause of the health burden worldwide, with approximately 7,000,000 premature deaths per year due to various airborne diseases and degenerative diseases. This study aimed to determine trends and health impacts of ambient air quality in DKI Jakarta in 2019-2023. Using secondary data, an ecological time series design was implemented to determine trends and relationships between variables from year to year. The results showed a fluctuating trend, especially with SO2 and PM10 concentrations known to exceed the quality standards. A decrease in pneumonia, AFB (+) pulmonary TB, and hypertension cases also happened at the beginning of the COVID-19 pandemic. A positive correlation between PM10 and AFB (+) pulmonary TB was found in 2019, while SO2 with AFB (+) pulmonary TB and hypertension and PM10 with pneumonia resulted variations in the direction between the two correlations of variables from year to year. The health impacts of ambient air quality have different correlation results depending on the diseases influenced by exposure dose and interactions with other risk factors, such as epidemiological variability. This requires air pollution control and optimization of disease surveillance. The result suggests that epidemiological variables may play a role in influencing the relationship between variables.
Read More
S-11600
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Esti Tyastirin; Pembimbing: Suyud Warno Utomo; Penguji: Ririn Arminsih, Sjarifah Salmah, Fachrudin Ali A.
Abstrak:

Abstrak Di Indonesia diperkirakan 70%. pencemaran udara bersumber pada emisi kendaraan bermotor. Dampak terbesar dari pencemaran udara adalah gangguan pernapasan. Sebagai upaya pengendalian emisi kendaraan dilakukan uji emisi kendaraan yang sejak 2005. Pada penelitian ini akan dilakukan korelasi hasil emisi kendaraan, kualitas udara dan faktor meteorologis terhadap kejadian ISPA, sepanjang 2010. Selain itu dilakukan pula survei pengetahuan, sikap dan perilaku (PSP) terhadap 311 pemilik kendaraan mengenai kegiatan uji emisi kendaraan. Setelah dilakukan analisis diketahui angka kejadian ISPA di Jakarta sebesar 93 kasus/1000 penduduk, dengan kejadian terbesar di wilayah Jakarta Pusat, yaitu 215 kasus/1000 penduduk. Sedangkan analisis emisi kendaraan bermotor didapatkan presentase kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan 2007 ke atas, yang tidak lulus uji emisi, paling besar adalah 23,6 % di wilayah Jakarta Selatan. Sedangkan, kualitas udara di wilayah Jakarta Pusat memiliki tingkat kosentrasi CO, SO2, O3 dan NO2 yang tinggi dibandingkan wilayah lain. Pada gambaran periode bulanan didapatkan angka kejadian ISPA tertinggi pada bulan Agustus 2010, sebesar 96,9 kasus/1000 penduduk. Begitu pula dengan presentase kendaraan bermotor dengan tahun pembuatan lebih dari 2007 yang tidak lulus uji emisi pada Agustus 2010 mencapai titik tertinggi sebesar 50%. Korelasi ini secara statistic dinyatakan signifikan dengan nilai p 0,0005. Kepada seluruh pemilik kendaraan bermotor diharapkan rutin melakukan perawatan kendaraan/uji emisi guna mengurangi polutan emisi kendaraan di DKI Jakarta.


 

Estimated air pollution originates from motor vehicle emissions, In Indonesia is 70%.. Meanwhile, the greatest impact of the air is pencemaraan respiratory distress. This research will be conducted on the correlation results of vehicle emissions, air quality and meteorological factors on the incidence of respiratory infections, during 2010. In addition it also conducted a survey of knowledge, attitudes and behavior (KAB) against 311 vehicle owners regarding vehicle emissions testing activities. After analyzing known incidence of ARI in Jakarta is 93 cases/1000 population, with the largest events in the area of Central Jakarta (215 cases/1000 population). While the analysis found in South Jakarta, 23.6% of motor vehicle with year of manufacture 2007 and up, did not pass the emissions test. Meanwhile, the air quality in Central Jakarta has a level of concentration of CO, SO2, O3 and NO2 Keywords: are higher than in other regions. The highest incidence rate of ARI in August 2010 (96.9 cases/1000 population). Similarly, the percentage of vehicles with year of manufacture 2007 and up, which did not pass the emissions test in August 2010 reached its highest point at 50%. This correlation is statistically significant (P=0,0005). It is suggest for vehicles owner to check their vechicle routinely/ doing emissions test, so that its can reduce pollution in Jakarta.

Read More
T-3739
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Didi Purnama; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Abdur Rahman, Heri Nugroho, Dian Novianti
Abstrak:

Abstrak
Potensi pencemar luar rumah (mis. industri meubel/kayu dan jalan raya) mempengaruhi kualitas udara dalam rumah, serta meningkatkan risiko ISPA pada anak balita. Di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur ditemukan kasus ISPA sebesar 1.446 atau 17,55% dari total jumlah kasus. Penelitian menggunakan desain potong lintang yang bertujuan untuk mengetahui gambaran ISPA anak balita menurut kualitas udara dalam rumahnya di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur tahun 2013. Besar sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow (1997), dan didapat 120 sampel menggunakan teknik multistage sampling. Proporsi ISPA adalah sebesar 60%. Anak balita ISPA pada rumah dengan kualitas udara (PM10 dan NO2) tidak memenuhi syarat adalah sebesar 30 (83,3%) dan 71 (60,7%). Pada analisis multivariat, variabel ventilasi, penghuni rumah merokok, dan pemberian vitamin A, memiliki hubungan paling kuat dengan ISPA anak balita. Disimpulkan pajanan PM10 dengan konsentrasi tidak memenuhi syarat berhubungan dengan kejadian ISPA, disamping variabel ventilasi, penghuni rumah merokok, dan pemberian vitamin A yang berfungsi meningkatkan kekebalan terhadap kejadian infeksi pada anak balita. Perlu dilakukan upaya penyehatan perumahan/pemukiman, promosi kesehatan (kampanye anti rokok), serta pemberian suplemen vitamin A pada anak balita 


Potential outdoor pollutant sources (eg. furniture/timber industry and roadway) can affect indoor air quality in house, and increase acute respiratory infection (ARI) risk in children under five. In Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, found 1.446 ARI cases or 17,55% to its total cases. This research use a cross sectional design, which aim to picture children under five’s ARI by its indoor air quality in house in Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, in 2013. Sample size was determined by Lemeshow (1997) equation, then 120 samples had choosen using multistage sampling. 60% ARI’s proportion was reported in this research. There was 30 (83,3%) and 71 (60,7%) of unmeet standart indoor air quality in house (PMjo and NO2), children under five with ARI was reported. House ventilation, smoker in house, and vitamin A suplementation, had more significant relationship with childrenunder five’s ARI incident according to multivariate analysis result. It conclude that unmeet standard PM10, have significant relationship with children under five ARI incident, beside house ventilation, smoker in house, andvitamin A suplementation which can increase children under five immunity to any infection. Due to the research results, it advisable to measure a housing health programme, anti smoking campaign (health promotion programme), and vitamin A suplementation fo children under five programme

Read More
T-4025
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resyana Yunita; Pembimbing: Budi Haryanto Penguji: Sri Tjahjani Budi Utami, Diana M. Pakpahan
S-6109
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Danil; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Zakianis, Bety, Setyorini
S-5574
Depok : FKM UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sekar Agustin; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Laila Fitria, Dwinda Ramadhoni
S-7287
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive