Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33707 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Triyani Capeg Hadmandho; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Anhari Anchadi, Achmad Muthasil
S-7386
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratu Dini Agustine; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Masyitoh, Achmad Muthasil
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai Analisis Kebutuhan Tenaga di Bagian Pemasaran Sub Unit Jaminan RSUDPasar Rebo Tahun 2013 dengan Metode Workload Indicator Staffing Need (WISN).Metode ini digunakan untuk menghitung jumlah optimal tenaga berdasarkan beban kerja pegawai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan selama enam hari kerja dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari observasi dan indepth interview.Data sekunder diperoleh dari telaah dokumen data kepegawaian rumah sakit, data Bagian Pemasaran Rumah Sakit,dan data sistem informasi Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo.

Berdasarkan hasil perhitungan dengan Metode WISN, dibutuhkan penambahan tenaga di Bagian Pemasaran SubUnit Jaminan yaitu Pelaksana Administrasi sebanyak 2 (dua) orang, Penanggung Jawab Pemasaran sebanyak 3(tiga) orang, Pelaksana Verifikasi sebanyak 1 (satu) orang dan Pelaksana Administrasi Rawat Inap dan RawatJalan sebanyak 2 (dua) orang. Untuk itu, penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan untuk penambahan tenaga di Bagian Pemasaran Sub Unit Jaminan RSUD Pasar Rebo.

Kata Kunci: Beban Kerja, Kebutuhan Tenaga, Metode WISN, Work Sampling
This study discuss about analysis staffing needs at Sub- Section Marketing Collateral Pasar Rebo PublicHospital 2013 with Workload Indicator Staffing Need (WISN). This method is used to calculating staff optimalamount of based on staff workload. This study using observational research with cross -sectional performedduring the six working days by collecting primary data and the secondary data obtained from observation.

Based on calculations with WISN method requires the addition of people in Sub- Section Marketing Collateralthat is Executive Administrative Unit 2 (two) people , Person in Charge of Marketing for three (3) persons ,perform verification needed 1 (one) and the Executive Administration Inpatient and Outpatient 2 (two) persons.From all reason, this study could be the basis for the consideration of additional people in the Sub- SectionMarketing Collateral Pasar Rebo Public Hospital.

Key Word: Staff Workload, WISN methode, Work Sampling
Read More
S-8091
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irwan Unggul Widodo; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Mieke Savitri, Achmad Zaenudin, Nurillah Devi
Abstrak: Instalasi farmasi berperan penting dalam menentukan pelayanan di rumah sakit.Untuk menunjang pelayanan, RSUD Ciawi menggunakan obat sesuai formulariumnasional yang berisi 1.176 jenis obat dengan nilai investasi sebesar Rp.17.315.126.250,-. RSUD Ciawi telah menjadi provider Jaminan Kesehatan Nasionalsejak tahun 2014 dengan pasien BPJS tahun 2016 mencapai 74,04% dan terus semakinmeningkat. Besarnya investasi yang dikeluarkan untuk obat dan jumlah obat yangbanyak sehingga memerlukan pengendalian perbekalan obat yang akurat di instalasifarmasi agar tercapai efektifitas dan efisiensi persediaan obat. Metode konsumsi yangdigunakan oleh RSUD Ciawi belum dapat memenuhi kebutuhan obat dengan tepat,masih banyak obat yang stock out dan stock over.Penelitian ini adalah penelitian analitik untuk melihat gambaran perencanaankebutuhan obat di RSUD Ciawi, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dalampenelitian ini dilakukan wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen danpenghitungan analisis ABC pemakaian, ABC investasi dan ABC indeks kritis darikelompok A pemakaian dan kelompok A investasi. Kemudian dilakukan peramalandengan metode moving average periode 4 bulan untuk obat kelompok A analisis ABCindeks kritis tahun 2018 dan dihitung jumlah obat yang harus dipesan (EOQ), frekuensipemesanan, Safety Stock (SS) dan titik pemesanan kembali (ROP).Hasil analisis ABC pemakaian menunjukkan tingginya obat kelompok Cmencapai 990 item (84,18%) merupakan obat-obatan slow moving. Penghitungananalisis ABC indeks kritis kelompok A sebanyak 45 item obat dengan nilai investasisebesar Rp. 5.876.003.324,- kelompok B sebanyak 100 obat dengan nilai investasi Rp.9.147.434.944,-. Tingginya biaya investasi kelompok obat A dan B memerlukanperencanaan dan pengendalian obat dengan penghitungan EOQ, SS dan ROP. Denganmenghitung EOQ akan menghasilkan biaya total terkecil, sehingga efisiensi dapattercapai. RSUD Ciawi diharapkan dapat membuat rencana perbekalan obat denganmenerapkan prinsip efisiensi kendali mutu dan biaya serta memiliki penghitunganjumlah obat yang harus dipesan, Safety stock dan titik kapan dilakukan pemesanankembali.
Kata kunci : Jaminan Kesehatan Nasional, Analisis ABC, EOQ, Safety Stock, ROP,pengendalian obat.
Pharmacy unit has important role to determine service quality in hospital. Forsupporting patients service, Ciawi Region Public Hospital used drugs based on nationalformulatorium which is contain 1.176 kind of drugs with investation value Rp.17.315.126.250,-. Ciawi Region Public Hospital already became National HealthCoverage provider since 2014 with 74,04% the Indonesian National HealthcareInsurance (BPJS) patients and getting increase everyday. The big investation andamount of drugs need to supervise for accurate drugs support and getting effectivity andeficiency. Consumption method which already used by Ciawi Region Public Hospital isnot fulfillt he drugs demand yet, still making drugs stock out and stock over.This is an analytic research to see the description of drugs need planning inCiawi Region Public Hospital, with qualitative and quantitative approach. This researchincluding deep interview, observation, document study and ABC method countinganalysis for drug using, ABC investation method anlysis and ABC critical index methodfrom Grup A (using) and Grup A (investation). The research also doing moving averageforecasting method for 4 months period for Grup A, critical indeks ABC analysis in2018 and counting amount of drugs order (EOQ), order frequency, Safety Stock (SS)and repeat order point (ROP).ABC method counting analysis for drug using showed that Grup C has 990items (84,18%) slow moving type. ABC critical index method from Grup A showed 45items with investation value Rp. 5.876.003.324,- and Grup B has 100 items withinvestation value Rp. 9.147.434.944,-. The Grup A and B investation cost is very highand need to plan and controll with EOQ, SS and ROP counting methods. EOQ willproduce smallest total cost that will give efficient result. Ciawi Region Public Hospitalis expected to make drugs supporting plan with quality controll and cost efficiency. Thehospital also expected for having drugs amount order counting, safety stock and repeatorder point.
Keywords : National Health Coverage, ABC Analysis, EOQ, Safety Stock, ROP, drugscontroll.
Read More
B-1974
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Susi Susana; Pembimbing: Hendrik Manarang Taurany; Penguji: Anhari Achadi, Yeyet Haryati
S-6613
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putu Aditya Saputra; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Susi Setiawaty, A. Heri Iswanto
Abstrak: Keterlambatan waktu mulai sebuah operasi elektif dapat mengakibatkan penundaan mulainya operasi berikutnya, mengurangi utilisasi kamar operasi, serta risiko menimbulkan keluhan pasien dan operator. Metode penelitian ini adalah action research, yaitu dengan melakukan observasi untuk mengamati alur proses pelayanan operasi elektif agar diperoleh rekomendasi dan usulan perbaikan dalam upaya mengurangi keterlambatan waktu mulai operasi elektif dan meningkatkan utilitas kamar operasi dengan pendekatan lean thinking dan six sigma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas yang tidak memberi nilai tambah (non value added) selama proses operasi elektif adalah sebesar 62,92% pada pasien yang menggunakan jaminan asuransi, 59,80% pada pasien umum, dan 52,34% pada pasien rawat inap. Usulan perbaikan dengan menggunakan pendekatan lean thinking dan six sigma menghasilkan perbaikan pada proses pelayanan operasi elektif dengan menurunkan kegiatan non value added secara berturut-turut menjadi 34,62% untuk pasien asuransi, 36,41% untuk pasien umum, serta 14,50% untuk pasien rawat inap.
Kata kunci: waktu mulai operasi, metode lean thinking, six sigma, kegiatan value added, kegiatan non value added

The delayed time of starting an elective operation can cause delay to the next scheduled operation, decrease utilization of an operating room, increase risk of complaint from patients and operator doctors. This study was an action research study by observing to analyzing the current state of elective operating room process and value flow, in purpose to reduce the delayed starting time of elective operation and increasing the utilization of operating room using lean thinking and six sigma approach. The result of this study shows that the non value added activities of elective operation process is 62,92 % for patient who use insurance, 59,80% for the out of pocket patient, and 52,34 % for inpatient category. By the implementation of recommended solution for the operation process able to decrease the non value added activities to 34,62% for patient with insurance, 36,41% for out of pocket patient, and 14,50% for inpatient category.
Keyword: start time of operation, lean thinking and six sigma method, value added, non value added
Read More
B-2004
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christine Meidiawati; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Jaslis Ilyas, Wachyu Sulistiadi, Mustikasari, Syaifuddin Zuhri
Abstrak: Abstrak

Keberhasilan kualitas pelayanan keperawatan sangat berhubungan dengan terpenuhi atau tidaknya rangkaian kegiatan pelayanan keperawatan yang merupakan beban kerja perawat. Beban kerja perawat tersebut adalah jumlah seluruh kegiatan yang dilaksanakan perawat dalam waktu dan satuan hasil. Tesis ini bertujuan menganalisis beban kerja untuk menentukan kebutuhan tenaga perawat dan mendapatkan gambaran strategi bagi manajemen dalam memenuhi kesenjangan beban kerja yang ada di Rumah Sakit Tugu Ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif secara cross-sectional pada perawat ruang rawat inap kelas III Flamboyan. Observasi kegiatan perawat dilakukan dengan metode work sampling dan kebutuhan tenaga perawat dihitung dengan menggunakan metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN).

Berdasarkan hasil penelitian diketahui kegiatan produktif langsung perawat adalah sebesar 29,34% dan kegiatan produktif tidak langsung perawat mencapai 54,86%. Perhitungan kebutuhan tenaga perawat berdasarkan beban kerja diperoleh 24,43 tenaga perawat dengan rasio WISN 0,82. Hasil penelitian menyarankan bagi manajemen Rumah Sakit Tugu Ibu untuk mempertimbangkan beban kerja perawat sebagai acuan dalam menentukan kebutuhan tenaga perawat dan diperlukan evaluasi terhadap uraian tugas perawat agar waktu kerja yang ada lebih efektif pemanfaatannya sesuai dengan fungsi utama perawat.


The success of nursing service quality has high correlation with the adequacy of nursing service activities which is the nurse workload. The nurse workload is the total of all conducted activities in certain time with the result as unit of measure. This thesis is aimed to analyse the workload to determine the needs of nursing staff and to obtain the strategy which is required by the management to fulfill the workload gaps at Tugu Ibu Hospital. The research method used was cross-sectional quantitative to the nurses at Class III Flamboyan Ward. Observation of the nurses activities were done by work sampling method and the needs to nursing staff was calculated with Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) method.

Based on the research, it was known that the nurses direct productive activities is 29,34% and nurses indirect productive activities is as high as 54,86%. Calculation of the needs on nursing staff based on workload resulted of 24,34 nurses with WISN ration of 0,82. From the research, it is recommended that TuguIbu Hospital management to consider nurse workload as reference in determining the needs of nursing staff, and evaluation is needed to the nurse job description, to be effective in time management according to the main function of a nurse.

Read More
B-1488
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mella Syafutri; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Mieke Savitri, Soedarto Soepangat
S-7198
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yozzy Rizal Ramadhan; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Anhari Achadi, Syaifuddin Zuhri
S-6680
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Eko Yanuari Hanafi; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Sandi Iljanto, Arief Wardoyo
S-8136
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nindya Kusuma Pertiwi; Pembimbing: Anhari Achadi; Penguji: Suprijanto Rijadi, Surya Fitri
S-6890
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive