Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 42953 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nina Anggita; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Hera Nurlita
Abstrak: Gangguan lambung dapat mengganggu keoptimalan proses pencernaan dalam tubuh manusia. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor konsumsi terhadap persepsi gangguan lambung pada mahasiswa Universitas Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 96 sampel yang diambil secara acak. Hasil pengumpulan data menunjukkan 51% sampel mengalami gangguan lambung dalam tiga bulan terakhir.
 
Berdasarkan analisis menggunakan chi-square didapatkan frekuensi makan (p value = 0,731, OR = 1,322), frekeunsi konsumsi makanan pedas (p value = 0,974, OR = 1,167), frekuensi konsumsi makanan asam (p value = 0,126, OR = 2,100), frekuensi konsumsi mie instan (p value = 2,938, OR = 0,150), frekuensi konsumsi kopi (p value = 0,335, OR = 0,617), frekuensi konsumsi minuman bersoda (p value = 1,000, OR = 1,091), jeda waktu makan (p value = 0,874, OR = 0,855), usia (p value = 0,859, OR =1,074), dan tempat tinggal (p value = 0,103, OR =0,421) tidak memiliki hubungan bermakna dengan persepsi gangguan lambung Sedangkan jenis kelamin (p value = 0,026, OR =3,263) dan pengetahuan (p value = 0,016, OR = 0,293) memiliki hubungan bermakna dengan persepsi gangguan lambung.
 
Hasil dari penelitian ini disarankan kepada Mahasiswa UI untuk makan besar 3 kali/hari dan makan snack 2 kali/hari serta menghindari konsumsi makanan pedas, asam, mie instan, dan minuman bersoda terlalu sering.
 

Disturbances of the stomach can disrupt the optimality of digestive process in the human body. The main objective of this study was to determine the relationship of consumption factors on the incidence of disturbances of the stomach at the University of Indonesia student. The study design used was cross sectional with 96 samples taken at random. The results of data collection showed 51% of the sample experienced a disturbances within three months of last disturbances.
 
Based on chi-square analysis using frequency of eating (p value = 0,731, OR = 1,322), frequency of consumption of spicy foods (p value = 0.974, OR = 1,167), frequency of consumption of acidic foods (p value = 0,126, OR = 2,100), frequency of consumption of instant noodles (p value = 2,938, OR = 0,150), frequency of coffee consumption (p value = 0,335, OR = 0,617), frequency of consumption of soft drinks (p value = 1,000, OR = 1,091), the lag time of feeding (p value = 0,874, OR = 0,855), age (p value = 0,859, OR = 1,074), and residence (p value = 0,103, OR = 0,421) did not have a significant correlation with the incidence of stomach disturbances perception. Whereas gender (p value = 0,026, OR = 3.263) and knowledge (p value = 0,016, OR = 0,293) has a significant correlation with the incidence of stomach disturbances perception.
 
From the result of this study, we suggest that students have to control their diet by eat 3 meals/day and 2 snacks/day, also avoid spicy and acidic food, instant noodle and carbonate drink too often to prevent the stomach disturbances.
Read More
S-7420
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suci Anggraini; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Trini Sudiarti, Iih Supiasih
S-7126
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafla Hadissa; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Fathimah Sulistyowati Sigit, Dieta Nurrika
Abstrak:
Stres merupakan salah satu masalah kesehatan mental yang umum dialami mahasiswa dan dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis maupun performa akademik. Berbagai faktor gaya hidup, seperti konsumsi probiotik, asupan serat, konsumsi ultra-processed food (UPF), aktivitas fisik, dan kualitas tidur diduga berperan terhadap kejadian stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi probiotik dan faktor lainnya dengan tingkat stres pada mahasiswa FKM UI tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 138 mahasiswa FKM UI. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% mahasiswa mengalami stres tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tahun studi (p=0,002), konsumsi UPF (p=0,003; OR=2,9; 95% CI=1,4–6,0), dan kualitas tidur (p<0,001; OR=4,3; 95% CI=1,9–9,6) dengan kejadian stres. Sementara itu, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi probiotik, jenis kelamin, asupan serat, dan aktivitas fisik dengan kejadian stres (p>0,05). Meskipun demikian, aktivitas fisik menunjukkan kecenderungan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menerapkan pola hidup sehat, terutama dengan menjaga kualitas tidur untuk membantu mengurangi risiko stres. Fakultas juga diharapkan mendukung upaya promosi kesehatan mental dan perilaku hidup sehat di lingkungan kampus. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal serta analisis multivariat untuk memahami hubungan faktor gaya hidup dan stres secara lebih mendalam. Kata kunci: stres, konsumsi UPF, kualitas tidur, tahun studi, mahasiswa.

Stress is a common mental health problem among university students and may affect both psychological well-being and academic performance. Various lifestyle factors, including probiotic consumption, dietary fiber intake, ultra-processed food (UPF) consumption, physical activity, and sleep quality, are believed to be associated with stress. This study aimed to examine the relationship between probiotic consumption and other factors with stress among students of the FKM UI, in 2026. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted among 138 students. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. The results showed that 50.7% of students experienced high stress. Significant associations were found between year of study (p=0,002), UPF consumption (p=0,003; OR=2,9; 95% CI=1,4–6,0), and sleep quality (p<0,001; OR=4,3; 95% CI=1,9–9,6) and stress. Meanwhile, no significant associations were found between probiotic consumption, sex, dietary fiber intake, physical activity, and stress (p>0.05). Nevertheless, physical activity showed a tendency toward an association with stress. Therefore, students are encouraged to adopt healthy lifestyle behaviors, particularly by maintaining good sleep quality to reduce the risk of stress. The faculty is also expected to support mental health promotion and healthy lifestyle programs within the campus environment. Future studies are recommended to employ longitudinal designs and multivariate analyses to further explore the relationship between lifestyle factors and stress. Keywords        :        stress, UPF consumption, sleep quality, year of study, college students.
Read More
S-12380
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Patrisha Ramadhiani; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Sandra Fikawati, Fitri Hudayani
Abstrak:
Minuman kopi merupakan salah satu sugar sweetened beverages, dibuat dari bubuk kopi, gula dan air melalui proses pemanasan. Konsumsi minuman kopi yang tinggi berkaitan dengan kandungan gulanya yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbedaan proporsi tingkat konsumsi minuman kopi berdasarkan karakteristik individu dan faktor lingkungan pada mahasiswa non-kesehatan Universitas Indonesia tahun 2023. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 181 mahasiswa aktif S1 non-kesehatan tahun 2023. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni 2023 melalui pengisian kuesioner secara mandiri. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 52,5% responden memiliki tingkat konsumsi minuman kopi yang tinggi (≥ 3-4 kali seminggu). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat perbedaan proporsi signifikan konsumsi minuman kopi berdasarkan perilaku merokok, pengaruh teman, ketersediaan, serta aksesibilitas (p-value < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa pengaruh teman adalah faktor dominan yang mempengaruhi konsumsi minuman kopi mahasiswa. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan kesadaran dan mengajak lingkungan pertemanannya untuk membatasi konsumsi minuman kopi. Peneliti juga menyarankan bagi institusi kesehatan untuk dapat memberikan edukasi dan informasi mengenai batas aman konsumsi.

Coffee drinks are sugar-sweetened beverages made from coffee powder, sugar, and water, through a heating process. High consumption of coffee drinks is associated with the sugar content, which can increase the risk of obesity. The aim of this study was to determine the differences in coffee drinks consumption levels based on individual characteristics and environmental factors among non-health undergraduate students at the University of Indonesia in 2023. This quantitative study used a cross-sectional design with a sample of 181 active undergraduate non-health students in 2023. Data were collected in June 2023 through self-administered. The results showed that 52.5% of the respondents had a high level of coffee drink consumption (≥ 3-4 times per week). Bivariate analysis revealed significant differences in coffee drinks consumption based on smoking behavior, peer influence, availability of coffee at home, and accessibility (p-value < 0.05). Multivariate analysis indicated that peer influence was the dominant factor influencing students' coffee drink consumption. The researchers suggest students increase their awareness and encourage their social circle to limit excessive coffee consumption. Additionally, relevant health institutions are advised to provide education, increase information about recommended limits of coffee consumption.
Read More
S-11413
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rizki Purnamasari; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Sartika, Ratu Ayu Dewi, Rahmawati
S-8908
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Hadiati Sarjono; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Fatmah, Mursalim
s-6273
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Syauqiyah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Nurul Dina Rahmawati, Evi Fatimah
Abstrak: Pola konsumsi adalah susunan makanan yang mencakup jenis dan jumlah bahan makanan rata-rata per orang per hari, yang umum dikonsumsi masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Pandemi COVID-19 dan kebijakan yang dilakukan untuk mencegah penyebarannya telah menyebabkan perubahan gaya hidup, termasuk pola konsumsi. Perubahan ke pola konsumsi yang tidak sehat diketahui meningkatkan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kanker. Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang paling terdampak pandemi dan rentan mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat, padahal pengembangan gaya hidup selama rentang usia 18-25 tahun sangat penting untuk membentuk kebiasaan makan yang sehat dan berlangsung seumur hidup. Penelitian ini mengukur perbedaan pola konsumsi selama pandemi COVID-19 berdasarkan faktor individu dan lingkungan pada mahasiswa S1 Universitas Indonesia. Penelitian dilakukan secara daring pada bulan Maret-Juni 2022. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi potong lintang dan digunakan metode purposive sampling untuk memperoleh 137 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami perubahan pola konsumsi saat awal pandemi jika dibandingkan dengan sebelum pandemi (36,5%). Setelah dua tahun pandemi, sebagian besar responden juga tidak mengalami perubahan pola konsumsi jika dibandingkan dengan awal pandemi (48,9%). Meski demikian, hasil uji Wilcoxon menemukan adanya perbedaan yang signifikan pada asupan sebagian besar zat gizi antara sebelum pandemi dibandingkan dengan awal pandemi, saat awal pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi, dan sebelum pandemi dibandingkan dengan setelah dua tahun pandemi. Hasil uji chi-square juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada pola konsumsi setelah dua tahun pandemi berdasarkan perubahan stres (p-value = 0,008). Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multinomial, kecenderungan responden dengan peningkatan stres untuk mengalami perubahan ke pola konsumsi tidak sehat adalah 2,981 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tidak mengalami perubahan stres atau mengalami penurunan stres.
The consumption pattern is the composition of food that includes the type and amount of food on average per person per day, which is generally consumed by the public within a certain period. The COVID-19 pandemic and the policies implemented to prevent its spread have led to changes in lifestyle, including consumption patterns. Changes to unhealthy consumption patterns are known to increase the risk of obesity, cardiovascular disease, metabolic syndrome, and cancer. Students are one of the groups most affected by the pandemic and vulnerable to changes to unhealthy consumption patterns, even though the development of a lifestyle during the 18-25 year age range is very important to form healthy eating habits that last a lifetime. This study measures differences in consumption patterns during the COVID-19 pandemic based on individual and environmental factors in undergraduate students of Universitas Indonesia. The research was conducted online from March-June 2022. The research design used was a cross-sectional study design and the purposive sampling method was used to obtain 137 respondents. The results of this study indicate that most respondents did not experience changes in consumption patterns at the beginning of the pandemic compared to prior the pandemic (36.5%). After two years of the pandemic, most of the respondents also did not experience a change in consumption patterns compared to the beginning of the pandemic (48.9%). However, the Wilcoxon test results found significant differences in intake of most nutrients before the pandemic compared to the beginning of the pandemic, at the start of the pandemic compared to after two years of the pandemic, and before the pandemic compared to after two years of the pandemic. The results of the chi-square test also showed a significant difference in consumption patterns after two years of the pandemic based on changes in stress (p-value = 0.008). Based on the results of multinomial logistic regression analysis, the tendency of respondents with increased stress to experience changes to unhealthy consumption patterns is 2,981 times greater than respondents who do not experience changes in stress or experience decreased stress.
Read More
S-11042
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jane Cornelia; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Ida Ruslita
S-8873
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gissela Nurfitriani; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Iip Syaiful
S-6795
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ranti Susilo; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Iih Supiasih
S-7213
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive