Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 32272 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sartika Rani; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Sandra Fikawati, Elmy Rindang Turhayati
S-7425
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nofyanti; Pembimbing: Martya Rahmaniati; Penguji: Sutiawan, Dewi Damayanti
S-7480
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurmala M. Saleh; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Milla Herdayati, Dewi Damayanti
S-7087
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rika Fatmawati; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Diding Sarifudin
S-7493
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sitti Asyirah; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Dadan Erwandi, Budiyati
S-7069
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samuel Juliangrace Simarmata; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Maya Febriyanti Purwandari
Abstrak:
Data AKI terbaru dari Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2020 menunjukkan bahwa Angka kematian ibu di Indonesia adalah 189 per 100.000 kelahiran hidup, angka inimasih sangat tinggi dibandingkan dengan target SDGs yang ingin dicapai, yaitu menurunkan AKI sampai ke 70 per 100.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2030 mendatang. Adapun faktor determinan yang mempengaruhi kematian ibu adalah determinan jauh, determinan antara, dan determinan dekat. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan faktor-faktor yang memengaruhi kematian ibu adalah Status Ekonomi, Tempat Tinggal, Pre-eklampsia dan Eklmpsia, Perdarahan Obsteri, dan Infeksi Obstetri. Faktor yag paling dominan memengaruhi kematian ibu adalah Perdarahan Obstetri.

The latest MMR data from the 2020 Inter-Census Population Survey (SUPAS) shows that the maternal mortality rate in Indonesia is 189 per 100,000 live births, this figure is still very high compared to the SDGs target to be achieved, which is to reduce MMR to 70 per 100,000 live births by 2030. The determinants that influence maternal mortality are distant determinants, intermediate determinants, and near determinants. The results obtained from this study show that the factors that influence maternal mortality are Economic Status, Place of Residence, Pre-eclampsia and Eclmpsia, Obstetric Hemorrhage, and Obstetric Infections. The most dominant factor affecting maternal mortality was Obstetric Hemorrhage.
Read More
S-11691
Depok : FKM UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anthoneta; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Dewi Damayanti
S-7439
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Puspita Khairunnisa; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Puput Oktamianti, Didik Supriyono, Ditha Satya Devi
Abstrak:
Kabupaten Bogor masih jadi penyumbang Angka Kematian Ibu tertinggi di Jawa Barat. Menurut Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tahun 2018, Kecamatan Jasinga merupakan wilayah yang menyumbang jumlah kematian ibu tertinggi sedangkan Kecamatan Kemang terendah di Kabupaten Bogor. Posyandu merupakan sarana penting di dalam masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi baru lahir. Berhasil tidaknya posyandu dipengaruhi oleh kinerja kader dalam menjalankan peran dan fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kader posyandu dalam pemantauan ibu hamil di Puskesmas Jasinga dan Puskesmas Kemang Kabupaten Bogor Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi adalah seluruh kader di Puskesmas Jasinga dan Puskesmas Kemang. Sampel sebanyak 157 responden terdiri dari 80 responden kader Puskesmas Jasinga dan 77 resposden kader Puskesmas Kemang yang diambil menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah kuesioner online menggunakan google form. Analisa data yang digunakan yaitu univariat, bivariat menggunakan kai kuadrat dan multivariat dengan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kader posyandu dalam pemantauan kesehatan ibu hamil 59,2% berkategori baik, dimana kinerja kader di Puskesmas Kemang memiliki skor lebih tinggi daripada kader Puskesmas Jasinga (54,9% versus 45,1%). Analisa bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan, pelatihan, waktu pelatihan terakhir, supervisi, motivasi dan sikap kader berpengaruh signifikan terhadap kinerja kader posyandu dalam pemantauan kesehatan ibu hamil. Analisa multivariat menunjukkan bahwa variabel pelatihan merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja kader dalam pemantauan kesehatan ibu hamil dengan nilai p=0,000 dan OR =8,37. Peneliti menyarankan agar pihak Puskesmas tetap mengadakan pelatihan dan supervisi secara rutin, berkala dan menyeluruh. Perlu penguatan koordinasi lintas sektor khususnya dengan perangkat desa terkait peningkatan SDM. Selain itu untuk lebih memotivasi kader dalam bekerja perlu diberikan pengakuan dan penghargaan, misalnya berupa sertifikat kader
Bogor District is still a contributor to the highest maternal mortality in West Java. According to the profile of Bogor District Health Department, 2018 Jasinga Sub District is an area that contributes to the highest number of maternal mortality while the lowest Kemang Sub District. Posyandu is an important tool in the community to support the government's efforts to reduce maternal and newborn mortality rates. The success of the posyandu is influenced by the performance of the cadres in carrying out their roles and functions. The purpose of this study was to determine the factors that influence the performance of posyandu cadres in monitoring pregnant women in Jasinga Health Center and Kemang Health Center in Bogor Regency in 2020. This research uses quantitative analytic with cross sectional approach. The population is all cadres in the Jasinga Health Center and the Kemang Health Center. A sample of 157 respondents consisted of 80 respondents from Jasinga Community Health Center cadres and 77 respondents from Kemang Health Center cadres who were taken using purposive sampling technique with inclusion and exclusion criteria. Data collection tool in this study is an online questionnaire using Google Form. Analysis of the data used is univariate, bivariate using chie square and multivariate with multiple logistic regression. The results showed that the performance of Posyandu cadres in monitoring the health of expectant mothers is 59.2% good category, where the cadre performance in Puskesmas Kemang has higher score than Jasinga Puskesmas cadres (54.9% versus 45.1%). Bivariate analysis shows that knowledge, training, last training time, supervision, motivation, and attitude of cadres have significant effect on the performance of Posyandu cadres in monitoring the health of pregnant women. Multivariate analysis showed that training variables are the most dominant variables affecting cadre performance in monitoring the health of pregnant women with the value P = 0,000 and OR = 8.37. Researchers suggest that the Puskesmas continue to conduct training and supervision routinely, periodically and thoroughly. Need to strengthen cross-sectoral coordination, especially with village officials related to increasing human resources. In addition to further motivating cadres to work, recognition and appreciation must be given, for example in the form of cadre certificates
Read More
T-5991
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Voni Silvia; Pembimbing: Diah M. Utari; Penguji: Trini Sudiarti, Itje Aisah Ranida
S-7194
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salmariantity; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda, Yunimar Usman
S-7248
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive