Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31428 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Laila Nur Rokhmah; Pembimbing: HafizurraAchman; Penguji: Agustin Kusumayati, Dian Ayubi, Tugiman, Johan Arief
Abstrak:

Poltekkes Kemenkes Jakarta II memiliki 7 jurusan dengan jumlah dan kualifikasi dosen yang berbeda. Dengan jumlah dan kualifikasi yang memadai ternyata tidak menjamin lulusan mahasiswa yang dihasilkan memiliki IPK ≥3 dan lulus tepat waktu lebih dari 80%. Berdasarkan hal tersebut maka perlu diteliti variabel apa saja yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dosen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan dan produktivitas dosen terhadap kualitas pelayanan dosen di Poltekkes Kemenkes Jakarta II Tahun 2012. Hipotesis penelitian adalah kualitas pelayanan dosen dipengaruhi baik langsung maupun tidak langsung oleh kemampuan dosen melalui produktivitas dosen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dosen tetap. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengambil proporsi. Pada penelitian ditetapkan jumlah seluruh sampel sebanyak 50 dosen. Untuk sumber informasi yang digunakan adalah berasal dari mahasiswa yang diajar, rekan sejawat dan atasan. Dari hasil analisa dan uji hipotesis dengan menggunakan smart PLS, didapatkan bahwa kemampuan dan produktivitas dosen berpengaruh terhadap kualitas pelayanan dosen sebesar 14.3% dengan nilai prediksi model sebesar 23.8%. Kesimpulan: Hipotesis penelitian kualitas pelayanan dosen dipengaruhi baik langsung maupun tidak langsung oleh kemampuan dosen melalui produktivitas dosen adalah terbukti bermakna. Saran: Optimalisasi tenaga dosen, pemberian dana penelitian kepada Jurusan sesuai proporsi, dan menyekolahkan dosen.


Jakarta Health Polytechnic II has 7 departments with different number and qualifications of lecturers. With a sufficient number of qualified, it does not guarantee that graduate students who produced have a GPA ≥3 and graduate on time more than 80%. Based on this, it is necessary to study variables that affect the quality of lecturer. The purposes of this research to determine the effect of the capabilities and productivity of faculty against quality lecturers Jakarta Health Polytechnic II year 2012. Research hypothesis is quality of teachers is affected either directly or indirectly by the ability of teachers through productivity. The population is all-time. The sampling technique is done by taking the proportion. In the present study determined the total sample of 50 lecturers. For sources of information used is derived from students who are taught, peers and superiors. From the analysis and hypothesis testing using smart PLS found that the capabilities and productivity of teachers affect the quality of lecturers of 14.3% with the model predictions for 23.8%. Conclusion: The quality of lecturers is affected either directly or indirectly by the ability of teachers through faculty productivity is shown to significantly. Suggestion: Optimization of lecturers, provision of research funds to 7 Department according the proportion, and send their lecturers.

Read More
T-3553
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ima Hariyati; Pembimbing: Hafizurrachman, Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Tugiman, Johan Arief Budiman
Abstrak:

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi dan status kesehatan terhadap kinerja dosen di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta II. Penelitian dilakukan pada dosen tetap selama bulan Mei sampai Juni 2012. Berdasarkan evaluasi yang pernah dilakukan sebelumnya kinerja pada aspek pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat belum mencapai maksimal. Berkaitan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui ada/tidaknya peningkatan kinerja. Merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode cross sectional dan pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Kuesioner dengan 20 pertanyaan untuk mengukur indikator profesionalisme, kepedulian, kondisi mental dan aktivitas berolah raga. Pemeriksaan langsung berat badan dan tinggi badan untuk mengukur BMI. Analisis data menggunakan SEM-SmartPLS. Sampel berjumlah 67 dosen yang diambil dari 103 dosen. Analisis dilakukan antara variabel eksogen dengan endogen pada model yang diajukan. Budaya organisasi mempengaruhi kinerja 11,4% dan status kesehatan memberi pengaruh 25,2% terhadap kinerja. Prediksi model penelitian 8,7%. Variabel budaya organisasi dan status kesehatan signifikan berpengaruh terhadap kinerja.


The objective of this research was to evaluate the influence of organization culture and health status to lecturer performance at Health Polytechnic Jakarta II Ministry of Health. Samples of this research were permanent lecturers at Health Polytechnic Jakarta II Ministry of Health in May-June 2012. Based on previous evaluation on lecturer performance at the same place for education, research and community perpetuation, the result had not reached maximum. That is why there should be another research to evaluate this lecturer performance. This is a quantitative cross-sectional research. Samples were collected using proportionate stratified random sampling. Questioner consisted on 20 questions for assessing indicator for professionalism, care, mental condition, and exercise activity. Direct examination was carried out on weight, height assessing BMI. Data analyses were done using SEM-SmartPLS. Samples were 67 lecturers from 103 lecturers. Analyses were carried out between exogenous and endogenous variables on proposed models. Organization culture influenced 11.4% and health status influenced 25.2% on lecturer performance. Prediction model on this research was 8.7%. Organization Culture and health status variables influenced lecturer performance significantly.

Read More
T-3548
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurul Hasanah; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Ari Wulan Sari, Ni Ketut Susilarini
T-4744
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maulita Rizqi Shafira; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Rizka Maulida, Ridho Ichsan Syaini
Abstrak:
Indonesia mengalami peningkatan beban penyakit tidak menular, salah satunya dari penyakit jantung koroner (PJK). Salah satu provinsi dengan prevalensi PJK tertinggi adalah Provinsi DI Yogyakarta, yaitu mencapai 2%. Peningkatan ini terus terjadi salah satunya disebabkan oleh tingkat urbanisasi yang tinggi. Tingkat urbanisasi menyebabkan pelimpahan aktivitas perkotaan ke wilayah perdesaan sekitarnya, sehingga masyarakat mengembangkan karakteristik seperti populasi perkotaan, tetapi karakteristik wilayahnya masih perdesaan. Wilayah ini disebut sebagai wilayah semi-perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kejadian PJK pada populasi dewasa di wilayah semi-perkotaan Provinsi DI Yogyakarta tahun 2022 menggunakan data Sistem Informasi Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan sampel penduduk usia >18 tahun dan diolah menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Penelitian ini menemukan bahwa usia, hipertensi, diabetes melitus, dan merokok merupakan faktor risiko yang memprediksi kejadian PJK. Sementara itu, orang dengan riwayat PJK keluarga dan obesitas berisiko lebih rendah untuk mengalami PJK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam penyusunan program dan kebijakan kesehatan terkait PJK dan dalam pelaksanaan penelitian selanjutnya.

Indonesia is experiencing an increasing burden of non-communicable diseases, one of which is coronary heart disease (CHD). One of the provinces with the highest prevalence of CHD is DI Yogyakarta Province, which reaches 2%. This increase continues to occur partly due to the high level of urbanization. The level of urbanization causes the spillover of urban activities to the surrounding rural areas, so that the community develops characteristics such as urban population, but the characteristics of the area are still rural. These areas are referred to as semi-urban areas. This study aims to identify factors associated with CHD in the adult population in semi-urban areas of Yogyakarta Province in 2022 using data from the Non-Communicable Disease Information System, Ministry of Health of the Republic of Indonesia. The design of this study was cross-sectional with a sample of population aged >18 years and processed using univariate to multivariate analysis. This study found that age, hypertension, diabetes mellitus, and smoking are risk factors that predict the incidence of CHD. Meanwhile, people with a family history of CHD and obesity had a lower risk of developing CHD. The results of this study are expected to be taken into consideration for the preparation of health programs and policies related to CHD and for further research.
Read More
S-11576
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurhayati Adnan Prihartono
PP.014 PRI
Depok : FKM-UI, 2019
Pidato Pengukuhan Guru Besar   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfridaningrum; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah; Penguji: I Nyoman Kandun
S-9731
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Salsabila Rosa; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Yovsyah, Fidiansjah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Responden pada penelitian ini berjumlah 307 orang dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara penghasilan (p=0,001), riwayat penyakit selain COVID-19 (p=0,006), aktivitas fisik (p=0,000), stress (p=0,000), dan dukungan sosial (p=0,000) dengan kualitas hidup mahasiswa S1 Reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia selama pandemi COVID-19.
Read More
S-10751
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hanna Audila; Pembimbing: Helda; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Ratna Djuwita, Sugiharti
Abstrak:

Latar belakang: Masalah gizi stunting masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang utama. Prevalensi stunting di Indonesia khususnya, pada bayi di bawah dua tahun (baduta) masih tergolong tinggi yakni 18.50%. Angka laju penurunan stunting pada baduta cenderung lamban dalam periode 10 tahun terakhir. Diperlukannya optimalisasi intervensi stunting terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) salah satunya, melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care).
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pemeriksaan kehamilan terhadap kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan di Indonesia setelah di kontrol oleh variable lainnya pada ibu yakni; faktor sosiodemografi, kesehatan kehamilan dan kesehatan anak.
Metode: Studi ini berdesain cross-sectional, dimana faktor paparan dan outcome diukur pada satu waktu. Data yang digunakan adalah data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Mengikutsertakan sebanyak 18.898 anak berusia 6-23 bulan yang ibunya sedang tidak hamil dan memiliki data pemeriksaan kehamilan lengkap pada instrumen SKI tahun 2023. Analisis hubungan menggunakan cog regression sedangkan, pada pengontrolan hubungan variable menggunakan metode time-dependent dan backward-elimination.
Hasil: Anak berusia 6-23 bulan di Indonesia yang ibunya tidak melakukan pemeriksaan kehamilan berkualitas berisiko 1.23 kali (aPR = 1.230, 95%CI: 1.111-1.361, p-value = 0,000) mengalami stunting setelah di kontrol oleh variabel kovariat lainnya.
Kesimpulan: Melakukan ANC minimal 4 kali dan menerima pelayanan ANC yang berkualitas dapat menurunkan resiko stunting pada baduta di Indoensia.


 

Background: Child stunting is still be a major public health issue in Indonesia, expecially in toddlers (child aged 6-23 months). The prevalence of stunting among toddlers remains relatively high, 18.50%. The annual average rate of reduction (AARR) of stunting has been steadily slow over the last past 10 years. Therefore, it is crucial to optimize the stunting interventions, predominantly during the first 1000 days of life, one of the ways is through the antenatal care. Objectives: This study aims to analyze the relationship between the quality of antenatal care and the incidence of stunting in children aged 6-23 monts in Indonesia, after being controlled by the other variable, such are; sociodemographic factors, pregnANCy health and child health. Methods: This is a cross-sectional study, in which both of the exposures and the outcome are being measured at the same point of time. The data used are from the Indonesi Health Survey in 2023. There are 18.898 children aged 6-23 months were included, whose mothers were not pregnant and had a fulfilled of antenatal care data, in the SKI 2023 instrument. The association analysis was conducted by cog regression while the time-dependent methods and backward elimination were conducted to to control those variables. Findings: Child aged 6-23 monthss old in Indonesia, whose mothers did not receive four visit of antenatal care have a 1.23 times higher risk (aPR = 1.230, 95%CI: 1.111-1.361, p-value 0.000) of experiencing stunting, after controlling for the other covariate variables.   Conclusions: Receiving at least four antenatal care (ANC) visits, and accessing quality ANC services can reduce the risk of stunting among children aged 6-23 months- old in Indonesia.

 

Read More
B-2530
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fuad Bawardi; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Sutiawati, Popy Yuniar, Diana Magdalena Pakpahan
T-3549
Depok : FKM UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Thifal Kiasatina; Pembimbing: Yovsyah; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Tiersa Vera Junita
Abstrak: Faktor dominan yang didapatkan yakni riwayat diabetes melitus pada keluarga. Sehingga diharapkan penelitian ini dapat menjadi dasar untuk penguatan program Posbindu PTM dalam mengendalikan dan mencegah risiko diabetes melitus tipe 2 pada pegawai Kementerian Kesehatan RI.
Read More
S-9949
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive