Ditemukan 35868 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Risca Febriyana Nurviati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusdinar Achmad, M. Tri Hadiah
S-7504
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nuzulvia Damayanti; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Trini Sudiarti, Suma`mur
S-8004
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nadia Siratunnisak; Pembimbing: Fathimah Sulistyowati Sigit; Penguji: Asih Setiarini, Siti Arifah Pujonarti, Khoirul Anwar, Chaerunnisa Rahman
Abstrak:
Read More
Hipertensi mulai menjadi masalah kesehatan pada kelompok dewasa muda. Obesitas sentral yang dinilai menggunakan rasio lingkar pinggang terhadap tinggi badan (RLPTB) diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran serta hubungan sentral, faktor sosiodemografi, dan gaya hidup dengan kejadian hipertensi serta tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa baru Universitas Indonesia tahun 2025. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan analisis data sekunder terhadap 392 mahasiswa. Analisis dilakukan menggunakan uji chi-square, uji beda rerata, regresi logistik, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62,2% responden mengalami sentral dan 31,3% mengalami hipertensi. Rerata tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing sebesar 127,38 ± 13,79 mmHg dan 81,91 ± 10,03 mmHg. Sebanyak 63,5% responden kurang mengonsumsi sayur dan buah, 53,5% memiliki konsumsi makanan tinggi natrium kategori tinggi, 50,5% memiliki konsumsi minuman manis kategori tinggi, dan 57,9% memiliki durasi tidur kurang. sentral berhubungan dengan kejadian hipertensi (OR = 2,423; 95% CI: 1,504–3,903; p < 0,001), tekanan darah sistolik, dan diastolik (p < 0,001). Jenis kelamin berhubungan dengan hipertensi dan tekanan darah sistolik, sedangkan aktivitas fisik hanya berhubungan dengan tekanan darah sistolik. Pendapatan orang tua, konsumsi sayur dan buah, makanan tinggi natrium, minuman manis, serta durasi tidur tidak berhubungan secara bermakna dengan hipertensi maupun tekanan darah sistolik dan diastolik. Setelah dikontrol seluruh variabel sosiodemografi dan gaya hidup, mahasiswa dengan sentral memiliki odds 2,450 kali untuk mengalami hipertensi (95% CI: 1,484–4,026; p < 0,001). Mahasiswa dengan obesitas juga memiliki tekanan darah sistolik 5,552 mmHg dan diastolik 5,010 mmHg lebih tinggi dibandingkan mahasiswa yang tidak obesitas. Disimpulkan bahwa sentral berhubungan dengan hipertensi serta peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa baru.
Hypertension is becoming an increasingly important health concern among young adults. Central obesity, assessed using the waist-to-height ratio (WHtR), is believed to be associated with elevated blood pressure. This study aimed to describe and examine the associations of central obesity, sociodemographic factors, and lifestyle factors with hypertension, systolic blood pressure, and diastolic blood pressure among first-year students at Universitas Indonesia in 2025. This study used a cross-sectional design and secondary data from 392 students. Data were analyzed using the chi-square test, mean difference tests, logistic regression, and multiple linear regression. The results showed that 62.2% of the respondents had central obesity and 31.3% had hypertension. The mean systolic and diastolic blood pressures were 127.38 ± 13.79 mmHg and 81.91 ± 10.03 mmHg, respectively. A total of 63.5% of the respondents had inadequate fruit and vegetable intake, 53.5% had a high frequency of high-sodium food consumption, 50.5% had a high frequency of sugar-sweetened beverage consumption, and 57.9% had insufficient sleep duration. Central obesity was associated with hypertension (OR = 2.423; 95% CI: 1.504–3.903; p < 0.001), systolic blood pressure, and diastolic blood pressure (p < 0.001). Sex was associated with hypertension and systolic blood pressure, whereas physical activity was associated only with systolic blood pressure. Parental income, fruit and vegetable intake, high-sodium food consumption, sugar-sweetened beverage consumption, and sleep duration were not significantly associated with hypertension, systolic blood pressure, or diastolic blood pressure. After adjustment for all sociodemographic and lifestyle variables, students with central obesity had 2.450 times higher odds of hypertension than those without central obesity (95% CI: 1.484–4.026; p < 0.001). Students with central obesity also had systolic and diastolic blood pressures that were 5.552 mmHg and 5.010 mmHg higher, respectively, than those without central obesity. In conclusion, central obesity was associated with hypertension and increased systolic and diastolic blood pressure among first-year students.
T-7581
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amanda Gracela Oktora Napitupulu; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Yvonne M. Indrawani, Ida Ruslita
S-7138
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Diana Galman; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Asih Setiarini, Reviana Christijani
S-7298
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sari Narulita; Pembiming: Ivone M. Indrawani; Penguji: Fatmah, Ruslita
S-5972
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aidah Auliyah; Pembimbing: Siti Arifah Pudjonarti; Penguji: Diah M. Utari, Eman Sumarna
S-7302
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Karina Astheria; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Triyanti, Yunita
S-7930
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nara Citarani; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Kusharisupeni Djokosudjono, Widjaja Lukito
Abstrak:
Rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) adalah salah satu metode untuk mendeteksi obesitas sentral. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu, asupan makan, gaya hidup, dan indeks massa tubuh (IMT) dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP pada kelompok usia dewasa di wilayah urban dan rural terpilih. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, dengan jumlah 195 sampel. Desain penelitian yang digunakan adalah desain studi kuantitatif observasional cross-sectional. Prevalensi obesitas sentral berdasarkan RLPP pada penelitian ini adalah 57,9%. Variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan obesitas sentral berdasarkan RLPP adalah jenis kelamin dan IMT. Kata kunci: kelompok usia dewasa, obesitas sentral, rasio lingkar pinggang panggul, rural, urban Waist-hip ratio (WHR) is a method to measure the risk of central obesity. This study is focus on finding the association between individual characteristics, dietary intake, lifestyle, and body mass index (BMI) with central obesity based on WHR among adults in selected urban and rural area. Secondary data was used in this study, with total 195 samples. The design of this study is quantitative observational cross-sectional. The prevalence of central obesity based on WHR in this study is 57,9%. Variables which are significantly related to central obesity are sex and BMI. Keywords: adults, central obesity, rural, urban, waist-hip ratio
Read More
S-9164
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
XGaluh Asri Bestari; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Dwi Setyo Irianingsih
Abstrak:
Status gizi yang baik berhubungan erat dengan performa fisik yang baik, termasuk dalam lingkungan kerja sebagai kunci produktivitas industri. Namun, gizi pada karyawan masih belum mendapat perhatian khusus padahal karyawan menghabiskan separuh waktu terjaganya di tempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor yang berhubungan dengan obesitas pada karyawan PT. XYZ. Penelitian dilakukan dengan menggunakan desain studi cross-sectional melibatkan 715 karyawan dari pabrik A, B, C, dan D PT. XYZ. Analisis statistik menunjukkan bahwa obesitas memiliki hubungan bermakna dengan usia (p=0,000;OR=2,583), status pernikahan (p=0,001;OR=2,643), golongan pekerjaan (p=0,03;OR=1,721), persen lemak tubuh laki-laki (p=0,000;OR=19,314), asupan energi (p=0,047;OR=0,597), asupan protein (p=0,03;OR=0,606), asupan serat (p=0,027;OR=0,389), kebiasaan minum susu (p=0,018;OR=0,576), konsumsi suplemen (p=0,032;OR=0,693), aktivitas fisik (p=0,017;OR=1,491), dan perilaku merokok (p=0,008;OR=1,734). Adanya hubungan bermakna tersebut menjadikan karakteristik individu, konsumsi makanan, dan gaya hidup menjadi faktor yang berpengaruh terhadap obesitas. Kata kunci: gaya hidup, karakteristik individu, karyawan, konsumsi makanan, obesitas. Good nutritional status is closely related to excellent physical performance, including in workplace as a key of industrial productivity. However, nutrition of employees still has not taken care by the company, althoughthey spend half of their awaken time in workplace. The purpose of this study is to see the factors associated with obesity among employees in PT. XYZ. This study was conducted using a cross-sectional study involving 715 employees from factories A, B, C, and D in PT. XYZ. Statistical analysis showed that obesity had a significant association with age(p=0.000;OR=2.583), marital status (p=0.001;OR=2.643), occupation(p=0.03;OR=1.721), percent body fat in male (p=0.000;OR=19.314), energy intake(p=0.047;OR=0.597), protein intake (p=0.03;OR=0.606), fiber intake (p=0.027;OR=0.389), milk drinking habits (p=0.018;OR=0.576), consumption of supplements (p=0.032;OR=0.693), physical activity (p=0.017;OR=1.491), and smoking behavior (p=0.008;OR=1.734). The existence of significant associationsmade individual characteristics, food consumption, and lifestyle become factors that affect obesity. Keywords: obesity, employees, individual characteristics, food consumption, lifestyle
Read More
S-9394
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
