Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39770 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Aris Priya Handoko; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Bersal, Siti Yasmina Zubaedah, Rudy Kurniawan
Abstrak:

ABSTRAK Undang – Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang – Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika telah mewajibkan setiap sarana kesehatan untuk membuat, menyampaikan, dan menyimpan laporan berkala mengenai pemasukan dan pengeluaran narkotika psikotropika yang berada dalam penguasaannya. Kementerian Kesehatan RI telah membuat sebuah sistem pelaporan yang bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai pengelolaan narkotika dan psikotropika secara nasional di bawah koordinasi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Namun dalam kenyataannya, informasi yang disediakan oleh Sistem Pelaporan Narkotika dan Psikotropika yang ada saat ini belum mampu dijadikan data dasar dalam pelaporan tahunan ke International Narcotic Control Board (INCB) dan belum mampu menghasilkan informasi mengenai estimasi kebutuhan narkotika dan psikotropika secara Nasional pada tahun berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki sistem pelaporan yang ada sehingga mampu menghasilkan informasi mengenai kebutuhan narkotika dan psikotropika tahunan, penggunaan per-daerah dan pernasional. Pengembangan sistem dalam penelitian ini menggunakan pendekatan terstruktur mengikuti tahapan siklus hidup pengembangan sistem. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi sistem di Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian. Sistem yang dikembangkan berbentuk sebuah prototype yang menggunakan arsitektur three-tiered Client-Server serta usulan terkait kebijakan, prosedur dan sumber daya manusia.


 ABSTRACT Regulations no 35/2009 on Narcotics and no 5/1997 on Psychotropics have required health facilities to arrange, deliver and document periodic reports on the flow of narcotics and psychotropics. Ministry of Health of Republic of Indonesia has developed a reporting system to provide information on national narcotics and psychotropics management under Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. Today, information by recent Narcotics and Psychotropics reporting system has not been a basic data for yearly report to International Narcotic Control Board (INCB) and providing national estimation of narcotics and psychotropics needs for the next year. This study aims to develop and upgrade recent reporting system to provide information of yearly needs and local usage. System development uses structured approach according to phases of system development life cycle. Data collection is implemented through interview and system observation in Directorate of Pharmaceutical Production and Distribution. This developed system is a prototype using three-tiered Client-Server architecture and proposal related to policy, procedure and human resources.

 

Read More
T-3671
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yenny Sulistyawati; Pembimbing: Besral; Penguji: Popy Yuniar, R. Sutiawan, Purwani Eko Prihatin, Bulan Rachmadi
T-4028
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erika Astrianah; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: R. Sutiawan, Ahrahayati Wildany
S-5924
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Merry Ivana Saragih; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Besral, Syafrial, Tulus Riyanto
Abstrak:

Imunisasi merupakan upaya pelayanan kesehatan dasar untuk mencegah penyakit secara perorangan dan kelompok yang pada akhirnya dapat mengeradikasi atau mengeliminasi PD3I. Universal Child Immunization (UCI Desa) adalah indikator kinerja program imunisasi di Indonesia, yang ditargetkan harus mencapai 100% pada tahun 2014 sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menegah Nasional RI tahun 2010-2014. Permasalahannya adalah apakah sistem informasi yang ada saat ini mempunyai kapasitas dan kapabilitas untuk memantau pencapaian UCI Desa di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menilai keberadaan dan fungsi sistem informasi imunisasi, yaitu Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) imunisasi bayi di tingkat Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten/kota dan Provinsi di Indonesia sebagai dasar pengembangan sistem informasi untuk merevitalisasi PWS. Desain penelitian adalah kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan review dokumen yang dilakukan terhadap 4 Puskesmas di 4 Kabupaten/kota di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah yang dipilih secara purposive. Peneliti menyimpulkan bahwa PWS program imunisasi di Indonesia memiliki kekuatan infrastruktur komponen Sistem Informasi Kesehatan. Akan tetapi, revitalisasi PWS perlu dilakukan, yaitu dengan menyediakan suatu tool sistem pemantauan yang berfungsi sebagai Decision Support System dan Early Warning System dalam program imunisasi untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pelayanan imunisasi bayi dalam rangka menyukseskan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional UCI di Indonesia. Daftar Bacaan : 48 (1990-2010) Kata Kunci :  Sistem Informasi Imunisasi, Pematauan Wilayah Setempat, UCI Desa, Imunisasi.


 Immunization is a basic health services to prevent diseases both for individual as well as group with long term objective is to eliminate and eradicate some particular diseases. Universal Child Immunization Village is a key performance indicator of Immunization Program in Indonesia which in 2014 has to be achieved by 100% throughout the country. The problem is whether the existing health information system could monitor the achievement of UCI Village in Indonesia. Therefore, this research is aimed to assess the function of the existing Local Area Monitoring (LAM) of immunization especially for baby in the Public Health Centre, District and Province Health Offices in Indonesia. Thus the result of this assessment can be used as evidence based to develop an information system in order to revitalize LAM. The research was using qualitative design with various methods such as interview, observation, and document review that was undertaken in 4 non randomly (purposive) selected Public Health Centre, 4 District Health Offices in DKI Jakarta and Central Java Province. This research concluded that LAM has infrastructure strength of Health Information System components. However, there is a need to revitalize LAM by developing and providing a monitoring tool as a Decision Support and Early Warning System to produce required information to increase both quantity and quality of immunization to enhance national immunization acceleration in Indonesia. References: 50 (1990-2010) Key Words:  Immunization Information System, Local Area Monitoring, UCI Village, Immunization.

Read More
T-3323
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rina Wijaya; Pembimbing: Tris Eryando, Popy Yuniar; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Sensusiati, Nurjamil
Abstrak: Abstrak

Latar Belakang : Tesis ini membahas tentang Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat Untuk Mendukung Pelayanan Kefarmasian (Studi Kasus Di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi). Sistem Informasi ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan administrasi mulai dari pencatatan, pelaporan, pengarsipan yang baik, bertujuan agar lebih mudah dimonitor dan dievaluasi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan model sistem informasi manajemen obat untuk mendukung pelayanan kefarmasian di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi.

Metode : Pendekatan yang dipergunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Obat di Puskesmas Pejuang Kota Bekasi ini adalah Pendekatan Rapid Application Development (RAD), Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pedoman observasi dan Pedoman Wawancara.

Hasil : Pencatatan pengelolaan obat yang tertib dan lengkap belum dilaksanakan, sehingga sulit untuk monitoring dan evaluasi. Maka perancangan Sistem Informasi Manajemen Obat yang terintegrasi menggunakan basis data yang dapat memudahkan dalam pengorganisasian data untuk menghasilkan informasi sehingga perencanaan pengelolaan obat, monitoring dan evaluasi menjadi lebih mudah. Keluaran sistem informasi ini berupa laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) dan indikator monitoring dan evaluasi yang ditampilkan dengan grafik.

Kesimpulan : Terbangunnya model sistem informasi manajemen obat yang terintegrasi menggunakan basis data sehingga memudahkan dalam pencatatan, pelaporan dan monitoring serta evaluasi.


Background : This thesis discusses the development of Drug Management Information System to Support Pharmaceutical Services (Case Study In Health Center pejuang Bekasi). This information system is expected to support the administration ranging from record keeping, reporting, good filing, aims to be more easily monitored and evaluated. The purpose of this study to develop a model of Drug Management Information System to support pharmaceutical services at PHC Pejuang Bekasi.

Methods : The approach taken in the development of Drug Management Information System at the Health Center pejuang Bekasi is a Rapid Application Development (RAD), instrument used in this study is the observation and Interview Guide.

Results : Recording of medication management and complete order has not been implemented, making it difficult for monitoring and evaluation.Then the Drug Management Information System design using an integrated database that can facilitate in organizing the data to produce information that medication management planning, monitoring and evaluation easier. Output is in the form of laporan pemakaian dan lembar permintaan (LPLPO) and monitoring and evaluation indicators are displayed with graphs.

Conclusion : Development of a model of management information systems using integrated drug database to facilitate the recording, reporting and monitoring and evaluation.

Read More
T-3853
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Liasari; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: PopyYuniar, Besral, Eka Jusuf Singka, Herlia Susilawati
Abstrak: ABSTRAK
Kuota jemaah haji Indonesia merupakan kuota terbesar di dunia. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kuota haji terbesar di Indonesia. Sedangkan Kota Bekasi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kuota terbesar di Jawa Barat. Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sebaik-baiknya bagi jemaah haji di bidang kesehatan, maka dibutuhkan pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang efektif dan efisien dimulai dari jenjang pertama yaitu Puskesmas. Tujuan studi ini untuk membangun model sistem automasi pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji di puskesmas. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Penelitian dilakukan di Kota Bekasi, melibatkan Puskesmas Pondok Gede dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
 
Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya prosedur yang belum dilakukan yaitu tidak dilakukannya pemeriksaan jiwa, penilaian kemandirian, dan tes kebugaran. Adanya pencatatan berulang-ulang juga mengakibatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan menjadi kurang efisien, dan belum adanya informasi yang efektif untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap jemaah haji risiko tinggi. Dari hasil uji coba, sistem baru dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan sebesar 84-88,9% waktu yang dihemat untuk menyajikan 8 indikator pemeriksaan kesehatan haji.
ABSTRACT
Indonesia has the largest Hajj quota in the world. West Java is the province with the largest Indonesian Hajj quota. While Bekasi is one of the city with the largest quota in West Java. To provide guidance, service, and the best protection for pilgrims in the health sector, an effective and efficient pilgrims health reporting and recording is required from the first level of the health center. The purpose of this study is to build a model of automation systems for recording and reporting of the pilgrims health screening. The study used a qualitative approach and Rapid Application Development (RAD) as system development method. The study was conducted in the city of Bekasi, involving primary health center Pondok Gede and Bekasi City Health Office. There were still procedures that has not been done. Redundancy found in recording and reporting caused less efficient, and there was still the absence of effective information to monitor and guide the high risk pilgrims. From the test results it can be concluded that the new system can improve the efficiency and effectiveness as it saves time by 84 to 88.9% to present 8 indicators of Hajj Pilgrims Health Screening.
Read More
T-3744
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Liasari; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: PopyYuniar, Besral, Eka Jusuf Singka, Herlia Susilawati
Abstrak: ABSTRAK
Kuota jemaah haji Indonesia merupakan kuota terbesar di dunia. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kuota haji terbesar di Indonesia. Sedangkan Kota Bekasi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kuota terbesar di Jawa Barat. Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sebaik-baiknya bagi jemaah haji di bidang kesehatan, maka dibutuhkan pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang efektif dan efisien dimulai dari jenjang pertama yaitu Puskesmas. Tujuan studi ini untuk membangun model sistem automasi pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji di puskesmas. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Penelitian dilakukan di Kota Bekasi, melibatkan Puskesmas Pondok Gede dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
 
Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya prosedur yang belum dilakukan yaitu tidak dilakukannya pemeriksaan jiwa, penilaian kemandirian, dan tes kebugaran. Adanya pencatatan berulang-ulang juga mengakibatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan menjadi kurang efisien, dan belum adanya informasi yang efektif untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap jemaah haji risiko tinggi. Dari hasil uji coba, sistem baru dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan sebesar 84-88,9% waktu yang dihemat untuk menyajikan 8 indikator pemeriksaan kesehatan haji.
ABSTRACT
Indonesia has the largest Hajj quota in the world. West Java is the province with the largest Indonesian Hajj quota. While Bekasi is one of the city with the largest quota in West Java. To provide guidance, service, and the best protection for pilgrims in the health sector, an effective and efficient pilgrims health reporting and recording is required from the first level of the health center. The purpose of this study is to build a model of automation systems for recording and reporting of the pilgrims health screening. The study used a qualitative approach and Rapid Application Development (RAD) as system development method. The study was conducted in the city of Bekasi, involving primary health center Pondok Gede and Bekasi City Health Office. There were still procedures that has not been done. Redundancy found in recording and reporting caused less efficient, and there was still the absence of effective information to monitor and guide the high risk pilgrims. From the test results it can be concluded that the new system can improve the efficiency and effectiveness as it saves time by 84 to 88.9% to present 8 indicators of Hajj Pilgrims Health Screening.
Read More
T-3744
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Liasari; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: PopyYuniar, Besral, Eka Jusuf Singka, Herlia Susilawati
Abstrak: ABSTRAK
Kuota jemaah haji Indonesia merupakan kuota terbesar di dunia. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kuota haji terbesar di Indonesia. Sedangkan Kota Bekasi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kuota terbesar di Jawa Barat. Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sebaik-baiknya bagi jemaah haji di bidang kesehatan, maka dibutuhkan pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang efektif dan efisien dimulai dari jenjang pertama yaitu Puskesmas. Tujuan studi ini untuk membangun model sistem automasi pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji di puskesmas. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Penelitian dilakukan di Kota Bekasi, melibatkan Puskesmas Pondok Gede dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
 
Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya prosedur yang belum dilakukan yaitu tidak dilakukannya pemeriksaan jiwa, penilaian kemandirian, dan tes kebugaran. Adanya pencatatan berulang-ulang juga mengakibatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan menjadi kurang efisien, dan belum adanya informasi yang efektif untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap jemaah haji risiko tinggi. Dari hasil uji coba, sistem baru dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan sebesar 84-88,9% waktu yang dihemat untuk menyajikan 8 indikator pemeriksaan kesehatan haji.
ABSTRACT
Indonesia has the largest Hajj quota in the world. West Java is the province with the largest Indonesian Hajj quota. While Bekasi is one of the city with the largest quota in West Java. To provide guidance, service, and the best protection for pilgrims in the health sector, an effective and efficient pilgrims health reporting and recording is required from the first level of the health center. The purpose of this study is to build a model of automation systems for recording and reporting of the pilgrims health screening. The study used a qualitative approach and Rapid Application Development (RAD) as system development method. The study was conducted in the city of Bekasi, involving primary health center Pondok Gede and Bekasi City Health Office. There were still procedures that has not been done. Redundancy found in recording and reporting caused less efficient, and there was still the absence of effective information to monitor and guide the high risk pilgrims. From the test results it can be concluded that the new system can improve the efficiency and effectiveness as it saves time by 84 to 88.9% to present 8 indicators of Hajj Pilgrims Health Screening.
Read More
T-3744
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Liasari; Pembimbing: R. Sutiawan; Penguji: PopyYuniar, Besral, Eka Jusuf Singka, Herlia Susilawati
Abstrak: ABSTRAK
Kuota jemaah haji Indonesia merupakan kuota terbesar di dunia. Jawa Barat merupakan provinsi dengan kuota haji terbesar di Indonesia. Sedangkan Kota Bekasi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang memiliki kuota terbesar di Jawa Barat. Untuk memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan sebaik-baiknya bagi jemaah haji di bidang kesehatan, maka dibutuhkan pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji yang efektif dan efisien dimulai dari jenjang pertama yaitu Puskesmas. Tujuan studi ini untuk membangun model sistem automasi pencatatan dan pelaporan pemeriksaan kesehatan jemaah haji di puskesmas. Studi menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengembangan sistem Rapid Application Development (RAD). Penelitian dilakukan di Kota Bekasi, melibatkan Puskesmas Pondok Gede dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi.
 
Berdasarkan penelitian, ditemukan adanya prosedur yang belum dilakukan yaitu tidak dilakukannya pemeriksaan jiwa, penilaian kemandirian, dan tes kebugaran. Adanya pencatatan berulang-ulang juga mengakibatkan kegiatan pencatatan dan pelaporan menjadi kurang efisien, dan belum adanya informasi yang efektif untuk melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap jemaah haji risiko tinggi. Dari hasil uji coba, sistem baru dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pencatatan dan pelaporan sebesar 84-88,9% waktu yang dihemat untuk menyajikan 8 indikator pemeriksaan kesehatan haji.
ABSTRACT
Indonesia has the largest Hajj quota in the world. West Java is the province with the largest Indonesian Hajj quota. While Bekasi is one of the city with the largest quota in West Java. To provide guidance, service, and the best protection for pilgrims in the health sector, an effective and efficient pilgrims health reporting and recording is required from the first level of the health center. The purpose of this study is to build a model of automation systems for recording and reporting of the pilgrims health screening. The study used a qualitative approach and Rapid Application Development (RAD) as system development method. The study was conducted in the city of Bekasi, involving primary health center Pondok Gede and Bekasi City Health Office. There were still procedures that has not been done. Redundancy found in recording and reporting caused less efficient, and there was still the absence of effective information to monitor and guide the high risk pilgrims. From the test results it can be concluded that the new system can improve the efficiency and effectiveness as it saves time by 84 to 88.9% to present 8 indicators of Hajj Pilgrims Health Screening.
Read More
T-3744
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Ayu Agung Mardiani Putri; Pembimbing: Sudijanto Kamsa, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Sudung Nainggola, Roostiawaty
T-2329
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive