Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 9282 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Suma'mur P.K.
Hiperkes Vol.XIX, No.2&3
Jakarta : Depnakertrans, 1986
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abu Bakar Che Man and David Gold
363.17 MAN s
Geneva : ILO, 1993
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
EHC-170
[s.l.] : Geneva WHO 1994, s.a.]
EHC (Series)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
International Labour Office
363.17 INT s
Geneva : ILO, 1998
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ellen Rosskam
363.11 ROS c
Geneva : ILO, 1996
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ellen Rosskam
363.11 ROS c
Geneva : ILO, 1996
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Supriyadi; Pembimbing: Mila Tejayama; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Hendra, Agustin Wahyu Ernawati, Eddy
Abstrak: Lima negara di Association of South East Asian Nation (ASEAN) yang meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina, menggunakan banyak zat kimia dalam industri yang menghasilkan risiko keselamatan dan kesehatan kerja bagi para pekerjanya. Nilai Ambang Batas (NAB) kimia digunakan sebagai regulasi atau instrumen referensi untuk mengendalikan risiko kimia. Penelitian ini membandingkan NAB kimia di negara ASEAN-5 dengan TLV ACGIH 2016 dan PEL OSHA 2016 untuk mengajukan kemungkinan harmonisasi NAB kimia di ASEAN. 713 zat kimia yang ada di dalam daftar perbandingan dengan 40 zat kimia selalu ada di semua daftar NAB kimia serta 124 zat kimia yang keluar hanya di dalam 1 daftar NAB kimia. Dalam non-metric multidimensional scaling plot, 5 NAB kimia diketahui mirip dengan TLV ACGIH 2016 dan PEL OSHA 2016 sedangkan dua daftar NAB kimia (NAB Thailand dan Permenkes 70 2016) berbeda karena jumlah substansi yang ada dalam daftar NAB tersebut jauh lebih sedikit daripada jumlah substansi NAB yang lain. NAB kimia ASEAN-5 memiliki rata-rata geometrik lebih tinggi daripada TLV ACGIH 2016 dan lebih rendah daripada PEL OSHA 2016 kecuali untuk Rule 1070 Filipina dan NAB Thailand. Ada persamaan dan perbedaan pada NAB kimia ASEAN-5 untuk dipertimbangkan dalam upaya harmonisasi NAB di ASEAN. Kata kunci: NAB Faktor Kimia, ASEAN-5, Studi Perbandingan, substansi kimia, regulasi Five countries within Association of South East Asian Nation (ASEAN) which are Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand and Philippine, use a lot of chemical substances in their industries that put risk on health and safety to their worker. Occupational Exposure Limit (OEL) is used as regulation or reference instrument to control chemical risk. This study compared OEL in ASEAN-5 countries with TLV ACGIH 2016 and PEL OSHA 2016 in order to propose a harmonization possibility within ASEAN. There are 713 chemical substances in comparison list with 40 substances that always available in all OEL lists and 124 unique substances that only appear on 1 list OEL. In non-metric multidimensional scaling plot, it was found that 5 OEL list were quite similar with both TLV ACGIH 2016 and PEL OSHA 2016, while the other two (Thailand OEL and Permenkes 70 2016) much differ due to less number of substances listed on these OEL lists. ASEAN-5 OEL list found higher geometric means than TLV ACGIH 2016 and lower than PEL OSHA 2016 except for Rule 1070 Philippine and OEL Thailand. There are similarities and differences in OEL ASEAN-5 to consider in ASEAN OEL harmonization effort. Key words: Occupational Exposure Limit, ASEAN-5, comparative study, regulation
Read More
T-4903
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martina Caisar Ferananda; Pembimbing: Mila Tejamaya, Hendra, Agung Supriyadi
Abstrak:
Karsinogen merupakan efek toksik yang mengarah pada terjadinya peristiwa karsinogenesis hingga timbul kanker. Tingginya angka penggunaan bahan kimia di industri yang terbukti karsinogenik bagi manusia tentunya akan berpotensi memunculkan dampak negatif kepada kesehatan pekerja. Peraturan Nilai Ambang Batas (NAB) di Indonesia dibuat sebagai upaya melindung kesehatan pekerja. Namun di Indonesia terdapat dua standar mandatori, dimana keberadaan lebih dari satu standar di Indonesia menyulitkan perusahaan dalam hal pemenuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan Nilai Ambang Batas bahan kimia yang bersifat karsinogen dan klasifikasi karsinogen. Unit analisis penelitian ini adalah peraturan Nilai Ambang Batas Kimia di Indonesia yaitu Permenaker 5 tahun 2018 dan Permenker 70 tahun 2016. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif. Pada perbandingan antara dua peraturan terdapat 2 bahan kimia yang memiliki notasi klasifikasi karsinogen berbeda yaitu Chromium metal and insol. salts (sebagai Cr) pada Peremenaker (A4) dan pada Permenkes (A1) serta didapatkan substansi kimia Diazomethane pada Peremenaker notasi (A2) namun tidak diatur di Permenkes. Terdapat 6 substansi kimia yang memiliki konsentrasi NAB yang berbeda diantaranya adalah benzotrichloride (tidak diatur dalam Permenaker dan Permenkes NAB-STEL 0.1 mg/m3), Benzo (a) pyrene (tidak diatur dalam Permenaker dan Permenkes NAB-TWA 0.2 mg/m3), beryllium and beryllium compounds as be (Permenkes NAB-TWA 0.00005 mg/m3 dan Permenkes NAB-TWA 0.002 mg/m3), Formaldehyde (Permenkes NAB-STEL 0.3 ppm dan Permenkes NAB-TWA 0.5 ppm), Silica crytaline - alpha quartz and cristobalite (Permenkes NAB-STEL 0.025 mg/m3 dan Permenkes NAB-TWA 0.1 mg/m3).

Carcinogens are toxic effects that lead to carcinogenic events leading to cancer. The high rate of use of chemicals in industry that are proven to be carcinogenic to humans will certainly have the potential to have a negative impact on the health of workers. Threshold Value Regulations (NAV) in Indonesia were made as an effort to protect the health of workers. However, in Indonesia there are two mandatory standards, where the existence of more than one standard in Indonesia makes it difficult for companies to fulfill them. This study aims to examine the comparison of the Threshold Limit Values of chemicals that are carcinogens and the classification of carcinogens. The unit of analysis for this research is the regulation of Chemical Threshold Limit Values in Indonesia, namely Permenaker 5 of 2018 and Permenker 70 of 2016. This research was conducted using a descriptive method. In the comparison between the two regulations, there are 2 chemicals that have different carcinogen classification notations, namely Chromium metal and insol. salts (as Cr) in Peremenaker (A4) and in Permenkes (A1) and the chemical substance Diazomethane is found in Peremenaker notation (A2) but it is not regulated in Permenkes. There are 6 chemical substances that have different NAB concentrations including benzotrichloride (not regulated in the Permenaker and Permenkes NAB-STEL 0.1 mg/m3), Benzo (a) pyrene (not regulated in the Permenaker and Permenkes NAB-TWA 0.2 mg/m3), beryllium and beryllium compounds as be (Permenkes NAB-TWA 0.00005 mg/m3 and Permenkes NAB-TWA 0.002 mg/m3), Formaldehyde (Permenkes NAB-STEL 0.3 ppm and Permenkes NAB-TWA 0.5 ppm), Silica crytaline - alpha quartz and cristobalite (Permenkes NAB-STEL 0.025 mg/m3 and Permenkes NAB-TWA 0.1 mg/m3).
Read More
T-6790
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
658.382 REE h (Rs)
[s.l.] : London : CRC Press, 2009, s.a.]
Kumpulan Daftar Isi Buku   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fauzi Syarif; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja
S-3272
Depok : FKM-UI, 2003
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive