Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 26426 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muslimah Hussein; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri, Atik Nurwahyuni, Prita Hapsari, Budi Hartono
Abstrak:

ABSTRAK Tesis ini bertujuan untuk mengetahui posisi Brand Equity Rumah Sakit Puri Cinere menurut persepsi pelanggan poliklinik Rumah Sakit, faktor-faktor yang apa yang paling bermakna dan paling berhubungan dari 4 faktor yang mempengaruhi brand equity.Brand Equity diukur berdasarkan 4 variabel dari Aaker yaitu brand awarness, brand association,perceived quality, dan brand loyalty.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional yang bersifat kuantitatif dilengkapi dengan metode kualitatif.Untuk memperoleh jumlah sample yang representatif maka digunakan teknik stratified random sampling sehingga diperoleh 96 responden. kemudian untuk memperoleh hasil, data kuestioner diolah secara univariat, bivariat dan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awarness, brand association, perceived quality dan brand loyalty memiliki hubungan yang signifikan terhadap brand Equity. Namun yang memberikan kontribusi terbesar adalah brand loyalty disusul oleh perceived quality.


 Abstract This research is aimed to assess the position of Puri Cinere Hospital?s Brand Equity according to the Hospital outpatient?s customers, which factors among the four identified factors that have the most significant relationship affecting the Brand Equity. Brand Equity was measured based on four variables proposed by Aaker: Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, and Brand Loyalty. This study used analytical descriptive method with quantitative cross sectional approach, complemented with qualitative method. Stratified random sampling technique was used to get 96 representative samples.Proceed from questionnaires was processed using univariat, bivariat, and multiple linear regression. Result from the study shows that Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, and Brand Loyalty all have significant relationship with Brand Equity. However, out of those four mentioned variables, Brand Loyalty, followed by Perceived Quality are two variables that have the most contribution relationship to Brand Equity.

Read More
B-1459
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nunun Nurulaini; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empat elemen Brand Equity yaitu Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality dan Brand Loyalty) terhadap Brand Equity RS Islam Jakarta menurut persepsi pelanggan rawat jalan di empat layanan dasar, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional yang bersifat kuantitatif, dilengkapi dengan metode kualitatif. 
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality dan Brand Loyalty memiliki hubungan yang kuat terhadap Brand Equity RSIJ. Keempat elemen ini berkontribusi dalam membentuk Brand Equity RSIJ, namun yang memberikan kontribusi terbesar adalah Brand Loyalty dan Perceived Quality.
 This research is aimed to know the relationship among four elements of Brand Equity (Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality and Brand Loyalty) and Brand Equity based on outpatient?s perception, using descriptive analytic methode, with crosssectional approach in quantitative and completed with kualitative.
  The study result shows that Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality and Brand Loyalty has strong relationship with Brand Equity of RSIJ. These four elements have contribution to build Brand Equity of RSIJ. Among those which have the most contribution are Brand Loyalty and Perceived Quality.
Read More
B-1245
Depok : FKM-UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Sistha Prima; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Prastuti C. Soewondo, Sandi Iljanto, Amila Megraeni
Abstrak:

Pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2011 di rumah sakit Puri Cinere terlihat bahwa ada penurunan angka BOR dan BTO. Menurunnya angka BOR dan BTO pada pasien rawat inap tersebut secara tidak langsung menunjukkan adanya penurunan dalam pemanfaatan fasilitas rawat inap di rumah sakit Puri Cinere, dimana pemanfaatan fasilitas tersebut sangat erat kaitannya dengan kwalitas pelayanan. Penelitian ini ingin melihat lebih lanjut mengenai pelayanan rawat inap di rumah sakit Puri Cinere, terutama pada lama waktu dari pelayanan pembayaran terhadap semua jenis pembayaran dan kelas perawatan yang berasal dari pasien rawat inap, dimana dengan mengetahui hal tersebut diharapkan dapat melihat lama waktu pelayanan yang diperlukan dan hambatan-hambatan yang terjadi pada pelayanan rawat inap di rumah sakit Puri Cinere. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil observasi langsung pada bagian verifikasi dan kasir pelayanan rawat inap, yang berupa lama waktu yang diperlukan bagi verifikator dan kasir untuk menyelesaikan administrasi pasien rawat inap yang akan pulang, selain itu juga dilakukan pengambilan data yang berasal dari rekam medis guna mendapatkan waktu perintah kepulangan pasien oleh dokter yang bersangkutan. Populasi dalam penelitian adalah semua pasien rawat inap yang ada dirumah sakit puri cinere. Sedangkan sampel penelitian yang diambil adalah pasien rawat inap yang akan pulang terhitung mulai tanggal 30 November sampai dengan tanggal 7 Desember 2012, dengan jumlah pengambilan sampel sebanyak 100 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dirumah sakit Puri Cinere terdapat perbedaan dan hubungan antara waktu pelayanan dengan jenis pembayaran, selain itu lama waktu pelayanan berdasarkan kategori kelas perawatan menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik.Peneliti menyarankan, perlu adanya system yang mampu mengukur waktu tanggap (respon time) di Rumah Sakit Puri Cinere agar pihak manajemen lebih mudah melakukan pengawasan terhadap kinerja dari masing-masing titik pelayanan yang ada.


Based on the BTO and BOR inpatients data rate in 2010 to 2011, the Puri Cinere hospital had declines BOR and BTO inpatients rate. The reduced number of BOR and BTO in hospitalized patients indirectly suggests a decrease in the utilization of inpatient facilities at Puri Cinere hospital, where the utilization of these facilities are closely linked with the quality of service.This study would like to see more on inpatient care in Puri Cinere hospital, especially on service time for all types of payment and hospital care classes derived from hospitalized patients who will go home, it is expected that the service time required and the obstacles on inpatient care in hospitals Puri Cinere could occur.This type of research is a descriptive study with cross sectional approach. The data in this study were obtained through direct observation on the the cashier and verification of inpatient services, which form how long does it take for the verifier and the cashier to complete administration of inpatients who will go home, other data was also taking from the medical records, the purpose is to gain the patient return time, concerned by a physician orders. Population in the study were all inpatients who was in the Puri Cinere hospital. While the study sample is taken from hospitalized patients from 30 November to 7 December 2012, and the number of sampling as many as 100 samples.The results showed that there are time differences and relationships between service time with type of payment, in addition, the service time based hospital class category showed a statistically significant difference.Researchers suggest, the need for systems that can measure the response time at Castle Hospital Cinere in order to make management easier on monitoring the performance of each existing service points.

Read More
B-1560
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Frita Nadia; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Kurnia Sari, Sukeksi Dwi Kahesti
S-7374
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agus Budhy Suwono; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Mardiati Nadjib, Wahyu Sulistiadi, Merianawaty Vinaria, Paramita Puspasari
Abstrak: Perbandingan Layanan Hemodialisis Rawat Jalan Antara Sistem Outsourcing DanSistem KSO Ditinjau Dari Segi Biaya Dan Kebijakan Di rumah Sakit Puri Cinere Tahun 2013merupakan gambaran layanan hemodialisis rawat jalan di Rumah Sakit Puri Cinere.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keuntungan dan kerugian layananhemodialisis bila dijalankan dengan sistem outsourcing dan bila dijalankan dengan sistem KSO,mengetahui biaya satuan rata-rata hemodialisis rawat jalan dengan sistem outsourcing yangselama ini dilakukan di Rumah Sakit Puri Cinere, mengetahui biaya satuan rata-rata tindakanhemodialisis rawat jalan dengan sistem KSO yang akan menjadi alternatif pilihan, mengetahuisistem mana yang lebih menguntungkan bagi Rumah Sakit Puri Cinere antara sistem outsourcingdan KSO, mengetahui kebijakan Rumah Sakit Puri Cinere terhadap layanan hemodialisis yangberlangsung saat ini. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan partial economicevaluation. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menghitung biaya satuan yang menjadidasar dalam penetapan tarif tindakan hemodialisis. Pendekatan kualitatif dilakukan melaluiwawancara mendalam untuk memperoleh informasi mengenai dasar pemilihan sistemoutsourcing yang sedang berjalan saat ini dan rencana selanjutnya setelah masa kontrakoutsourcing telah berakhir.Hasil penelitian menunjukkan biaya investasi gedung merupakan biaya yang palingtinggi dalam biaya investasi dan biaya investasi alat non medis merupakan biaya yang palingrendah dalam biaya investasi. Biaya total tindakan hemodialisis dengan sistem Outsourcingtahun 2013 lebih tinggi daripada biaya total tindakan hemodialisis dengan sistem KSO.Biaya satuan aktual tindakan hemodialisis dengan sistem outsourcing lebih rendahdaripada tarif tindakan hemodialisis yang berlaku di RS Puri Cinere. Biaya satuan normatifnyajuga lebih rendah daripada tarif tindakan hemodialisis yang berlaku di RS Puri Cinere. Padatindakan hemodialisis dengan sistem KSO biaya satuan aktual dan biaya satuan normatif lebihrendah daripada tarif yang berlaku di RS Puri Cinere. CRR dengan sistem outsourcing lebihrendah (109,06%) dibanding dengan CRR sistem KSO (121,63%), yang artinya sistem KSOlebih memberikan benefit dibandingkan sistem outsourcing. Kebijakan rumah sakit terhadaplayanan hemodialisis setelah habis masa kontrak dengan pihak outsourcing tergantung negosiasiantara kedua belah pihak, jika diperpanjang maka persentase bagi hasil harus dievaluasi, jikatidak bisa dievaluasi maka kontrak tidak diperpanjang lagi. Dengan demikian KSO dapatmenjadi alternatif pilihan.
Kata Kunci:Perbandingan layanan hemodialisis
Comparison Outpatient Hemodialysis Patient Between Outsourcing System And JoinOperational System Consideration Cost Factor And Hospital Policy At Puri Cinere Hospital In2013 is a description of comparison outpatient at Puri Cinere Hospital.This Study is to compare the advantage and disadvantage hemodialysis service inoutsourcing system and join operational system, to determine outpatient average cost unit inoutsourcing sistem undergo at Puri Cinere Hospital, to determine average outpatient cost unit injoin operational system to become alternative choice, to determine which system give moreadvantage to Puri Cinere Hospital between outsourcing system and join operational system, todetermine hospital policy to undergo hemodialysis service. This study uses a case study withpartial economic evaluation approach. A quantitative approach is done by calculating cost unitthat become the basic of determining of hemodialysis tariff. A qualitative approach is done bydeep interview to gain information about the basic choice undergo outsourcing system and futherplan after the end of the outsourcing period.The result showed that building investment is the highest cost in investment cost, andnon medic investment is the lowest cost in investment cost. Total cost of hemodialysis inoutsourcing system in 2013 is higher than join operational system.The actual cost and the normative cost unit of hemodialysis service with outsourcingsystem is lower than Puri Cinere Hospital hemodialysis service tariff. The same conditionhappen in Join Operational system. Cost Recovery Rate (CRR) in outsourcing system is lower(109.06%) than CRR in Join Operational System (121.63%), The Illustration above shows thatthe Join Operational System give more advantage compare to outsourcing system. Hospitalpolicy to hemodialysis service after the end of the period with outsourcing depends onnegotiation between two sides, and must be evaluated especially in terms of cost sharing. Theresult of this negotiation could become a basic to take a further decision.
Keywords:Comparison of outpatient hemodialysis
Read More
B-1791
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yulianti; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Puput Oktamianti, Takdir Mostavan, Sjahrul Amri
Abstrak:

ABSTRAK

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan pelayanan rumah sakit. Sedangkan pelayanan Unit Rawat Jalan merupakan pelayanan terdepan dan menampilkan citra rumah sakit, dimana kunjungannya dapat mempengaruhi pemakaian pelayanan rawat inap dan pelayanan penunjang. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang analisis kepuasan pasien di Unit Rawat Jalan RSBY menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional terhadap 110 sampel. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa 23 sampel (20,9%) menyatakan puas dan 87 sampel (79,1%) menyatakan tidak puas terhadap seluruh proses pelayanan di Unit Rawat Jalan RSBY.


ABSTRACT

Patient satisfaction is one of many indicators of hospital success key service measurement. Meanwhile outpatient unit service act out as the front liner in conveying the hospital image, whereas every visitation will effect the number of inpatient unit stay and support service utilization. This research analyzed patient satisfaction level in outpatient unit at RSBY using cross sectional quantitative method from110 samples. Research found that out of the total sample, 23 samples (20,9%) are satisfied while 87 other (79,1%) are not satisfied with the whole service thet outpatient unit in RSBY offer.

Read More
B-1489
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cindy Yasmin; Pembimbing: Masyitoh; Penguji: Pujiyanto, Tantiyo Setiyowati
Abstrak: Poli Jantung Eksekutif merupakan salah satu poli yang sedang menjadi target bagianpemasaran RS Hermina Depok dalam peningkatan kualitasnya. Jumlah pasien poliJantung Eksekutif mengalami peningkatan dan penurunan setiap bulannya yangmenyebabkan Poli Jantung Eksekutif belum stabil. Tujuan penelitian ini adalah untukmenentukan strategi pemasaran berdasarkan STP ( Segmentasi, Target, dan Posisi )pasar Rawat Jalan Poli Jantung Eksekutif RS Hermina Depok pada tahun 2019.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analisis dengan pendekatankuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah Segmen pasar yang dibagiberdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis, perilaku, dan loyalitas.Target pasar yang paling sesuai merupakan hasil segmen pasar yang dianggappotensial yaitu, Lansia berusia 45 tahun ke atas yang tinggal di daerah kota Depokdan sekitarnya dengan pendapatan 2,5 juta-5 juta perbulannya . Posisi pasar yangterbentuk adalah Pelayanan kesehatan poli jantung eksekutif dengan tenagakesehatan berkualitas dan fasilitas lengkap serta tetap mengutamakan ServiceExcellent kepada pelanggan.Kata Kunci :Pemasaran, Segmentasi Pasar, Target Pasar, Posisi Pasar, Poli Jantung Eksekutif.
Read More
S-10236
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pristy Septia; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Budi Hartono
S-6226
Depok : FKM UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Chairani Riza; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Dyana Ratna Mariza, Agus Budhy
Abstrak: Proses penyusunan hingga tahap penerapan dan faktor output berupa kesesuaian pelayanan kesehatan dengan clinical pathway demam tifoid (lama hari rawat, visite, pemeriksaan penunjang, penggunaan obat dan alat kesehatan serta tindakan keperawatan). Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor input sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penghambat penerapan clinical pathway demam tifoid sehingga penerapannya kurang berjalan baik, sedangkan dari sisi proses langkah penyusunan clinical pathway tidak dijalankan dengan benar sehingga menjadi awal hambatan pada proses penerapan selanjutnya, dan dari faktor output masih belum ada kesesuaian pelayanan dengan clinical pathway demam tifoid seperti penggunaan obat dan pemeriksaan penunjang.
Read More
B-2107
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sugiono Pranoto; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Mieke Savitri; FX Budhianto, Wavhyu Sulistiadi
Abstrak:

Rumah sakit merupakan suatu instansi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak terutama masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Seiring terjadinya lonjakan jumlah rumah sakit swasta pada tahun 1990, maka rumah sakit harus mempunyai brand image nama yang mudah dikenal masyarakat baik yang dekat maupun yang jauh dari rumah sakit tersebut, tidak terkecuali rumah sakit Siloam Gleneagles. Dengan adanya RS yang berkembang di wilayah tangerang, diharapkan masyarakat mudah mengenal RS Siloam Gleneagles.Dari data-selama tiga tahun terakhir (1999-2001) diketahui bahwa poli anak mengalami peningkatan dalam hal jumlah kunjungan pasien di unit rawat jalan RS tersebut. Hal itu mungkin disebabkan RS tersebut berlokasi di daerah pemukiman penduduk dan adanya brand image yang baik terhadap poli anaknya.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pengunjung poli anak terhadap brand image dari RS Siloam Gleneagles berdasarkan aspek memorability, meaninglid, transferability, adaptability, protectability, dan berdasarkan aspek karekteristik pengunjung poli anak.Penelitian ini dilaksanakan di RS Siloam Gleneagles pada minggu pertama bulan Agustus 2002 dengan metode pengumpulan data secara cross sectional, pendekatan analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga pasien yang sedang mengantarkan pasien pada poli anak. instrumen yang digunakan berupa kuisioner dan pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara.Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa secara keseluruhan persepsi pasien terhadap nama RS Siloam Gleneagles sudah baik (79.4% dari seluruh responden), namun jika dilihat lebih dalam terdapat beberapa kekurangan pada masing-masing indikator brand image. Diantaranya pada pengetahuan pasien terhadap arti nama dan logo Gleneagles, pengucapan nama, perasaan asing terhadap nama Gleneagles. Selain itu, secara keseluruhan tidak ada huhungan antara karakteristik keluarga pasien dengan persepsi terhadap nama Gleneagles. Namun hanya pada variabel jenis kelamin saja yang menunjukkan adanya hubungan dengan persepsi terhadap nama Gleneagles (p=0,O26).Dengan temuan diatas sebaiknya diperlukan adanya suatu peningkatan dari pihak rumah sakit pada indikator-indikator yang lemah dalam penelitian ini. Misalnya dengan lebih mempromosikan profil rumah sakit, dengan lebih menekankan pada nama atau merek rumah sakit kepada publik.


 

The Perception of Patient's Family from Pediatric Outpatient Poly Year 2002 about Brand Image of Siloam Gleneagles Hospital Lippo Karawaci TangerangHospital is a instancy which needed most by public especially whom need health services. With such condition, to make hospital know by public, hospital must have band image, name which easily know by people who live near or for a way from hospital, including Siloam Gleneagles hospital. With the existing of hospital which growing in Tangerang area, it wished that people an easily recognize Siloam Gleneagles hospital. But, the impression people got all this time was that Siloam Gleneagles Hospital (SCi1-1) expensive on their tariff since the the building and as a part of foreign hospital group. From datas during last 3 years (1999-2002) there are increasing of outpatient visitors of pediatric poly of this hospital. This possible caused by the area where the hospital located was and there was a good brand image of its pediatric poly.The objective of this study is to know the perception of pediatric poly visitors about SObI band image based on mernorabolity, irieartingfil, transferability, adaptability, and protectability aspects.This study was conducted in SGH on the first week of August 2002 with cross section methode, analysing approach using kualitative population on this study are the whole family of patient whom accompanied the patient to pediatric poly. The instntmen used was quesioner and dates collecting by interview.Study result was that the whole patient perception about name of SOH was good (79,4 % from all respondent), but if we look deeper there ware some  on each brand image's indicators. Among those are patient knowlegde about the meaning of name attd logo of Gleneagles, name pronunciation, odd feeling to Gleneagles name. Beside that, there is no correlation between patient's family characteristic with their preception to Gleneagles name. Only sex variable shows the correlation with perception of Gleneagles name (p=0.026).With this finding, the hospital should increase the weak indicators on this study, like promoting more hospital pro tile. more pressure on hospital name or brand to the public, or by more Indonesia'ing hospital name.

Read More
B-649
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive