Ditemukan 26075 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Sinta Sasika Novel ... [et al.]
CDK 194, Vol.39, No.6
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Sasika Novel ... [et al.]
MJKI No.1
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kusmardi, Hamdani Zain, Aryo Tedjo
MSK Vol.11, No.2
Depok : LP UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Iqbal Ridzi Fahdri Elyazar; Pembimbing: Sudijanto Kamso, Indang Trihandini
T-1983
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.48, No.7, Juli. 1998, hal. (?)
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Jihan Fitra Hara; Pembimbing: Puput Oktamianti; Penguji: Kurnia Sari, Suryadi, Selpi Pratiwi
Abstrak:
Read More
Skrining secara dini dalam mendeteksi kanker serviks dalam meningkatkan perilaku sehat pada masyarakat, mengurangi faktor risiko kesehatan masyarakat, mendiagnosis dan mengobati kasus agar terjadi penurunan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit kanker leher rahim atau serviks, Kementerian Kesehatan RI mengembangkan program pencegahan kanker serviks dengan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA tes). Pada tahun 2022 capaian pemeriksaan IVA test Puskesmas Tajur sebanyak 1550 WUS, Target sasaran selama 5 tahun Wanita Usia Subur (WUS) yang dilakukan pemeriksaan IVA yaitu 5704 WUS, sedangkan capaian Puskesmas Tajur dari tahun 2020-2022 adalah 4275 WUS yang sudah melakukan IVA. Capaian deteksi dini dengan IVA dilihat secara kumulatif setiap tahunnya, banyaknya tantangan dalam mencapai target IVA sehingga perlunya manajemen pelayanan untuk mencapai hasil yang diinginkan, dari unsur sistem dinilai input - proses – output. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui evaluasi pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode inspeksi visual asam asetat (IVA Test) di Puskesmas Tajur tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan studi deskriptif observasional dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Penelitian ini terdiri dari 2 Informan Utama, dan 8 Informan Triangulasi. Hasil pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA Puskesmas Tajur masih belum maksimal. Unsur sistem Input, sumber daya pemeriksaan IVA dilakukan dengan bidan dan dokter belum pernah melakukan pemeriksaan IVA karena belum melakukan pelatihan IVA, kurangnya dana dalam pemeriksaan IVA, sarana dan prasarana IVA juga mengalami kendala dikarenakan kurangnya dana dalam pembelian alat untuk pemeriksaan IVA, sistem pelayanan puskesmas masih belum melakukan pelayanan IVA di luar gedung puskesmas sistem pelayanan dilakukan didalam gedung puskesmas, dan untuk unsur proses pada advokasi belum ada dukungan dari Kepala Kelurahan dan Kepala Kecamatan, Sosialisasi masih belum dilakukan setiap hari dan belum meratanya melakukan sosialisasi di wilayah Puskesmas Tajur, untuk proses Pra IVA, tindakan IVA dan Pasca IVA tidak masalah dalam pelaksanaan IVA. Unsur Output yaitu input, proses dan output didapatkan cakupan pemeriksaan IVA bertambah setiap tahunnya 1-3%. Saran meningkatkan perannya dalam pelaksanaan program deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan IVA.
Early screening in detecting cervical cancer in increasing healthy behavior in the community, reducing public health risk factors, diagnosing and treating cases so that there is a reduction in morbidity, disability and death from cervical or cervical cancer, the Indonesian Ministry of Health developed a cervical cancer prevention program by Acetic Acid Visual Inspection (IVA test). In 2022 the results of the IVA test at the Tajur Health Center were 1550 WUS. The target for 5 years for Women of Reproductive Age (WUS) for IVA examinations was 5704 WUS, while the achievements of the Tajur Health Center from 2020-2022 were 4275 WUS who had already done IVA. The achievement of early detection with IVA is seen cumulatively every year, there are many challenges in achieving the IVA target so that service management is needed to achieve the desired results, from system elements assessed input - process - output. The purpose of this study was to determine the evaluation of the implementation of the cervical cancer early detection program using the visual acetic acid inspection method (IVA Test) at the Tajur Health Center in 2022. This research method uses a descriptive observational study with a qualitative approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and document review. This study consisted of 2 main informants and 8 triangulation informants. The results of the implementation of the cervical cancer early detection program using the IVA method at the Tajur Health Center are still not optimal. Elements of the Input system, IVA examination resources carried out by midwives and doctors have never conducted VIA examinations because they have not conducted IVA training, lack of funds in VIA examinations, IVA facilities and infrastructure also experience problems due to lack of funds in purchasing equipment for IVA examinations, health center service system still not doing IVA services outside the puskesmas building the service system is carried out inside the puskesmas building, and for process elements in advocacy there is no support from the Kelurahan Head and the Kecamatan Head, Outreach is still not carried out every day and the socialization is not evenly distributed in the Tajur Puskesmas area, for the process Pre IVA, IVA actions and Post IVA are not a problem in implementing IVA. The output elements, namely input, process and output, show that IVA examination coverage increases 1-3% every year. Suggestions to increase its role in implementing cervical cancer early detection programs with IVA examinations.
T-6757
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diana Tiong
MJKI No.1
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Annisa Nuraini; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Mieke Savitri, Helda, Sri Idaiani, Aries Hamzah
T-5667
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Widyorini Lestari Hardjolukito Hanafy; Promotor: Asri C. Adisasmita; Kopromotor: Bambang Dwipoyono, Sukwan Handali; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Ratna Djuwita, Syahrul Rauf, Primariadewi Rustamadji, M. Soemanadi
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, dengan perkiraan 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian setiap tahun. Di Indonesia, kanker serviks adalah masalah kesehatan utama, dengan 9,2% wanita diperkirakan menderita kanker serviks pada tahun 2020. Meskipun telah dilakukan histerektomi radikal, tingkat kekambuhan pada kanker serviks stadium awal (IA2-IIA2) tetap tinggi, sekitar 20-30% dalam tiga tahun pertama pasca pengobatan. Hal ini menunjukkan kemungkinan keterlibatan faktor prognostik lainnya, seperti genotipe DNA Human Papillomavirus (HPV) dan viral load HPV, yang belum dipelajari secara ekstensif pada kanker serviks stadium awal di Indonesia. Tujuan: Mengetahui genotipe HPV dan viral load HPV sebagai faktor prognostik untuk kekambuhan pada pasien kanker serviks dengan stadium IA2-IIA2. Metodologi: Studi ini memakai desain kohort retrospektif, dengan data dari rekam medis di Rumah Sakit Kanker Dharmais dari 2014-2019. Populasi studi adalah pasien kanker serviks stadium IA2-IIA2 yang menjalani histerektomi radikal dan limfadenektomi. Analisis molekuler untuk genotipe HPV dan viral load dilakukan pada tumor primer dan kelenjar getah bening (KGB). Analisis data melibatkan univariat, bivariat (Kaplan-Meier dan regresi Cox), dan analisis multivariat untuk menilai disease-free survival (DFS) dan mengidentifikasi faktor prognostik kekambuhan. Hasil: Sebagian besar pasien kanker serviks stadium IA2–IIA2 memiliki HPV16/18 pada tumor primer (75,9%) maupun KGB (66,5%), kelompok HPV unknown ditemukan sebanyak 18,2% dan 25,6%. Pada tumor primer (n=121), mayoritas HPV16/18 memiliki viral load tinggi (88,3%), sedangkan tipe non-16/18 umumnya rendah (79,4%); pola serupa terlihat pada kelenjar getah bening (84,2% dan 78,6%). Koinfeksi HPV16 dan 18 menunjukkan kecenderungan risiko lebih tinggi (aHR=1,79; 95%=CI 0,29–10,66). Pada kelompok non-metastasis KGB (n=82), koinfeksi 16 dan18 juga meningkatkan risiko kekambuhan (cHR 5,39; 95% CI 1,09–26,74; aHR 3,54; 95% CI 0,70–17,87). Infeksi HPV ganda merupakan faktor prognostik independen terkuat, meningkatkan hazard kekambuhan 4 kali lipat (95% CI 1,82–9,04) dan bahkan 6,63 kali pada subkelompok non-metastasis KGB (95% CI 1,71–25,69). Analisis stratifikasi menunjukkan kecenderungan tumor infiltrating lymphocytes (TILs) keras menurunkan efek genotipe dan viral load terhadap kekambuhan (log-rank p=0,046), namun belum dapat dipastikan sebagai efek modifikasi karena keterbatasan ukuran sampel. Kesimpulan: Temuan studi ini menyoroti pentingnya pemeriksaan genotipe HPV, terutama pada pasien yang ditemukan infeksi ganda, dan evaluasi komponen TILs sebagai panduan strategi tatalaksana klinis untuk pasien kanker serviks stadium awal.
Background: Cervical cancer remains a significant global health problem, with an estimated 660,000 new cases and 350,000 deaths annually. In Indonesia, cervical cancer is a major health burden, with 9.2% of women estimated to be affected in 2020. Despite radical hysterectomy, the recurrence rate in early-stage cervical cancer (IA2–IIA2) remains high, at approximately 20–30% within the first three years after treatment. This suggests the potential involvement of additional prognostic factors, such as Human Papillomavirus (HPV) DNA genotype and HPV viral load, which have not been extensively studied in early-stage cervical cancer in Indonesia. Objective: To determine the role of HPV genotype and HPV viral load as prognostic factors for recurrence in patients with stage IA2–IIA2 cervical cancer. Methods: This retrospective cohort study utilized medical record data from Dharmais Cancer Hospital from 2014–2019. The study population included patients with stage IA2–IIA2 cervical cancer who underwent radical hysterectomy and lymphadenectomy. Molecular analyses for HPV genotype and viral load were performed on primary tumors and lymph nodes. Data analyses included univariate, bivariate (Kaplan–Meier and Cox regression), and multivariate analyses to assess disease-free survival (DFS) and identify prognostic factors for recurrence. Results: Most patients had HPV16/18 in primary tumors (75.9%) and lymph nodes (66.5%), with HPV-unknown cases accounting for 18.2% and 25.6%, respectively. Among primary tumors (n=121), HPV16/18 infections predominantly showed high viral load (88.3%), whereas non-16/18 types mainly had low viral load (79.4%); similar patterns were observed in lymph nodes (84.2% and 78.6%). HPV16+18 coinfection demonstrated a tendency toward increased recurrence risk (aHR=1.79; 95% CI 0.29–10.66). In the non–lymph node metastasis subgroup (n=82), coinfection also increased recurrence risk (cHR 5.39; 95% CI 1.09–26.74; aHR 3.54; 95% CI 0.70–17.87). Multiple HPV infection emerged as the strongest independent prognostic factor, increasing recurrence hazard fourfold (95% CI 1.82–9.04), and up to 6.63-fold in the non-metastatic subgroup (95% CI 1.71–25.69). Stratified analysis suggested that high tumor infiltrating lymphocytes (TILs) may reduce the effect of genotype and viral load on recurrence (log-rank p=0.046), although this potential effect modification remains inconclusive due to limited sample size. Conclusion: The findings of this study highlight the importance of HPV genotyping, especially in patients with multiple infections, and evaluation of TIL components as a guide for clinical management strategies for patients with early-stage cervical cancer.
D-609
Depok : FKM-UI, 2026
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sinta Sasika Novel, Ratu Safitri, Sukma Nuswantara
CDK Vol.37, No.2 (2010)
Jakarta : Kalbe Farma, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
