Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 31994 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Harianto, Angki Purwani, Sudibyo Supardi
Bulitkes Vol.34, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusmainita
MJKI No.6, Vol.XXXIII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yusmainita
MJKI No.2, Vol.XXXIII
Jakarta : Kalbe Farma, 2011
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adang Sudjana Utja; Pembimbing: Sri Anggarini
T-111
Jakarta : FKM UI, 1985
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Supartini; Pembimbing: Ascobat Gani
S-556
Depok : FKM UI, 1990
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M. Novianita, I.N. Sutarsa, N. Adiputra
PHPMA-Vol.4/No.1
Denpasar : Universitas Udayana, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bachtiar Gade; Pembimbing: Amal C. Sjaaf
T-229
Depok : FKM UI, 1990
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gaizi Nisma; Pembimbing: Luknis Sabri, Engkus Kusdinar Achmad
T-1785
Depok : FKM UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wariyah; Pembimbing: Ririn Arminsih Wulandari; Penguji: Ella Nurlaela Hadi, Endang Laksminingsih Achadi. Anis Abdul Muis, H. Sumitra
Abstrak:

Angaka kematian ibu di Indonesia saat ini masih tinggi, pada tahun 1997 sebesar 373 per 100.000 kelahiran hidup, padahal pemerintah dalam hal ini Depkes ingin menurunkan angka kematian ibu. Untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) pemerintah telah menempatkan petugas kesehatan (Bidan di desa) dan fasilitas pelayanan kesehatan sampai kedaerah terpencil untuk ikut menjaga kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan, persalinana, dan masa sesudah persalinan.Tujuan penelitian ini ingin mengetahui gambaran tingkat kepatuhan. bidan di desa terhadap standar pelayanan antenatal care (ANC) di Kabupaten Karawang, serta faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan bidan di desa terhadap standar pelayanan antenatal.Rancangan penelitian adalah cross sectional (potong lintang), populasi penelitian ini bidan di desa yang ada di Kabupaten Karawang, sebanyak 277 orang dengan jumlah sampel sebanyak 162 orang. Data di analisis secara univariat. bivariat, dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik ganda. Perangkat lunak yang dipakai ialah program komputer di laboratorium Program Studi llmu Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (PS-IKM).Hasil penelitian yang didapat adalah dari 162 responden, yang patuh terhadap standar pelayanan antenatal care (ANC) sebanyak 115 responden (71,0%), dan yang tidak patuh sebanyak 47 responden (29,0%). Faktor yang memiliki hubungan dengan kepatuhan bidan di desa terhadap standar pelayanan antenatal care (ANC) adalah.umur, pengalaman kerja, pengetahuan, sedangkan perkawinan, pelatihan, supervisi dan sarana tidak memiliki hubungan bermakna. Sedangkan hasil multivariat faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan bidan di desa pada standar pelayanan antenatal adalah status perkawinan.Mempertimbangkan hasil penelitian ini, maka disarankan kepada semua pihak yang terkait (Dinas Kesehatan, Puskesmas) perlu pembinaan khusus terhadap bidan di desa terutama bidan di desa yang memiliki tingkat pengetahuan yang kurang, sedangkan untuk bidan perlu meningkatkan pengetahuannya melalui pelatihan dan banyak membaca.


 

The Factors that Related to Village Midwife Compliance on Antenatal Service Standard at Karawang District, 2002The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still high, it was 373 per 1000 live births, 1997, even the government, and MOH would like to reduce it. To reduce the MMR, the government has been placed Village Midwife and facility of health service up to Remote Areas to participate maintain the maternal health and infant during pregnancy, delivery, and post-natal.The objective this study is to determine the description of Village Midwife compliance rate to ANC standard at Karawang District, and also on what factors that influence to Village Midwife compliance to ANC standard. The study design used cross-sectional, the population of this study is Village-Midwife that available at Karawang District, and the number is 277 people, with the sample as 162 people.The data was analyzed by univariate, bivariate, and multivariate used logistic regression. The software is computer program at the Laboratory of the Faculty of Public Health, University of Indonesia (PS-IKM-UT).The result of this study obtained that out of 162 respondents who's having compliance to ANC standard as 115 respondents (71.0%), and was not compliance 47 respondents (29.0%). Result of bivariate prove have significant relationship to Village Midwife compliance to ANC standard are age, work experience, knowledge, while marital, training, supervision and facility is not having significant relationship. The specially vector to related wich compliance to ANC standard as married status.Considering to the result of this study, it is recommended to all related parties (Local Health Service, Health Center) need special guidance to Village Midwife, especially Village Midwife that having lower compliance, while for Midwife should increase her knowledge through training and a lot of reading.

Read More
T-1408
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
R. Edi Setiawan; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianty PermanaSari, Taufik
Abstrak:

Berdasarkan laporan Poli Anak Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading terdapat perbedaan mencolok antara jumlah balita yang disarankan kunjungan ulang ke Poli Anak MTBS sebanyak 3.197 jiwa dibanding kunjungan ulang balita sebanyak 660 jiwa. Padahal penerapan MTBS akan efektif jika ibu/keluarga segera membawa balita sakit ke petugas kesehatan yang terlatih serta mendapatkan pengobatan yang tepat. Pesan mengenai kapan ibu perlu mencari pertolongan bila anak sakit merupakan bagian yang penting dalam MTBS. Pada tiap akhir kunjungan, petugas akan menjelaskan kapan harus kunjungan ulang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Disain penelitian ini adalah potong lintang dengan besar sampel 70 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan dengan rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS adalah perceived need, waktu dan antri menunggu pemeriksaan, dan pengetahuan ibu.Perceived need merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi rencana kunjungan ulang pelayanan MTBS di Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading Propinsi DKI Jakarta. Berdasarkan hasil penelitian disarankan petugas kesehatan perlu memperkuat konseling kepada ibu balita melalui kartu nasihat ibu/buku KIA/leaflet/brosur, manajemen waktu dan alur pelayanan MTBS, penambahan sarana (Poli MTBS) dan tenaga terlatih MTBS sehingga pasien tidak menunggu lama sebelum diperiksa, dan perlu penelitian lebih lanjut bersifat kualitatif untuk mengetahui akar masalah mengapa ibu balita tidak melakukan kunjungan ulang. Kata kunci : Pelayanan MTBS, Rencana kunjungan ulang, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading


 Based on the Report on Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) from Child Clinic Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading there is difference between the number of children under five years old, who where recommended to revisit IMCI Child Clinic  (3.197 children) compared to those who revisit the clinic (660 children). Whereas the implementation of IMCI will be effective if the mother / family bring the children to the trained health officials and get proper treatment. Messages about when mothers need to seek help for the sick children is tehe most important part in IMCI. At the end of each visit, the officer will explain when they should return for visit. The study was conducted to determine the factors associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This study used a cross-sectional design with total responden of 70 mothers. The results showed that factors associated with revisit plan IMCI service are perceived need, waiting time and examination time, and knowledge of mothers. Perceived need is the most dominant factor associated with revisit plan for IMCI services in Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading DKI Jakarta Province. This research suggested health officials need to strengthen counseling program improve the mothers through mother's of advice cards / KIA books / leaflets / brochures, time management and workflow IMCI service, to add room facilities and trained health officials to cut patients waiting time, and further qualitative research needs to be conducted to find out the root cause of not revisiting the IMCI Child Clinic. Keywords : IMCI services, revisit plan, Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading

Read More
T-3331
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive