Ditemukan 1234 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
koran kompas 2010: hal 35
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Koran Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Apriyantini; Promotor: Amal Chalik Sjaaf; Kopromotor: Mardiati Nadjib, Wachyu Sulistiadi; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Abdul Azis, Nur Fadhilah, Harimat Hendarwan, Zainal Adhim Zainal Adhim
Abstrak:
Read More
Teknisi Pelayanan Darah yang seharusnya bekerja di Unit Transfusi Darah masih cukup terbatas. Berdasarkan Permenkes 14 Tahun 2021 bahwa ATLM dan perawat diberikan kewenangan terbatas dalam bekerja di UTD dan bank Darah. Kewenangan terbatas ini harus diikuti dengan pelatihan terlebih dahulu sebelum bekerja di UTD dan Bank darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evaluasi komprehensif pelatihan pelayanan darah bagi tenaga ATLM di UPT Kemenkes. Desain penelitian ini adalah desain eksplanatori sekuensial. Metode pengambilan sampel penelitian ini total sampling (150 sampel). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, FGD, dan wawancara mendalam. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis uji T independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi reaksi dan evaluasi perilaku (atasan) adanya perbedaan rata-rata skor yang signifikan antara kelompok sesuai standar dan tidak sesuai standar. UPT Kemenkes disarankan untuk membuat metode pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Kementerian Kesehatan disarankan untuk perlu membuat pengajuan untuk Poltekkes dapat membuka program studi yang dibutuhkan yaitu ATLM dan Teknisi Pelayanan Darah
Blood Service Technicians who should work in the Blood Transfusion Unit are still limited. Permenkes 14/2021 grants ATLM and nurses limited authority to function in UTD and Blood Banks. This limited authority must be accompanied by training before working in UTD or Blood Banks. This study aims to evaluate blood service training for ATLM workers at UPT Kemenkes. This study's design is sequential explanatory. This study's sampling method is total sampling (150 samples). Questionnaires, focus group discussions, and in-depth interviews were used to collect data, which was then analyzed using independent T-tests. There is a significant difference between the evaluation of reactions and behavioral evaluation (superiors) regarding HR capacity. The UPT Kemenkes is urged to develop a training program that meets the needs of the participants. The Ministry of Health is advised to ask Poltekkes to open the required study programs such as ATLM and Blood Service Technician.
D-565
Depok : FKM UI, 2025
S3 - Disertasi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bina Diknakes, No.41, Okt. 2001, hal. 38-39, ( Cat. ada di bendel 1997 - 2002 )
[s.l.] :
[s.n.] :
s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hasmiati Sessu; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Sandi Iljanto, Syafdewiyani, Rustam Efendi
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan menganalisis penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh(PJJ) bagi tenaga bidan lulusan Diploma I Kebidanan yang diselenggarakan diPoltekkes Kemenkes Kupang, dengan pendekatanevaluasi menggunakan modellogika (Logic Model). Subyek penelitian adalah pengelola, tutor, admin danmahasiswa program PJJ. Hasil penelitian pada komponen input menunjukkanbahwa kriteria dan persyaratan mahasiswa sudah memenuhi ketentuan, kurikulumyang digunakan sudah sesuai dengan standar, sumber daya manusia baik tenagapendidik maupun kependidikan masih kurang baik dari jumlah maupun jenisnya,sarana prasarana masih terbatas terutama penyediaan koneksi jaringan yang stabilserta manajemen penyelenggaraan yang masih harus ditingkatkan kualitasnya.Pada komponen proses menunjukkan adanya hambatan dalam proses belajarmandiri maupun tatap muka (langsung dan online) terkait dengan koneksi jaringandan jarak mahasiswa ke tempat belajar yang jauh. Pada komponen output, hasilcapaian belajar cukup baik, 72.3% mahasiswa memiliki Indeks Prestasi Kumulatif(IPK) dalam kisaran 2,76-3,50, dengan IPK tertinggi 3,42 dan IPK terendah 1,46.Kata kunci : Pendidikan jarak jauh, evaluasi, model logika.
Read More
T-4560
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dewi Tri Nugraheni; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Adang Bachtiar, Amal Chalik Sjaaf, Yetty Azriani, Dwi Kartika Rahayuningtyas
Abstrak:
Read More
Dalam upaya pemenuhan tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Daerah Terpencil Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK), Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan kebijakan Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 27 tahun 2021 tentang Program Afirmasi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan (Padinakes). Kebijakan ini telah ditetapkan dan dilaksanakan di Poltekkes Kemenkes Jakarta III sejak tahun 2021 berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan nomor HK.02.02/I/10434/2021, namun dalam pelaksanaan kebijakan terkendala dalam pendayagunaan lulusan dan penghentian rekrutmen peserta pada tahun 2022 di Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan pendidikan dan pendayagunaan tenaga kesehatan, menganalisis faktor-fakor pendorong dan penghambat dalam implementasi kebijakan Padinakes di Poltekkes Kemenkes Jakarta III. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain Rapid Assessment Procedure (RAP). Teknik pengumpulan data dengan dengan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD) dan telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan implementasi kebijakan belum berjalan dengan baik terutama pada implementasi pendayagunaan lulusan padinakes Poltekkes Kemenkes Jakarta III ke Fasyankes DTPK dan DBK. Faktor-faktor yang menghambat dalam implementasi kebijakan adalah capaian indikator program padinakes belum sesuai tujuan kebijakan, sosialisasi dengan Pemerintah Daerah belum berjalan baik, semua pembiayaan menggunakan APBN, struktur organisasi Pemerintah Daerah bukan bertanggung jawab kepada Kementerian Kesehatan, sikap Pemerintah Daerah yang belum patuh dalam pendayagunaan program padinakes, Pemerintah Daerah belum terlibat dalam perencanaan kouta, rekrutmen, monitoring dan evaluasi, dan pendayagunaan peserta, belum ada sanksi tegas untuk Pemerintah daerah yang tidak mendayagunakan lulusan padinakes. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan diharapkan dapat melakukan revisi kebijakan; penyesuaian indikator program dengan tujuan kebijakan; advokasi ke Kemendagri dan Kemenkeu untuk sanksi ke Pemerintah Daerah; pendampingan ke Pemerintah Daerah dalam proses replikasi program nusantara sehat; membuat tracer study khusus; penyempurnaan e-Padinakes; peningkatan kapasitas dan menetapkan SK tim pengelola; menetapkan SK pendayagunaan peserta program studi lain yang tidak ada di kebijakan (Fisioterapi); rutin monitoring dan evaluasi Poltekkes Kemenkes Jakarta III dan Fasyankes DTPK dan DBK
In an effort to fulfill health workers in Health Service Facilities (Fasyankes) in Remote Areas, Borders and Islands (DTPK) and Health Problem Areas (DBK), the Indonesian Ministry of Health issued a policy Ministry of Health Regulation number 27 of 2021 concerning the Health Worker Higher Education Affirmation Program (Padinakes). This policy has been determined and implemented at the Poltekkes Kemenkes Jakarta III since 2021 based on the Decree (SK) of the Head of the Health Human Resources Development and Empowerment Agency number HK.02.02/I/10434/2021, but the implementation of the policy is constrained in the utilization of graduates and the termination of recruitment of participants in 2022 at the Poltekkes Kemenkes Jakarta III. The purpose of this study is to analyze the implementation of the policy on education and utilization of health workers, analyze the driving and inhibiting factors in the implementation of the Padinakes policy at the Poltekkes Kemenkes Jakarta III. This research is a qualitative research with Rapid Assessment Procedure (RAP) design. Data collection techniques were in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs) and document review. The results of this study indicate that policy implementation has not gone well, especially in the implementation of the utilization of graduates of the Jakarta III Health Polytechnic to DTPK and DBK health facilities. Factors that hinder the implementation of the policy are the achievement of Padinakes program indicators that are not in accordance with policy objectives, socialization with local governments has not gone well, all financing uses the state budget, the organizational structure of the local government is not responsible to the Ministry of Health, the attitude of local governments that have not complied with the utilization of the Padinakes program, local governments have not been involved in planning quota, recruitment, monitoring and evaluation, and utilization of participants, there are no strict sanctions for local governments that do not utilize Padinakes graduates. Therefore, the Ministry of Health is expected to revise the policy; adjust program indicators with policy objectives; advocate to the Ministry of Home Affairs and the Ministry of Finance for sanctions to local governments; assist local governments in the process of replicating the healthy archipelago program; create a special tracer study; improve e-Padinakes; increase capacity and determine the management team decree; determine the decree on the utilization of participants in other study programs that are not in the policy (Physiotherapy); routine monitoring and evaluation of the Poltekkes Kemenkes Jakarta III and DTPK and DBK health facilities.
T-6889
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fajar Wicaksono; Pembimbing: Purnawan Junadi
T-507
Depok : FKM UI, 1997
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Suwandi Yapari; Pembimbing: Mardiati Nadjib
B-17
Depok : FKM UI, 1992
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosy Sukmawaty; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Peter Albert W. Pattinama, Sari Mulyati
S-4632
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ernisfi; Pembimbing: Hafizurrachman; Penguji: Mieke Savitri, Bety Setyorini
S-5305
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sidik, Nur; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujiyanto, Amirudin
S-4163
Depok : FKM-UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
