Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 37425 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kesmas. Indo. (MKMI), XXII, No.10, November, 1994, hal. 623-627
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Kusriastuti
MKP No.2
Jakarta : Unika Atma Jaya, 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Armunanto, Ali Ghufron Mukti, Soesanto Tjokrosonto
JEN Ed.2
Jakarta : [s.n.], 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dastya Yusufina; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Zeba Evolusi
Abstrak:
Pada remaja perilaku pacaran erat kaitannya dengan pengalaman romantis yang berguna bagi perkembangan psikologis, terutama pengembangan keintiman. Namun, perilaku pacaran dapat menjadi berisiko apabila melakukan kontak seksual yang dimulai dari berciuman bibir hingga melakukan hubungan seks pranikah. Menurut data SKAP KKBPK tahun 2019, 3.8% remaja laki-laki dan 1% remaja perempuan mengaku pernah melakukan hubungan seks pranikah selama berpacaran. Dalam melakukan perilaku seksual berisiko remaja dipengaruhi oleh faktor individu dan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan reproduksi, sikap permisif, pergaulan teman serta pola asuh orang tua terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja SMA di DKI Jakarta yang distratifikasi berdasarkan jenis kelamin dan pola asuh keluarga positif. Penelitian menggunakan desain kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data Survey Perilaku Remaja Siswa Sekolah Menengah di DKI Jakarta dengan sampel sejumlah 873 yang berasal dari seluruh kelas 10 dan 11 di SMAN 38 dan SMAN 90 Jakarta dengan pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sikap permisif (p-value 0.036, OR=2.076 Cl 95%= 1.036-4.161) dan pergaulan teman sebaya (p-value 0.001, OR=8.500 Cl 95%= 3.950-18.293) memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seksual berisiko sedangkan pengetahuan kesehatan reproduksi (p-value 0.149, OR=0.618 Cl 95%=0.320-1.195) dan pola asuh orang tua positif (p-value 0.241, OR=1.480 Cl 95%=0.766-2.862) tidak memiliki hubungan terhadap perilaku seksual berisiko. Analisis stratifikasi menunjukkan bahwa jenis kelamin berpengaruh pada hubungan pergaulan teman sebaya terhadap perilaku seksual berisiko, namun pada hubungan sikap permisif terhadap perilaku seksual berisiko hanya berpengaruh pada jenis kelamin laki-laki saja. Pola asuh keluarga positif juga berpengaruh pada hubungan teman sebaya terhadap perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan seminar serta secara rutin terkait kesehatan reproduksi kepada siswa sekolah. Kemudian disarankan kepada instansi kesehatan dan sekolah untuk berkolaborasi dan memberikan pembekalan edukasi kesehatan reproduksi kepada orang tua yang ikut andil dalam mendidik dan memonitoring perilaku pacaran remaja di lingkungan rumah.

In adolescent, dating behavior is closely related to romantic experiences that are useful for psychological development, especially the development of intimacy. However, dating behavior can be risky if it involves sexual contact that starts from kissing lips to having premarital sex. According to SKAP KKBPK data in 2019, 3.8% of male adolescents and 1% of female adolescents admitted to having had premarital sex during dating. Adolescent risky sexual behavior is influenced by individual and environmental factors. Therefore, this study aims to determine the relationship between reproductive health knowledge, permissive attitudes, peer association, and parenting patterns on risky sexual behavior among high school adolescents in DKI Jakarta stratified by gender and positive family parenting. The study used a quantitative design that was analytic in character with a cross-sectional approach. The data used were secondary data in the form of data from the Youth Behavior Survey High School Students in DKI Jakarta with a sample of 873 from all grades 10 and 11 at SMAN 38 and SMAN 90 Jakarta with total sampling. The results showed that permissive attitude (p-value 0.036, OR=2.076 Cl 95%= 1.036-4.161) and peer association (p-value 0.001, OR=8.500 Cl 95%= 3.950-18.293) had a significant relationship with risky sexual behavior while reproductive health knowledge (p-value 0.149, OR=0.618 Cl 95%=0.320-1.195) and positive parenting (p-value 0.241, OR=1.480 Cl 95%=0.766-2.862) had no relationship with risky sexual behavior. Stratification analysis showed that gender had an effect on the relationship between peer association and risky sexual behavior, but only male gender had an effect on the relationship between permissive attitudes and risky sexual behavior. Positive family parenting also had an effect on peer association on risky sexual behavior. Therefore, it is recommended to conduct seminars and regularly related to reproductive health to school students. It is also recommended for health agencies and schools to collaborate and provide reproductive health education to parents who take part in educating and monitoring adolescents dating behavior in their homes.
Read More
S-11665
Depok : FKM-UI, 2024
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadirahilah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Besral, Rina Fithrianni Bahar, Trisna Setiawan
Abstrak:

Perilaku seksual di kalangan mahasiswa sudah berada pada tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Kondisi mahasiswa semakin hari semakin membawa perubahan cukup mencengangkan, terutama pada aktivitas seksual yang semakin hari menunjukkan jumlah dan dampak negatif yang signifikan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual mahasiswa STIKes Jayakarta, selanjutnya mengkaji  hubungan antara pengetahuan, sikap dan keterpaparan informasi mengenai kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual mahasiswa STIKes Jayakarta Propinsi DKI Jakarta tahun 2011. Penelitian dengan desain cross sectional dilakukan mulai awal bulan mei 2011 sampai dengan awal juni 2011, di STIKes Jayakarta Propinsi DKI Jakarta. Penelitian ini menunjukkan bahwa 39,7 % mahasiswa STIKes Jayakarta berperilaku seksual beresiko. Proporsi responden yang berciuman mulut 62 orang (39,7%), meraba-raba 30 orang (19,2 %) dan 6 orang responden (3,8 %) telah melakukan hubungan seksual. Hubungan antara jenis kelamin, sikap, dan media informasi mengenai kesehatan reproduksi dari media elektronik dengan perilaku seksual mahasiswa STIKes Jayakarta secara statistik signifikan (p value < 0,05), sedangkan antara pengetahuan dan informasi mengenai kesehatan reproduksi dari dosen, keluarga dan media cetak dengan perilaku seksual menunjukkan hubungan yang tidak signifikan (p value > 0,05). Hasil penelitian menyarankan Institusi STIKes Jayakarta meningkatkan kegiatan keagamaan dan penyuluhan hak-hak kesehatan reproduksi. Dinas kesehatan perlunya memaksimalkan PKPR dengan pendekatan adolescent friendly yang melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari remaja. Lembaga Sosial Masyarakat seperti PKBI dan Pelita Ilmu untuk mengikutsertakan mahasiswa dalam berbagai kegiatan kesehatan reproduksi remaja. Kata Kunci : Pengetahuan, Perilaku Seksual, Remaja.


 

Sexual behavior among college students already at a level very affraidly. Today,  the student condition brought changes frightenely, especially on sexual activity  at days indicates the number of significant and negative impact. This research generally aims to know  the common description of STIKes Jayakarta students sexual behavior, then to inspect relations between knowledge, attitude and exposure information about reproduction healthy towards students sexual behaviour in Stikes Jayakarta of Jakarta Province at 2011. Research by cross-sectional design has starting early in May 2011 up to early June 2011 in STIKes Jayakarta of Jakarta Province. This research shows that 39.7% of STIKes Jayakarta students behave sexually risk. The respondent proportion who are kissing of mouth of 62 respondents (39.7%), 30 respondents by fumbled (19.2%) and 6 respondents (3.8%) by sexual intercourse. The relations between gender, attitude, information equipment about reproduction healthy from electronic equipment within STIKes Jayakarta students sexual behavior statistically significant (p value < 0.05), however not significantly relations between knowledge and sexual healthy information from a lecturer, family, and print equipment with sexual behavior (p value > 0.05). Research results suggest the STIKes Jayakarta institution increase a religious activity and guidence of reproduction healthy rights. Official Health Services need to maximize PKPR with adolescent friendly approach that engages students as part of a teenager. Social Community Institutions such as PKBI and Pelita Ilmu has to make students participate in all of teenager reproduction healthy activities. Keywords : Knowledges, Sexual Behavior, Teenager.

Read More
T-3389
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hadi Pratomo
LP 152.452 PRA s
Jakarta : Pusat PKM Dehlm.Kes RI, 1990
Laporan Penelitian   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudradjat Suryopranoto; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf
S-75
Jakarta : FKM UI, 1980
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marissa Pratiwi; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Zulazmi Mamdy, Jonli Indra
S-5743
Depok : FKM-UI, 2009
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Made Ayu Lely Suratri, F.X. Sintawati, Lelly Andayasari
MPPK Vol.26, No.2
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2016
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Titik Haryanti; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih
S-2372
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive