Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 12354 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Herdianto Wahyu Kustiadi
JL Vol.1, No.1
Jakarta : Universitas Indonesia, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radiks Purba
658.552 PUR a
Jakarta : Rineka Cipta, 1997
Buku (pinjaman 1 minggu)   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuni Zahrini; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, M. Nasir, Ida Ruslita
T-4056
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sabrina Handayani Suciyono Astuti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Apri Yulda
Abstrak:
Pasar adalah kontributor sampah terbesar kedua di Indonesia setelah rumah tangga. Sebagian besar sampah pasar masih dilakukan pengelolaan secara tradisional yang tidak memadai, yaitu sampah yang terkumpul diangkut ke Tempat Penampungan Sementara kemudian sampah dibawa truk pengangkut untuk dibuang, dan belum menerapkan pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kelayakan ekonomi dari pengelolaan sampah di Pasar X dan Pasar Y dengan pertimbangan nilai biaya dan manfaat. Pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan studi kasus evaluasi ekonomi Cost Benefit Analysis pada pengelolaan sampah Pasar X dibandingkan dengan Pasar Y. Hasil total biaya pengelolaan sampah Pasar X adalah Rp593.412.023 dan total manfaat yang diperoleh sebesar Rp31.707.992. Dari total biaya dan total manfaat tersebut dihasilkan net value senilai -561.704.031 dan BCR 0,053. Total biaya yang dikeluarkan untuk Pasar Y sebesar Rp662.910.538 dan total manfaat yang didapatkan sejumlah Rp11.406.250. Dari total biaya dan total manfaat tersebut, dihasilkan net value senilai -651.504.288 dan BCR 0,017. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan sampah Pasar X lebih memungkinkan untuk dilakukan dibanding Pasar Y meskipun sama-sama tidak menguntungkan dan tidak layak secara ekonomi untuk dilakukan.


Markets are the second largest contributor to waste in Indonesia after households. Most market waste is still managed using traditional methods that are inadequate, namely waste is collected and transported to temporary shelter, then transported by trucks for disposal, without processing. This study aims to assess the economic feasibility of waste management at X Market and Y market by considering the costs and benefits involved. A descriptive quantitative approach based on a case study of economic evaluation using Cost-Benefit Analysis (CBA) was applied to compare waste management at X Market with waste management at Y Market. The total cost of waste management at X Market amounted to Rp593,412,023, with total benefits is Rp31,707,992. From the total costs and total benefits, a net value of -561,704,031 and a BCR of 0.053 were obtained. The total costs for Y Market amounted to Rp662,910,538, and the total benefits obtained is Rp11,406,250, resulting in a net value of -651,504,288 and a BCR of 0.017 were obtained. This study concludes that waste management at X Market is relatively more feasible than at Y Market, although both are unprofitable and economically unfeasible to implement.
Read More
S-12030
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Apri Yulda; Pembimbing: Ririn Arminsih, Zakianis; Penguji: Budi Hartono, R.R. Dian Novianti, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
TPS3R adalah salah satu solusi dalam pengolahan sampah, namun pelaksanaan TPS3R diketahui mengalami banyak kendala. Masyarakat dan pengembang kawasan tidak tertarik untuk melakukan pengolahan sampah karena mengeluarkan biaya yang terbilang tinggi dan dianggap tidak menguntungkan, sehingga perlu diyakinkan bahwa kegiatan pengolahan sampah memiliki nilai manfaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai manfaat enelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif studi kasus di TPS3R Mutiara Bogor Raya dan TPS katulampa sebagai unit analisis. Metode analisis menggunakan metode Cost Benefit Analysis Kesimpulan pada penelitian ini adalah pengelolaan sampah melalui TPS3R lebih menguntungkan dan layak untuk dijalankan daripada TPS mengelola sampah dengan metode kumpul angkut buang

Waste Recycle Facility TPS3R is one of the solutions in waste management, but the implementation of TPS3R experiences many obstacles. The community and area developers are not interested in recycling because they incur high costs and are considered unprofitable, so it needs to be convinced that the construction of waste recycling facilities has a beneficial value. The purpose of this study was to determine the economic feasibility of waste recycling facilities (TPS3R) and temporary dumpsite (TPS). This research is a descriptive quantitative case study research in TPS3R Mutiara Bogor Raya and TPS Katulampa as the unit of analysis. The analytical method uses Cost Benefit Analysis (CBA). The results showed the total cost of TPS3R was Rp.549,980,813, the total benefit of TPS3R was Rp.728,616,000, with a net value of TPS3R was Rp.178,635,187 and BCR was  1.32. The total cost of the TPS was Rp. 285.208.500, the total benefit of the TPS was Rp.179,040,000, with a net value of TPS was Rp-106.168.500 and BCR was 0.62. The conclusion of this research is that TPS3R waste management is more profitable and feasible than TPS "managing waste using the dumping collection method".

Read More
T-5970
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aifa Destriani; Pemb. Hendra; Penguji: Robiana Modjo, Sandika Prabata
S-5194
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bahrain Munir; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Fatma Lestari, Mufti Wirawan, Doni Agus Sumitro, Maruli Halomoan Manik
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko pipa bawah laut milik PT. AZ yang terdampak proyek reklamasi kilang PT.XY berlokasi di perairan Jawa Barat. Menggunakan penilaian risiko proteksi pipa bawah laut DNVGL-RP-F107, penelitian memperhatikan Skenario Bahaya Besar yang teridentifikasi, yaitu: kejatuhan jangkar (dropped anchor) dan pengerukan tanah (soil excavation). Objek penelitian difokuskan pada pipa bawah laut berdiameter 12 dari GG A ke OPF (Onshore Processing Facilities) dalam kondisi terkubur dengan tingkat kedalaman 2 meter dari KP 24,6 ke KP 34,713 dekat area Reklamasi kilang seluas 280 Ha. Penelitian menggunakan data sekunder yang melingkupi karakteristik dan properti pipa bawah laut, karakteristik kapal serta jangkar yang melintas, dan aktivitas pengerukan Jawa Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif analitik yang mengutamakan indepth-analysis. Hasil penelitian menunjukkan konsekuensi dropped anchor mendapat level kerusakan pipa D1, yang artinya tidak diperlukan tambahan safeguard untuk menurunkan residual risk. Untuk penilaian risiko soil excavation nilai initial risk yang dihasilkan adalah 9 (medium) dengan tingkat kerusakan D3 sehingga direkomendasikan safeguard tambahan untuk menurunkan residual risk menjadi Tolerable (ALARP). Beberapa saran ditambahkan untuk menjamin keselamatan operasi pasca proyek
This study aims to analyze the risk on subsea pipeline of PT. AZ affected by the PT. XY refinery reclamation project located on West Java Coastal. Using the DNVGL-RP-F107 subsea pipeline protection risk assessment, the study pays attention to the identified Major Accident Event, i.e., dropped anchor and soil excavation. The object of this research is focused on the 12 diameter subsea pipeline from GG A to OPF (Onshore Processing Facilities) with 2 meters burial depth from KP 24.6 to KP 34,713 near the 280 Ha refinery reclamation area. This study uses secondary data covering the characteristics and properties of the subsea pipeline, the passage ships/tugboat and deployed anchors, and the soil excavation activity. The approach used is quantitative descriptive analytic which prioritizes in-depth analysis. The results shows that the consequence of dropped anchor is with pipe damage level of D1 which means that no additional safeguard is needed to further reduce the residual risk. On soil excavation risk assessment, the initial risk value generated is 9 (medium) with pipe damage level of D3, therefore some additional safeguards recommended so that the residual risk becoming Tolerable (ALARP). Some additional advises are provide to ensure post-project operational safety
Read More
T-6438
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kartisem; Pembimbing: Amila Megraini, Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ucu Supriatna, Ubbay Ujziana
T-2445
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Utik Indrawati; Pembimbing: Suprijanto Rijadi
T-446
Depok : FKM UI, 1996
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Achmadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib
S-2375
Depok : FKM UI, 2001
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive