Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 17896 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.3, Maret. 2005: hal. 148-153
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.3, Maret. 2005: hal. 291-296
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokt Indon. Vol.60, No.12, Des. 2010, hal. 576-584
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.6, XXX, Juni 2004, hal. 355-361
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.3, Maret. 2005: hal. 285-290
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aurellia Fadia Fathullah; Pembimbing: Tris Eryando; Penguji: Sabarinah, Wan Aisyah Baros
Abstrak:
Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan proporsi 90% dibandingkan diabetes melitus yang lain. Di Indonesia prevalensi DMT2 terus meningkat pada umur ≥15 tahun sebesar 2% pada tahun 2018 dan menjadi 2,2% pada tahun 2023. Berbagai faktor berperan terhadap tingginya prevalensi DMT2 Tingginya prevalensi berperan dalam tingginya biaya pelayanan DMT2. Oleh karena itu diperlukan penelitian dalam mengetahui tren dan prediksi di tahun 2025 serta melihat faktor yang berkontribusi terhadap kenaikan biaya pelayanan DMT2. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2020-2024. Analisis dilakukan dengan menghitung total biaya per tahun, Compound Annual Growth Rate (CAGR), serta proyeksi sederhana dengan pendekatan CAGR dan analisis hubungan menggunakan Mann-Whitney dan Uji Korelasi Spearman. Hasil: Total biaya pelayanan DMT2 di FKRTL meningkat dari Rp1,25 Triliun (2020) menjadi Rp3,12 Triliun (2024), dengan CAGR 25,69%. Jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan biaya pelayanan kesehatan DMT2 (p = 0,909; ρ = 0,007). Sementara itu, usia menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p < 0,001), namun dengan kekuatan hubungan yang sangat lemah (ρ = 0,037), wilayah regional menunjukan adanya hubungan signifikan dengan effect size lemah (p < 0,001;ε²= 0,011). Faktor diagnosis yang meliputi komorbiditas, komplikasi, dan tingkat keparahan berhubungan signifikan dengan biaya pelayanan kesehatan DMT2 (p < 0,001), dengan tingkat keparahan menunjukkan hubungan paling kuat (ρ = 0,893). Pada faktor proses pelayanan, kelas perawatan (ρ = 0,569) dan lama rawat inap (ρ = 0,830) juga menunjukkan hubungan yang signifikan (p < 0,001). Kesimpulan: Biaya pelayanan DMT2 dipengaruhi secara signifikan oleh komorbiditas, komplikasi, tingkat keparahan, kelas perawatan, dan lama rawat inap. Tingkat keparahan dan lama rawat inap merupakan faktor dengan hubungan terkuat terhadap biaya. Kelompok kasus berat dan pasien dengan rawat inap panjang memerlukan perhatian khusus dalam pengendalian biaya melalui penguatan program pencegahan dan pemantauan kasus.

Background: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a noncommunicable disease that accounts for 90% of all diabetes cases. In Indonesia, the prevalence of T2DM among individuals aged 15 years and older continued to rise, from 2% in 2018 to 2.2% in 2023. Various factors contribute to the high prevalence of T2DM. This high prevalence contributes to the high cost of T2DM care. Therefore, research is needed to identify trends and projections for 2025 and to examine the factors contributing to the rise in T2DM care costs. Methods: This study is a quantitative cross-sectional study using BPJS Kesehatan sample data from 2020 to 2024. The analysis was conducted by calculating the total annual costs, the Compound Annual Growth Rate (CAGR), and simple projections using the CAGR approach, along with relationship analysis using the Mann-Whitney and Spearman’s correlation tests. Results: Total costs for T2DM care at FKRTL increased from Rp1.25 trillion (2020) to Rp3.12 trillion (2024), with a CAGR of 25.69%. Gender did not show a significant association with the cost of DMT2 healthcare services (p = 0.909; ρ = 0.007). Meanwhile, age showed a statistically significant association (p < 0.001), but with a very weak strength of association (ρ = 0.037), The regional area shows a significant relationship with a weak effect size (p < 0.001; ε² = 0.011).. Diagnostic factors, including comorbidities, complications, and severity, were significantly associated with healthcare costs for T2DM (p < 0.001), with severity showing the strongest association (ρ = 0.893). Among the service process factors, care class (ρ = 0.569) and length of hospital stay (ρ = 0.830) also showed significant associations (p < 0.001). Conclusion: The costs of T2DM care are significantly influenced by comorbidities, complications, severity, care class, and length of hospital stay. Severity and length of hospital stay are the factors with the strongest association with costs. Severe cases and patients with prolonged hospital stays require special attention in cost control through the strengthening of prevention programs and case monitoring.
Read More
S-12354
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Medika, No.2, XXX, Pebr. 2004, hal. 100-106, ( Cat. ada di bendel 2000 - 2005 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Edi Sugiyanto
Medika-No.2, XXX
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2004
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Pertiwi Puji Lestari; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Kurnia Sari, Anggi Afifi
S-10141
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sara Sonnya Ayutthaya; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Ratna Djuwita, Marihot Tambunan
Abstrak: Penyakit komorbid Diabetes Melitus (DM) yang umum dan paling sering adalah hipertensi. DM dan hipertensi terdapat secara bersamaan pada 40%-60% penderita DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui unmodifiable factors dan modifiable factors pada penderita DM tipe 2 sebagai faktor risiko hipertensi. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel penelitian adalah pasien DM tipe 2 yang berobat di poli penyakit dalam RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi pada tanggal 30 September-19 Oktober 2019 dengan total sampel sebanyak 292 responden. Unmodifiable factors meliputi gender, umur, pendidikan, status perkawinan, lama menderita DM, hereditas DM, hereditas hipertensi dan golongan darah. Sedangkan modifiable factors terdiri dari indeks massa tubuh, pekerjaan, aktifitas fisik dan merokok. Hipertensi adalah keadaan tekanan darah sistolik ≥ 140 mm Hg dan/atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mm Hg. Analisis data dengan Cox regression menggunakan Stata versi 15. Persentase hipertensi pada penderita DM tipe 2 adalah 46,57%. Dari analisis multivariat faktor risiko hipertensi yang signifikan untuk unmodifiable factors adalah faktor umur > 50 tahun (Pv= 0,02; PR= 1,93) dan kelompok dengan hereditas DM yang berasal dari kakek/nenek (Pv= 0,04; PR= 1,86) dan orang tua (Pv= 0,04; PR= 1,54). Sedangkan dari modifiable factors, Indeks Massa Tubuh berat badan lebih (Pv= 0,01; PR=1,81) dan obesitas (Pv=0,02; PR=1,81), merupakan faktor risiko hipertensi yang signifikan. Disarankan agar terhadap pasien DM tipe 2 terutama bila disertai dengan berat badan berlebih atupun obesitas perlu diberikan informasi lengkap tentang faktor risiko hipertensi.
Read More
T-5857
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive