Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 28362 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Maj. Kedokteran Indonesia (MKI), Vol.55, No.4, April. 2005: hal. 361-368
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Juliet M.N. Pieter; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Adang Bachtiar, Mardiati Nadjib, Jhon S.T. Marbu, Ati Nirwanawati
Abstrak: Pelayanan kesehatan dasar adalah jenis pelayanan publik yang mendasar dan mutlak untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kehidupan sosial ekonomi dan pemerintahan. Undang Undang nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit pasal 40 ayat 1 disebutkan bahwa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali. Selanjutnya dikeluarkan Permenkes 129/Menkes/ PER/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal yang menjadi panduan bagi daerah dalam melaksanakan penyelenggaraan SPM di Rumah Sakit. Salah satu model pengukuran yang sudah dikenal dan terbukti secara efektif untuk mengukur mutu manajemen adalah dengan pendekatan Malcolm Baldrige Assessment. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mutu kinerja RSUD Cempaka Putih. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif dengan melihat gambaran pencapaian SPM sebelum dan sesudah akreditasi. Posisi skor kinerja RSUD Cempaka Putih berdasarkan MBA didapatkan hasil 259 (self assessment) dan atau 241 (penilaian peneliti), maka masuk dalam kisaran/ rentang 0-275, berada dalam jenjang predikat early development. RSUD Cempaka Putih dapat mengembangkan bagian yang menjadi opportunity for improvement. MBA dapat digunakan untuk melakukan penilaian mutu organisasi secara umum dan juga secara khusus seperti penilaian yang dilakukan untuk melihat pencapaian SPM sebelum dan sesudah akreditasi di RSUD Cempaka Putih.

Basic health care is a basic and essential type of public service to meet the needs of society in socio-economic and governance. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 of 2009 on hospital article 40 paragraph 1 mentioned that in an effort to improve the quality of hospital services must be done accreditation periodically at least 3 years. Subsequently issued Permenkes 129 / Menkes / PER / II / 2008 on Minimum Service Standards that become guidance for the region in implementing the SPM in the Hospital. One well-known and proven measurement model that effectively measures quality management is the Malcolm Baldrige Assessment approach. The purpose of this research is to analyze the quality of RSUD Cempaka Putih performance. The type of this research is descriptive analytic research with qualitative approach by looking at the achievement of MSS before and after accreditation. The position of RSUD Cempaka Putih performance score based on the MBA obtained 259 results (self assessment) and / or 241 (assessment of researchers), then entered in the range / range 0-275, is in the level of early development predicate. RSUD Cempaka Putih can develop part which become opportunity for improvement. The MBA can be used to assess the quality of the organization in general as well as in particular the assessment undertaken to see the achievement of MSS before and after accreditation at RSUD Cempaka Putih. Basic health care is a basic and essential type of public service to meet the needs of society in socio-economic and governance. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 of 2009 on hospital article 40 paragraph 1 mentioned that in an effort to improve the quality of hospital services must be done accreditation periodically at least 3 years. Subsequently issued Permenkes 129 / Menkes / PER / II / 2008 on Minimum Service Standards that become guidance for the region in implementing the SPM in the Hospital. One well-known and proven measurement model that effectively measures quality management is the Malcolm Baldrige Assessment approach. The purpose of this research is to analyze the quality of RSUD Cempaka Putih performance. The type of this research is descriptive analytic research with qualitative approach by looking at the achievement of MSS before and after accreditation. The position of RSUD Cempaka Putih performance score based on the MBA obtained 259 results (self assessment) and / or 241 (assessment of researchers), then entered in the range / range 0-275, is in the level of early development predicate. RSUD Cempaka Putih can develop part which become opportunity for improvement. The MBA can be used to assess the quality of the organization in general as well as in particular the assessment undertaken to see the achievement of MSS before and after accreditation at RSUD Cempaka Putih.
Read More
B-1937
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Taufiqurrahman; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Atik Nurwahyuni, Pujiyanto; Chairulsjah Sjahruddin, Amila Megraini
Abstrak: Clinical Pathway (CP) Apendisititis Akut (AA) memberikan gambaran secara rinci tahap-tahap pelayanan yang akan diberikan kepada pasien. Implementasi CP AA di RSI Ibnu Sina Pekanbaru diharapkan dapat mengendalikan variasi proses perawatan dalam upaya meningkatkan kendali mutu dan kendali biaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran implementasi CP AA dalam meningkatkan efisiensi biya apendiktomi pasien JKN di RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Desain penelitian ini adalah cross sectional menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menghitung tagihan biaya pasien yang menjalani apnediktomi sebelum dan sesudah implementasi CP AA dan diolah dengan uji statistik. Pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan yang terkait dalam implementasi CP AA. Hasil penelitian terjadi pemendekan Length of Stay (LOS) secara bermakna (P<0.001) pada kelompok pasien sesudah implementasi CP dibandingkan sebelumnya. Terjadi penurunan rata-rata total biaya apendiktomi sebelum dan sesudah implementasi CP (Rp. 5.214.188.02 vs Rp. 4.436.438.37) yang bermakna (P<0.001) dengan persentase selisih 17,5%. Penurunan varian pelayanan berupa utilisasi alat kesehatan (Alkes), obat dan pemeriksaan laboratorium mempengaruhi peningkatan efisiensi biaya apendiktomi. Adanya varian dalam implementasi CP AA menjadi masukan untuk mencapai implementasi CP yang ideal. Varian berupa pengurangan pelayanan yang seharusnya diberikan kepada pasien harus ditinjaklanjuti dengan melakukan penilaian outcome pasien seperti tingakat kejadian readmission dan kondisi pasien ketika melakukan kontrol setelah pulang dari Rumah Sakit (RS).
Read More
B-2075
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Immanuel Oktavian; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Nana Mulyana, Irma Nurmaisyah
Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode pemasaran daring dan luring terhadap penjualan alat kesehatan di Indonesia sebelum dan sesudah adanya pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Data dikumpulkan melalui sistem Customer Relationship Management (CRM) dari periode 1 April 2017 hingga 29 April 2023. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara jumlah dan nilai transaksi daring dan luring sebelum dan sesudah pandemi. Selain itu, preferensi konsumen dan tenaga pemasaran juga menunjukkan kecenderungan tertentu dalam memilih metode pemasaran yang digunakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman strategi pemasaran yang efektif di sektor kesehatan, khususnya dalam konteks disrupsi akibat pandemi. Kata Kunci: Pemasaran Luring, Pemasaran Daring, Strategi Pemasaran, Perusahaan Kesehatan


This research aims to analyze the impact of online and offline marketing methods on medical devices sales in Indonesia before and after the COVID-19 pandemic present. The research method used is quantitative with a descriptive-analytic design. Data was collected through the Customer Relationship Management (CRM) system from April 1, 2017, to April 29, 2023. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analysis. The results of the study show significant differences in the number and value of online and offline transactions before and after the pandemic. Additionally, consumer and marketing personnel preferences also showed specific trends in choosing the marketing methods used. This research provides important contributions to understanding effective marketing strategies in the health sector, particularly in the context of disruption due to the pandemic. Keywords: Offline Marketing, Online Marketing, Marketing Strategy, Health Companies

Read More
T-6960
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zeranina Zahra Alyya; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Atik Nurwahyuni, Hananta Praditya
Abstrak:
Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyebabkan peningkatan utilisasi layanan kesehatan dan klaim kesehatan pada peserta asuransi kumpulan dalam perusahaan. Program vaksin influenza menjadi salah satu upaya preventif yang dilakukan perusahaan untuk menurunkan risiko penyakit ISPA serta mengendalikan frekuensi dan biaya klaim kesehatan pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan frekuensi dan biaya klaim rawat jalan ISPA pada peserta asuransi sebelum dan sesudah program vaksinasi influenza, serta membandingkan klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan retrospektif menggunakan data klaim kesehatan peserta asuransi PT X periode polis 2023-2024. Sampel penelitian terdiri dari 762 peserta asuransi, dengan 381 peserta tervaksin dan 381 peserta tidak tervaksin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk melihat perubahan klaim sebelum dan sesudah vaksinasi serta uji Mann-Whitney untuk membandingkan distribusi klaim antara kelompok tervaksin dan tidak tervaksin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi klaim ISPA mengalami penurunan yang signifikan pada kelompok tervaksin maupun tidak tervaksin. Kelompok tervaksin menunjukkan penurunan frekuensi klaim lebih besar yaitu 17,5%, sedangkan kelompok tidak tervaksin mengalami penurunan sebesar 6,32%. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perubahan tersebut signifikan pada kedua kelompok dengan nilai p-value <0,05. Sementara itu, biaya klaim belum mengalami perubahan yang signifikan pada kedua kelompok, namun tetap mengalami penurunan secara nominal. Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan distribusi frekuensi dan biaya klaim antara kelompok peserta tervaksin dan tidak tervaksin. Berdasarkan hasil penelitian, program vaksin influenza memiliki potensi sebagai upaya preventif pengendalian utilisasi layanan kesehatan akibat ISPA, terutama dalam menurunkan frekuensi klaim kesehatan rawat jalan.

Acute Respiratory Infection (ARI) is one of the diseases that frequently increases healthcare utilization and health insurance claims among group health insurance participants. Influenza vaccination programs have become one of the preventive measures implemented by companies to reduce the risk of ARI and control the frequency and cost of employee health claims. This study aimed to analyze changes in the frequency and cost of outpatient ARI claims before and after influenza vaccination, as well to compare claims between vaccinated and unvaccinated participants. This study used a quantitative observational research design with a retrospective approach using health claim data from PT X insurance participants during the 2023-2024 policy period. The study sample consisted of 762 insurance participants, including 381 vaccinated participants and 381 unvaccinated participants. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using the Wilcoxon Signed Rank Test to assess changes in claims before and after vaccination, and the Mann-Whitney test to compare claim distribution between vaccinated and unvaccinated groups. The results showed that the frequency of ARI claims significantly decreased in both vaccinated and unvaccinated groups, with a greater reduction observed in the vaccinated group. The vaccinated group experienced a 17.5% reduction in claim frequency, while the unvaccinated group experienced a 6.32% reduction. The Wilcoxon test results indicated significant changes in claim frequency in both groups with p-values
Read More
S-12320
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iyana Putri; Pembimbing: Adang Bachtiar; Penguji: Wahyu Sulistiadi, Ascobat Gani, Irene Adyatmaka, Nana Mulyana
Abstrak: Penurunan pemanfaatan pelayanan kesehatan gigi pada masa pandemi COVID-19 ini akan berdampak pada penurunan penggunaan bahan kesehatan pada prakter dokter gigi. Diperlukan strategi dan kebijakan dalam pemasaran produk bahan kesehatan pada pandemi COVID-19. Tujuan penelitian adalah menganalisa manfaat media sosial dalam loyalitas penggunaan bahan kesehatan pada praktek dokter gigi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 441 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam grup whatsapp (80,9%) adalah promoters. Sedangkan pada responden yang bukan dalam grup whatsapp, hanya sebagian kecil responden (41,6%) yang merupakan promoters. Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square ditemukan bahwa p-value<0,001. Artinya, terdapat hubungan yang signifikan antara kelompok media sosial dengan loyalitas pelanggan. Dari faktor pemanfaatan media sosial antara sebelum dan sesudah COVID-19, NPS responden pada kelompok grup whatsapp sesudah pandemi COVID-19 jauh lebih tinggi dari sebelum pandemi COVID-19. Sedangkan, NPS responden yang bukan grup whatsapp sama antara sebelum dan sesudah pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa dalam grup whatsapp terdapat lebih banyak loyal customer yang akan terus membeli dan merekomendasikan produk
The decrease in the utilization of dental health services during the COVID-19 pandemic will have an impact on the use of health materials. Strategies and policies are needed in the marketing of health products during the COVID-19 pandemic. This study used to analyze the benefits of social media in the loyalty of the use of health materials in dental practices. This study used a cross-sectional design, consist of 441 respondent. Data was collected through an online questionnaire. The results showed that the majority of respondents in the WhatsApp group (80.9%) were promoters. Meanwhile, for respondents who are not in the WhatsApp group, only a small proportion of respondents (41.6%) are promoters. The results of the chi-square test found that the p-value <0.001. This means that there is a significant relationship between social media groups and customer loyalty. From the factor of using social media between before and after COVID-19, the NPS of respondents in the WhatsApp group after the COVID-19 pandemic was higher than before the COVID-19 pandemic. Meanwhile, the NPS of respondents who are not in the WhatsApp group are the same. In the WhatsApp group, there are more loyal customers who will continue to buy and recommend products
Read More
T-6304
Depok : FKM-UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firda Alfianti; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Muhammad Olik Abdul Holik
Abstrak:
Latar Belakang : Air merupakan salah satu sumber daya yang menjadi kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup. Air berhubungan erat dengan kesehatan manusia, sehingga kualitas air perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu parameter yang mejadi indikator kualitas air minum adalah parameter mikrobiologi yaitu bakteri Escherichia coli dan Coliform. Kedua bakteri tersebut dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti diare, kolera dan disentri. Universitas Indonesia merupakan salah satu Universitas terbaik di Indonesia telah berupaya menyediakan air minum melalui pemurni air untuk warga Universitas Indonesia. Tujuan : Menganalisis perbandingan kualitas mikrobiologi pada air sebelum filtrasi dan sesudah filtrasi di Universitas Indonesia. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi eksperimental yang dilakukan pada air sebelum dan sesudah filtrasi di 8 Fakultas Universitas Indonesia. Hasil : Hasil uji beda dua mean menunjukan bahwa bakteri Coliform (p = 0,028) terdapat perbedaan dan bakteri Escherichia coli (p = 1,000) tidak terdapat perbedaan kualitas pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kandungan Coliform pada air sebelum dan sesudah filtrasi. Tidak terdapat perbedaan kandungan Escherichia coli pada air sebelum dan sesudah filtrasi.

Background: Water is one of the resources that is a basic human need for survival. Water is closely related to human health, so water quality needs special attention. One of the parameters that serve as an indicator of drinking water quality is the microbiological parameter, the bacteria Escherichia coli and Coliform. Both bacteria can cause health problems such as Diarrhoea, Cholera and Dysentery. Universitas Indonesia, one of the best universities in Indonesia, has endeavoured to provide drinking water through a water purifier for the citizens of Universitas Indonesia. Objective: Analyse the comparison of microbiological quality in pre-filtration and post-filtration water at Universitas Indonesia. Methods: This research is an analytical study with a quantitative approach and experimental study design conducted on water before and after filtration in 8 faculties of the University of Indonesia. Results: The results of the two-mean t-test showed that Coliform bacteria (p = 0.028) had a difference and Escherichia coli bacteria (p = 1.000) had no difference in quality before and after filtration. Conclusion: There is a difference in the coliform content of the water before and after filtration. There is no difference in Escherichia coli content in water before and after filtration.
Read More
S-11257
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asri Hikmatuz Zahroh; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Pujiyanto, Mardiati Nadjib, Baequni, Taufik Hidayat
T-5698
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elsi Risalma Puteri; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Mardiati Nadjib, Kurnia Sari, Erie Gusnellyanti, Roy Himawan
T-4208
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ade Erni Kurniati; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji : Dumilah Ayuningtyas, Hj. T Tejaningsih, H. Osep Hernandi
Abstrak: Abstrak

Tesis ini membahas analisis Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit Pada Instalasi Rawat Inap Di RSUD Kabupaten Ciamis Sebelum Dan sesudah Menjadi Badan Layanan Umum Daerah di Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam dari informan terpilih.

Hasil penelitian menunjukkan dari aspek SPO, SDM, sarana prasarana pada instalasi rawat inap sesudah menjadi BLUD lebih lengkap dari segi kuantitas maupun kualitas meskipun dari aspek SPO masih ada tindakan yang tidak sesuai dengan SPO, sedangkan dari aspek SDM masih kekurangan dokter spesialis, dan dari aspek sarana dan prasarana masih kurang dalam sistem pemeliharaannya. Kesimpulannya, pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal di instalasi rawat inap belum dilaksanakan secara maksimal, karena keadaan rumah sakit yang masih mempunyai kelemahan dan kekurangan.

Saran peneliti bagi RSUD Kabupaten Ciamis diharapkan dapat lebih bekerja sama dan melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Pemerintah Daerah agar dapat dicarikan solusi yang terbaik, dan diperlukan evaluasi berkala SPM agar pelaksanaannya lebih baik.


This thesis studied an analysis of the implementation of Hospital Minimum Service Standards of Ciamis District General Hospital at Inpatient Care Unit which was held before and after becoming Local Public Service Institution in 2013. This research used a qualitative approach by conducting detailed interview to selected interviewees.

The result of the research showed that aspects of SPO, Human Resources, infrastructures at Inpatient Care Unit, viewed after the hospital's becoming Local Public Service Institution are more quantitatively and qualitatively complete although if viewed from SPO there are still acts which are not appropriate with SPO, meanwhile viewed from Human Resources, it is still lack of specialists, and from its infrastructures, it’s maintenance system is regarded still inadequate. The Minimum Service Standards implementation at Inpatient Care Unit has not been maximally implemented because of the hospital's weaknesses and lack.

The researcher suggestion for Ciamis District General Hospital is that hopefuly there will be more cooperative good coordination with the local government in order to find the best solution, and the Minimum Service Standards periodic evaluations is required so that the implementation will be better conducted.

Read More
T-3935
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive