Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33374 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ristya Widi Endah Yani
MJKI No.06, XXXII
Jakarta : Grafiti Medika Pers, 2006
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Intan Nurhadyana; Pembimbing: I Made Djaja; Penguji: Evi Martha, Ahmad Yani
S-7266
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christania Citralia Julia Paruntu; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Laila Fitria, Ririn Arminsih, Lusi Nurbaiti Badri, Miftahur Rohim
Abstrak: Perilaku membuang sampah sisa makanan pada rumah tangga terjadi di berbagai tahapan mulai dari belanja bahan pangan, penyimpanan bahan pangan dan penyediaan makanan sampai di konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam perilaku membuang sampah sisa makanan pada skala rumah tangga studi kasus di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian menggunakan metode kelompok diskusi terarah yang terdiri dari 8 kelompok dengan kategori sebagai berikut kelompok diskusi terarah berdasarkan usia, jenis kelamin, jumlah anggota keluarga dan tingkat pendidikan. Perilaku membuang sampah sisa makanan di tingkat rumah tangga seringkali terjadi pada tahapan belanja yakni belum sempat dikonsumsi tetapi sudah busuk akibat dari pola belanja bahan pangan rumah tangga yang tidak terencana. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang memahami cara membedakan tanggal kedaluwarsa dan tanggal sebelum makanan layak dikonsumsi. Berdasarkan hasil diskusi kelompok terarah rumah tangga masih kurang termotivasi untuk menjaga makanan supaya tidak mudah busuk dan akhirnya menjadi sampah. Dari segi norma, semua rumah tangga memiliki kebiasaan menyediakan makanan berlebih sehingga makanan tersebut mudah menjadi busuk dan akhirnya menjadi sampah. Kesimpulan, rumah tangga masih banyak berperilaku membuang sampah sisa makanan karena belanja berlebih dan menyediakan makanan dalam jumlah berlebih sehingga makanan tersebut busuk dan menjadi sampah. Saran, pentingnya pendidikan terhadap rumah tangga dalam mengelola makanan supaya tidak mudah busuk.
The behavior of wasting food in households occurs at various stages, from shopping food, storing food and preparing food to consumption. This study aims to dig deeper into the behavior of wasting food in households at a case study household scale in Semarang. This type of research is qualitative. The research data collection method used focus group discussions consisting of 8 groups with the following categories focus group discussions based on age, gender, number of family members and level of education. The behavior of wasting food in households often occurs at the shopping stage, it has not yet been consumed but has spoiled as a result of unplanned household food shopping patterns. Based on the results of focus group discussions, households still do not understand how to distinguish the ?expired date? and the ?date before food is fit for consumption?. Based on the results of focus group discussions, households are still not motivated enough to keep food from spoiling easily and eventually turning into trash. In terms of norms, all households have a habit of providing excess food so that the food spoils easily and eventually becomes trash. In conclusion, many households still have the behavior of disposing of leftover food waste due to excessive spending and providing excess amounts of food so that the food spoils and becomes trash. Suggestion, the importance of education for households in managing food so it does not spoil easily
Read More
T-6538
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maj. Kedokt Indon. Vol.60, No.8, Agt. 2010, hal. 356-363
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kumala Setiyo Wulandari; Pembimbing: Ratna Djuwita
S-816
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Iswandi, Sri Sedono / Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad
S-1274
Depok : FKM UI, 1998
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Kuswati; Pembimbing: Ratna Djuwita
S-2027
Depok : FKM UI, 2000
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudikno; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Besral, Engkus Kusdinar Achmad, Sandjaja, Muhamad Nasir
T-3241
Depok : FKM UI, 2010
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ucu Supriatna; Pembimbing: Sujana Jatiputra; Penguji: Krisnawati Bantas, Jane Soepardi, Indang Trihandini
Abstrak:
Penyakit Campak merupakan penyakit akut dengan angka serangan tinggi. Penyebabnya adalah Virus. Menyerang kelompok umur di bawah 14 tahun. Hasil Penyelidikan Epidemiologi pada beberapa KLB campak menunjukan banyaknya ditemukan kasus campak dengan komplikasi. Sementara itu di dapat pula informasi bahwa terdapat perilaku/kebiasaan masyarakat yang memandikan penderita pada saat anak tersebut panas dengan keyakinan mereka akan mempercepat proses penyembuhan. Penelitian kasus kontrol ini bertujuan untuk hubungan perilaku orang tua memandikan penderita saat panas/demam dengan terjadinya komplikasi pada penderita campak usia 9 bulan sampai < 14 tahun di kabupaten Majalengka. Dari hasil penelitian terbukti ada hubungan diantara kedua variabel tersebut. Juga didapat hubungan terjadinya komplikasi dengan karakteristik pemberi jasa pengobatan serta umur penderita. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengembangkan kerangka konsep faktor risiko terjadinya komplikasi pada penderita campak serta mekanisme perjalanan penyakit yang dapat digunakan dalam intervensi pencegahan mulai dari Primer sampai dengan Tersier. Diakhir penelitian ini beberapa saran diajukan guna perbaikan program serta peningkatan status kesehatan masyarakat dan agar diterapkan terutama di Iingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka. Daftar Pustaka; 21 (1986 - 2000)

Relationship of Parents Behaviour to Take a Bath the Patient when They were Fever and Complication in Measles Patient, 9 Month to < 14 Years Old in MajalengkaMeasles is acute disease with high attack value. The cause of this is virus. Attacks age group below 14 years old. Result of epidemiology research in few measles outbreak investigation shows that a lot of case with complication. Mean while there is an information that people behavior to take a bath the patient when they are fever with a conviction that it will speed up the recovery process. Research of this control case is for relationship. Parents behavior with the complication on the patient 9 month to < 14 years old in Majalengka. From the result of the research was proven that. There is a relationship between those two variables, and there is a relationship, between complication with the characteristic medical service and the age of patient. Based on research result, researcher build up the concept of framework in risk factor o complication on the patient and disease way make recharims that can be use in preventive intervention start from primer to terrier. In the end on this research a few advice was offered for program recovery and the raised of public health status and it will be use especially in Health Department in Majalengka. ( Literature : 21, 1986 - 2000 )
Read More
T-891
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Larissa Naya Clorinda; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Ema Hermawati, Aria Kusuma
Abstrak:
DKI Jakarta menjadi provinsi kedua dengan timbulan sampah terbanyak di Indonesia yang mencapai 8.527 ton/hari di tahun 2022. Sampah yang tidak dikelola menjadi tempat perkembangbiakan patogen dan vektornya, faktor terjadinya banjir, dan menyebabkan penyakit menular. Pengelolaan sampah efektif dilakukan dari perilaku masyarakat sebagai sumbernya dalam mengelola sampah. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan pengetahuan dan keterpaparan media informasi dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner online dan desain studi cross-sectional. Populasi penelitian yaitu masyarakat DKI Jakarta usia 15 – 64 tahun sebanyak 400 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan (0,000), keterpaparan media informasi (0,000), jenis kelamin (0,009), dan pendidikan (0,003) dengan perilaku pengelolaan sampah serta tidak terdapat hubungan antara usia dengan perilaku pengelolaan sampah (p-value = 0,854). Analisis multivariat menunjukkan bahwa keterpaparan media informasi menjadi variabel dominan pada perilaku pengelolaan sampah (OR = 7,729, 95% CI = 4,794 – 12,461). Terdapat empat variabel yang berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat di DKI Jakarta dengan keterpaparan media informasi menjadi faktor dominannya. Pemerintah dapat bekerja sama dengan media massa (online, sosial, cetak) untuk menyediakan konten edukatif dan kampanye pengelolaan sampah yang sesuai dengan tren dan berkolaborasi dengan influencer dan NGO.

DKI Jakarta is the second province with the highest waste generation in Indonesia, reaching 8,527 tons per day in 2022. Improper waste management leads to the proliferation of pathogens and vectors, contributes to flooding, and poses risks of infectious diseases. Effective waste management starts with the behavior of the community as its primary source. The aim of this research is to examine the relationship between knowledge and media exposure with waste management behavior among the residents of DKI Jakarta. This study adopts a quantitative approach using an online questionnaire and a cross-sectional study design. The study population consisted of 400 individuals aged 15 to 64 years. The findings of this study reveal significant associations between knowledge (p-value = 0.000), media exposure (p-value = 0.000), gender (p-value = 0.009), education (p-value = 0.003) with waste management behavior. However, there is no significant relationship found between age and waste management behavior (p-value = 0.854). Multivariate analysis indicates that media exposure is the dominant variable that significantly influences waste management behavior (OR = 7.729, 95% CI = 4.794 – 12.461). Four variables are associated with waste management behavior among the residents of DKI Jakarta, with media exposure emerging as the dominant factor. The government can collaborate with mass media to provide educational content and waste management campaigns that align with current trends and collaborate with influencers and NGOs.
Read More
S-11341
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive