Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33398 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.6, Juni 2007, hal: 266-274, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaili Isnaini; Pembimbing: Budi Hidayat; Penguji: Ronnie Rivany, Wachyu Sulistiadi, Purwadi, Chusun
Abstrak:

Kecenderungan peningkatan penggunaan antibiotika di Pelayanan Kesehatan Dasar merupakan penggunaaan obat yang tidak rasional dan akan menghambat penurunan angka morbiditas dan mortalitas penyakit. Pemberian antibiotika yang berlebihan akan meningkatkan resistensi terhadap bakteri, sehingga pembiayaan obat akan menjadi lebih tinggi di masa mendatang. Ada dua indikator utilisasi obat yang diteliti yaitu rata-rata biaya obat perlembar resep dan rata-rata R/ per-lembar resep. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran utilisasi obat antibiotika pada dua indikator diatas dan faktor faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menemukan bahwa persentase resep obat pasien RJTP yang berisi antibiotika 37,74 %. Proporsi terbesar pemanfaatan obat antibiotika pada pasien RJTP di Puskesmas Tebet tahun 2005 ditemukan pada kelompok usia dewasa (12-65 tahun) yaitu sebesar 56,5 %, pasien yang bayar sendiri yaitu sebesar 89,8 %, penyakit infeksi lain selain ISPA yaitu sebesar 61,6% dan rata-ratal hari pemberian obat antibiotika adalah 4 hari dimana nilai ini tidak sesuai dengan pedoman pengobatan antibiotika yang belaku. Rata-rata harga obat per-lembar resep adalah Rp. 6.226,01,- sedangkan rata-rata jumlah R/ nya adalah 3 R/. Hasil analisis bivariat dari ke dua indikator utilisasi obat terhadap variabel independen didapatkan adanya perbedaan yang signifikan menurut usia, status pembayaran pasien dan jenis penyakit. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa usia, status pembayaran, jenis penyakit (ISPA) dan lama hari pemberian obat secara signifikan mempengaruhi rata-rata harga obat dan rata-rata jumlah R/ per-lembar resepnya. Disarankan perlu dilakukan upaya peresepan pengobatan sesuai dengan standar pengobatan yang berlaku terutama lama hari pemberian obat. Analisa lebih lanjut mengenai rata-rata harga obat per-lembar resep yang lebih spesifik yaitu dengan hanya menganalisa rata-rata harga obat antibiotika.


 

The tendency of overused of antibiotics in primary health care indicate the irrational used and inhibit lowering morbidity and mortality of diseases and hence increase bacterial resistance and so that elevate drug expenditure at future. There were two drug utility indicators examined named average drug cost per encounter and average drug per encounter. The objective of this research was to know the description of antibiotics drug utilization on two indicators mentioned above and the factors influence it. Results of this research were the percentages of encounter containing antibiotics was 37,74 %. The biggest proportion of antibiotics utilization based on adult patients (12 -65 year old) was 56,5 %. Based on payment status of self payer patients was 89,8 %. And based on type of diseses at other infection beyond UTI was 61,6 %. The average number of days antibiotics dispensed was 4 days, that the values incompatible with Antibiotics drug guidelines. The average of single encounter was Rp. 6.226,01 where the average R/ per encounter was 3 items. Bivariate analysis of two drug utilization indicators, with independent variable showed significant differences among age, payment status and type of diseases. The result of multivariate analysis indicated age (except elderly), payment status, diagnosis of UTI and number of days antibiotics dispensed significantly able to predict variable of drug price per encounter and the average R/ per-encounter. It was Suggested the treatment prescription that compatible with standard treatment guidelines that usually used, the length of therapy. More specific continuing of the analysis about average drug price per-encounter with analyzing average antibiotic drugs price.

Read More
T-2477
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurlaili Isnaini
KJKMN Vol.1, No.6
Depok : FKM UI, 2007
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dasmiwarita; Pembimbing: Yaslis Ilyas; Zulazmi mamdy
T-1842
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jauhari; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Evi Martha
T-1932
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Rini Puji Lestari; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Sutanto Priyo Hastono
T-1934
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.1, No.6, Juni 2007, hal: 259-265, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizani Alia Davina; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Sabarinah, Wan Aisyiyah Baros
Abstrak:
Penyakit Ginjal Kronis (PGK) merupakan salah satu penyakit katastropik dengan beban pembiayaan yang terus meningkat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hemodialisis sebagai terapi pengganti ginjal menjadi layanan dengan utilisasi dan biaya yang tinggi sehingga diperlukan informasi mengenai tren pemanfaatannya sebagai dasar perencanaan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren utilisasi pelayanan hemodialisis pada peserta JKN tahun 2020–2023 berdasarkan jumlah kunjungan, karakteristik peserta, dan karakteristik fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Penelitian menggunakan desain studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder Data Sampel BPJS Kesehatan tahun 2020–2023. Sampel penelitian adalah peserta JKN dengan diagnosis Penyakit Ginjal Kronis (ICD-10 N18) yang menjalani tindakan hemodialisis (ICD-9-CM 39.95). Analisis dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi utilisasi layanan dan karakteristik peserta, serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square untuk menilai perubahan distribusi karakteristik antar tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta hemodialisis meningkat dari 1.122 peserta pada tahun 2020 menjadi 1.515 peserta pada tahun 2023, sedangkan jumlah kunjungan meningkat dari 8.823 menjadi 10.855 kunjungan atau sekitar 23,0% selama periode penelitian. Peserta hemodialisis didominasi oleh laki-laki, kelompok usia dewasa (18–59 tahun), peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU), penduduk Regional I (Pulau Jawa), pengguna rumah sakit swasta, serta peserta kelas rawat III. Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat perubahan distribusi yang bermakna pada segmentasi kepesertaan, wilayah tempat tinggal, tipe FKRTL, kepemilikan FKRTL, dan kelas rawat (p<0,05), sedangkan jenis kelamin dan kelompok usia tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa utilisasi pelayanan hemodialisis pada peserta JKN menunjukkan kecenderungan meningkat selama periode 2020–2023. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan upaya pencegahan dan deteksi dini PGK, pemerataan akses layanan hemodialisis, serta perencanaan kapasitas fasilitas kesehatan dan pembiayaan JKN untuk mendukung keberlanjutan pelayanan penyakit katastropik.

Chronic Kidney Disease (CKD) is one of the catastrophic diseases that imposes a substantial financial burden on Indonesia's National Health Insurance (Jaminan Kesehatan Nasional/JKN). Hemodialysis, as the most commonly used kidney replacement therapy, requires continuous treatment and contributes significantly to healthcare utilization and expenditure. Therefore, understanding utilization trends is essential to support healthcare planning and resource allocation. This study aimed to analyze trends in hemodialysis service utilization among JKN beneficiaries from 2020 to 2023 based on service volume, participant characteristics, and characteristics of Advanced Referral Healthcare Facilities (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut/FKRTL). This descriptive study employed a repeated cross-sectional approach using secondary data from the BPJS Kesehatan Sample Data for the period 2020–2023. The study population consisted of JKN beneficiaries diagnosed with Chronic Kidney Disease (ICD-10 N18) who received hemodialysis procedures (ICD-9-CM 39.95). Data were analyzed using descriptive statistics to describe utilization patterns and participant characteristics, while the chi-square test was performed to examine differences in participant and healthcare facility characteristics across the study period. The results showed that the number of hemodialysis patients increased from 1,122 in 2020 to 1,515 in 2023, while the total number of hemodialysis visits increased from 8,823 to 10,855 visits, representing a 23.0% increase over the study period. Hemodialysis utilization was predominantly observed among male participants, adults aged 18–59 years, Non-Wage Earner (PBPU) beneficiaries, residents of Java, patients receiving care at private hospitals, and those utilizing Class III inpatient services. Significant changes were observed in participant segmentation, province of residence, healthcare facility type, ownership, and inpatient class (p<0.05), whereas sex and age group distributions remained relatively stable throughout the study period. In conclusion, hemodialysis service utilization among JKN beneficiaries showed an increasing trend between 2020 and 2023. These findings highlight the need to strengthen CKD prevention and early detection strategies, improve equitable access to hemodialysis services, and optimize healthcare capacity and JKN financing to ensure the sustainability of catastrophic disease services in Indonesia.
Read More
S-12312
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kesmas (Jurkesmasnas), Vol.2, No.2, Okt. 2007, hal: 51-57, ( Cat ada di bendel 2006-2007 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive