Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39546 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Syarifah Umniati; Pembimbing: Zarfiel Tafal; Penguji: Engkus Kusdinar Achmad, Eka Viora
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang bagaimana Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi, Sikap, Pola Makan dan Tingkat Stress Ibu Hamil dengan Kenaikan Berat Badan di Poli Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian cross sectional, dimana dari hasil uji analisis univariat didapat 46,8% responden berumur 19-29 tahun, 97,4% berpendidikan tinggi, 52,1% berpengetahuan kurang baik, 52,1% sikap yang mendukung (positif), 68,9% tidak mengalami stress, 77,4% mempunyai pola makan baik, dan53,7% mengalami kenaikan berat badan yang berlebih, dari uji bivariat didapatkan hubungan antara tingkat pengetahuan dan pola makan dengan kenaikan berat badan p value ≤ 0,05. Kata kunci : Pengetahuan gizi, sikap, pola makan, tingkat stress, kenaikan berat badan
This research talks about how the level of nutrition an attitude, diet andlevels of stress pregnant women to increase the weight in poly obstretict mitrakeluarga hospital bekasi. The research done by the research cross sectional, whereis the result of the test were univariat 46,8 % of the respondents was 19-29 years,97,4 % of well-educated, 52,1 % have a knowledge is not good 52,1 % have anattitude that support to increase the weight, 68,9 % not subjected to stress, 77.4 %have this whole eating well, and 53,7 % increased by excess of weight, Of therelationship between the level of knowledge and a diet to increase the weight ofthe p- value ≤ 0,05.Key word :Nutrition knowledge, attitude, diet, the level of stress, increase weight.
Read More
S-7630
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlena Hayati; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Besral, Hadi Pratomo, Agung Wicaksono, Rima Damayanti
Abstrak: Menurut WHO (2008), Indonesia termasuk negara dengan prevalensi anemia katagori berat (≥40%), Riskesdes (2013) menyebutkan prevalensi anemia maternal sebesar 37,1%. Perdarahan merupakan penyebab utama kematian ibu (30.3%) dan anemia maternal merupakan faktor risiko utama perdarahan. 51,5% kematian maternal disebakan oleh anemia maternal sebagai penyebab kematian tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan anemia maternal dan penyebabnya di RSUD AM Parikesit Tenggarong Tahun 2017. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Rancangan kuantitatif menggunakan metode deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional dengan jumlah sampel 214 ibu hamil. Sedangkan rancangan kualitatif menggunakan RAP, analisis data menggunakan content analisis dengan jumlah informan 37 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara status gizi (RP=1,7; 95% CI: 1,1-2,6) dengan anemia maternal setelah di kontrol kepemilikan rumah, riwayat pertolongan persalinan, jarak kehamilan dan paritas. Tidak rumah sendiri (RP=1,5; CI: 1,0- 2,2) berisiko anemia. Riwayat pertolongan persalinan sebelumnnya (bidan) (RP=0,6; 95% CI: 0,4-0,9) berisiko lebih rendah untuk anemia maternal. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan konsumsi heme nabati adalah konsumsi protein terbanyak pada ibu anemia selain rendahnya kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe dan pemahaman yang salah tentang penyebab anemia maternal pada kelompok ibu hamil. Hal yang sebaliknya ditemukan pada kelompok ibu hamil yang tidak anemia maternal, konsumsi heme hewani adalah konsumsi harian informan, hampir seluruhnya patuh dalam mengkonsumsi tablet Fe dan menyebutkan kurang asupan makanan bergizi sebagai penyebab terbanyak kurang darah pada ibu hamil. Perlu kebijakan skrening anemia pada remaja dan tablet Fe prakehamilan pada calon pengantin yang anemia termasuk penanganan gizi lintas program dan lintas sektoral. Kata Kunci: Anemia Maternal, Status Gizi, Ibu Hamil According to WHO (2008), Indonesia is a country with a severe category anemia prevalence (≥40%), Riskesdes data (2013) found 37,1% prevalence of maternal anemia. Bleeding is a major cause of maternal death (30.3%) and maternal anemia is a major risk factor for bleeding. 51.5% of maternal deaths are caused by maternal anemia as the cause of indirect death. This study aims to determine the factors related to maternal anemia and its causes in RSUD AM Parikesit Tenggarong Year 2017. The research used quantitative and qualitative research methods. Quantitative design uses descriptive analytic method with cross sectional study design with 214 samples of pregnant women. While the qualitative design using RAP, analysis method used content analysis with number of informan 37 people. The results showed that there was a significant correlation between nutritional status (RP = 1.7, 95% CI: 1,1-2,6) with maternal anemia after controlled home ownership, history of delivery assistance, distance of pregnancy and parity. Not having a home (RP = 1.5; CI: 1.0-2.2) is more at risk of anemia. History of delivery assistance (midwives) (RP = 0.6, 95% CI: 0.4-0.9) lower risk for maternal anemia. The result of qualitative research shows that vegetable heme consumption is the most protein consumption in the mother of anemia besides the low compliance of pregnant mother in consuming Fe tablet and the wrong understanding about maternal anemia cause in pregnant women group. The opposite is found in the group of pregnant women who are not maternal anemias, animal heme consumption is the daily consumption of informants, almost entirely obedient in consuming Fe tablets and mention less intake of nutritious foods as the most cause of less blood in pregnant women. Anemia screening policy is required on adolescents and Fe tablets for fre-conception in bridal candidates including cross-program and cross-sectoral nutritional care. Key words: Maternal Anemia, Nutrional Status, Pregnant Women.
Read More
T-4959
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zainal Mutaqin Hamid; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
Abstrak: Menurut data Healthy Asean, 2000 angka kematian ibu di Indonesia 390/100.000 kelahiran hidup dan masih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asean lain dan lebih baik jika dibandingkan dengan kamboja sebesar 900/100.000 kelahiran hidup serta Laos sebesar 650/100.000 kelahiran hidup. Wiknyosastro et.al, 1999 mengatakan bahwa kematian ibu maternal dapat disebabkan fakor-faktor reproduksi, komplikasi abstertik, pelayanan kesehatan dan sosioekonomi. Dari penelitianWidiarsa, 2002 di Bali bahwa 60 % kematian ibu disebabkan out come (hamil dan komplikasi) dimana aspek perilaku kesehatan seperti keterlambatan ANC pertama kali dan frekwensi pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali serta pemilihan tempat bersalin dapat meningkatkan resiko kematian. Menurut Green pemanfaatan pelayanan kesehatan termasuk pemeriksaan kehamilan dipengaruhi oleh faktor predisposing, enabling dan reinforcing dimana pada penelitian ini faktor predisposing saja yang diteliti berupa pengetahuan dan sikap serta karakteristik ibu seperti pendidikan, pekerjaan, umur dan paritas. Dari data profil Kabupaten Serang tahun 2000 dijumpai bahwa pemeriksaan kehamilan pertama kali (K1) sebesar 83,42 % sedangkan pemeriksaan kehamilan lengkap (K4) sebesar 51,59 %. Penelitian ini bersifat penelitian diskriptif dengan desain "crosssectional study" (studi potong lintang). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat kuesioner. Sebagai populasi di dalam penelitian adalah ibu balita yang terdiri dari masing-masing 3 Kecamatan (3 wilayah kerja Puskesmas) yang terletak disebelah utara dan selatan serta 1 kecamatan kota Serang (3 wilayah kerja Puskesmas). Pada penetuan Kelurahan / desa, dusun serta sampel dilakukan secara Purposive. Pengumpulan data sebanyak 110 responden dilakukan peneliti dan dibantu Bidan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut : 52,7 % responden memeriksa kehamilan lengkap, 58,2 % berpengetahuan baik dan 63,6 % rnempunyai sikap positif. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square terhadap variabel independen dan confounding yaitu : pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan ibu, umur ibu dan paritas ternyata yang berhubungan bermakna dengan pemeriksaan kehamilan adalah pengetahuan, sikap dan pendidikan. Dari hasil analisis multivariat didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemeriksaan kehamilan dan pendidikan. Sedangkan untuk sikap ada hubungan bermakna dengan pemeriksaan kehamilan tanpa pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pemeriksaan kehamilan, pengetahuan dan sikap masih rendah maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama penelitian kualitatif untuk menggali faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya hasil ini.
Read More
T-1738
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asmuyeni Muchtar; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi
T-691
Depok : FKM UI, 1999
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuli Tri Widjastuti; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Evi Martha, Sukanda
S-7135
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Utami; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Ella Nurlaela Hadi
T-1518
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
John Amos; Pembimbing: Hadi Pratomo
T-795
Depok : FKM UI, 2000
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ratih Hastuty; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Sandra Fikawati, Ita Yuana
Abstrak: Pemberian ASI eksklusif didefinisikan sebagai tidak memberikan makanan atau minuman lain, bahkan air, kecuali air susu ibu selama 6 bulan kehidupan, tetapi diperbolekan untuk menerima oralit, obat tetes dan sirup (vitamin, mineral dan obat-obatan). Di wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara pada tahun 2013 diketahui cakupan pemberian ASI Eksklusif sekitar 57,77%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik, pengetahuan dan sikap ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara Jakarta Selatan tahun 2014. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, yang dilakukan pada bulan Desember 2014 dengan jumlah sampel sebanyak 112 ibu yang memiliki bayi usia 6-12 bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan instrument kuesioner.

Hasil penelitian mendapatkan sebesar 16,1% ibu yang memberikan ASI eksklusif. Berdasarkan uji statistik diketahui pendidikan (p=0,021 OR=8,365), pengetahuan (p=0,032 OR=3,704) dan sikap (p=0,000 dan OR=11,282) memiliki hubungan yang bermakna dengan pemberian ASI eksklusif. Disarankan kepada Dinas kesehatan dan Puskesmas Kelurahan Petukangan Utara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan menyusui melalui berbagai program penyuluhan, konseling, dan membuat kelompok atau kelas ibu hamil dengan memperbanyak materi tentang ASI eksklusif.

Kata kunci : Pemberian ASI eksklusif, Pengetahuan, Sikap

Exclusive breastfeeding is defined as no other food or drink, not even water, except breast milk (including milk expressed or from a wet nurse) for 6 months of life, but allows the infant to receive ORS, drops and syrups (vitamins, minerals and medicines). Percentage of exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in 2013 known about 57.77%. This study aimed to determine the relationship characteristics, knowledge and attitudes of mothers with exclusive breastfeeding in North Petukangan Village Health Center in South Jakarta 2014. This study used a cross-sectional design, which was done in December 2014 with a total sample of 112 mothers were having babies aged 6-12 months. Data collected by interviews and using questionnaires as the instrument.

The results of a study reported by 16,1% of exclusively breastfeeding. Based on statistical test known to education (p=0,021 OR=8,365), knowledge (p=0,032 OR=3,704) and attitude (p= 0,000 OR=11,282) had a significant association with exclusive breastfeeding. Suggested to to the Department of Health and North Petukangan Village Health Center to increase the knowledge of pregnant and lactating women through a variety of programs, such as education, counseling, and make a group or class of pregnant women with reproduce materials exclusive breastfeeding.

Keywords: Exclusive breastfeeding, Knowledge, Attitude
Read More
S-8577
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Rochayati; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Heru Suparno, Prawito
S-4821
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Asyifa Nurlida; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Dian Ayubi, Purwitasari Aquarini Prehnansy
Abstrak:

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi yang dapat terjadi di rumah sakit yaitu untuk mencegah bahaya infeksi nosokomial atau HAIs (Hospital Acquired Infections) khususnya pada petugas laundry rumah sakit yang melakukan pengelolaan linen dan berkontak langsung dengan sumber penyebab infeksi yaitu linen infeksius. Kejadian HAIs di Indonesia mencapai angka prevalensi tertinggi se Asia Tenggara yaitu sebesar 30,4% pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikapdengan perilaku penggunaan alat pelindung diri (APD) pada petugas laundry dalam pengelolaan linen di Rumah Sakit Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sumber data penelitian ini yaitu data primer menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024 di Rumah Sakit yang ada di Kota Pontianak. Sampel dalam penelitian ini merupakan petugas laundry yang ada di Rumah Sakit Kota Pontianak berjumlah 51 orang dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petugas laundry yang memiliki rerata nilai pengetahuan cenderung rendah yaitu sebesar 5,73 dan rerata nilai sikap yang tinggi yaitu sebesar 9,25. Secara statistik didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p value = 0,122) dan sikap (p value = 0,402)  dengan perilaku penggunaan APD pada petugas laundry. Disarankan agar pihak rumah sakit lebih memperhatikan dan berperan dalam meningkatkan pengetahuan petugas laundry melalui pelatihan ataupun edukasi yang lebih merata, memfasilitasi APD lengkap dan pengawasan di Unit Laundry serta perlu adanya peran dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat ataupun Dinas Kesehatan Kota Pontianak untuk meningkatkan pengawasan serta kompetensi petugas laundry yang ada di Rumah Sakit Kota Pontianak. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Petugas Laundry, Rumah Sakit.


The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an important aspect in efforts to prevent and control infections that can occur in hospitals, namely to prevent the dangers of nosocomial infections or HAIs (Hospital Acquired Infections), especially for hospital laundry officers who manage linen and have direct contact with sources of infection, namely infectious linen. The incidence of HAIs in Indonesia reached the highest prevalence rate in Southeast Asia, namely 30.4% in 2022. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitudes with the behavior of using personal protective equipment (PPE) in laundry officers in linen management at Pontianak City Hospital. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional study design. The data source for this study is primary data using a questionnaire. This study was conducted in July-August 2024 at a Hospital in Pontianak City. The sample in this study was 51 laundry officers at Pontianak City Hospital using a total sampling technique. The results of the study showed that most laundry officers had a low average knowledge score of 5.73 and a high average attitude score of 9.25. Statistically, it was found that there was no significant relationship between knowledge (p value = 0.122) and attitude (p value = 0.402) with the behavior of using PPE in laundry officers. It is recommended that the hospital pay more attention and play a role in improving the knowledge of laundry officers through more even training or education, facilitating complete PPE and supervision in the Laundry Unit and there needs to be a role from the West Kalimantan Provincial Health Office or the Pontianak City Health Office to improve supervision and competence of laundry officers at the Pontianak City Hospital. Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Laundry Staff, Hospital

Read More
S-11807
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive