Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 18371 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK)-193, Vol.39, No.5, Mei 2012, hal. 376
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
CDK 194, Vol.39, No.6
Jakarta : Kalbe Farma, 2012
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Kliping koran Media indonesia 2010: hal 20
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran (CDK), Vol.40, No.1, Jan. 2013: hal. 49. ( ket. ada di bendel 2013- 2014 )
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ashfa Mardiana Ikhsani; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Rico Kurniawan, Yunita Arihandayani
Abstrak:
Latar Belakang: Secara global, bunuh diri merupakan penyebab kematian kelima pada usia 10–19 tahun dan penyebab kematian keempat pada kelompok umur 15–19 tahun. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sebanyak 0,25% penduduk mempunyai pikiran untuk mengakhiri hidupnya dalam satu bulan terakhir dengan prevalensi paling tinggi adalah kelompok umur 15–24. Fenomena ini meningkatkan kemungkinan penyimpangan perilaku sehingga dapat meningkatkan risiko penurunan produktivitas dan imunitas individu serta dapat berujung pada meningkatnya angka kesakitan pada dewasa muda. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis untuk mengetahui determinan pikiran untuk bunuh diri pada penduduk berusia 15 – 24 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 dengan desain studi cross-sectional dan analisis regresi logistik. Hasil: Berdasarkan hasil analisis bivariat, terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, kelompok umur, wilayah tempat tinggal, penyakit tidak menular, dan depresi dengan pikiran bunuh diri. Berdasarkan analisis multivariat, faktor yang paling berhubungan terhadap pikiran untuk bunuh diri adalah depresi (p-value < 0,001; AOR = 125,232; 95%CI = 51,363 – 305,335) setelah dikontrol oleh variabel jenis kelamin, kelompok umur, tingkat pendidikan, dan variabel interaksi. Kesimpulan: Penyusunan sistem data nasional dan regional untuk membantu dalam memantau angka depresi di masyarakat sehingga dapat mencegah tindakan bunuh diri.

Background: Globally, suicide is the fifth leading cause of death in the 10–19 age group and the fourth leading cause of death in the 15–19 age group. Based on the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), 0.25% of the population had thoughts of ending their lives in the past month with the highest prevalence being in the 15–24 age group. This phenomenon increases the possibility of behavioral deviations so that it can increase the risk of decreased productivity and individual immunity and can lead to increased morbidity in young adults. Therefore, an analysis is needed to determine the determinants of suicidal thoughts in the 15–24 year old population. Methods: This study used data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) with a cross-sectional study design and logistic regression analysis. Results: Based on the results of the bivariate analysis, there was a significant relationship between gender, age group, area of residence, non-communicable diseases, and depression with suicidal thoughts. Based on multivariate analysis, the most related factor to suicidal thoughts was depression (p-value < 0.001; AOR = 125.232; 95%CI = 51.363 – 305.335) after being controlled by gender, age group, education level, and interaction variables. Conclusion: The preparation of national and regional data systems to assist in monitoring depression rates in the community so that suicide can be prevented.
Read More
S-11887
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cermin Dunia Kedokteran-190, Vol.39, No.2, Febr. 2012, hal. 88-91
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Koran   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Interaksi: Maj. Info & Rev. Promkes, ed. 3, 2009, hal. 28-29
[s.l.] : [s.n.] : s.a.]
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Uweisha Eraz Puteri; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Artha Prabawa, Leny Latifah
Abstrak: Bunuh diri termasuk penyebab kematian ketiga pada remaja usia 10 hingga 19 tahun. Pada tahun 2016, angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia diestimasikan sebesar 3,4 per 100.000 penduduk. Kematian akibat bunuh diri adalah sebuah fenomena gunung es, dimana besarnya masalah akan terlihat lebih jelas jika perilaku bunuh diri dimasukkan dalam perhitungan. Salah satu faktor utama perilaku bunuh diri remaja usia sekolah adalah bullying. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara bullying dengan perilaku bunuh diri ada pelajar SMP dan SMA di Indonesia setelah dikontrol oleh variabel confounding. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder Global School Based Health Survey Indonesia 2015. Sampel penelitian ini adalah pelajar SMP dan SMA yang berusia 12-17 tahun (n = 8733). Analisis yang digunakan adalah analiss univariat, bivariat dan multivariabel dengan level kepercayaan 95%. Hasil analisis multivariabel dengan regresi logistik berganda, menunjukkan rasio odds terjadinya perilaku bunuh diri pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia yang pernah mengalami bullying dibandingkan dengan pelajar yang tidak pernah mengalami bullying adalah 2,27 (95% CI: 1,92-3,53). Selain itu, hasil analisis multivariabel juga mununjukan adanya variabel interaksi (variabel moderator/effect modifier) yaitu perilaku berkelahi dan kekerasan seksual. Strategi pencegahan bullying dan perilaku bunuh diri berbasis sekolah sangat diperlukan untuk mengurangi risiko perilaku bunuh diri pada pelajar. Kata kunci: Bunuh diri, Perilaku Bunuh Diri, Bullying Suicide is the third leading cause of death in adolescents aged 10 to 19 years old. In 2016, the death rate due to suicide in Indonesia was estimated at 3.4 per 100,000 population. Complete suicide is an iceberg phenomenon, where the problem will be seen more clearly if suicidal behavior was involved. One of the main factors that could intensify suicidal behavior risk among high school students is bullying. This study examined the association between bullying and suicide among high school student in Indonesia after adjusting for confounder variables. It was a secondary analysis of Global School Based Health Survey Indonesia 2015 which used cross sectional study design. Univariate, bivariate, and multivariable analyses were performed at 95% confidence level. Multivariable regression logistic model showed that students who had been bullied had 2.27 times greater odds of having suicidal behavior compared to students who had never experienced bullying (OR: 2,27; 95% CI: 1,92-3,53). Besides, we indicated that physical fighting, and sexual abuse as effect modifiers (moderator or interaction variables) that affect the association between bullying and suicidal behavior. School-based bullying and suicidal behavior prevention strategies are needed to reduce the risk of suicidal behavior among students. Key words: Suicide, Suicidal Behavior, Bullying
Read More
S-10338
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rachmadianti Sukma Hanifa; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Dadan Erwandi, Lina R. Mangaweang
Abstrak: Bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan global yang masih terjadi dan merupakan penyebab kematian ke-2 pada kelompok usia 15-29 tahun. Berdasarkan estimasi terakhir yang dilakukan oleh WHO, prevalensi kematian akibat bunuh diri yang terjadi di Indonesia pada tahun 2016 diperkirakan sebesar 3,4 per 100.000 penduduk. Berdasarkan sebuah pemodelan yang dilakukan oleh WHO, ditemukan bahwa dari setiap orang yang meninggal akibat bunuh diri, diperkirakan ada 20 orang lainnya yang melakukan percobaan dan merencanakan untuk bunuh diri yang kemudian dikenal sebagai perilaku bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku bunuh diri pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia dengan menggunakan desain studi campuran (mix method) kuantitatif potong lintang dan kualitatif wawancara mendalam. Analisis multivariat regresi logistik dilakukan terhadap 8.949 responden Global School Based Health Survey Indonesia Tahun 2015, sedangkan analisis kualitatif dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam terhadap pelajar SMP dan SMA di Kota Malang, guru bimbingan konseling sekolah terkait, dan pakar pencegahan bunuh diri di Indonesia, dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Hasil penelitian menunjukan prevalensi gangguan perilaku bunuh diri pada pelajar SMP dan SMA di Indonesia adalah sebesar 1,7%. Analisis risiko menunjukan bahwa menjadi perempuan, memiliki perilaku merokok, memiliki perilaku penyalahgunaan alkohol, memiliki perilaku penggunaan obat-obatan, sering atau selalu merasa cemas berlebihan dan kesepian, serta mengalami peristiwa perundungan, merupakan faktor risiko dari gangguan perilaku bunuh diri. Intervensi untuk mengurangi angka gangguan perilaku bunuh diri diantaranya adalah dengan mengintegrasikan usaha kesehatan jiwa pada tingkat sekolah secara lebih komprehensif
Read More
S-9945
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive