Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 35344 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sukma Lestari Cahyaningtyas; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Sabarinah, Herlin Chandrawati
S-7660
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadia Humaira; Pembimbing: Evi Martha; Penguji: Zarfiel Tafal, Ratnawati Sudiro
S-8088
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sumarwati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Ella Nurlaella Hadi, Husein Habsyi
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja serta faktor yang berhubungan dengannya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional, jumlah sampel sebanyak 110 orang, dilakukan di wilayah binaan Yayasan Himmata periode Desember 2013. Analisa hubungan dengan menggunakan uji chi square dan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 33.6% anak jalanan yang berperilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel jenis kelamin, umur, pendidikan, tempat tinggal, status pekerjaan, pubertas, dan keterpaparan media pornografi. Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa pubertas dan pengetahuan kesehatan reproduksi merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Hasil analisis didapatkan OR yang paling besar adalah pubertas, OR = 8.6 yang artinya pubertas berpengaruh sebesar8.6 kali terhadap perilaku seksual pranikah pada anak jalanan. Dari hasilpenelitian ini diketahui adanya keterkaitan antara sepuluh variabel dengan perilaku seksual pranikah pada anak jalanan usia remaja. Kata Kunci:Remaja, perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan himmata
This study investigated pre-marital sexual behavior and its associated factorsamong adolescent street children in Himmata Foundation with period ofDecember 2013. A quantitative research using cross-sectional design wasemployed in this study. The participants were 110 adolescent street children livingin Himmata Foundation. The chi square test and logistic regression predictionmodel was used for analyzing the data. Data analysis revealed that there were 33.6% of street children suffered from pre-marital sexual behavior. Factors associatedwith pre-marital sexual debut were assessed using bivariate and multivariatestatistical test. The results of bivariate statistical test showed significantcorrelation between gender, age, educational background, place of residence,employment status, puberty, and media exposure to pornography exposure amongchildren. The results of multivariate statistical tests described that the onset ofpuberty and reproductive health knowledge were the most dominant variableassociated with pre-marital sexual behavior among the children. The largest OR ofdata analysis was puberty 8.6 which means the puberty was affected by 8.6 timesagainst pre-marital sexual behavior among the respondents. From this research weknow the relation between the ten variables with premarital sexual behavior ofadolescence street children. Keywords : Adolescents, pre-marital sexual behavior, street children, himmata foundation
Read More
S-8130
Depok : FKMUI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Khaira Anisa; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Ahmad Syafiq, Sulaiman
S-6423
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Indah Pertiwi; Pembimbing: Krisnawati Bantas; Penguji: Dwi Gayatri, Adriah Murdiati
Abstrak: Seksualitas dan kesehatan reproduksi yang tabu untuk dibicarakanmenjadikan remaja cenderung ingin mencoba-coba sehingga remaja menjadiberisiko pada perilaku seks yang berisiko.Penelitian dilakukan dengan rancangan cross sectional. Sampel sebanyak147 responden yang diambil secara Probability Proportional to Size, kemudianresponden yang dipilih menggunakan sistematik random sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner.Dari hasil analisis, didapatkan sebanyak 36,7% berperilaku seksual berisiko. Sebagian besar responden berumur 13 tahun dan sebagian besarresponden sudah mengalami pubertas, sebagian besar memiliki pengetahuan baik,memiliki sikap positif. Sebagian besar responden tidak melakukan komunikasi aktif dengan orang tua (81,6%), sebagian responden melakukan komunikasi pasifdengan teman (79,6%). (62,6%) yang menyatakan mempunyai pacar. Usia ratarata mulai berpacaran 12 tahun. Lama pertemuan dengan pacar rata-rata 3 jam,responden yang berhubungan seksual (6,1%). Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku seksual remaja yaitu, umur, sikap, polakomunikasi dengan orang tua dan teman sebaya, status perkawinan, lama pertemuan dan jumlah pacar, paparan media ponografi. Penelitian ini merekomendasikan perlu adanya komunikasi yang terbuka dan adanya tata aturan keluarga yang jelas dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.Kata kunci : Seksualitas, perilaku seksual berisiko dan komunikasi orang tua
Sexsuality and reproductive health taboo, it makes teens to want experiment, sothat teens at risk on the risky sexual behaviour. The study was conducted a crosssectional. Sample of 147 respondents with Probability Proportional to Size, andthen respondents were selected with Sytematik random sampling. Data werecollected questionnaire.From analysis, it was found 36,7%, as risky sexual behaviour, the respondentswas 13 years, respondents have a good knowledge, have a positive attitude,communications with parents not perform active 81,6%. Communication withfriends have passive 79.6%. the average age began dating at 12 years, 62,6%respondents have boyfriends and girlfriends.Variables that a significant with adolescent sexual behaviour, that is age, attitude,communication with parents and peers, status mariage of parents, leght of meetingand number of girlfriends and boyfriends, exposure to media pornography.Key words : sexuality, risky sexual behaviour, communication with parents
Read More
S-7563
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Solha; Pemb. Yvonne M. Indrawani; Penguji: Sandra Fikawati, Triyanti, Anies Irawati, Ida Ruslita Amir
Abstrak:
Masa remaja adalah periode yang paling rawan sepanjang daur kehidupan , yaitu masa transisi dari masa anak anak menuju masa dewasa. Pada masa ini sering tenjadi masalah seksual yang berhubungan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan mereka, dimana honnon hormon seks yang mulai aktif berfungsi. Keadaan ini merupakan hal yang normal. Seiiring dengan meningkatnya aktititas seksual mereka, dimana akhirnya mereka ekspresikan dalam berbagai bentuk perilaku seksual. Perilaku seksual adalah perilaku yang muncul akibat dorongan seksual, dan menjadi perhatian besar dikalangan remaja yang apabila tidak mendapat penyaluran yang tepat akan mengakibatkau masalah dalam kesehatan reproduksi seperti hamil diluar nikah, KTD, aborsi, penyakit menular seksual dan lain lain. Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya informasi faktor - faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja SMU kelas 2. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan keluarga, untuk membina kesehatan reproduksi khususnya perilaku seksual pada remaja_ Penelitian ini adalah Studi kuantitatif dengan rancangan cross-sectional serta melihat hubungan antar variabel jenis kelamin, umur, pengetahuan, sikap, tempat tinggal, pcrnanfaatan layanan konsultasi, hubungan dengan orang 1118. dan sumber sumber informasi terhadap perilaku seksual pada remaja SMU kelas 2.Penelitian dilakukan pads bulan April 2007 dan lokasi penelitian adalah SMU 7, SMU Pusri, SMU Sultan Mahmud. B H, SMU Bina Cipta, SMU PGRI yang seluruhnya berada dalam wilayah Kecamatan kalidoni Palembang dengan jumlah sampcl sebanyak 240 responden. Hasil penelitian mcnunjukkan proporsi murid yang berisiko terhadap perilaku seksual scbesar 20,4% dcngan umur dialas 15 tahun sebesar (20,9%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 38,8% atau 31 mmid. Sebanyalc 14 orang (45%) dari siswa laki-laki tersebut telah melakukan hubungan seksual, 3 orang diantaranya teljadi kehamilan yang tidak diinginkan pada remaga perempuan yang menjadi pasangannya yang akhirnya melakukan penggugumn kandungan. Delapan variabel yang diuji, terdapat hubungan yang bennakna dengan perilaku seksual adalah variabel jenis kelamin, pemanfaatan layanan konsultasi dan variabel sumber informasi. Namun analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis kelamin merupakan faktor yang paling berpengamh terhadap perilaku selmual.

Youngster is a critical time during the life where transition between childish to adult was begun. On this time the sexual problem is often happened in conjuction with the growing process and their development, where sexual hormon is actively ftmgtional. This condition is a normal event. In relation to increasing its sexual activities, the behaviour is expressed in various sexual actions. Sexual behaviour is action that may arise as a result of sex willingness and will become big attention among the youngster if it doesn?t have correct guideline and will cause to reproductive health problem like unwanted pregnancy, abortion, infected sexual disease etc. The goal of this research is to verify some factors that related to sexual behaviour of 2 ed grade of High School students. The function of this research is expected to give some informations to the community and families to guide reproduction health especially about sexual behaviour for youngster. The research is a quantitative study with cross - sectional reference in conjuction among sex variable, age, knowledge, attitude, living house, parents relationship, usage of consultation services and information resources against yoimgster sex behaviour The research is perfonned on April 2007 and the location is SMU 7, SMU Pusri, SMU Sultan Mahmud B H, SMU Bina Cipta, SMU PGRI in Kalidoni district, Palembang with the total sample of 240 respondences. The research show that proportional student has risky sex behaviour amount 20,4% with the age above 15 years is 20,9% and for male is 38,8% or 31 students. There arc 14 male students (45%) who had already had sexual intercouse, three of the male couple happened to have unwanted pregnancy, which led them to do an abortion. Eight variable tested there are significant relation on sexual behaviour is sexual variable, the application of consultation services and the variable of information source. Eventhough, the multivariation analysis shows that sexual variable is the most dominant factor of sexual behaviour.
Read More
T-2528
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riska Putriyani; Pembimbing: Sudjianto Kamso; Penguji: Caroline Endah Wuryaningsih, Flourisa Juliaan Sudradjat
Abstrak: Penelitian ini tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah anak jalanan umur 10 sampai 19 tahun yang berada di Yayasan Bina Insani Mandiri Depok sebanyak 144 responden dengan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah snow balling. Analisa bivariat menggunakan uji chi square. Terdapat 23.6% anak jalanan memiliki perilaku seksual pranikah berisiko. Hasil uji statistik bivariat menunjukkan ada hubungan bermakna pada variabel umur, pengetahuan, dan keterpaparan media pornografi dengan perilaku seksual pranikah anak jalanan. Kata kunci: Perilaku seksual pranikah, anak jalanan, yayasan Bina Insani Mandiri

This study talk about of the factors associated with premarital sexual behavior of street children. This research is study quantitative by using cross sectional design. Samples from this study are street children aged 10-19 who are in the bina insani mandiri Depok foundation the many of 144 respondents with snow balling sampling techniques. Bivariate analysis using chi square test. There are 23,6 % of street children premarital sexual behavior is risk. Statistical analysis showed a significant relationship to the variables of age, knowledge, and pornographic media exposure with premarital sexual behavior of street children Keyword: Premarital sexual behavior, street children, bina insani mandiri foundation
Read More
S-8658
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Melia Sari; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yovsyah, Putu Krisna Saputra
Abstrak:

Tingginya jumlah populasi remaja perlu diimbangi dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku seksual yang sehat untuk mengurangi masalah yang dihadapi remaja. Banyak dari perilaku seksual remaja yang berujung pada masalah yang kompleks. Tujuan penelitian untuk memahaminya faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada siswa SMAN di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Kota Jakarta Timur Tahun 2024. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMAN wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Duren Sawit tahun 2024. Populasi adalah siswa kelas XI. Sampel berjumlah 250 orang. Menggunakan teknik cluster random sampling. Analisa multivariat menggunakan analisis uji multiple cox regression. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner SKRRI (2007) Hasil penelitian menunjukkan 55,2% siswa berperilaku seksual beresiko dan 44,8% siswa tidak berperilaku seksual beresiko. Terdapat korelasi yang bermakna pada variabel niat (p=0,048), memiliki pacar (p=0,000), paparan media pornografi (p=0,020). Berdasarkan hasil dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara niat, memiliki pacar dan paparan media pornografi dengan perilaku seksual beresiko. Tidak ada hubungan antara perilaku seksual beresiko dengan jenis kelamin, ketaatan beragama, keaktifan di sekolah, pengetahuan, sikap, paparan media pornografi, peran guru, peran masyarakat, peran keluarga dan pengaruh teman sebaya. Kata kunci : Perilaku seksual beresiko, remaja, kesehatan reproduksi.


His height amount population teenager need balanced with enhancement knowledge, attitudes, and behavior healthy sex For reduce problems encountered teenager. Lots from behavior sexual ending teenager on complex problem. Objective study For understand it related factors with behavior sexual risky on high school students in the region Work Public health center Duren Sawit District, East Jakarta City Year 2024. Research use cross-sectional design . Study This carried out at regional high schools Work Public health center Duren Sawit District in 2024. Population is student class XI. Sample totaling 250 people. Use cluster random sampling technique. Analysis Multivariate use analysis multiple cox regression test. Data is collected with use SKRRI questionnaire (2007) Results study shows 55.2 % of students behave sexual at risk and 44.8% of students No behave sexual risky. There is meaningful correlation on variable intention (p=0.048), have girl/boyfriend (p=0.000), exposure to pornographic media (p=0.020). Based on results can concluded There is meaningful relationship between intention, have boyfriend and exposure to pornographic media with behavior sexual risky. No There is connection between behavior sexual risky with type sex, obedience religion, activeness at school, knowledge, attitudes, exposure to pornographic media, role of teachers, role society, role family and influence friend peer . Keywords : Behavior sexual at risk, youth, health reproduction.

Read More
T-6947
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ariani Shinta Azzahra; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Kartika Anggun Dimar Setio, Sanyulandy Leowalu, Dian Anggraini S.
Abstrak:
Perilaku seksual pranikah di kalangan remaja merupakan masalah kesehatan reproduksi serius yang berisiko memicu kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual, serta tekanan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran serta hubungan antara sikap terhadap perilaku, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan intensi dengan perilaku seksual pranikah pada siswa remaja dengan menggunakan pendekatan Theory of Planned Behavior (TPB). Jenis penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2026 di beberapa sekolah menengah di wilayah Kecamatan X, Jakarta Barat. Sampel penelitian berjumlah 440 siswa remaja yang dipilih menggunakan metode multistage sampling, dengan analisis data meliputi uji univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (Regresi Logistik). Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden berada pada fase remaja pertengahan dengan proporsi tertinggi pada usia 17 tahun (44,1%), di mana bentuk perilaku seksual non-penetrasi didominasi oleh tindakan berpegangan tangan (56,4%), berpelukan (32%), dan merangkul (38,4%), sementara perilaku penetrasi telah dilakukan oleh sebagian kecil remaja baik menggunakan kontrasepsi (2%) maupun tanpa kontrasepsi (1,4%). Berdasarkan analisis bivariat dan multivariat, sikap pribadi (PValue = 0,139) dan intensi seksual ditemukan tidak berhubungan signifikan dengan perilaku seksual pranikah secara riil. Sebaliknya, norma subjektif lingkungan/teman sebaya terbukti menjadi prediktor paling kuat dan dominan memicu perilaku tersebut (PValue = 0,000; OR = 2,324), diikuti oleh persepsi kontrol perilaku yang kurang baik (PValue = 0,049; OR = 1,480). Kesimpulannya, faktor lingkungan sosial berupa norma subjektif kelompok teman sebaya (peer group) merupakan pendorong utama yang menormalisasi perilaku seksual pranikah pada remaja di Kecamatan Kembangan. Oleh karena itu, disarankan bagi Suku Dinas Kesehatan dan Pendidikan untuk merancang program edukasi kesehatan reproduksi komprehensif berbasis pendekatan teman sebaya (peer-led intervention) serta memperkuat kontrol diri remaja guna meminimalkan risiko perilaku seksual berisiko.

Premarital sexual behavior among adolescents constitutes a severe reproductive health issue due to the risks of unintended pregnancy, sexually transmitted infections, and psychological stress. This study aims to analyze the prevalence and relationship of attitude toward the behavior, subjective norms, perceived behavioral control, and intention with premarital sexual behavior among adolescent students using the Theory of Planned Behavior (TPB) framework. This quantitative study applied a cross-sectional approach, conducted in April 2026 across secondary schools in the X District, West Jakarta. A sample of 440 adolescent students was selected using a multistage sampling technique, and data were analyzed using univariate, bivariate (Chi-Square), and multivariate (Logistic Regression) analyses. Univariate analysis revealed that the majority of respondents were in mid-adolescence, with the highest proportion aged 17 years old (44.1%). Non-penetrative sexual activities were dominated by holding hands (56.4%), hugging (32%), and embracing (38.4%), while penetrative behavior (intercourse) had been initiated by a small fraction of adolescents, either with contraception (2%) or without contraception (1.4%). Bivariate and multivariate analyses indicated that personal attitude (P = 0.139) and sexual intention were not significantly associated with actual premarital sexual behavior. On the contrary, subjective norms from peers emerged as the strongest and most dominant predictor (P = 0.000; OR = 2.324), followed by poor perceived behavioral control (P = 0.049; OR = 1.480). In conclusion, environmental factors, particularly the subjective norms established within peer groups, are the primary drivers that normalize premarital sexual behavior among adolescents in Kembangan District. It is highly recommended that the Sub-department of Health and Education formulate comprehensive reproductive health programs incorporating peer-led interventions and strengthen adolescents' self-control to mitigate the risks of high-risk sexual behavior.
Read More
T-7703
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ninda Rimawati; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Agustin Kusumayati, Flourisa Juliaan Sudrajat, Ratna Kirana
T-3967
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive