Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 40217 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ayu Merina; Pembimbing: Hendra; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Nungki Agusti S.T.
S-7607
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggiri Herliani; Pembimbing: Hendra ; Penguji: Ridwan Z. Sjaaf, Ira Siti Sarah
S-6319
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suparni; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Pembimbing: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Nurmainah
T-3421
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anggit Paramitha; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, Mayarni
Abstrak: Aktivitas pekerjaan perajin ukiran batu dalam proses produksinya memiliki bahaya ergonomi yang dapat berisiko terjadinya Musculoskeletal Disorders(MSDs) terkait dengan postur janggal dalam durasi lama, gerakan berulang danrutin dilakukan setiap hari. Penelitian dilakukan pada proses kerja perajin ukiranbatu di Duta Alam, Jakarta Selatan tahun 2014 bertujuan untuk menilai tingkatrisiko ergonomi berdasarkan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dankeluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) menggunakan Nordic Body Map.Hasil penelitian didapatkan tingkat risiko ergonomi pada pekerjaan perajin yaiturisiko sedang sebanyak 6 aktivitas kerja dan tingkat risiko tinggi sebanyak 8aktivitas kerja dari 14 aktivitas pekerjaan yang ada. Dari hasil kuesioner dannordic body map diketahui keluhan MSDs yang paling banyak dirasakan perajinpada pinggang bagian bawah dan pinggang bagian atas (92,9%). Keluhan yangdirasakan berupa pegal-pegal, sakit/nyeri, kaku, kejang/keram dan kesemutan.Selain risiko ergonomi, di dapatkan juga faktor lain yang memperberat keluhanMSDs yaitu karakteristik individu yang terdiri dari umur, jenis kelamin, masakerja, jam kerja per hari, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok danaktifitas fisik. Sebagian besar aktivitas kerja memiliki tingkat risiko ergonomitinggi sehingga diperlukan segera tindakan perbaikan desain tempat kerja.Disarankan juga adanya pengaturan waktu kerja dan istirahat yang efisien bagiperajin. Kata Kunci : Keluhan MSDs; Perajin Ukiran Batu; REBA; Tingkat Risiko Ergonomi.
Job activities stone artisans in the production process has ergonomic hazard thatcould have risk the occurence of Muskuloskeletal Disorders (MSDs) associatedwith awkward posture with long-duration, repetitive movements and routineactivity. The study was conducted on the working process of stone artisans inDuta Alam, South Jakarta in 2014 to assess the level of ergonomic risk basedmethods Rapid Entire Body Assessment (REBA) and Musculoskeletal Disorders(MSDs) using Nordic Body Map. From the results on the occupational risk levelsobtained medium risk 6 work activities and high risk 8 work activities of 14processes the work activities. The results of the questionnaire and nordic bodymap is known complaint MSDs that be perceived stone artisans to low back andupper back (92.9%). The complaints is stifness, painful, tingling, and spasms. Inaddition to ergonomic risk, other factors also found that complaints aggravateMSDs risk factors consists of individual characteristic consisting of age, length ofservice, hours worked, body mass index, smoking habit, and physical activities.Most of the work activities have a high level of ergonomic risk that requiredimmediate corrective action design of the workplace. In addition, suggested ofregulating working and rest time efficient for crafters.Keywords : Complaints MSD; REBA; Risk Level Ergonomics; Stone Artisans
Read More
S-8393
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firman Nur Hidayat; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih
Abstrak: Perkembangan teknologi yang pesat membuat hampir semua aktifitas pekerjaan manusia berhubungan erat dengan berbagai macam alat dan mesin. Tidak terkecuali dalam dunia industri yang saat ini terus berkembang dengan pesatnya. Namun dalam interaksi antara manusia, mesin dan lingkungan kerja terdapat berbagai risiko yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja (PAK) ataupun kecelakaan kerja bagi manusia. Salah satu penyakit akibat kerja yang kerap diderita oleh pekerja adalah penyakit yang berkaitan dengan otot serta rangka, atau lebih dikenal dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Penelitian ini dilakukan pada pekerja furnitur di PT. X di Klender, Jakarta Timur pada tahun 2014. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor risiko MSDs pada bagian tubuh dan gejala MSDs yang dialami oleh pekerja. metode penelitiain ini adalah kualitatif dengan desain studi observasional. Responden berjumlah 8 orang, dan tingkat risiko ergonomi dinilai menggunakan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Penilaian menggunakan REBA mendapatkan hasil 1 tahapan pekerjaan (25%) termasuk dalam kategori medium risk (action level 3), dan 3 tahapan pekerjaan (75%) termasuk dalam kategori high risk (action level 4). Nordic Body Map (NBM) digunakan untuk mengetahui keluhan MSDs yang dirasakan pekerja dan didapatkan hasil 100% pekerja mengeluhkan gejala MSDs. Keluhan terbanyak dirasakan adalah pegal danrasa sakit pada tubuh bagian pinggang, leher bagian bawah, dan betis. Kata Kunci : REBA, Tingkat Risiko, Ergonomi, Keluhan Musculoskeletal Disorders(MSDs), Nordic Body Map (NBM), Furnitur PT. X.
Read More
S-8302
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tiranti Vindhagita Aisyah; Pembimbing: Zulkifli Djunaedi; Penguji: Dadan Erwandi, Tubagus Hedi Saepudin
S-7714
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Anis Rohmana Malik; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Chandra Satrya, Chandra Prijanahadi, Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan cedera dan gangguan yang mempengaruhi pergerakan tubuh manusia atau sistem muskuloskeletal. Salah satu penyebab dari keluhan MSDs adalah getaran (whole body vibration). Driver ojek online yang mempunyai aktivitas berkendara setiap hari mempunyai risiko untuk terpajan getaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pajanan getaran (whole body vibration) dan keluhan MSDs pada driver ojek online di Jakarta tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah driver ojek online region Jakarta, dengan total sampel sebanyak 42 orang untuk menggambarkan keluhan MSDs dan 30 orang untuk menganalisis hubungan antara whole body vibration dengan keluhan MSDs. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Nordic Body Map and vibration meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersering yang mengalami keluhan MSDs pada pekerja driver ojek online adalah pinggang bawah (76,2%), pantat (78,6%), bahu kanan (47,6%), bahu kiri (47,6%), dan pergelangan tangan kanan (45,2%). Pada penelitian ini diketahui bahwa usia, IMT, masa kerja, durasi pajanan kerja, frekuensi kerja, dan whole body vibration belum cukup berpengaruh dalam menyebabkan keluhan MSDs.
Read More
T-5617
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firmansyah; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhanm, Adenan
S-7984
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahmah Hidayatullah Lubis; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Dadan Erwandi, Fatma Lestari, Hanny Harjulianti, Iqbal Hasyim
T-3422
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atriani Indah Permatasari; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Hendra. Irma Setiawaty Wulandari
Abstrak: Pekerjaan cleaning service seperti mengangkat, membungkuk, gerakan memutar pada saat memindahkan barang dari sisi ke sisi lainnya dan menunduk saat bekerja dapat menimbulkan keluhan MSDs. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara faktor risiko individu, faktor risiko pekerjaan, dan faktor lingkungan terhadap keluhan gejala musculoskeletal disorders pada pekerja cleaning service di Asrama Mahasiswa Universitas Indonesia. Jenis penelitian yang dilakukan adalah studi deskriptif observasional dengan menggunakan metode QEC (Quick Exposure Checklist) dan Nordic Body Questionnaire (NBM), serta pengukuran faktor lingkungan menggunakan lux meter dan WGBT Meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 27 responden (84,4%) mengaku adanya keluhan subyektif musuloskeletal disorders. Faktor pencahayaan yang kurang kemungkinan menjadi risiko tingginya keluhan gejala musculoskeletal disorders. Hasil analisis QEC menunjukkan bahwa aktifitas pekerjaan termasuk risiko rendah hingga tinggi.
Kata kunci: cleaning service, ergonomi, musculoskeletal disorders, risiko

Cleaning service work such as lifting, bending, twisting movements at the time of moving things from side to side and looked down when the work may give rise to complaints of MSDs. This research was conducted to look at the relationship between the individual risk factors, risk factors, and environmental factors work against complaints of symptoms of musculoskeletal disorders in cleaning service workers in student dormitories of the University of Indonesia. The type of research that is a descriptive observational study by using the method of QEC (Quick Exposure Checklist) and Nordic Body Questionnaire (NBM), as well as the measurement of environmental factors using a lux meter and WGBT meters. The results showed that as many as 27 respondents (84.4%) admitted to the existence of a subjective complaint of musuloskeletal disorders. Lighting is less likely to factor into a risk high complaints of symptoms of musculoskeletal disorders. The results of the QEC analysis show that the work activity including low risk to high.
Key words: cleaning service, ergonomics, musculoskeletal disorders, risk
Read More
S-9709
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive