Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33758 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Chocky charly Raja Nasution; Pembimbing: Hendra; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Rudal Triawan
S-7556
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Endra Muhamad Fadillah; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Indri Pujriani
Abstrak: Penelitian ini membahas Manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja dipabrik tahu x tahun 2012, penelitian ini bersifat deskriptif. Desain studi yangdigunakan merupakan desain studi berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 dengan metode semi kuantitatif menggunakan Job Hazard Analysis (JHA).Analisis risiko dilakukan menganalisis nilai konsekuensi, peluang serta frekuensidan dianalisis menggunakan metode Fine yang ada pada AS/NZS 4360:2004.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan level risiko yang belumacceptable pada setiap proses pembuatan tahu yaitu very high, priority 1,substansial, dan priority 3. Oleh karena itu, diberikan rekomendasi yang bersifatengineering, administrative, serta penggunaaan alat pelindung diri.
Kata kunci:AS/NZS 4360:2004, penilain risiko, kemungkinan, pemajanan, konsekuensi, levelrisiko.
This Risk management of safety and health research that was held at plant tofu xin 2012, is a descriptive study. This study design used a study design based onstandard AS / NZS 4360:2004 with a semi-quantitative method using the JobHazard Analysis (JHA). Risk analyzes were conducted to analyze the value of theconsequences, opportunities and the frequency and analyzed using the methods ofFine existing AS / NZS 4360:2004. The results showed that the level of risk thathas not been found acceptable on every process of making out is very high,priority one, substantial, and priority 3. Therefore, given the recommendation thatis engineering, administrative, and use of protective equipment.
Keywords:AS/NZS 4360:2004, risk assessment, probability, exposure, consequences, Levelof risk
Read More
S-7720
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathul Masruri Syaaf; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Indri Hapsari Susilowati
S-5263
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yasinta Tri Utami; Pembimbig: Dadan Erwandi; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Nungki Agusti
Abstrak: Skripsi ini membahas gambaran persepsi terhadap perilaku aman pada pekerja furniture atau mebel informal di klender tahun 2012. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara selintas dan penyebaran kuesioner kepada informan dan observasi langsung ke area kerja, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi literatur terdahulu. Hasil yang didapat, persepsi pekerja furniture di Klender terhadap bekerja secara aman sangat buruk. Hal ini di tinjau dari pengetahuan, sikap dan lingkungan sosial/kerja.
 

This thesis discusses the overview of safe behavior on the perceptions of workers in the informal furniture Klender in 2012. This research is a quantitative research using primary and secondary data. The primary data obtained through interviews and distributing questionaires to briefly informants and direct observation to the work area, while the secondary data obtained from previous literature. The results, perceptions of furniture workers in Klender to work safely so bad. It is in the review of the knowledge, attitudes and social environment / work
Read More
S-7657
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.



The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status. 

 

Read More
S-12029
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifda Galuh Syafawani; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Hendra, Sudi Astono
Abstrak:

Kepesertaan pekerja sektor informal di Kota Depok dalam program BPJS Ketenagakerjaan
masih sangat rendah, tanda belum optimalnya perlindungan bagi kelompok ini. Penelitian ini
bertujuan untuk menjelaskan gambaran serta menganalisis hubungan antara faktor pembentuk perilaku dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok tahun 2025. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 116 pekerja sektor informal di Kota Depok menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar secara daring maupun onsite di Pos UKK dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh pekerja sektor informal belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan (50,9%). Pekerja sektor informal mayoritas perempuan, berusia produktif dan sudah menikah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin, pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi hambatan, premi BPJS Ketenagakerjaan, motivasi, dukungan keluarga, dan dukungan lingkungan sekitar berhubungan signifikan dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada pekerja sektor informal di Kota Depok Tahun 2025. Perlu dilakukan upaya strategis yang mempertimbangkan berbagai faktor untuk meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Selain itu, ditemukan beberapa faktor risiko yang perlu mendapat perhatian untuk perbaikan, seperti jumlah anggota keluarga, pengetahuan tentang BPJS Ketenagakerjaan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, akses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, premi, dan status ekonomi pekerja.


The participation of informal sector workers in Depok City in the BPJS Ketenagakerjaan  (Workers Social Security) program remains very low, indicating suboptimal protection for this  group. This study aims to describe and analyze the relationship between behavioral  determinants and BPJS Ketenagakerjaan participation among informal sector workers in  Depok City in 2025. This research used a cross-sectional design with a quantitative approach  involving 116 informal workers in Depok City, selected through convenience sampling. Data  were collected using questionnaires distributed both online and onsite at Pos UKK and  analyzed using the chi-square test. The results showed that more than half of the informal  workers had not registered for BPJS Ketenagakerjaan (50.9%). Most informal workers were  women, of productive age, and married. The study found that gender, knowledge, perceived  susceptibility, perceived barriers, BPJS premium costs, motivation, family support, and  environmental support were significantly associated with BPJS Ketenagakerjaan participation  among informal workers in Depok City in 2025. Strategic efforts that consider these factors  are needed to improve the coverage of social security protection for informal workers. In  addition, several risk factors were identified that require further attention, including number of  family members, knowledge of BPJS Ketenagakerjaan, perceived vulnerability, perceived  severity, access to BPJS services, premium costs, and workers’ economic status.

Read More
S-12080
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lukman Hakim; Pembimbing: Izhar M. Fihir; Penguji: Ridwan Z. Syaaf, Sulaeman
S-7833
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitria Ferbiana; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Indri Hapsari, Ike Pujriani
S-7736
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Saltiani Damayanti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Mila Tejamaya, Ike Pujiriani
S-9784
Depok : FKM UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rini Anggraeni; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Mila Tejamaya, Istiati Suraningsih
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko bahaya kimia pada pekerja sektor informal tahun 2014. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif yang menggunakan kuesioner ceklis untuk menilai variabel-variabel independen. Tujuan penelitian adalah untuk melihat gambaran persepsi terhadap risiko bahaya kimia beserta gambaran faktor-faktor yangberhubungan dengan persepsi risiko bahaya kimia, diantaranya pengalaman,kesukarelaan, ketakutan, pengendalian, potensi dampak, dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini juga dilakukan untuk melihat gambaran perbandingan persepsi pekerja terhadap risiko bahaya kimia di kedua tempat industri informal yaitu industri penyamakan kulit dan industri sablon. Hasil penelitian menggambarkan bahwa secara umum persepsi risiko bahaya kimia pada pekerjasektor informal sudah baik, walaupun masih ada beberapa pekerja yang memilikipersepsi yang buruk terhadap risiko bahaya kimia. Berdasarkan lokasi kerja,persepsi risiko bahaya kimia pada pekerja sablon lebih baik dibandingkan dengan pekerja penyamakan kulit. Persepsi yang baik pada pekerja dikedua tempat ini didapatkan karena : pekerja sudah memiliki pengalaman yang baik terkait kejadian risiko bahaya kimia, sukarela menerima risiko bahaya kimia, memiliki ketakutan terhadap risiko bahaya kimia, pekerja merasa mampu mengendalikan risiko bahaya kimia, menilai risiko bahaya kimia sebagai risiko yang berpotensi katastropik, dan menilai lingkungan kerja sudah aman dari risiko bahaya kimia.
Read More
S-8177
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive