Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19465 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dwi Hapsari, Ning Sulistiyowati
MPPK Vol.XV, No.3
Jakarta : Balitbangkes Kemenkes RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Joko Irianto; Pembimbing: Toha Muhaimin
S-758
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ii Solihah; Pembimbing: Hadi Pratomo, Iwan Ariawan; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Ubaidillah Syathory
Abstrak:
Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia sering dilatar belakangi oleh tiga jenis keterlambatan (3T) yaitu keterlambatan mengenai tanda bahaya gawat darurat dan mengambil keputusan untuk merujuk, keterlambatan mencari fasilitas pclayanan kcschatan dan keterlambatan mempcroleh pcrtolongan memadai di fasilitas pelayanan rujukan (Depkes,2005). Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan suami tentang tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan. nifas dan neonatus, di Kabupaten Garut Jawa Barat, tahun 2007. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari " Survei Data Dasar Pengem-bangan Madel Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial di Kabupaten Garut, Jawa Barat, 2007'; yang telah dilakukan oleh Pusat Penelitian Kesehatan UI & Pusat Kajian Promkcs FKM-UI bekerja sarna dengan Save The Children, pada bulan Juli sampai Oktober 2007, di 40 desa dari 10 kecamatan di Kahupaten Garut. Rancangan penelitian adalah potong lintang (cross sectional). Sampel yang digunakan yaitu suami yang memiliki istri dengan hayi yang berumur 0-11 bulan. Jumlah sampcl sebanyak 209 pasang suami istri. Sumber data berasal dari modul survei suami dan ibu. Data yeng berasal dari suami yaitu pengelahuan tentang tanda bahaya pada masa kebamilan, persalinan. nifas dan neonatus, kererlibatan keanggotaan kegiatan sosial, keterpaparan mdia informasi, keterpaparan terhadap Desa Siaga, kepercayaan/kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan maternal dan neonatal, sedangkan yang berasal dari ibu yaitu umur suami pendididkan suami, pekerjaan suami, jumlah anak, pendapatan keluarga yaitu pendapatan istri, suami dan jumlah tanggunagn keluarga, kepemilikan media elektronik, kepemilikan alat transportasi. Variabel terikat adalah pengetahuan suami tentang tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus, sedangkan variabel bebas adalah karakteristik. suami (umur, pendidikan, pekeljaan, jumlah anak, jumlah pendapatan keluarga, kepercayaan/kebiasaan terkait kesehatan maternal dan neonatal), kepemilikan media komunikasi elektronik, kepemilikan alat transportasi, keterpaparan terhadap media infonnasi, keterpaparan terhadap Desa Siaga, keterlihatan keanggotaan kegiatan sosial. Berdasarkan hasil analisis multivariat dari regresi model akhir kandidat model multivariat didapatkan bahwa variabel pendidikan merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan pengetahuan suami tentang tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus. Saran bagi Depkes RI. khususnya Bagian Promosi Kesehatan agar meningkatkan kerjasama dalam bidang komunikasi dan inforrnasi khususnya dengan institusi pertelevisian nasional untuk memasukan acara penayangan infonnasi kesehatan tematama tentang tanda bahaya pada masa kehamilan persalinan, nifas dan neonatus. Bagi Dinkes Kabupaten, agar I) melakukan advokasi ke Pemda Kabupaten Garut untuk selanjutnya dilimpahkan ke Diknas untuk melakukan peningkatan pendidikan masyarakat Kabupaten Garut. 2) Menganjurkan kepada petugas kesehatan untuk senantiasa mendorong suami agar dapat berperan serta dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan maternal dan neonatal, khususnya pengetahuan tentang tanda bahaya diatas.; 3) Melakuan sosialisasi Desa Siaga serta uji coba dibentuknya kader kesehatan yang terdiri dari para suami dalarn suatu forum kegiatan sosial.; 4) Melakukan keljasama dengan stasiun radio setempat untuk mernasukan prognm sosialisasikan peningkatan pegetahuan tentang tanda bahaya pada masa keharnilan, persalinan, nifas dan neonatus. dengan acara yang disukai masyarakat; 5) Kerjasama dengan iustitusi pendidikakan kesehatan setempat baik pemerintah maupun swasta melalui kerjasarna pengelolaan daerah binaan kesehatan. Bagi kelompok profesi IDI, PPNI, IBI, agar senantiasa meningkatkan pemberikan informasi kesehatan khususnya tentang tanda bahaya pada masa kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus dengan sasaran suami atau keluarga. Bagi masyarakt dan LSM, PKK, Forum Desa Siaga, agar dapat berperan serta aktif yaitu mengikuti kegiatan social yang dibentuk untuk mengatasi maalah maternal dan neonatal, sehingga dimasa yang akan datang kematian ibu dan bayi yang disebabkan karena keterlambatan mengenal tanda bahaya tersebut dapat teratasi.

In Indonesia the high number of both maternal and neonatal death rate frequently has Background which consist of delay?s in recognizing emergency danger signs, making decision where to refer the emergency case to the health service facilities and in getting adequate treatment from referral services facilities. (Depkes,2005). This research used aimed to aim factors related wife husband's knowledge about danger sign at pregnancy time,partus, pcstpartus and neonates in Ga:rut West Java, 2007. This research usad secondary data from "Baseline Survey of Neonatal Essential Health Services Improvement Model in Garut Districk West Java, 2007' which was conducted by the Center of Health Research University of Indonesia & Center of Health Promotion Study FKM-UI in cooperation with Save the Children. It third July until October 2007, at 40 covered from 10 district in Garut Distrek. The research design was cross sectional. The selected sample was the husband whose wife matter having infant age 0..11 months. Total sample was 209 couples. The data instrument was take from the modules survey of husband and wife matter infant 0..11 moun infant. The data taken from husbands were knowledge about danger sign at pregnancy time, partus, postpartus and neonates, involvement in the of social organization exposure to information media, exposur towards ? Desa Siaga ?, Aler village program wich related to maternal and neonatal health, while data taken from the mothers were husband?s age, last education, work state job, number of children, family income consist with wife?s and husband?s income and number of family burden, electronic media partnership, vehicles partnership. The independent variable was husband's the knowledge,about danger sign at pregnancy time, partus, postpartus and neonates, while dependent variable was husband characteristic (age, education, job, number of children, family income, trust/habits related with maternal and neonatal health), electronics media communication partnership, vehicles possession, exposures towards information media, exposures towards "Desa Siaga" involvement in social organization activity. The multivariate analysis result showed that from regression of the last candidate model, education variable was the most dominant factor which related with husband knowledge about danger sign at pregnancy time, pregnancy delivery, postpartum, and neonates periode. Suggestions for the Health Department of the Republic Indonesia especially to the latter of Health Promotion is to improve the cooperation in communication and information especially with national television exident status to eximined health information speclatly about danger sign at pregnancy time, partus, postpartus and neonates. sub-province Health Department shall; (1) advocate to the Garut local government especially to ide to improve of level education the people, (2)Emergency health personal always to support the husband to develop their role in increasing knowledge of health maternal and neona!al, especially the above knowledge of danger sign, (3) conduct socialization of Desa Siaga and tryout health cadre formation which coos lists of the husbands , (4) establish cooperation with local radio station to create program of socialization of danger sign in pregnancy time, pregnancy delivery, postpartum, and neonates periode, with event or agenda that interest the society, (5) make cooperation with local health educational institution not only government but also private institution trough cooperation in establish pilot project such at IDI, PPNI, IBI could asistant socially, especially about danger sign in pregnancy time) pregnancy delivery, postpartum, and neonates periode with husband or family as target program.
Read More
T-2828
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yosita Putri Mayliana; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Artha Prabawa, Rahmadewi
Abstrak: Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu provinsi penyumbang AKI terbesar diIndonesia dan memiliki angka komplikasi persalinan yang cukup tinggi, yaitu22,2%. Kejadian komplikasi persalinan banyak terjadi pada ibu yang melahirkan bukan dengan tenaga kesehatan (46%). Penelitian ini merupakan analisis data SDKI 2012 dengan sampel sebanyak 1.609 wanita usia subur (15-49 tahun).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penolong persalinan dengan kejadian komplikasi persalinan di Jawa Barat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan bukan dengan tenaga kesehatan berisiko 7,948 kali lebih tinggi untuk mengalami komplikasi persalinandibandingkan dengan ibu yang melahirkan dengan tenaga kesehatan setelah dikontrol oleh variabel riwayat komplikasi persalinan, tempat persalinan,kunjungan neonatal, dan akses informasi.
Kata kunci : Komplikasi persalinan, penolong persalinan, wanita usia subur
West Java is one of the largest province which contribute to maternal mortality inIndonesia and has a number of labor complications are quite high, 22.2%.Incidence of labor complications common in mothers who gave birth not byhealth workers (46%). This study is an analysis of data IDHS 2012 with a sampleof 1,609 women of childbearing age (15-49 years). This study aimed to determinethe relationship between the incidence of labor complications with the birthattendants in West Java. The analysis showed that mothers who give birth ratherthan by health workers 7.948 times higher risk to develop complications of laborcompared with women who gave birth by health professionals after beingcontrolled by a variable history of childbirth complications, place of delivery,neonatal visits, and access to information.
Keywords : Labor complication, birth attendants, women of childbearing age
Read More
S-8179
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sylvia Riski Anggraeny; Pembimbing: Tiara Amelia; Penguji: Evi Martha, Wayan Sri Agustini
Abstrak: Persalinan oleh tenaga kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya menurunkanAngka Kematian Ibu (AKI). Cakupan pertolongan oleh tenaga kesehatan di DesaWanaherang wilayah kerja Puskesmas Gunung Putri sebesar 82,38% masih di bawahtarget SPM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemilihan penolongpersalinan pada 6 ibu nifas di desa Wanaherang wilayah kerja Puskesmas GunungPutri tahun 2016. Faktor yang diteliti yaitu pengetahuan, sikap, biaya persalinan,kepemilikan BPJS, sumber informasi, dukungan suami, keluarga dan kelompok ibunifas. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data primer yangdikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada 10 informan dan diskusikelompok kepada tiga kelompok yaitu suami, nenek dan teman sebaya. Hasil analisismenunjukkan pengetahuan yang baik dalam memilih penolong persalinan tidak selaluberujung dalam menentukan pertolongan persalinan dengan tenaga kesehatan karenadipengaruhi oleh faktor pemungkin yaitu sumber informasi. Biaya persalinan dankepemilikan kartu BPJS tidak memiliki peran dengan pemilihan penolong persalinan.Dukungan suami dan keluarga berperan dalam menentukan penolong persalinan.
Kata Kunci : Penolong Persalinan, Bidan, Paraji, Kesehatan Ibu.
Delivery by health personnel is an important factor in efforts to reduce MaternalMortality Rate (MMR). Scope aid by health workers at the village PuskesmasWanaherang Gunung Putri amounted to 82.38% is still below the target SPM. Thisstudy aims to reveal the birth attendant election at 6 postpartum mother in theWanaherang District the work area of Gunung Putri Health Center 2016. Factorsstudied were knowledge, attitude, labor costs, ownership BPJS, resources, support thehusband, family and peers. The design study is qualitative primary data collectedthrough in-depth interviews to 10 informants and discussion groups to three groupshusband, grandmother and peers. The analysis showed a good knowledge in choosinga birth attendants do not always lead in determining the delivery assistance by healthprofessionals because it is influenced by the enabling factor that is the source ofinformation. The cost of labor and ownership BPJS card has no role in the selectionof birth attendants. Support of her husband and family play a role in determining thebirth attendant.
Keywords: Helper Delivery, Midwives, Paraji, Maternal Health.
Read More
S-9133
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sania Fitria; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Rita Damayanti, Siti Khalimah
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan gangguan mental emosional pada mahasiswa domisili kota Depok di masa pandemi COVID-19. Desain studi dari penelitian ini adalah cross-sectional dengan analisis univariat, bivariat dan stratifikasi. Penelitian ini menggunakan data primer dalam bentuk google form yang disebar secara daring kepada mahasiswa.
Read More
S-10675
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lila Amaliah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Agustin Kusumayati, Soeharsono Soemantri
Abstrak:

Setiap tahunnya, 585.000 ibu meninggal akibat komplikasi kehamilan dan persalinan, dan hampir 99% dari kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Pada tahun 1995, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia di perkirakan sekitar 373 per 100.000 kelahiran hidup. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibandingkan negara ASEAN. Persalinan lama atau macet merupakan salah satu dari lima penyebab kematian ibu di negara berkembang. Berdasarkan hasil SKRT 1995, persalinan lama juga merupakan komplikasi persalinan yang paling sering dikeluhkan oleh ibu. Persalinan lama atau macet merupakan satu-satunya komplikasi persalinan yang mengakibatkan begitu banyak morbiditas kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara penolong persalinan dengan kejadian persalinan lama, faktor-faktor yang berhubungan dengan persalinan lama dan untuk mengetahui informasi mengenai kebijakan dan program penatalaksanaan persalinan lama di tingkat pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Penelitian ini memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif menggunakan data Studi Morbiditas dan Mortalitas SKRT 1995 di Jawa Barat, sedangkan metode kualitatif menggunakan wawancara mendalam dan studi kasus di Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa angka kejadian persalinan lama di Jawa Barat sebesar 6,4%. Analisis data multivariat menemukan bahwa penolong persalinan dan tempat tinggal berhubungan dengan persalinan lama. Ibu yang tinggal di desa berpeluang mengalami persalinan lama 2,7 kali dibandingkan ibu yang tinggal di kota setelah dikontrol variabel penolong persalinan. Penelitian ini menunjukkan bahwa asuhan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih dapat menurunkan risiko komplikasi persalinan. Persalinan lama sering terlambat dirujuk karena dukun tidak mampu menilai kemajuan persalinan dan tidak mengetahui tanda-tanda atau penyebab ketika persalinan lama terjadi. Program pencegahan persalinan lama harus ditujukan untuk meningkatkan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih, menyediakan kartu sehat bagi kelurga tidak mampu, memperbaiki sistem transportasi, menunda pernikahan melalui program wajib belajar sembilan tahun serta meningkatkan status gizi dan kondisi lingkungan anak perempuan sehingga mereka dapat mencapai tinggi badan yang optimal.


 

Relationship between Birth Attendant and the Occurance of Prolonged Labor in West JavaAt least 585,000 women die each year from the complications of pregnancy and childbirth, and almost 99% of these deaths occur in developing countries. In 1995, Maternal Mortality Ratio (MMR) in Indonesia is estimated 373 per 100,000 live births. This figure is relatively high when compares to ASEAN countries. Prolonged or obstructed labor is one of the five major causes of maternal mortality in developing countries. Based on the 1995 Household Health Survey, prolonged labor is also the most common reported obstetric complication. No other complication of delivery is associated with as much chronic morbidity as prolonged or obstructed labor. The purposes of this research are to examine the relations between birth attendant and prolonged labor, to examine factors that might affects the occurance of prolonged labor and to review the policies and programs on the management of prolonged labor at primary and referral health services. This research combined quantitative and qualitative method. The quantitative method used the Maternal Morbidity and Mortality data from the 1995 Household Health Survey in West Java, and qualitative method used in-depth interview and case study in the District of Tangerang_The result showed that the prevalence of prolonged labor in West Java was 6.4%. The multivariate logistic regression analysis found that the birth attendant and the residence were associated with the occurance of prolonged labor. Women who lived in the rural area are 2.7 times as likely to experience prolonged labor than those who lived in the urban area, controlled by birth attendant. This study revealed that delivery care by trained health care provider could reduce the risks of prolonged labor. Prolonged labour were often referred too late because the traditional birth attendant (TBA) could not be able to assess the progress of labor, they did not know the symptoms and the causes when prolonged labour occur. Intervention programs should be directed to increase the coverage of delivery attended by trained health care provider, provide health card for poor family, improve transportation system, delay marriage until women have reached full physical maturity through compulsory universal education and improve nutrition status and living conditions for girls to prevent stunded growth.

Read More
T-1103
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meirica Rosaline Safitri; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Helda, Iram Barida Maisya, Septyana Choirunisa
Abstrak:
Komplikasi persalinan merupakan salah satu penyumbang morbiditas maternal di Indonesia. Kualitas kunjungan antenatal care (ANC) berperan penting dalam pencegahan komplikasi, namun bukti empiris di tingkat populasi nasional masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kunjungan ANC sesuai standar dengan kejadian komplikasi persalinan di Indonesia menggunakan data Survei Kesehatan Indonesia 2023. Standar K4 didefinisikan sebagai minimal empat kali kunjungan ANC selama kehamilan, sedangkan K6 mengikuti jumlah kunjungan standar enam kali Permenkes 21 Tahun 2021 yang menambahkan pemeriksaan dokter dan ultrasonografi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah perempuan usia 10–54 tahun yang memiliki riwayat persalinan tunggal pada periode 1 Januari 2018 sampai 25 September 2023. Kriteria eksklusi adalah ibu yang mengalami keguguran dan responden dengan data yang tidak lengkap pada variabel utama, serta data komplikasi yang tidak valid. Desain penelitian adalah potong lintang dan analisis dilakukan menggunakan uji chi-square untuk bivariat serta regresi Cox constant time untuk multivariat guna memperoleh Prevalence Ratio (PR) dengan interval kepercayaan 95%. Kovariat yang dikontrol meliputi usia ibu, pendidikan, pekerjaan, status ekonomi, lokasi tempat tinggal, klasifikasi wilayah berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia,  paritas, faktor risiko kehamilan, tempat persalinan, penolong persalinan, metode persalinan, gangguan kehamilan, dan pengetahuan tanda bahaya. Hasil menunjukkan proporsi komplikasi persalinan sebesar 21,9%, dengan cakupan ANC K4 sebesar 45,55% dan ANC K6 sebesar 5,35%. Model akhir menunjukkan bahwa kelompok ANC tidak sesuai standar memiliki risiko komplikasi lebih rendah (aPR = 0,855; 95% CI: 0,819–0,891; p<0,001), dan kelompok tidak ANC lebih rendah daripada kedua kelompok (aPR = 0,327; 95% CI: 0,277–0,387;p<0,001). Ditemukan efek modifikasi oleh gangguan kehamilan dan interaksi ANC dengan gangguan kehamilan. Hasil juga ini menunjukkan adanya confounding by indication, di mana ibu berisiko tinggi lebih cenderung melakukan kunjungan ANC. Mutu ANC secara agregat belum menunjukkan efek protektif konsisten terhadap komplikasi persalinan.

Delivery complications represent one of the leading contributors to maternal morbidity in Indonesia. The quality of antenatal care (ANC) visits plays an essential role in preventing complications; however, empirical evidence at the national population level remains limited. This study aims to analyze the association between standardized ANC visits and delivery complications in Indonesia using data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). The K4 standard was defined as a minimum of four ANC visits during pregnancy, while K6 followed the Ministry of Health Regulation No. 21 of 2021 requiring six visits including physician examinations and ultrasound assessments. The inclusion criteria were women aged 10–54 years with singleton live births between January 1, 2018 and September 25, 2023. Exclusion criteria included women who experienced miscarriage and respondents with incomplete data on key variables or invalid complication data. This cross-sectional study utilized chi-square tests for bivariate analysis and Cox regression constant time models for multivariate analysis to calculate prevalence ratios (PR) with 95% confidence intervals. Covariates controlled included maternal age, education, employment, socioeconomic status, place of residence, Human Development Index (HDI)-based regional classification, parity, pregnancy risk factors, place of delivery, delivery attendant, delivery method, pregnancy complaints, and danger sign knowledge. The results showed a proportion of delivery complications of 21.9%, with ANC K4 coverage at 45.55% and ANC K6 at 5.35%. The final model indicated that mothers with inadequate ANC had a lower risk of complications (aPR = 0.855; 95% CI: 0.819–0.891; p < 0.001), and those with no ANC had an even lower risk (aPR = 0.327; 95% CI: 0.277–0.387; p < 0.001). An effect modification by pregnancy-related disorders and an interaction between ANC and pregnancy-related disorders were observed. These findings also suggest the presence of confounding by indication, where high-risk mothers are more likely to seek ANC visits. Overall, the aggregate quality of ANC has not shown a consistent protective effect against delivery complications.

Read More
T-7309
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmartini; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan
S-1657
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Damairini; Pembimbing: Ronnie Rivany
S-706
Depok : FKM UI, 1994
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive